cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
UJI TOKSISITAS AKUT DARI KOMBINASI EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri auct. Non L.), DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.) Muhtadi, Muhtadi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.35

Abstract

Telah dilakukan uji toksisitas akut pada tikus jantan dan betina dari kombinasi ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri auct. Non L.), daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dan biji jinten hitam (Coleus ambonicus Lour). Pengujian dilakukan dengan cara pemberian sediaan uji yang berupa kombinasi ekstrak dengan formula 1,5 : 3 : 1,5 dosis tunggal dengan peringkat dosis sebagai berikut: dosis I; 100 mg/kgbb, dosis II; 300 mg/kgbb, dosis III; 900 mg/kgbb, dosis IV; 2.700 mg/kgbb dan dosis V; 8.100 mg/kgbb. Kemudian dilakukan pengamatan gejala-gejala klinis yang timbul, perubahan berat badan per minggu dan histopatologi organ-organ vital yaitu: hati, ginjal, lambung, usus, limfa, jantung dan paru-paru. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis tertinggi hingga 8100 mg/kgbb dari kombinasi ekstrak tersebut hampir tidak toksik terhadap tikus putih betina dan jantan galur SD. Kata kunci : uji toksisitas akut; kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD.
EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI KARAGENIN Haryoto, Haryoto
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.63

Abstract

Kulit kacang tanah mengandung luteolin yang berpotensi sebagai antiinflamasi secara in vitro dan in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. Dua puluh lima ekor tikus putih jantan galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol negatif menggunakan CMC-Na 0,5% 2,5 mL/200 gBB, kontrol positif menggunakan Na-diklofenak 6,75 mg/kgBB. Ekstrak etanol kulit kacang tanah yang diujikan yaitu dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Larutan uji diberikan secara peroral dengan volume pemberian 2,5 mL/200 gBB 1 jam sebelum kaki hewan uji diradangkan dengan karagenin 1% secara subplantar. Pengukuran volume kaki tikus dilakukan tiap 0,5 jam selama 6 jam. Data volume udem dihitung nilai AUC (Area Under the Curve) rata-rata volume udem terhadap waktu dan persen daya antiinflamasi. Data dianalisis dengan anava satu jalan dan dilanjutkan uji LSD (Least Significant Difference) dengan taraf kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol etanol kulit kacang tanah (Arachis hypogae L.) dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB mempunyai persen daya antiinflamasi berturut-turut sebesar 16,33%; 26,39% dan 31,70%, sedangkan Na-diklofenak 6,75 mg/kgBB sebesar 32,24%.Kata kunci: kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.), ekstrak etanol, antiinflamasi
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yuliani, Ratna
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.31

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman dari suku Rutaceae yang telah lama dikenal masyarakat sebagai bahan cita rasa. Hasil penelitian sebelumnya melaporkan bahwa minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut terhadap  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan mendeteksi kandungan minyak atsiri yang mempunyai aktivitas antibakteri. Minyak atsiri daun jeruk purut yang diperoleh dengan cara destilasi uap dan air diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi cair. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan menggunakan silika gel GF254 dan heksan-etil asetat (9:1). Bercak hasil KLT dideteksi dengan UV254nm, UV366nm, anisaldehid-asam sulfat, dan vanilin-asam sulfat. Bioautografi dilakukan dengan metode kontak. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 1  dan 2%. Minyak atsiri juga mampu menghambat dan membunuh Escherichia coli dengan nilai KHM dan KBM £ 0,0625%. Hasil KLT menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mengandung beberapa senyawa golongan terpen dengan Rf yang berbeda. Berdasarkan hasil bioautografi, salah satu senyawa golongan terpen tersebut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.             Kata kunci : antibakteri, Citrus hystrix, E. coli, minyak atsiri, S. aureus
UJI AKTIVITAS PENANGKAP RADIKAL DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) ISOLAT ALFA MANGOSTIN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Da'i, Muhammad
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.54

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan sumber senyawa ksanton yang memiliti potensi sebagai penangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi isolat aktif sebagai antiradikal dari isolat alfa mangostin kulit buah manggis. Kulit buah manggis sejumlah    850 g dimaserasi berulang menggunakan pelarut heksan (2,5 L selama dua hari)  dan diisolasi dengan metode partisi menggunakan metanol hangat dan  aquades (20:1). Analisis isolat yang didapat menggunakan Kromatografi lapis Tipis (KLT) dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Aktivitas penangkap radikal ditentukan dengan menggunakan pereaksi DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) kemudian dihitung nilai Inhibitory Concentration (IC50), Efficiency Concentration (EC50), dan Antiradikal Power (ARP). Hasil ekstraksi diperoleh rendemen 0,41%, sedangkan hasil isolasi diperoleh rendemen 0,33%. Konfirmasi senyawa dengan KLT dan HPLC menunjukkan isolat belum murni.  Pengukuran aktivitas penangkapan radikal DPPH diketahui bahwa isolat alfa mangostin memiliki aktivitas yang tinggi sebagai penangkap radikal DPPH dengan nilai IC50 13,68 µg/ml, namun aktivitas penangkap radikalnya lebih kecil bila dibandingkan dengan vitamin E (IC50 12,50 µg/ml). Alfa mangostin dapat diisolasi dengan metode partisi metanol hangat : aquades (20:1).  Kata kunci: Manggis (Garcinia mangostana L.), Penangkap Radikal, DPPH -language:AR-SA'> Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
KAJIAN GLISEMIK INDEKS DAN MAKRONUTRIEN DARI UMBI-UMBIAN DALAM UPAYA PENCARIAN SUMBER PANGAN Lukitaningsih, Endang
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.22

