Articles
281 Documents
ESCHERICHIA COLI RESISTEN ANTIBIOTIK ASAL AIR KERAN DI KAMPUS ISTN
Fathin Hamida;
Lisana Sidqi Aliya;
Vilya Syafriana;
Della Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v12i1.8958
Resistensi antibiotik menjadi masalah global yang menyebar luas di dunia. Lingkungan merupakan jalur transmisi dan menyebabkan resistensi antibiotik. Hal itu dapat disebabkan oleh buruknya infrastruktur limbah air dan kontaminasi fekal. Kontaminasi air berpengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Kampus ISTN memiliki pipa saluran air keran yang jarak berdekatan dengan pipa septic tank, jarak antara pipa air keran dengan pipa septic tank berkisar ≤ 11 meter. Kontaminasi air oleh Escherichia coli menjadi factor penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengisolasi E. coli dari pipa air keran kampus ISTN dan mendeteksi resistensinya terhadap antibiotik. Empat isolate E. coli telah diisolasi menggunakan media Lactose Broth dan Chromogenic Coliform Agar. Empat isolat E. coli telah diidentifikasi secara biokimiawi. Empat isolate E. coli diuji sensitivitasnya terhadap antibiotik amoksisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, dan siprofloksasin menggunakan metode difusi cakram. Sensitivitas antibiotik diinterpresikan berdasarkan standar CLSI (Clinical and Laboratory Standard Institute). Hasil menunjukkan bahwa isolat 1A, 2A, 3A, dan 4A resisten terhadap amoksisilin, dan isolat 1A bersifat intermediat.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Mengurangi Readmission Pada Pasien Dengan Gagal Jantung: Systematic Review
Cicirosnita Jayadi Idu;
Josepha Mariana Tamaela;
Anggi Lukman Wicaksana
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v14i1.11442
Gagal jantung merupakan penyakit yang membutuhkan regimen pengobatan yang lama dan kompleks. Tingginya tingkat kekambuhan pada pasien dengan gagal jantung menyebabkan kemungkinan lama hari perawatan atau kemungkinan untuk dirawat kembali (readmission) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi terhadap tingkat readmission pada pasien gagal jantung. Review sistematis digunakan sebagai metode dalam penelitian. Artikel diperoleh dari PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan EBSCO dengan kata kunci pencarian:“Management Technology”, “Heart Failures”, dan “Readmission”. Artikel yang terbit dalam 10 tahun terkahir dan berbahasa Inggris dilakukan proses review. Selanjutnya, artikel dianalisis menggunakan analisis konten. Terdapat tiga artikel penelitian yang memenuhi kriteria dan mengindikasikan luaran penelitian. Pasien dengan gagal jantung memiliki resiko tinggi untuk dirawat inap kembali (readmission). Upaya pemanfaatan teknologi dalam menurunkan readmission dapat berupa interactive voice response system (IVRS) dengan daily self-management dan clinical monitoring, penggabungan pelatihan telepon perawatan transisi dengan telemonitoring, dan home telemonitoring. Terdapat pengaruh pada readmission 30 hingga 180 hari pada pasien gagal jantung. Inti dari Pemanfaatan teknologi yakni pasien gagal jantung mampu secara mandiri melakukan self-management. Sebagai upaya penurunan readmission pasien gagal jantung, maka perlunya manajemen teknologi interaktif agar pasien dapat memantau kondisinya selama perawatan di rumah.
Efektivitas Filter Serpihan Marmer Terhadap Penurunan Kadar Besi, Mangan dan Magnesium pada Air Sumur Gali
Nine Elissa Maharani;
Wartini Wartini
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v10i1.5486
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas filter serpihan batu marmer dalam penurunan kadar besi, mangan dan magnesium pada air sumur gali di Desa Kaloran Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Sampel diambil dari salah satu air sumur gali penduduk yang memiliki karakteristik berwana kekuningan kecoklatan, berbau besi dan agak amis, serta meninggalkan noda kuning pada bak mandi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Pada penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan terhadap sampel air. Perlakuan I sebagai kontrol yaitu sampel air tidak diberikan perlakuan filter serpihan batu marmer. Perlakuan II sampel diberikan perlakuan berupa filter batu marmer dengan diameter 1 mm dan yang ketiga sampel air sumur gali diberikan perlakuan dengan media filter batu marmer dengan diameter ≥ 1 mm. Hasil dari ketiga jenis perlakuan tersebut kemudian dibandingkan dan dianalisis efektivitas filter batu marmer dalam menurukan kadar besi, mangan dan magnesium dalam air sumur gali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova dengan taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efektivitas filter batu marmer dalam penurunan besi, mangan dan magnesium, dengan nilai p berturut-turut 0,193; 0,930 dan 0,729.
