cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
TEKNIK MASSAGE EFFLURAGE DAPAT MENGURANGI NYERI KALA I PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i1.11100

Abstract

Pada tahun 2018 didapatkan data di Kota Semarang jumlah persalinan 25.150 per-kelahiran hidup, dan pada bulan Januari – Agustus 2019 jumlah persalinan di puskesmas Halmahera berjumlah 234 orang. Salah satu pelayanan selama persalinan adalah pengurangan nyeri kala I dengan Massage Efflurage. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat teknik massage Efflurage terhadap pengurangan nyeri kala I pada ibu bersalin di puskesmas Halmahera Tahun 2019. Jenis penelitian survey dengan desain penelitian metode pre-eksperimen dengan pendekatannya onegroup pra-post test design. Sampelnya ibu bersalin di puskesmas Halmahera pada bulan September - November 2019 berjumlah 68 orang secara Accidental Sampling. Analisisnya uji Normalitas Saphiro-Wilk dan uji Wilcoxon didapatkan hasil sebelum massage efflurage responden mengalami nyeri sedang setelah massage efflurage menjadi nyeri ringan berjumlah 55 (80,9%), sebelum massage efflurage responden mengalami nyeri berat setelah massage efflurage menjadi nyeri ringan berjumlah 4 (5,9%) dan sebelum massage efflurage responden mengalami nyeri berat setelah massage efflurage menjadi nyeri sedang berjumlah 9 (13,2%). Jadi pada Uji Wilcoxon teknik massage efflurage sangat bermanfaat terhadap pengurangan nyeri kala I ibu bersalin di puskesmas Halmahera Tahun 2019 dengan p=0.00. Sarannya pada asuhan kebidanan dengan manajemen nyeri pada persalinan dengan massage efflurage dapat dijadikan suatu intervensi dalam manajemen sensasi nyeri persalinan pada asuhan  sayang ibu.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRA PUTIH TELUR TERHADAP PENINGKATAN KADAR ALBUMIN DAN IL-6 PADA PASIENTUBERKULOSIS DENGAN HIPOALBUMIN Agus Prastowo; Wiryatun Lestariana; Siti Nurdjanah; Retno Sutomo
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i1.3373

Abstract

Faktor Determinan Fungsi Keluarga dan Keintiman Keluarga pada Keluarga Lansia Muslim Yusuf Alam Romadhon
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.13620

Abstract

Latar belakang: Fungsi keluarga dan keintiman keluarga merupakan faktor protektif penting bagi lansia dari berbagai penyakit fisik dan mental, serta menentukan tingkat kesejahteran dan kualitas hidup lansia. Hingga kini masih sedikit kajian yang mengeksplorasi faktor-faktor determinan apa yang berpengaruh bagi fungsi keluarga dan keintiman keluarga tersebut.Tujuan: untuk mengetahui faktor determinan fungsi keluarga dan keintiman keluarga pada populasi lanjut usia Muslim IndonesiaMetode: Sebanyak 106 pra lanjut usia / lanjut usia Muslim dan berkeluarga berpartisipasi dalam penelitian ini. Faktor determinan yang diuji meliputi faktor demografi meliputi: usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pendapatan, faktor biologis meliputi: indeks masa tubuh, rasio lingkar pinggang/panggul, dan tekanan darah, faktor psikologis meliputi: tingkat depresi, anxietas dan stres [kueisoner DASS/depression anxiety stress scale], serta faktor spiritual Islam dengan melihat jumlah rakaat sholat. Fungsi keluarga diukur dengan menggunakan APGAR family sedangkan keintiman keluarga diukur dengan skala keintiman keluarga Muchlas-Sudiyanto. Analisis statistik menggunakan analisis bivariat korelasi spearman, karena distribusi data tidak normal. Hasil: usia berkorelasi negatif dengan keintiman seksual (r = -0,269; p = 0,005), intelektual (r = -0,332; p = 0,001), dan rekreasional (r = - 0,303; p = 0,002). Indeks masa tubuh berkorelasi negatif dengan fungsi keluarga (r = -0,209; p = 0,032). Tekanan diastolik berkorelasi negatif dengan keintiman seksual (r = 0,227; p = 0,019). Tingkat depresi, anxietas dan stres berkorelasi negatif dengan fungsi keluarga, secara berurutan nilai [r;p] = r = -0,224; p = 0,021, r = -0,285; p = 0,003, r = -0,236; p = 0,015. Jumlah rakaat sholat berkorelasi positif dengan keintiman emosional (r = 0,204; p = 0,036). Kesimpulan: faktor biologis yang berpengaruh pada keintiman adalah usia, indeks masa tubuh berpengaruh pada fungsi keluarga, tekanan diastolik pada keintiman seksual; faktor psikologis depresi, anxietas dan stres berpengaruh negatif pada fungsi keluarga, sedangkan faktor spiritual berpengaruh positif pada keintiman emosional
Hubungan Pengetahuan dengan Efikasi Diri pada Caregiver Keluarga Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Bayu Despriyanto Pratama; Arif Widodo
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i2.5524

