cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
PENETAPAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd DALAM SEDIMEN DAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DI SEKITAR SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KAWASAN INDUSTRI-KARANGANYAR Suhendi, Andi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.52

Abstract

Air sungai Bengawan Solo digunakan untuk berbagai keperluan, khususnya pertanian dan perikanan. Keberadaan industri-industri di sekitar aliran sungai diduga telah mencemari kandungan airnya. Penggunaan air tercemar ini untuk kebutuhan pertanian dan perikanan dapat menimbulkan masalah kesehatan karena bisa terjadi bioakumulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan cemaran logam Pb dan Cd pada tanaman kangkung dan tanah yang diairi sungai Bengawan Solo. Sampel tanah dan tanaman kangkung diambil secara acak dari satu lahan yang menggunakan pengairan sungai Bengawan Solo. Destruksi sampel dilakukan prosedur Standar Nasional Indonesia. Analisis logam Pb dan Cd larutan sampel dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Kadar logam terukur dibandingkan dengan batas aman kandungan logam dalam pangan menurut Standar Nasional Indonesia dan dihitung nilai bioaccumulation factor (BAF). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi Pb dan Cd dalam sedimen dan tanaman kangkung berturut-turut adalah 6,94±0,60 ppm; 0,23±0,04 ppm; dan 1,19±0,18 ppm; 0,32±0,01 ppm. Berdasarkan nilai ambang batas keamanan untuk Pb 0,5 ppm dan Cd maka disimpulkan tanaman kangkung tidak aman untuk dikonsumsi. Nilai bioaccumulation factor Cd>Pb, maka disimpulkan bahwa kemampuan tanaman kangkung menyerap logam Cd lebih besar dari pada Pb.  Kata kunci : Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
PENGARUH KONSENTRASI GELLING AGENT CARBOMER 934 DAN HPMC PADA FORMULASI GEL LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA PUNGGUNG KELINCI Sudjono, Tanti Azizah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.20

Abstract

Lendir bekicot mengandung glycosaminoglycan yang dapat menyembuhkan luka bakar. Sediaan ini dapat dibuat dalam bentuk gel. Perbedaan viskositas gel dapat dipengaruhi oleh gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi carbomer 934 dan HPMC pada formulasi gel lendir bekicot terhadap viskositas dan kecepatan penyembuhan luka bakar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian sama subyek menggunakan 12 ekor kelinci jantan New Zealand yang dicukur bulu punggungnya dan dibagi menjadi 6 area perlakuan, yaitu menggunakan kontrol positif (Bioplasenton), kontrol negatif (lendir bekicot), kontrol basis dan 3 formula gel lendir bekicot dengan basis carbomer 934 konsentrasi 3, 5 dan 7% dan untuk basis HPMC dengan variasi konsentrasi 6, 8 dan 10%. Tiap area perlakuan diinduksi luka bakar dengan penginduksi panas berdaya 40 W, 220 V dan suhu 800C, jarak antar luka 5 cm dan diameter luka 2 cm. Waktu penyembuhan luka bakar dihitung setelah semua luka tertutup oleh jaringan baru. Data diuji statistik Anava satu jalan, dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Semakin tinggi konsentrasi basis, maka viskositas semakin tinggi serta waktu penyembuhannya semakin lama. Sediaan gel lendir bekicot dengan basis carbomer 934 konsentrasi 3% lebih efektif menyembuhkan luka bakar dibanding konsentrasi 5% dan 7%, yang ditunjukkan dengan waktu penyembuhan luka bakar yaitu 12,50 + 0,54 hari. Sedangkan gel lendir bekicot dengan basis HPMC 6% lebih efektif dalam menyembuhan luka bakar yaitu 12,67 +0,33 hari. Kata kunci : Achatina fulica, Carbomer 934, HPMC, luka bakar
DOCKING ANALOG KURKUMIN TURUNAN PIPERAZINDION DENGAN TUBULIN (1TUB) RANTAI  MENGGUNAKAN VINA DAN AUTODOCK1 Santoso, Broto
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.43

