cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Dari Ekstrak Etanol 70% Batang Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Gurning, Dame; Nathaniel, Dicki; Meila, Okpri; Sagala, Zuraida
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.5880

Abstract

Karies gigi merupakan suatu masalah pada mulut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, prevalensi karies gigi telah mencapai hingga 60% di Indonesia. Penggunaan obat kumur dinilai efektif, karena dapat membersihkan mulut sampai ke sela-sela gigi. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antibakteri sediaan obat kumur dari ekstrak etanol batang sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) terhadap bakteri Streptooccus mutans dengan seri konsenterasi ekstrak 2,5%; 5% dan 10%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Uji aktivitas antibakteri ekstrak batang sambung terhadap bakteri Streptococcus mutans dilakukan sebagai uji pendahuluan dan hasilnya didapatkan Konsenterasi Hambat Minimum (KHM) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans ada pada konsenterasi ekstrak 2,5% dengan rata-rata zona hambatan sebesar 7,80 mm. Rata-rata zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans lebih tinggi dalam sediaan obat kumur dibandingkan dengan bentuk ekstrak yang masih murni, dikarenakan adanya beberapa bahan pada formulasi sediaan obat kumur yang dapat berfungsi sebagai agen antibakteri, seperti gliserin, menthol dan natrium benzoat. Zona hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans meningkat seiring dengan meningkatnya konsenterasi dari ekstrak etanol batang sambung nyawa. Data zona hambat pertumbuhan bakteri dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Evaluasi stabilitas dari sediaan obat kumur meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas dan pH yang dilakukan selama empat minggu penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan hasil yang stabil.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Warsiti, Warsiti; Wardani, Sisca Dwikusuma; Ramadhan, Ardea Achmad; Yuliani, Ratna
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.6526

Abstract

Staphylococcus aureus is an infectious bacteria with pus because of tissue damage. Infectious diseases caused by S. aureus include wound infections, ulcers, pimples, and impetigo. Dayak onions have the benefit of being antibacterial. This research aims to study the antibacterial activity of ethanolic extract of Dayak onions against  Staphylococcus aureus. The antibacterial study was carried out using the disk diffusion method. Identification of bacteria by Gram staining showed Gram-positive bacteria which can ferment mannitol with the mannitol test. A bacterial sensitivity test was conducted using three antibiotics i.e. cefoxitin 30μg, vancomycin 30μg, and linezolid 30μg. The bacteria was sensitive to all of the three antibiotics, with the inhibitory zone of 23.5 mm; 17 mm and 27.5 mm, respectively. Vancomycin 30μg was used as a positive control, resulted in average diameter of the inhibitory zone of 17.83  2.25 mm, whereas a control solvent DMSO (Dimethyl sulphoxide) did not produce zones. The ethanolic extract of Dayak onion in the concentration of 25%; 50%; 75% and 100% showed the average diameter of inhibitory zones of 8.17  0.29  mm; 10.67  1.44 mm; 10.33  1.53 mm; and 12.33  1.61  mm, respectively
Optimasi Formulasi Esens Sheet Mask Kombinasi Ekstrak Spirulina platensis dan Nanopartikel Bentonit dengan Metode Simplex Lattice Design Wikantyasning, Erindyah Retno; Nurhakimah, Ulil Fikri; Sula, Ramadhani Dwi; Astuti, Kartika Fidi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v16i1.8307