Abstract

Istilah lain gangguan jiwa adalah psikosis. Salah satu contoh psikosis adalah skizofrenia. Skizofrenia adalah kondisi maladaptif pada psikologis dan fisiologis sehingga menjadikan perilaku seseorang terganggu. Caregiver keluarga pasien gangguan jiwa menjadi satu faktor penentu tercapai kesehatan jiwa yang maksimal. Oleh karena itu, caregiver penting memiliki pengetahuan dan efikasi diri yang bagus dalam upaya memaksimalkan memelihara kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan efikasi diri pada caregiver keluarga pasien gangguan jiwa di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi. Objek penelitian adalah caregiver keluarga pasien gangguan jiwa yang berkunjung di bagian rawat jalan dengan jumlah sampel 95 responden. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Analisis data untuk mengetahui korelasi pada penelitian menggunakan uji spearman rank (rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji spearman rank berdasarkan Z hitung adalah 0,704 dan p value 0,001. Pengetahuan caregiver keluarga pasien gangguan jiwa di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi adalah cukup, efikasi diri caregiver keluarga pasien gangguan jiwa di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi adalah sedang. Ada hubungan korelasi yang signifikan pengetahuan dengan efikasi diri pada caregiver keluarga pasien gangguan jiwa di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi.
KEYAKINAN PERILAKU DAN SIKAP TERHADAP VCT PADA LSL DI SUKOHARJO CAHYO NUGROHO; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9766

Abstract

Pada tahun 2017 LSL merupakan kelompok risiko HIV tertinggi di Kabupaten Sukoharjo. VCT merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keyakinan perilaku, dan sikap pada pemanfaatan Klinik VCT pada LSL di Sukoharjo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada lima LSL yang pernah melakukan VCT dan dua informan triangulasi terdiri dari satu PE (Peer Educator) dan satu KL (Koordinator Lapangan) yang diambil dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh LSL sudah pernah melakukan VCT namun hanya 4 LSL yang melakukannya secara rutin. Faktor-faktor yang mempengaruhi LSL dalam melakukan VCT secara rutin setiap 3 bulan adalah keyakinan perilaku dan sikap. Namun faktor yang mendasari dalam melakukan VCT adalah keyakinan perilaku bahwa VCT memiliki keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kerugiannya. Sehingga peneliti menyarankan kepada petugas penanggulangan HIV/AIDS untuk meningkatkan jangkauan kepada LSL yang masih hidden agar VCT secara rutin setiap 3 bulan sekali.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Kejadian Infeksi Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar Umi Mahmudah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i1.5490

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia. Masalah gizi tidak hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan makanan, akan tetapi juga dipengaruhi oleh infeksi, salah satunya adalah infeksi kecacingan. Siklus hidup cacing dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi sanitasi lingkungan, perilaku personal hygiene, serta kondisi sosio ekonomi demografi daerah sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan rumah terhadap kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan teknik observasional dengan rancangan cross sectional, pada populasi anak sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 5 di SD Barengan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. Data kecacingan pada anak diperoleh dengan pengambilan sampel feses dan diperiksa menggunakan metode formol ether concentration di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Data sanitasi lingkungan rumah diperoleh dengan questioner dengan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di SD Barengan adalah 40,21%. Jenis lantai, ketersediaan air bersih, kepemilikan tempat sampah, dan sarana pembuangan air limbah berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan. Kepemilikan jamban tidak berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar. Sanitasi lingkungan rumah berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN AKIBAT PAPARAN DEBU SILIKA (SiO2) PADA AREA HAND MOULDING I, HAND MOULDING II, HAND MOULDING III, FETLING DAN MELTING PEKERJA PABRIK 1 PENGECORAN PT BARATA INDONESIA (PERSERO) Aulia Kesuma Wardhani P; Siti Rachmawati; Seviana Rinawati
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i1.7008