Abstract

Dewasa ini, di Indonesia eksplorasi untuk mencari bahan pangan alternatif pengganti beras masih terus dilakukan. Kandungan makronutrien dan kajian glisemik indeks dari umbi ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl ) dan uwi (Dioscorea alata L.) telah dilakukan pada penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemilihan pangan alternatif, terutama bagi penderita diabetes mellitus dan obesitas. Pengukuran kandungan makronutrien meliputi kandungan karbohidrat mereduksi dan tidak mereduksi, protein dan serat dilakukan mengacu pada metode AOAC (1990), sedangkan glisemik indeks ditetapkan secara in vivo menggunakan hewan percobaan tikus jantan galur Wistar. Glisemik indeks sampel umbi-umbian seluruhnya lebih rendah dari glisemik indeks beras (72,8). Harga glisemik indeks sangat dipengaruhi oleh kandungan serat, sedangkan pengaruh kandungan karbohidrat terhadap harga glisemik indeks tidak dapat diamati. Walur dan porang memiliki kandungan serat yang besar, yaitu masing-masing 15,09% dan 11,27%, sedangkan harga glisemik indeks masing-masing sekitar 20,6 dan 16,9. Kata kunci: glisemik indeks, makronutrien, karbohidrat, serat, protein 
FORMULASI SUSPENSI SIPROFLOKSASIN DENGAN SUSPENDING AGENT PULVIS GUMMI ARABICI DAN DAYA ANTIBAKTERINYA Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.45

Abstract

Siprofloksasin merupakan antiinfeksi golongan quinolone yang tidak larut dalam air, karena itu sediaannya dibuat dalam bentuk suspensi. Pulvis Gummi Arabici (PGA) merupakan suspending agent yang mudah larut dalam air, tidak merubah konformasi kimia, dan bersifat alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh PGA terhadap stabilitas fisik dan daya antibakteri suspensi siprofloksasin. Suspensi dibuat dengan perbedaan konsentrasi PGA pada tiap formula. Formula I konsentrasi PGA 5,0%, formula II 7,5% dan formula III 10,0%. Suspensi dibuat dengan metode presipitasi. Uji terhadap suspensi siprofloksasin meliputi uji stabilitas fisik (pengukuran volume sedimentasi, viskositas, kemudahan dituang, ukuran partikel, redispersibilitas) dan uji daya antibakteri terhadap Eschericia coli. Pengamatan stabilitas fisik dilakukan tiap hari (hari 1-7) dilanjutkan pada hari terakhir setiap minggunya (2 bulan), pengamatan daya antibakteri dilakukan pada hari ke-1, ke-28, ke-56. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi suspending agent PGA berpengaruh terhadap sifat fisik suspensi. Formula I memiliki nilai volume sedimentasi dan nilai viskositas paling kecil, dan kemudahan dituang paling cepat. Ukuran partikel formula I paling besar dan memiliki redispersibilitas paling lama. Formula II memiliki diameter zona hambatan yang paling besar. Formula I, II, dan III setelah penyimpanan selama 2 bulan tetap memiliki aktivitas untuk menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli. Kata kunci : siprofloksasin, Pulvis Gummi Arabici, suspensi, Eschericia colistyle='font-size:10.0pt; font-family:"Arial","sans-serif";mso-ansi-language:IN'>: Citrus reticulata, antiproliferatif, DMBA, AgNOR, c-Myc. 
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DARI DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) Suhendi, Andi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.36

Abstract

Dewandaru (Eugenia uniflora L.) secara tradisional digunakan sebagai penurun panas dan sakit perut. Penelitian membuktikan aktivitas biologis dewandaru sebagai antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Senyawa yang diduga bertanggungjawab adalah flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap penghilangan lemak dengan metode sokletasi menggunakan pelarut kloroform dan tahap kedua maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak difraksinasi dengan etil asetat dan air, kemudian fraksinya diperiksa dengan KLT menggunakan fase gerak asam asetat 15% dan BAW. Fraksi etil asetat diisolasi dengan KLT preparatif. Bercak pita yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal diambil dan disari. Kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pereaksi diagnostic NaOH, NaOAc, H3BO3, AlCl3, HCl, KLT dua dimensi, hidrolisis isolat fraksi etil asetat. Berdasarkan pergeseran panjang gelombang spektra UV-Vis dengan dan tanpa pereaksi   diagnostik serta uji KLT didapatkan struktur parsial yang diduga kuat 5,7,3?,4?-tetra hidroksi flavonol atau kuersetin. Kata Kunci : dewandaru (Eugenia uniflora L.), flavonoid, KLT, spektrofotometer UV-Vis.kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD. 
PENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAPENGARUH EKSTRAK ETANOL JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR HDL (High Density Lipoprotein) PADA TIKUS DISLIPIDEMIAP Wahyuni, Arifah Sri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.41