Abstract

Spirulina platensis contained phycocyanin that has the potential for antioxidant activity. Bentonite contains various minerals that can absorb water and was known having ability for scavenging of free radicals. The purpose of this study was to obtain the optimum formulae of sheet mask essence, containing combination of Spirulina platensis extract and bentonite nanoparticles and evaluated the antioxidant activity using DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrihidrazil) assay. Bentonite nanoparticles was prepared by High Energy Milling (HEM) method and characterized using Particle Size Analyzer (PSA). The results of the nanoparticles characterization was 152,8±0,69 nm for the particle size and 0.106±0.03 for PI value. Physical stability tests showed that the formula was homogenous, viscosity between 0.7-1.1 dPas, and pH between 5-6.5. The IC50 value of Spirulina platensis extract was 256.46 ppm with AAI category was medium. The antioxidant test of this fomula that contain Spirulina platensis extract and bentonite nanoparticles did not show any potential antioxidant activity. The concentrations of PEG 400 and Tween 80 were used to formulate the optimum formula were 4.29% w/w and 6.71% w/w.
PENINGKATAN EKSPRESI p53 OLEH EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa) PADA SEL HEPAR TIKUS SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.62

Abstract

Asam ursolat dan asam oleanolat yang terdapat dalam Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) diduga dapat menghambat kanker dengan berbagai mekanisme. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanolik rumput mutiara sebagai agen pemacu apoptosis melalui uji in vivo menggunakan tikus galur Sprague Dawley terinduksi 7,12-dimetilbenz[a]antrasena (DMBA). Kelompok hewan uji yang digunakan terdiri dari kontrol ekstrak 1500mg/kgBB, kontrol pelarut CMC-Na, kontrol DMBA, perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak 1500mg/kgBB. Hasil percobaan selanjutnya dianalisis menggunakan metode TUNEL (TUNEL assay) dan Imunohistokimia terhadap ekspresi protein p53 untuk mengetahui tingkat pemacuan apoptosis dari sel kanker hepar hewan uji. Hasil analisa menggunakan metode TUNEL menunjukkan hasil bahwa hepar tikus mengalami apoptosis relatif tinggi pada kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Hasil pengamatan menggunakan metode Imunohistokimia diketahui bahwa sel kanker hepar mengalami pemacuan ekspresi protein p53 yang menunjukkan terjadinya apoptosis pada sel hepar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak rumput mutiara dapat memacu apoptosis dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan penyakit kanker. Kata Kunci: H.corymbosa, DMBA, apoptosis, p53, TUNEL
Front Matters Vol 16 No 1 (2019) Pharmacon, Editor of
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v16i1.8636

Abstract

UJI STABILITAS FISIK DAN DAYA ANTIBAKTERI SUSPENSI ERITROMISIN DENGAN SUSPENDING AGENT PULVIS GUMMI ARABICI Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.30

Abstract

Eritromisin adalah salah satu antibiotik golongan makrolida yang tidak larut dalam air, sehingga dibuat dalam sediaan suspensi. Untuk membuat suspensi stabil dalam penyimpanan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan viskositas suspensi yaitu dengan penambahan suspending agent salah satunya adalah PGA (Pulvis Gummi Arabici).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas fisik (volume sedimentasi, mudah tidaknya dituang, ukuran partikel, viskositas, dan redispersibilitas) dan daya anti bakteri suspensi eritromisin dengan PGA sebagai suspending agent. Suspensi dibuat 3 formula dengan perbedaan konsentrasi suspending agent (PGA). Formula I dengan konsentrasi PGA 5%, formula II konsentrasi PGA 7,5% dan formula III dengan konsentrasi PGA 10%. Uji stabilitas fisik dan daya antibakteri dianalisis dengan diuji distribusi normalnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang dilanjutkan dengan uji anava dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan t-test. Hasil uji stabilitas fisik suspensi eritromisin, formula yang paling baik adalah formula 1 dengan konsentrasi PGA 5% karena memiliki ukuran partikel yang kecil dan konstan selama penyimpanan, volume sedimentasi yang terbentuk lambat, memberikan waktu tuang dan waktu suspensi untuk terdispersi kembali, cepat. Suspensi eritromisin konsentrasi 5%; 7,5% dan 10% memberikan hasil daya hambat yang sama terhadap Staphylococcus aureus. Suspensi eritromisin konsentrasi 7,5% memberikan diameter hambat yang konstan selama penyimpanan. Kata kunci: suspensi, Eritromisin, Pulvis Gummi Arabici, Staphylococcus aureus
AKTIVITAS AFRODISIAKA MINYAK ATSIRI KUNCUP BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) Wahyuni, Arifah Sri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.53