Abstract

Silikosis merupakan penyakit ganguan pernapasan paling utama yang dialami oleh pekerja pengecoran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala gangguan sistem pernapasan akibat paparan debu silika (SiO2) Pada Area Hand Moulding I, Hand Moulding II, Hand Moulding III, Fetling dan Melting Pekerja Pabrik 1 Pengecoran PT Barata Indonesia (Persero). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang disebar pada area HM I, HM II, HM III, Fetling dan Melting. Hasil kuisioner yang diperoleh diuji menggunakan uji analitik chi square. Sebanyak 15 orang responden laki-laki atau 50% mengalami gangguan pernafasan. Bedasarkan hubungan gangguan pernafasan yang dihubungkan dengan pekerja yang memiliki aktivitas merokok dan mengalami gangguan pernafasan sebanyak 7 orang (p value 0,2960,05;OR:2.139). Pekerja dengan masa kerja 2-4 tahun sebanyak 13 orang dan masa kerja 4 tahun sebanyak 4 orang (p value 0,9770,05;OR:1.122). Pekerja yang berpendidikan SMA yaitu sebanyak 14 orang (p value : 0,3070,05) dan pekerja yang mempunyai riwayat dahulu 14 orang (p value : 0,0020,05;OR :17.500) . Hasil dari uji berbagai faktor diatas membuktikan bahwa faktor riwayat pekerjaan dahulu mempunyai tingkat hubungan paling kuat yaitu 0,002 dan mempunyai risiko 17 kali lebih besar dari pada yang tidak memiliki riwayat pekerjaan dahulu. Faktor yang tidak berhubungan dengan gejala gangguan sistem pernapasan akibat paparan debu silika (SiO2) pada Area HM I, HM II, HM III, Fetling dan Melting Pekerja Pabrik 1 Pengecoran PT Barata Indonesia (Persero) adalah aktivitas merokok, masa kerja dan pendidikan, sedangkan faktor yang berhubungan adalah riwayat pekerjaan yang dimiliki pekerja.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI BIDAN PRAKTIK SWASTA SARWO INDAH BOYOLALI Nur Fika Roobiati; Ika Sumiyarsi; Mujahidatul Musfiroh
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i1.8937

Abstract

Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu hamil dalam melakukan antenatal care salah satunya karena kurangnya pengetahuan ibu hamil, sikap ibu dalam memotivasi dirinya untuk melakukan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan cara pendekatan, observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Besar sampel 30 responden yang memenuhi kriteria retriksi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Somer ‘d dengan  0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan dalam kategori kurang dengan motivasi sedang sebanyak 20.0% dari total responden, sedangkan responden dengan pengetahuan dalam kategori baik dengan motivasi tinggi sebanyak 20.0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan Somers 'd didapatkan nilai p sebesar 0.004 (p0.005), nilai r = 0.403 dengan arah korelasi (+), dan tingkat korelasi dalam kategori sedang sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III dengan motivasi ibu melakukan antenatal care di Bidan Praktik Swasta Sarwo Indah Boyolali.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Veni Fatmawati; Emi Yuliani; Riska Risty Wardani
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.11936

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan salah satu fase hidup yang akan dialami oleh setiap manusia meskipun usia bertambah dengan diiringi penurunan  fungsi organ tubuh tetapi lansia tetap dapat menjalani hidup sehat serta dapat menghindari jatuh agar kondisi lansia tidak semakin buruk. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experimental menggunakan desain penelitian pre test and post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dari posyandu lansia Dowangan, total responden sebanyak 11 orang diberikan perlakuan senam lansia selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu. Pengukuran resiko jatuh dilakukan dengan Time Up And Go Test (TUGT), hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan paired sample t-test Hasil : hasil penelitian uji paired sample t-test diperoleh nilai probabilitas pada kelompok  p=0.000 (p0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian senam lansia terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Keseimpulan : Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SETELAH DIBERI PENDIDIKAN DENGAN METODE CERAMAH TANPA MEDIA DAN CERAMAH DENGAN MEDIA BUKU CERITA Azizah Nur Rohim; Siti Zulaekah; Yuli Kusumawati
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i2.4592

Abstract

Anemia gizi rentan terjadi pada remaja putri. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangannya dengan pendidikan gizi. Metode ceramah merupakan cara paling mudah dalam pendidikan, dapat dilakukan dengan ataupun tanpa media. Buku cerita dipilih sebagai media untuk melihat perbedaan peningkatan pengetahuan dalam metode ceramah dengan media dan tanpa media. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan anemia dengan metode ceramah tanpa media dan ceramah menggunakan buku cerita. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan terhadap 75 sampel. Pengetahuan dinilai dari hasil pretest dan posttest. Buku cerita diberikan pada kelompok eksperimen dan diberikan ceramah sebelum posttest. Kelompok kontrol diberikan ceramah tanpa media sebelum posttest. Kelompok daya terima sebanyak 32 sampel dan menggunakan rancangan posttest only design, kuesioner daya terima diberikan sehari setelah buku cerita dibagikan. Terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan anemia sebelum dan sesudah diberikan pendidikan baik pada kelompok eksperimen (p= 0,000) maupun pada kelompok kontrol (p= 0,000). Terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan anemia pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,000). Pendidikan metode ceramah dengan buku cerita memberikan hasil yang lebih baik 11,49 lebih tinggi dibandingkan dengan ceramah tanpa media. Pendidikan gizi menggunakan media buku cerita dapat meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja putri dan terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah intervensi dilakukan.