PERKEMBANGAN MOTORIK ANTARA BALITA USIA 7 – 24 BULAN ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS MANTINGAN KABUPATEN NGAWI
Arifah Saraswati;
Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v11i1.7001
ASI Eksklusif mempunyai manfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selain itu juga bermanfaat bagi perkembangan mental dan emosional anak. Kandungan seng pada ASI diperlukan untuk tumbuh kembang seperti ketrampilan motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mantingan dengan pertimbangan pencapaian ASI Eksklusif di Puskesmas Mantingan tahun 2015 masih rendah yaitu sebesar 64,7 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan motorik pada balita usia 7 – 24 bulan yang ASI Eksklusif dan non ASI Eksklusif di Puskesmas Mantingan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Jumlah responden penelitian yaitu 48 responden ASI Eksklusif dan 48 non ASI Eksklusif dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Data ASI Eksklusif diambil dengan menggunakan kuesioner, perkembangan motorik diperoleh menggunakan form KPSP yang dilakukan oleh bidan yang telah mengikuti pelatihan DDTK. Uji kenormalan data menggunakan Kolmogorov Smirnov Test dan uji perbedaan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik sesuai harapan 51,8 % pada balitas ASI Eksklusif dan 48,2 % pada balita non ASI Eksklusif. Perkembangan motorik meragukan 36,4 % pada balita ASI Eksklusif dan 63,6 % pada balita non ASI Eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan perkembangan motorik balita usia 7 – 24 bulan yang ASI Eksklusif dan non ASI Eksklusif di Puskesmas Mantingan (p = 0,039).
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP KELELAHAN NELAYAN YANG MELAUT SIANG HARI
Siti Nur Wachidah;
Ratna Muliawati;
Kawi Kawi;
Baju Widjasena
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v0i1.7670
Nelayan yang melaut siang hari berisiko mengalami kelelahan akibat dehidrasi sehingga membutuhkan cairan pengganti ion yang hilang. Salah satu alternatif cairan pengganti ion elektrolit adalah air kelapa muda yang banyak tersedia di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap kelelahan kerja pada nelayan yang melaut siang hari. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 8 orang nelayan yang melaut siang hari yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran kelelahan dilakukan dua kali dengan menggunakan aplikasi simple reaction timer pada aplikasi android. Data dianalisis secara statistik menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa muda dapat menurunkan kelelahan pada nelayan sebesar 163,75 mili/detik. Secara statistik ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan kelompok sesudah diberikan air kelapa muda (p=0,0001). Nelayan disarankan untuk mengonsumsi air kelapa muda sebagai pengganti ion elektrolit yang hilang akibat dehidrasi serta menggunakan pelindung kepala seperti topi untuk mencegah panas.
Perilaku Caring Perawat t erhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Pra Sekolah (2 6 Tahun)
Rasman Shaleh Pitun;
Gani Apriningtyas Budiyati
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v13i2.11264
Caring merupakan nilai moral keperawatan berdasarkan nilai kemanusiaan dan mendahulukan kesejahteraan orang lain khususnya pada anak yang menjalani perawatan dan keluarganya. Sehingga Perilaku caring yang seharusnya dilakukan oleh perawat untuk mengurangi tingkat kecemasan pada anak prasekolah saat menjalani hospitalisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui adanya hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi di bangsal Anggrek Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (non eksperiment). Rancangan penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak pra sekolah yang mengalami hospitalisasi di bangsal anggrek rsud panembahan Bantul. Metode pengambilan sampel menggunakan acidentall sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Analisa data ini menggunakan uji kendall’s Tau. Hasil uji kendall tau pada penelitian ini menunjukkan hasil (p) 0,005 yaitu p value sebesar 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Caring perawat dengan kecemasan hospitalisasi anak usia pra sekolah di bangsal anggrek Rumah Sakit panembahan Bantul.