Abstract

Program Autodock mampu memprediksi energi bebas dan konformasi ikatan antara fleksibel ligan dan makromolekul target yang telah diketahui. Senyawa turunan dan analog kurkumin adalah ligan yang telah banyak dihasilkan dan diuji aktivitasnya. Beberapa diantaranya memiliki khasiat yang lebih baik dari kurkumin. Enam senyawa turunan piperazindion, kurkumin, PGV-0, dan PGV-1 dihitung energi optimasi geometrinya menggunakan density functional theory (DFT) ? Gaussian. Ligan hasil optimasi dicari energi ikatan ligan dengan reseptor 1TUB rantai b melalui docking menggunakan Vina dan Autodock dengan metode Lamarckian Genetic Algorithm (LGA), traditional Genetic Algorithm (tGA), dan Simulated Annealing (SA) Monte Carlo. Data energi ikatan (affinitas) terbaik yang diperoleh dianalisis dengan Anova: Two-Factor Without Replication (P=0,01). Hasil docking dengan semua metode menunjukkan bahwa senyawa analog kurkumin turunan piperazindion mempunyai potensi ikatan lebih baik dibanding senyawa induknya Kata Kunci: 1TUB, Autodock, docking, kurkumin, piperazindionage:IN'>Kata kunci: Citrus reticulata, antiproliferatif, DMBA, AgNOR, c-Myc. 
PERBANDINGAN KADAR EUGENOL MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Meer. & Perry) DARI MALUKU, SUMATERA, SULAWESI, DAN JAWA DENGAN METODE GC-MS Munawaroh, Rima
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.66

Abstract

Senyawa eugenol merupakan komponen mayor minyak atsiri bunga cengkeh yang mempunyai aktivitas antioksidan, antifungi, analgesik, dan antiseptik.  Tujuan penelitian ini adalah menetapkan kadar eugenol minyak atsiri bunga cengkeh dari beberapa daerah sentra penghasil (Maluku, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa).. Sampel minyak atsiri bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) diperoleh melalui metode destilasi uap dan air. Kandungan eugenol dalam minyak atsiri bunga cengkeh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan GC-MS. Analisis menggunakan kolom kapiler RxiTM-1ms, kecepatan alir fase gerak helium 0,1 mL/menit, energi ionisasi 70eV dan temperature programming 50-100oC (kenaikan 10oC/menit dan ditahan 1 menit), 100-140oC (kenaikan 5oC/menit), 140-160oC (kenaikan 2oC/menit), dan 160-245oC (kenaikan 5 oC/menit). Hasil penelitian menunjukkan kadar eugenol dalam minyak atsiri bunga cengkeh dari Maluku, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa berturut-turut 93,17±1,72%b/b, 60,29±0,67%b/b, 65,66±0,80%b/b, dan 55,88±0,98%b/b. Minyak atsiri bunga cengkeh dari Maluku memiliki kualitas yang paling baik terkait kadar eugenol yang terkandung. Kata kunci: Minyak atsiri, bunga cengkeh, Syzygium aromaticum, eugenol, GC-MS
DAYA ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) TERHADAP Salmonella typhi DAN Streptococcus hemolytic α non pneumoniae Harlianti, Mariska Sri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.34

Abstract

Salah satu tanaman asli Indonesia yang berkhasiat obat adalah temu kunci (Boesenbergia pandurata), antara lain sebagai batuk kering dan diare. Salmonella typhi merupakan salah satu kuman penyebab diare yang bersifat Gram negatif. Streptococcus hemolytic ? non pneumoniae merupakan salah satu kuman yang bersifat Gram positif dan secara normal terdapat di daerah tenggorokan dan mulut yang dapat menyebabkan infeksi jika kondisi tubuh melemah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya antibakteri fraksi etanol temu kunci terhadap kedua kuman tersebut. Uji aktivitas antibakteri temu kunci yang dilakukan menggunakan metode dilusi padat menunjukkan bahwa fraksi etanol temu kunci sedikit lebih poten terhadap Salmonella typhi (dengan KBM 2%) dibandingkan Streptococcus hemolytic ? non pneumoniae (dengan KBM 3%).   Kata Kunci : antibakteri, KBM, fraksi etanol temu kunci (Boesenbergia pandurata), Salmonella typhi, Streptococcus hemolytic ? non pneumoniae
EFEK EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI POTASSIUM OXONATE Sutrisna, EM
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.57

