cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1: Juni 2024" : 21 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN BERBANTUAN VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Inayatul Amal; Hepsi Nindiasari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan berbantuan video animasi terhadap kemampuan numerasi siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan metode Nonequivalent control grup. Populasi pada penelitian ini yaitu adalah seluruh siswa kelas 7 SMPIT Al-Izzah dengan sampel 7A1 sebagai kelas eksperimen dan 7A2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data yang digunakan berupa instrument test kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas ekspirimen lebih besar dibandingkan nilai rata- rata yang diperoleh kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 66,11 dan rata-rata kelas eksperimen sebesar 80,42. Kemudian hasil uji independent sample t-test yang dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi (1-tailed) sebesar 0.001 yang berarti bahwa nilai sig. 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan H0: kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan video animasi tidak lebih baik dibandingkan siswa pada kelas yang menggunakan model ekspositori dan H1: Kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan video animasi lebih baik dibandingkan siswa pada kelas yang menggunakan model ekspositori. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model pembalajaran ekspositori
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA Saiful Hidayat; Rizky Esti Utami; Gunarti Krisnaningsih
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 36 siswa kelas X.1 SMAN 2 Semarang dan diambil 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori rendah, 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori sedang, dan 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu yang digunakan adalah tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis. Subjek dianalisis berdasarkan indikator tahapan Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali proses dan hasil dengan teknik analisis data yang dilaksanakan 3 tahap yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang tergolong dalam kriteria kurang. Kemudian tingkat kemampuan pemecahan masalah kategori sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tergolong dalam kriteria baik. Dan siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah kategori tinggi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tergolong dalam kriteria baik.
TINGKATAN MATH ANXIETY SISWA SMP BERDASARKAN GENDER Muhammad Aqil Juniardi; Depriwana Rahmi; Suci Yuniati; Annisah Kurniati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14425

Abstract

Penelitian ini memiliki fokus utama untuk mengeksplorasi perbedaan tingkat math anxiety atau kecemasan dalam matematika siswa jenjang Pendidikan SMP berdasarkan jenis kelamin atau dikenal dengan gender. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian, dengan mengambil 30 siswa yang berasal dari kelas IX sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan angket math anxiety yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data angket math anxiety siswa digunakan untuk menghitung tingkat kecemasan matematis siswa berdasarkan klasifikasi kategori math anxiety dan menggunakan uji independent sample t-test dalam menganalisis math anxiety berdasarkan gender. Hasil penelitian diperoleh dari 37% siswa mengalami tingkat math anxiety tinggi. Sedangkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa antara tingkat math anxiety siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan tidak ada perbedaan atau perubahan yang signifikan melalui uji independent sample t-test dengan nilai t yaitu 1,032 dan nilai sig. 0,311 0,05. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi sebagai landasan pertimbangan dalam mengembangkan proses belajar mengajar yang efisien dan efektif sesuai dengan karakteristik siswa SMP/Sederajat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERNUANSA ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BALANIPA Radiah Radiah; Murtafiah Murtafiah; Herna Herna
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14744

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal penting dalam matematika. Namun, faktanya saat ini kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan sampling jenuh dimana kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan bantuan SPSS for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung berada pada kategori sedang. Kemudian hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Choirunisa Fitri Fadilah; Anwar Mutaqin; Yani Setiani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14557

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMKN 5 Kota Serang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu pada desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang ada didapatkan dengan teknik cluster random sampling,  dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes serta non tes. Instrumen tes berupa pretes-postes untuk mengukur hasil belajar aspek kognitif dan instrumen non tes berupa angket untuk mengukur aspek afektif. Teknik analisis data deksriptif hasil penelitian memperlihatkan, nilai rata-rata instumen tes hasil belajar ranah kognitif postes adalah 79,69 serta nilai rata-rata instumen non-tes hasil belajar ranah afektif angket 74,58. Stastistik Inferensial memakai uji one sample t-test didapatkan untuk instrumen tes hasil belajar ranah kognitif nilai sig- serta untuk instrumen non-tes hasil belajar ranah afektif nilai sig- yang mempunyai arti  ditolak serta  diterima. Jadi dapat disimpulkan terkait model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika.
PENGARUH PENERAPAN ICE BREAKING BERBASIS DIGITAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS X Nikmah Nikmah; Hefi Rusnita Dewi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14616

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking berbasis digital terhadap motivasi dan hasil belajar matematika kelas X. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan One group pre-post-test-design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X di SMKS Ibnu Cholil Bangkalan yang berjumlah 21. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan lembar tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi belajar dengan 20 pernyataan dan tes yang berisi 20 soal pilihan ganda. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t. Hasil analisis data uji t motivasi belajar mendapatkan nilai signifikat 0,0000,05  tolak dan  diterima yaitu ada pengaruh penerapan ice breaking berbasis digital terhadap motivasi  belajar matematika kelas X. Dan dibuktikan juga dari hasil perhitungan uji t nilai pretest dan posttest hasil belajar matematika kelas X yang mendapatkan nilai signifikat 0,0000,05 yang berarti bahwa  ditolak dan  diterima artinya ada pengaruh penerapan ice breaking berbasis digital terhadap hasil belajar matematika kelas X. Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan ice breaking berbasis digital terhadap motivasi dan hasil belajar matematika kelas X.
MANAGEMENT OF COGNITIVE LOAD ON STUDENT’S MATHEMATICAL PROFICIENCY AT SMP NEGERI 20 KOTA SERANG Binsar Waluyo; Aan Hendrayana
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14560