KONTROL KUALITAS POLI GIGI DI RS PKU DELANGGU MENGGUNAKAN ANALISA SWOT
Morita Sari;
Ichda N. Amiria Asykarie
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v9i2.4581
Pembangunan kesehatan mempunyai tujuan agar setiap masyarakat mampu hidup sehat. Sesuai dengan Kep Menkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Fasilitas poli gigi adalah salah satu jenis pelayanan yang harus ada di rumah sakit, namun hanya sedikit poli gigi yang bertempat di rumah sakit mempunyai kualitas pelayanan prima. Analisa mengenai kualitas pelayanan khususnya di poli gigi yang bertempat di rumah sakit sangat jarang dilakukan sebab poli gigi kebanyakan hanya bersifat pelengkap. Untuk mengevaluasi kualitas pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Penelitian ini merupakan penelitianobservational yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu sebagai bentuk evaluasi dari pelayanan poli gigi rumah sakit menggunakan metode analisa SWOT. Analisa kualitas pelayanan dapat dilakukan setelah kita mengetahui akar permasalahan yang ada dalam pelayanan kesehatan tersebut. Poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu memiliki beberapa permasalahan yang berkaitan dengan fasilitas yang disediakan oleh rumah sakit. Kondisi ini menyebabkan kinerja yang kurang optimal dalam pelayanan kesehatan gigi. Analisis SWOT merangkum faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi masa depan poli gigi. Analisis ini memberikan cara yang sederhana untuk merumuskan beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Kinerja pelayanan poli gigi di RS PKU Muhammadiyah Delanggu masih kurang efektif dan optimal, sehingga memerlukan perbaikan fasilitas untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Pelaksanaan Surveilans Kesehatan dan Kesiapsiagaan Masyarakat Pasca Erupsi Merapi 2010 Pada Pelaksanaan Desa Siaga di Desa Talun Klaten
Rio Rialdi;
Sunarto Sunarto
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v6i1.5563
Indonesia is one country that is classified as vulnerable to natural disasters. Merapi eruption isone of the natural disasters that have an impact on public health. Standby village is an important pillarin handling disasters, since people usually are not prepared if there is a sudden disaster. The purposeof the study was to determine the application program of public health surveillance and preparednessafter the eruption of Merapi of 2010 in the implementation of standby village in Talun Village, KemalangSub-district, Klaten District Central Java. The research was descriptive using study case with qualitativeanalysis. The subject of the study was performers implementing public health surveillance program.The object of the study was the social situation in performing program. Informant was determinedbypurposive and snowball effect. Datawere collected by non participativeobservation, interview,documentation,focus discussion group (FGD), and triangulation. Judging from some indicators, the implementationof standby village had been running well. The performing of public surveillance program hasnotbeen running properly due to lack of socialization of the health center. The community disasterpreparednessprogram was good enough. However,it should be improved to preparednessupon healthemergencies.Standby village program and community preparedness is good enough, however it is notfollowedby a good surveillance based on community.