Abstract

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Sceff.) Boerl.) merupakan tanaman obat yang digunakan secara empiris sebagai obat berbagai penyakit salah satunya asam urat. Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daging buah mahkota dewa dalam menurunkan kadar asam urat mencit putih jantan yang diinduksi potassium oxonate 250mg/kgBB. Dua puluh lima ekor mencit jantan diberi jus hati ayam konsentrasi 10% 3 kali sehari selama 2 hari, lalu dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I kontrol negatif (CMC Na 0,5% p.o 0,5ml/20gBB). Kelompok II kontrol positif (allopurinol p.o 10mg/kgBB). Kelompok III, IV dan V diberi sediaan ekstrak etanol daging buah mahkota dewa dosis berturut-turut 1,25; 2,5 dan 5g/kgBB. Kelompok I-V dibuat hiperurisemia dengan induksi potassium oxonate 250mg/kgBB secara intraperitoneal 1 jam setelah pemberian sediaan uji. Darah diambil dari vena opthalmicus 2 jam setelah pemberian potassium oxonate, serum ditambah reagen uric acid*FS TBHBA (2,4,6,tribromo 3-hydroxy benzoid acid) dan dibaca kadar asam uratnya pada panjang gelombang 546 nm. Data persentase penurunan kadar asam urat diuji dengan ANAVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%) dilanjutkan uji Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan sediaan ekstrak etanol daging buah mahkota dewa dosis 1,25; 2,5 dan 5g/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat pada serum darah mencit putih jantan yang diinduksi potassium oxonate. Ekstrak etanol daging buah mahkota dewa dosis 1,25; 2,5 dan 5g/kgBB mempunyai potensi yang sama dengan allopurinol dosis 10mg/kgBB dalam menurunkan kadar asam urat tetapi kemampuan penurunannya lebih allopurinol.  Kata kunci : Phaleria macrocarpa (Sceff.) Boerl., potassium oxonate, asam uratt-family:Calibri'>  tingkat kepatuhan mempengaruhi keberhasilan terapi sebesar 18,03%.  Kata kunci: Hipertensi,  kepatuhan, keberhasilan terapi
UJI PRAKLINIS EFEK HIPOGLIKEMIK BLIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) DAN DAUN TAPAK DARA(CATHARANTHUS ROSEUS G) Sutrisna, EM
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.25

Abstract

Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa perasan air blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)dan dekokta daun tapak dara (Catharanthus roseus G) mampu menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji. Penelitian ini bertujuan menguji efek hipoglikemik dari buah blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun tapak dara (Catharanthus roseus G) dengan larutan penyari etanol 70%. Sebanyak 40 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galus Wistar dibagi dalam 8 kelompok dan diukur  kadar glukosa darah puasanya (GD1). Semua tikus kemudian diinjeksi alloksan monohydrate dosis 30mg/200g bb tikus secara intraperitoneal dan diukur kadar glukosa darah puasanya (GD2). Setelah itu, tikus pada Kelompok I diberi aquadest ad libitum selama 7 hari, kelompok II diberi glibenklamid 0,126 mg/200g BB 1x pemberian. Kelompok III sampai V diberi ekstrak etanol 70% blimbing wuluh berturut-turut dosis 20mg/200g tikus, 40mg/200g tikus, 80mg/200g tikus. Kelompok VI-VIII diberi ekstrak  etanol 70% daun tapak dara berturut-turut dosis 20mg/200g tikus, 40mg/200g tikus, 80mg/200g tikus. Semua ekstrak diberikan per oral selama 7 hari. Semua tikus kemudian diukur kadar glukosa darah puasanya (GD3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% blimbing wuluh dosis 20g/200g; 40g/200g dan 80g/200g mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan persen penurunan berturut-turut sebesar 42,51%; 43,40% dan 58,95%. Ekstrak etanol 70% daun tapak dara(Catharanthus roseus G) dosis 20g/200g; 40g/200g dan 80g/200g mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan persen penurunan berturut-turut sebesar 43,46%; 53,70% dan 58,85% Kata kunci: Hipoglikemik, Averrhoa bilimbi L. dan Catharanthus roseus G
POTENSI EKSTRAK ETANOL HERBA APU-APU (PISTIA STRATIOTES) DAN FRAKSI-FRAKSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Dianasari, Dewi; Firdiyansari, Irawati
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v16i2.9148

