Annisah Kurniati
Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Adversity Quotient in Mathematics Learning (Quantitative Study on Students Boarding School in Pekanbaru) MZ, Zubaidah Amir; Risnawati, Risnawati; Kurniati, Annisah; Prahmana, Rully Charitas Indra
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 1 No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.801 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v1i2.5780

Abstract

The aim of this study is to analyze students’ Adversity Quotient (AQ) in mathematics learning viewed from gender aspect. This study is quantitative survey study on students in MTs Al-Munawarah Boarding School, Pekanbaru. The subjects of study are 8th grade students consisting of  75 girls and 63 boys. Data are collected by AQ scale and analyzed with statistic descriptive and inferential (test-t). The indicator of AQ consist of control, origin, ownership, reach and endurance.  The result of descriptive analysis shows that there is difference in mean of each indicator for two groups, but analysis of test-t  shows that there is no difference in students’ mathematical AQ for two group of gender. Through variance test, students’ mathematical AQ in two groups is homogeneous. The indicator of AQ in boys which is categorized as high are endurance and reach. While, the indicator in girls is aspect of control. This study contributes to literature study in identifying students’ AQ and the effort done to enhance students’ AQ in mathematics learning.
Pengaruh Scaffolding terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Kemadirian Belajar Siswa Depi Fitraini; Ira Maisyah Lubis; Annisah Kurniati
Suska Journal of mathematics Education Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v7i1.12353

Abstract

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai terdapat atau tidaknya perbedaan kemampuan komunikasi matematis pada siswa MTsN 1 Pekanbaru yang belajar menggunakan model scaffolding dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran langsung, serta untuk memperoleh informasi terdapat atau tidaknya pengaruh interaksi antara model pembelajaran terhadap kemampuan komunikasi matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain faktorial. Populasi dalam penelitian yaitu siswa pada kelas VIII putri dan sampelnya adalah siswa pada kelas VIII.1 putri dan VIII.3 putri. Kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal posttest yang memuat indikator kemampuan komunikasi matematis dan angket kemadirian belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji anova dua arah. Pengujian analisis data memberikan hasil bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang menggunakan model scaffolding dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis. Guru dapat menjadikan model scaffolding sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran untuk memfasilitasi kemampuan komunikasi matematis. Guru juga perlu meningkatkan kemandirian belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGHETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA Annisah Kurniati; Ramon Muhandaz
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/equation.v4i2.4662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Kegiatan penelitian untuk setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang didesain berdasarkan model Kemmis & Mc Taggart.Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PIAUD semester satu lokal B yang mengambil mata kuliah pengenalan matematika tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan tes. Data yang diperoleh dari awal siklus sampai akhir dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif yaitu membandingkan hasil tes belajar dan observasi kegiatan pada kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar matematika mahasiswa pada prasiklus 20%, pada siklus I yaitu60%, sedangkan pada siklus II hasil belajar matematika mahasiswa meningkat menjadi sebesar84%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Number Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa.
Adversity Quotient in Mathematics Learning (Quantitative Study on Students Boarding School in Pekanbaru) Zubaidah Amir MZ; Risnawati Risnawati; Annisah Kurniati; Rully Charitas Indra Prahmana
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 1 No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.801 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v1i2.5780