Abstract

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) termasuk dalam family Polyporaceae yang diketahui memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental (pretest-postest control group design) dengan rancangan acak lengkap pola searah dan ditujukan untuk mengukur pengaruh ekstrak etanol Ganoderma lucidum pada tingkat HDL pada tikus dislipidemia. Terdapat 4 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2. Kelompok kontrol normal diberi pakan standar sedangkan kelompok kontrol negatif, dosis 1 dan dosis 2 diberi diet tinggi lemak selama 4 minggu dan ekstrak etanol jamur lingzhi masing-masing 200 mg/kgBB (dosis 1) dan     400 mg/kgBB (dosis 2) selama 2 minggu secara per oral. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anava taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB tidak mampu meningkatkan kadar HDL pada tikus dislipidemia Kata Kunci: Dislipidemia, kadar HDL, ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) TERHADAP EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER PAYUDARA TIKUS BETINA SPRAGUE DAWLEY (SD) YANG DIINDUKSI 7,12-Dimetilbenz[α]anthrasen (DMBA) Nurani, Laela Hayu
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.64

Abstract

Akar pasak bumi mengandung senyawa kuasinoid diduga mempunyai efek penghambatan karsinogenesis, antiulcer, dan antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eksktrak etanol akar pasak bumi terhadap ekspresi p53 pada kanker payudara tikus betina yang diinduksi DMBA.Tikus dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I, II dan III diberi ekstrak etanol akar pasak bumi dosis berturut-turut 100; 200 dan 400 mg/kg BB. Kelompok IV diberi larutan DMBA 20 mg/kg BB. Kelompok V diberi corn oil. Kelompok VI sebagai baseline. Tikus yang mengalami kanker, dihitung jumlah nodul tumornya dan pada minggu ke-23 semua tikus dikorbankan dan diambil jaringannya untuk pengamatan secara mikroskopik menggunakan metode H&E dan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata ekpresi p53 mutant pada pemberian ekstrak berturut-turut 100, 200 dan 400 mg/kg BB adalah 6,375 ± 4,07; 11,25 ± 16,53; dan 0,875 ± 1,75; kelompok  IV (DMBA) sebesar 13,125 ± 14,4; kelompok V (corn oil) adalah 1,375 ± 1,55; kelompok VI (baseline) adalah 0,375 ± 0,75. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) dosis 400 mg/kg BB yang diberikan sebelum dan selama induksi DMBA mampu menurunkan ekspresi protein p53 mutant (proapotosis) dan mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara tikus betina Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(?)antrasen (DMBA).Kata kunci:  akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), kemopreventif, imunohistokimia, ekspresi p53
PGV-0 AND PGV-1 INCREASED APOPTOSIS INDUCTION OF DOXORUBICIN ON MCF-7 BREAST CANCER CELLS Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.32

Abstract

As chemotherapeutic backbone for breast cancer therapy, doxorubicin showed various side effects and induced resistancy of breast cancer cells. Development of targeted therapy on breast cancer focused on combinatorial therapy of doxorubicin and molecular targeted agents. PGV-0 and PGV-1, a curcumin analogue showed potency as co-chemotherapeutic agent with doxorubicin. Our previous study of PGV-0 and PGV-1 showed cytotoxic activity in T47D cells. Therefore, the aim of this research is to examine the synergistic effect of PGV-0, PGV-1 on the cytotoxic activity of doxorubicin through cell cycle modulation and apoptotic induction on MCF-7 breast cancer cell lines. The cytotoxic assay of PGV-0, PGV-1, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT assay. Cell cycle distribution and apoptosis were determined by flowcytometer FACS-Calibur and the flowcytometry data was analyzed using Cell Quest program. Single treatment of PGV-0, PGV-1 and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 with cell viability IC50 value 50 µM, 6 µM and 350 nM respectively. Single treatment of Doxorubicin 175 nM induced G2/M arrest. Single treatment of PGV-0 5 µM induced G2/M arrest while in higher dose 12.5  µM, PGV-0 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 5 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 12.5 µM also increased apoptosis induction. Single treatment of PGV-1 0.6 µM induced G1 arrest while in higher dose 1.5  µM, PGV-1 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-1 0.6 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 1.5 µM also increased apoptosis induction. PGV-0 and PGV-1 are potential to be delevoped as co-chemotherapeutic agent for breast cancer by inducing apoptosis and cell cycle modulation, but the molecular mechanism need to be explored detail.  Key words: PGV-0, PGV-1, doxorubicin, co-chemotherapy, breast cancer, cell cycle arrest, apoptosis

Page 9 of 35 | Total Record : 345