Abstract

Free radicals play an important role in cell damage and degenerative diseases such as coronary heart disease, stroke, premature aging and others. Compounds that can inhibit free radicals are antioxidants. One of the plants that has a high phenolic compound and can be a source of natural antioxidants, apu-apu or Pistia stratiotes. This research was conducted to scientifically prove the antioxidant activity of the apu-apu herbal extract (Pistia stratiotes) and its fractions by the DPPH method. The sample used in the form of all parts apu-apu (apu-apu herb) obtained from the Sumbersari District, Jember Regency. In this study the DPPH method was used with a DPPH concentration of 0.1 mM, incubation time of ethanol extract 40 minutes, fraction of n-hexane 50 minutes, ethyl acetate fraction 45 minutes, ethanol-water fraction 40 minutes,vitamin C 35 minutes and measured at wavelength 517 nm . The results of the average antioxidant activity (IC50) were apu-apu herbal extract 16.675 µg / mL ± 0.239, n-hexane fraction 29.915 µg / mL ± 0.156, ethyl acetate fraction 11.875 µg / mL ± 0.038, ethanol-water fraction 9.090 µg / mL ± 0.156, ethyl acetate fraction 11.875 µg / mL ± 0.038, ethanol-water fraction 9.090 µg / mL ± 0.156, ethyl acetate fraction 11.875 µg / mL ± 0.038 / mL ± 0.122, and vitamin C 3.263 µg / mL ± 0.032. Vitamin C as a positive control had the highest activity, whereas the apu-apu sample which had the highest antioxidant activity was the ethanol-water fraction, and the lowest was the n-hexane fraction. The conclusion of this study is apu-apu herbal ethanol extract and its fractions have antioxidant activity, from high to low sequentially: ethanol-water fraction, ethyl acetate fraction, apu-apu herbaceous fraction, n- fraction hexane.
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL, FRAKSI ETANOL-AIR, ETIL ASETAT SERTA N-HEKSANA BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) PADA SEL MCF-7 SECARA IN-VITRO Pamungkas, Adhe Retnantya; Indrayudha, Peni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v16i2.9049

Abstract

Bitter melon is one of fruit that have pharmacological effects such as an anticancer which potentially active on breast cancer cell MCF-7. The aim of this study was to compare the potential cytotoxic activity between ethanol extract of pare and the results of ethanol, ethyl acetate and n-hexane fraction on MCF-7 breast cancer cells and to determine the class of compounds contained in each sample. Pare?s powder was extracted with maceration method in 80% ethanol solvent and then continue to fractionated in 96% ethanol, ethyl acetate and hexane solvent. Extract and fractions were continue to cytotoxic assay using the MTT assay method. Cytotoxic test results showed that the ethanolic extract had no potential cytotoxic activity. Ethyl acetate fraction with the highest concentration 16 µg/mL has the highest potential inhibition 43,87% on MCF-7 cells population. Extract and fractions than continue to phytochemical screening with Thin Layer Chromatography (TLC) method. TLC detection showed that n-hexane fraction contained more compound groups than ethanolic extract, ethanolic-water fraction and ethyl acetate fraction.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DENGAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG KONTRASEPSI ORAL DAN SUNTIK DI KOTA BANDUNG Kusuma, Ikhwan Yuda; Nuari, Doni Anshar; Anggadiredja, Kusnandar
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v16i2.9175

Abstract

The drop out rate of contraceptive use in Indonesia until 2016 still high at 25.7% of the government's target of 24%, this the optimization of the performance of health personnel should be improved, especially regarding health personnel knowledge about the use of oral and contraceptives which is the largest user in the city of Bandung. One of the efforts to improve the quality of family planning programs, through increasing the competence of health workers called Interprofessional Education (IPE). The purpose of this study was to identify the level of knowledge of health personnel at the health center regarding oral and injection contraceptives between professions with IPE in Bandung. This research used an experimental method with the type of group pre-posttest design. Data were analyzed using the Wilcoxon rank test from a questionnaire on health personnel's knowledge about oral and injection contraceptives on IPE before, and after Focus Group Discussion (FGD). The results showed there was an increase in the level of knowledge in 152 health personnel, a decrease in the level of knowledge in 5 health personnel, and no change in the four health personnel. Focus Group Discussion (FGD) through Interprofessional Education (IPE) was proven to significantly increase knowledge about oral contraceptives and injections on health personnel at the Health Center.

Page 11 of 35 | Total Record : 345