Abstract

Kuncup bunga cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) telah dilaporkan memiliki aktivitas sebagai afrodisiaka. Kandungan senyawa sterol dan fenolik diduga berkhasiat sebagai afrodisiaka. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek afrodisiak minyak atsiri kuncup bunga cengkeh pada tikus putih jantan.Minyak atsiri kuncup bunga cengkeh dosis 6,25, 12,5 dan 25 mg/kgBB diberikan satu kali sehari selama 7 hari pada tikus putih jantan (n=6). Pengamatan dilakukan terhadap parameter Mounting Latency (ML) dan Mounting Frequency (MF). Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri kuncup bunga cengkeh memiliki efek afrodisiak (peningkatan libido) pada tikus putih jantan. Nilai ML menunjukkan 3,0 ± 1 (menit)  dan nilai MF yang diamati dalam waktu 2 jam adalah 77,4 ± 4,1 kali. Kata kunci : Aprodisiaka, Kuncup Bunga Cengkeh, unci : Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
EKSTRAK ETANOLIK DAUN Gynura procumbens (Luor) Merr. MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER PAYUDARA TIKUS PADA KARSINOGENESIS YANG DIINDUKSI DENGAN dimetilbenz(a)antrazena (DMBA) Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.21

Abstract

Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat pertumbuhan tumor payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Sambung nyawa (Gynura procumbens (Luor) Merr) pada proliferasi sel kanker payudara tikus yang diinduksi dengan Dimetilbenz(a)antrazena (DMBA). Enam puluh ekor tikus betina galur SD umur 6 minggu dibagi menjadi 6 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan DMBA saja dan empat kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Inisiasi DMBA dilakukan dengan dosis 20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 10 kali dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap minggu. Mulai minggu ke-1 (post I) atau ke-6 (post II) kelompok perlakuan mendapat ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dalam CMC 0,5 % seminggu 3 kali melalui oral dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada minggu ke-16 tikus dikorbankan, jaringan payudara diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan silver (AgNOR). Mean AgNOR (mAgNOR) dihitung pada setiap preparat tiap kelompok. mAgNOR kelompok perlakuan dibandingkan dengan mAgNOR kelompok tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB yang diberikan mulai minggu kesatu maupun ke-6 setelah inisiasi DMBA terakhir dapat mengurangi proliferasi sel kanker payudara tikus. Rata-rata mAgNOR kelompok tanpa perlakuan dan perlakuan DMBA saja masing-masing 0,8 ± 0,34 dan 2,7 ± 0,41, mAgNOR post I kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,4 ± 0,39 dan 1,3 ± 0,09, sedangkan mAgNOR post II kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,6 ± 0,47 dan 1,5 ± 0,31. Pengamatan terhadap ekspresi COX-2 menunjukkan adanya penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 dan 750 mg/kgBB. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat proliferasi sel-sel tumor payudara yang kemungkinan berhubungan dengan penurunan ekspresi COX-2. Kata kunci: Gynura procumbens, anti-karsinogenesis, proliferasi, AgNOR
UJI AKTIVITAS PENANGKAP RADIKAL DPPH ANALOG KURKUMIN SIKLIK Dan N-HETEROSIKLIK MONOKETON Da'i, Muhammad
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.44