Pengaruh Penggunaan Assesment Resiko HIV/AIDS terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi dalam Pelaksanaan Patient Safety;Universal Precautions
Yustiana Olfah;
Ni Ketut Mendri;
Bondan Palestin
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v11i2.7535
Latar Belakang : AIDS bukan penyakit, karena AIDS tidak menular. Yang menular adalah HIV yaitu virus yang menyebabkan tubuh mencapai masa AIDS. Virus ini terdapat dalam larutan darah, cairan sperma dan cairan vagina sehingga dapat menular melalui kontak darah/cairan tersebut bersumber dari Ditjen PP dan PL Kemenkes RI yang dilaporkan pada bulan September 2014 secara kumulatif HIV dan AIDS terhitung mulai 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 total HIV 150.296 dan AIDS 55.799.Pemeriksaan laboratorium HIV/AIDS belum merupakan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari persiapan operasi sehingga tentu dengan makin tingginya kejadian HIV/AIDS kalau tidak di deteksi akan sangat membahayakan bagi tim operasi yang kemungkinan besar mengalami paparan langsung dengan cairan tubuh pasien walaupun telah dilindungi dengan pemakaian alat pelindung diri/APD. Sehingga untuk keamanan penata/perawat anastesi sangat diperlukan cara yang dapat membantu mengkaji resiko HIV/AIDS pada pasien untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mencegah penularan dan pelaksanaan patient safety. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan wawancara pada lima penata anestesi belum ada alat/ instrument selain dengan pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu petugas kesehatan khususnya penata anestesi agar mampu mengkaji pasien beresiko atau tidak terinfeksi HIV/AIDS, Dengan assesment resiko cara ini diharapkan persiapan operasi akan lebih hati hati dan optimal.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh penggunaan Assesment Resiko terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi dalam Pelaksanaan Patient Safety ;Universal Precautions di RSUD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Metode Penelitian : Jenis penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan Pre test Post test Design. Sampel penelitian dilakukan secara total sampling. Rancangan ini tanpa kelompok pembanding (kontrol) dengan pertimbangan terbatasnya jumlah penata/perawat anastesi yang ada di RSUD Provinsi DIY, pengisian kuesioner dilakukan dua kali. Pertama untuk mengetahui kemampuan penata/perawat anestesi dalam deteksi resiko HIV/AIDS pasien pada saat kunjungan pra nestesi serta upaya pelaksanaan patien safety;universal precautions sebelum diberikan Assesment Resiko dan kedua sesudah diberikan pelatihan menggunakan Assesment Resiko. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan kriteria penata/perawat anestesi yang aktif dan bekerja di kamar operasi. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif dan secara analitik dengan bantuan komputer menggunakan uji T test dengan taraf signifikan 0,05.Hasil Penelitian: Uji statistik bernilai 0,000 terdapat pengaruh penggunaan assesment resiko terhadap upaya penata/perawat anestesi dalam pelaksanaan patient safety; universal precautions di RSU Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
POTENSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) TERHADAP LINGKUNGAN DI KOTA MAGELANG
Alfian Syarifuddin;
Fitriana Yuliastuti;
Missya Putri Kurnia Pradani
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jk.v13i1.11101
Kualitas air secara biologis ditentukan oleh banyak parameter, antara lain parameter mikroba pencemar/ patogen. Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang menjadi salah satu parameter kualitas suatu air. Jumlah kasus diare di Kota Magelang tahun 2014 mengalami kenaikan dibanding kasus diare tahun 2013, yaitu sebanyak 3.577 kasus dengan persentase sebesar 139,59% yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya cemaran bakteri Escherichia coli dan mengetahui nilai Angka Lempeng Total (ALT) cemaran bakteri Escherichia coli pada air bilasan pada Rumah Potong Ayam (RPA) yang dapat berpotensi sebagai pencemar di lingkungan Kota Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cawar sebar dengan menggunakan media untuk pengujian adalah media TBX agar. Hasil penelitian menunjukkan adanya cemaran bakteri Escherichia coli yang melebihi 1x101CFU/ml pada air bilasan ayam pada beberapa RPA di Kota Magelang, yaitu 61,1% sampel uji atau sekitar 11 tempat sampling dari total sebanyak 18 tempat pemotongan ayam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa air hasil bilasan tersebut dapat berpotensi sebagai salah satu sumber cemaran bakteri Escherichia coli pada daging ayam dan air tanah lingkungan sekitar pembuangan limbah air bilasan. Hanya terdapat 38,9% dari 18 RPA masih memenuhi ambang batas cemaran bakteri Escherichia coli. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah strategis berikutnya, yaitu pengolahan air limbah RPA dengan proses biofilter, serta dapat disosialisasikan terkait cara mengolah daging yang benar.