Abstract

The aim of this study is to analyze students' Adversity Quotient (AQ) in mathematics learning viewed from gender aspect. This study is quantitative survey study on students in MTs Al-Munawarah Boarding School, Pekanbaru. The subjects of study are 8th grade students consisting of  75 girls and 63 boys. Data are collected by AQ scale and analyzed with statistic descriptive and inferential (test-t). The indicator of AQ consist of control, origin, ownership, reach and endurance. The result of descriptive analysis shows that there is difference in mean of each indicator for two groups, but analysis of test-t  shows that there is no difference in students' mathematical AQ for two group of gender. Through variance test, students' mathematical AQ in two groups is homogeneous. The indicator of AQ in boys which is categorized as high are endurance and reach. While, the indicator in girls is aspect of control. This study contributes to literature study in identifying students' AQ and the effort done to enhance students' AQ in mathematics learning.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Model Advance Organizer Pada Materi Koordinat Cartesius Depi Fitraini; Risma Fajarianti; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.118 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i3.13791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model Advance Organizer pada materi Koordinat Cartesius untuk siswa SMP yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, ahli materi pembelajaran dan ahli teknologi pendidikan yang berasal dari dosen dan guru. Objek penelitian ini adalah LKS berbasis model Advance Organizer  pada materi Koordinat Cartesius. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji validitas, LKS berbasis Model Advance Organizer dinyatakan sangat valid dengan persentase tingkat kevalidan 90,14%. Hasil uji praktikalitas kelompok kecil diperoleh bahwa LKS berbasis berbasis Model Advance Organizer dinyatakan sangat praktis dengan persentase tingkat kepraktisan 96,88%. Uji keefektifan tidak bisa dilakukan dikarenakan penelitian dilaksanakan dalam keadaan pandemi covid-19. Dari hasil tersebut mengidentifikasi bahwa LKS yang dikembangkan valid dan praktis untuk digunakan siswa.
Pengaruh Penerapan Model Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Koneksi Matematis ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis Siswa SMP Abdi Nursamsi; Hayatun Nufus; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.402 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i2.9653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penerapan model  contextual teaching and learning terhadap kemampuan koneksi matematis ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa SMP Negeri 03 Siak Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dangan desain yang digunakan adalah non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelasVIII SMP Negeri 03 Siak Hulu, dengan menggunakan purposive sampling, terpilihlah kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes dengan instrumen soal tes kemampuan awal matematis dan soal posttest kemampuan koneksi matematis serta teknik observasi dengan instrumen lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t dan uji ANOVA dua arah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dua hal, yaitu: (1) terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa antara siswa yang belajar menggunakan model contextual teaching and learning dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. (2) tidak terdapat interaksi antara model contextual teaching and learning dengan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa model contextual teaching and learning berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa SMP Negeri 03 Siak Hulu.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Berdasarkan Adversity Quotient (Daya Juang) Siswa SMP Yusi Dalti; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.065 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i2.9012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru yang belajar menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, apakah terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru yang memiliki daya juang tinggi, sedang, dan rendah, apakah terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis berdasarkan adversity quotient (daya juang) siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan desain The Randomized Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Pekanbaru tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, soal postest kemampuan koneksi matematis, angket adversity quotient (daya juang), dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memiliki daya juang tinggi, sedang dan rendah di SMP Negeri 20 Pekanbaru; 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan adversity quotient (daya juang) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa berdasarkan Self-Efficacy Siswa SMP/MTs Febri Ranti; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.656 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i1.9013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Ada atau tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran langsung.  2) Ada atau tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Group Investigation dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung jika berdasarkan self-efficacy tinggi, sedang dan rendah siswa. 3) Ada atau tidaknya pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan self-efficacy terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain penelitian The randomized posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluter random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester ganjil SMP Negeri 3 Tambang tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen dan VIII.6 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan peneliti uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran langsung; 2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Group Investigation dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung jika berdasarkan Self-Efficacy tinggi, sedang dan rendah siswa; dan 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan Self-Efficacy terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Learning Cycle 7E Ditinjau dari Self Efficacy Anggi Desi Rukmana; Erdawati Nurdin; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.237 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i1.12400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta di lapangan yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di Indonesia. Hal-hal yang dianggap mampu memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah siswa perlu dikaji. Diantaranya adalah model pembelajaran yang digunakan dan aspek afektif seperti self efficacy. Penelitian ini mengkaji pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan self efficacy. Metode penelitian yang digunakan adalah factorial experimental design. Populasi penelitian pada penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Siswa di kelas VIII.1 sebagai kelompok eksperimen, sebanyak 25 siswa dan kelas VIII.3 sebagai kelompok kontrol, berjumlah 31 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket self efficacy  dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan analisis data menggunakan anova dua jalur diperoleh : (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran model Learning Cycle 7E dengan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional , (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi, sedang, dan rendah, dan (3) tidak terdapat pengaruh interaksi penerapan model pembelajaran dengan self effiacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran matematika di sekolah.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Model Student Facilitator And Explaining (SFAE) pada Materi Matriks untuk Siswa SMA Vany Rova Febriannie; Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.25 KB) | DOI: 10.24014/juring.v4i2.11966

Abstract

Dalam rangka untuk mengembangkan dan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika  yang memenuhi kriteria valid, maka dilakukan penelitian berbasis model Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada materi matriks untuk siswa SMA. Perangkat pembelajaran ini terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan tes Penilaian Hasil Belajar (PHB). Jenis penelian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Dikarenakan keterbatasan waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk ke sekolah akibat covid-19, maka prosedur penelitian hanya dilakukan sampai tahap pengembangan (development). Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif, dengan instrumen penelitian berupa lembar validasi. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika model Student Fasilitator and Explaining (SFAE) pada materi matriks yang memperoleh kategori kelayakan sangat valid dengan  persentase validitas sebesar 91,19%. Hasil persentase validitas dapat dirinci sebagai berikut: (1) validitas silabus yaitu 92,85%, (2) validitas RPP yaitu 86,83%, (3) validitas LKS yaitu 90,64%, dan (4) validitas tes PHB yaitu 94,44%, sehingga dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis model Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada materi matriks yang telah dikembangkan oleh peneliti dinyatakan valid dan dapat dilanjutkan ke tahap praktikalitas dan efektifitas.