Abstract

This research is motivated by the fact that the level of conceptual understanding in Indonesia is still relatively low. The low level of conceptual understanding is related to how students manage and process the information received when they studying material, considering cognitive load. Learning with attention to cognitive load is believed to enhance students' mathematical conceptual understanding. The research aims to determine whether students' mathematical conceptual understanding with cognitive load-aware learning is better than students with conventional learning, both in terms of initial ability and not. The method used in this research is a mixed-method with a sequential explanatory design. Research instruments consist of test and non-test instruments. Data were obtained from initial ability tests and conceptual understanding as test instruments and questionnaires, interviews, and documentation as non-test instruments. The results show that students' mathematical conceptual understanding with cognitive load-aware learning is better than students with conventional learning, both in terms of initial ability and not. The conclusion of the research is that the treatments given to both classes overall have yielded quite positive results in students' mathematical conceptual understanding. However, the comparison between students who received cognitive load-aware learning and those who received conventional learning shows a significant difference.
APPLICATION OF AN OPEN MATHEMATICAL PROBLEM-ORIENTED PROBLEM-BASED LEARNING MODEL IN INFLUENCING PROBLEM-SOLVING ABILITY AND MATHEMATICAL DISPOSITION Desak Ayu Ike Laksmiyeny; Sariyasa Sariyasa; I Made Ardana
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.13032

Abstract

The improvement in students’ problem-solving ability and mathematical disposition is a highlight, especially in geometry transformation materials. This is because the learning model still uses conventional methods that emphasize students following and waiting for the direction of the teacher. This study aimed to analyze the effectiveness of problem-based learning models oriented toward open mathematical problems on the problem-solving ability and mathematical disposition of students in SMA Negeri 1 Susut. A pseudoexperimental study with a posttest-only control group design was conducted by comparing the provision of PBL and conventional learning models. The instruments used are tests and questionnaires. There are 5 items and 25 statements that meet the criteria of very high reliability. Data collection techniques in this study used test and questionnaire methods. The sample consisted of 60 students, 30 each as a control and an experiment. Data were collected using questionnaires and analyzed using MANOVA (p0.05). The results indicate that the application of PBL models oriented towards open mathematical problems is significantly more effective than conventional learning models in improving students' problem-solving abilities and mathematical dispositions both partially and simultaneously. The application of this learning model has led to an increase in perseverance, interest, and curiosity, which are essential for problem-solving with teachers as facilitators
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Elsadday Br Manalu; Nurdalilah Nurdalilah; Hizmi Wardani; Wilda Hasanah; Grace Stela Lely Hasugian
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14930

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik menggunakan model pendekatan problem based learning. Subjek  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X AKL 1  SMK Negeri 7 Medan yang berjumlah 36 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu siklus pertama terdiri dari dua pertemuan, siklus kedua terdiri dari dua pertemuan, dan siklus ketiga terdiri dari dua pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, tes siklus, angket respon siswa, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir matematis siswa kelas X AKL 1  SMK Negri 7 Medan meningkat dibandingkan pada Siklus I, Siklus II dan Siklus III. Hal ini ditunjukkan oleh 32 siswa atau 89% mengalami peningkatan kemampuan berpikir matematis berdasarkan total skor setiap dimensi kemampuan berpikir matematis. Rata-rata persentase hasil tes meningkat dari 45,95% pada Siklus I menjadi 73,41% pada Siklus II dan  89,52% pada  kategori tinggi pada Siklus III. Berdasarkan observasi, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model PBL sudah baik dan sesuai dengan karakteristik PBL. Hal ini tercermin dari peningkatan  rata-rata tingkat keterlaksanaan dari 71,43% pada Siklus I menjadi 85,71% pada Siklus II dan  100% pada Siklus III. Berdasarkan data wawancara dan angket, respon siswa terhadap pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan berpikir matematis tercatat mengalami peningkatan dari Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Model PBL menunjukkan respon positif pembelajaran matematika pada siswa sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan penalaran matematis.
KEEFEKTIFAN COMPUTATIONAL THINKING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Andi Baso Kaswar; Nurjannah Nurjannah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14574

Abstract

Computational Thinking merupakan kemampuan dasar berpikir untuk siswa serta guru dimana kemampuan tersebut dapat memberikan pola pikir yang baru untuk memperoleh pemecahan masalah serta untuk mengembangkan peluang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas computational thinking terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pretest postest control grup desain. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh berdasarkan soal-soal computational thinking yang dikembangkan oleh Bebras. Teknik analisis data dilakukan dengan uji paired sample t test. Berdasarkan hasil analisis data dengan paired sample t-test diperoleh nilai probabilitas 0,000. Karena nilai probabilitas lebih kecil dibanding  maka dapat dikatakan bahwa computational thinking efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dengan demikian, kemampuan computational thinking tidak hanya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dalam berbagai bidang studi dan situasi kehidupan nyata yang memerlukan pemikiran kritis, kreatif, dan terstruktur.

Page 1 of 3 | Total Record : 21