Abstract

Kurkumin memiliki aktivitas biologi sebagai antioksidan. Kurkumin memiliki gugus metilen aktif (-CH2-) diantara dua gugus keton sehingga tidak stabil dalam lingkungan berair dengan kondisi basa. Kondisi ini menjadi dasar dilakukan modifikasi gugus ? diketon menjadi analog gugus monoketon. Analog monoketon siklik dan N-Heterosiklik diharapkan memiliki aktivitas penangkap radikal. Uji penangkap radikal senyawa analog kurkumin siklik dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri pada panjang gelombang 517,5 nm setelah diinkubasi selama 30 menit dan dihitung IC50-nya dengan pembanding kurkumin. Senyawa analog kurkumin N-Heterosiklik diuji aktivitas penangkap radikal secara KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dengan pereaksi semprot DPPH. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 kurkumin 19,02 µM, PGV-0 33,92 µM dan PGV-1 54,69 µM. Hal ini menunjukkan aktivitas penangkap radikal kurkumin lebih baik dibanding senyawa analog siklik monoketon. Berdasarkan hasil uji secara kromatografi menunjukkan bahwa senyawa analog kurkumin N-Heterosiklik memiliki aktivitas penangkap radikal. Kata kunci: Antioksidan, Analog kurkumin, DPPH.> (tGA), dan Simulated Annealing (SA) Monte Carlo. Data energi ikatan (affinitas) terbaik yang diperoleh dianalisis dengan Anova: Two-Factor Without Replication (P=0,01). Hasil docking dengan semua metode menunjukkan bahwa senyawa analog kurkumin turunan piperazindion mempunyai potensi ikatan lebih baik dibanding senyawa induknya  Kata Kunci: 1TUB, Autodock, docking, kurkumin, piperazindionage:IN'>Kata kunci: Citrus reticulata, antiproliferatif, DMBA, AgNOR, c-Myc. 
SINTESIS SENYAWA ANALOG KURKUMIN 3,5-BIS-(4’-HIDROKSI-3’-METOKSI BENZILIDIN)-PIPERIDIN 4-ON (MONOHIDRAT HIDROKLORIDA) DENGAN KATALIS HCl Da'i, Muhammad
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.67

Abstract

Kurkumin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas biologis sebagai antialzheimer, antiinflamasi, antioksidan, antikanker dan anti-HIV. Stabilitas kurkumin dipengaruhi oleh pH lingkungan dan cahaya karena ada gugus metilen aktif pada ?-diketon. Oleh karena itu, dibutuhkan modifikasi gugus ?-diketon menjadi gugus monoketon untuk menghilangkan gugus metilen aktif sehingga dapat meningkatkan stabilitas dari analog kurkumin. Berdasar analisis tersebut dapat dikembangkan sintesis analog kurkumin 3,5-bis-(4?-hidroksi-3?-metoksi-benzilidin)-piperidin-4-on monohidrat hidroklorida dari reaksi kondensasi aldol antara starting material vanilin dan piperidin 4-on monohidrat hidroklorida dengan katalis asam (HCl). Metode sintesis dioptimasi dari perbandingan perubahan suhu dan pH sedangkan analisis senyawa hasil sintesis dilakukan secara kualitatif. Analisis tersebut antara lain, perubahan warna, KLT-densitometri, spektrofotometri UV-Vis, dan LC-ESI-MS. Hasil penelitian menunjukkan pada metode sintesis refluks dengan suhu 80-90 oC, perbandingan mol 2:1 (mmol), dan pH 2 dapat disintesis senyawa analog kurkumin 3,5-bis-(4?-hidroksi-3?-metoksi-benzilidin)-piperidin-4-on monohidrat hidroklorida. Identifikasi senyawa tersebut diperoleh dari perubahan warna menjadi orange, hasil KLT terdapat spot baru yang berfluorosensi, hasil spektrofotometri UV-Vis terjadi batochromic shift, dan hasil LC-ESI-MS terdapat ion molekul yang sama dengan BM molekul target.  Kata kunci: analog kurkumin 3,5-bis-(4?-hidroksi-3?-metoksi-benzilidin) piperidin 4-on monohidrat hidroklorida, katalis HCl, kondensasi aldol, spektrofometri UV-Vis,  LC-ESI-MS

Page 8 of 35 | Total Record : 345