cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS" : 8 Documents clear
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon kauderni) PADA MIKROHABITAT YANG BERBEDA Rahman, Samsu Adi; Safir, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2462

Abstract

Ikan capungan banggai (Pterapogon kauderni) dikenal sebagai Banggai cardinal fish (BCF) merupakan ikan endemik perairan kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Tingginya jumlah ikan P.kauderni yang diperdagangkan menyebabkan kelestarian ikan ini terancam punah. Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah mengoptimalkan kegiatan budidayanya. Penggunaan mikrohabitat yang sesuai dalam pemeliharaan ikan BCF akan memberikan performa pertumbuhan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis mikrohabitat terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan P. kauderni pada media pembesaran. Jevenil ikan P. kauderni (bobot 0.42±0.5 g, dan panjang 1.5±0.3 cm) merupakan hasil tangkapan dari alam. Sebanyak delapan ekor ikan dipelihara dalam setiap kerambah jaring apung yang telah diberi masing-masing dua pieces mikrohabitat (bulubabi, anemon, karang). Hal yang sama untuk perlakuan kontrol namun tanpa mikrohabitat. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa dan kelangsungan hidup antar perlakuan mikrohabitat tidak berbeda secara signifikan (P>0.05), namun lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0.05). Mikrohabitat yang terbaik untuk pembesaran ikan P. kauderni adalah jenis bulubabi (Deademasitosum). Ikan capungan banggai (Pterapogon kauderni) dikenal sebagai Banggai cardinal fish (BCF) merupakan ikan endemik perairan kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Tingginya jumlah ikan P.kauderni yang diperdagangkan menyebabkan kelestarian ikan ini terancam punah. Salah satu upaya dalammengatasi masalah tersebut adalah mengoptimalkan kegiatan budidayanya. Penggunaan mikrohabitat yangsesuai dalam pemeliharaan ikan BCF akan memberikan performa pertumbuhan yang lebih baik. Tujuan daripenelitian ini adalah menentukan jenis mikrohabitat terbaik dalam mendukung pertumbuhan dankelangsungan hidup ikan P. kauderni pada media pembesaran. Jevenil ikan P. kauderni (bobot 0.42±0.5 g,dan panjang 1.5±0.3 cm) merupakan hasil tangkapan dari alam. Sebanyak delapan ekor ikan dipelihara dalamsetiap kerambah jaring apung yang telah diberi masing-masing dua pieces mikrohabitat (bulubabi, anemon,karang). Hal yang sama untuk perlakuan kontrol namun tanpa mikrohabitat. Setiap perlakuan diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa dan kelangsungan hidup antarperlakuan mikrohabitat tidak berbeda secara signifikan (P>0.05), namun lebih tinggi dibandingkan kontrol(P<0.05). Mikrohabitat yang terbaik untuk pembesaran ikan P. kauderni adalah jenis bulubabi (Deademasitosum).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Basir, Buana; Nursyahran, Nursyahran
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2466

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan selama 40 hari, menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan A sebagai kontrol tanpa penggunaan daun kelor (0%). Perlakuan B dengan penggunaan daun kelor sebesar 10%. Perlakuan C dengan penggunaan daun kelor sebesar 15 %, dan perlakuan D dengan penggunaan daun kelor sebesar 20%. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pada pakan sebesar 20% (perlakuan D) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi pada ikan nila (Oreochromis niloticus), dengan nilai sintasan tertinggi pada penggunaan tepung daun kelor sebesar 15 % (perlakuan C). Penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pada pakan efektif meningkatkan bobot pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis 20% di dalam pakan.
SUPLEMENTASI HORMON 17-α Methyltestosterone PADA PAKAN DALAM MENINGKATKAN PERSENTASE JANTAN IKAN NILA MERAH Oreochromis sp. Safir, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2467

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis indonesia. Pemeliharaan ikan nila relatif mudah namun untuk mencapai ukuran tertentu relatif sulit untuk dicapai karena ikan nila cepat mengalami matang gonad. Hal ini berdampak pada pertumbuhan yang lambat. Upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan seks reversal melalui metode oral. Penelitian ini mengaplikasikan empat perlakuan termasuk kontrol. Perlakuan yang diujikan adalah lama waktu pemberian pakan (0;14;21 dan 28 hari) yang diberi hormon 17α- Methyltestosterone (17α-MT) dengan dosis 30 mg/kg pakan. Kepadatan setiap ulangan adalah 45 ekor/akuarium. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa, tingkat konsumsi pakan tidak berbeda secara signifikan (P>0.05). Kelangsungan hidup tertinggi terjadi pada perlakuan lama pemberian 28 hari. Rasio jantan tidak berbeda nyata (P>0.05) antar semua perlakuan 17α-Methyltestosterone namun lebih tinggi dari kontrol (P<0.05). Persentase jantan yang lebih tinggi dapat diperoleh dengan pengaplikasian MT melalui pakan dengan lama waktu pemberian 28 hari. 
PEMANFAATAN LAHAN TERLANTAR BEKAS GALIAN BATU MERAH UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA SISTEM KARAMBA JARING TANCAP (Studi Kasus Desa Gentungang, Kabupaten Gowa) Sambu, Abdul Haris; Nur, Muh.
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2468

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gentungan,Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia selama lima bulan yaitu dari bulan Maret sampai bulan Juli 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui kelayakan kualitas air selama pemeliharaan, (2) menganalisis laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup, dan (3) menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan pada lahan bekas galian batu merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode keramba jaring tancap yang berukuran 4.0 x 3.0 x 1.5 meter, dengan kepadatan rata-rata 20 ekor permeter. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) hasil pengukuran kualitas air selama pemeliharaan berlangsung masih dalam batas kelayakan seperti disajikan pada Tabel 1, (2) hasil analisis pertumbuhan diperoleh rata-rata 184 gram selama 160 hari pemeliharaan dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 92,4%,.dan (3) hasil analisis kelaya-kan usaha layak dengan nilai benefit cost ratio sebesar 1:1.3.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI, LAMBUNG DAN USUS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) YANG TERINFESTASI CACING ENDOPARASIT Diba, Dewi Farah; Rahman, Wildan Erfandi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2469

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  mengetahui gambaran kerusakan  jaringan hati, lambung,  dan  usus  ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang terinfestasi cacing endoparasit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan di Laboratorium Histologi Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Sebanyak 30 ekor ikan cakalang yang berasal dari TPI Paotere digunakan sebagai sampel penelitian, ikan kemudian dibedah untuk diambil bagian dalam organ tubuhnya yang terinfestasi cacing endoparasit kemudian difiksasi dan dibuat preparat slide histopatalogisnya dengan prosedur mikroteknik dan pewarnaan hematoksilin-eosin untuk diamati di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infestasi cacing endoparasit pada tubuh ikan cakalang dapat berakibat pada kerusakan jaringan tubuh berupa peradangan, hemorhagi, dan kongesti.
HUBUNGAN INDIVIDUAL CAPABILITY DAN INDIVIDUAL MOTIVATION MASYARAKAT PESISIR DENGAN PENINGKATAN DAYA SAING RUMPUT LAUT DI KABUPATEN BANTAENG Akbar, Akbar
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2470

Abstract

Membangun individual capability dan individual motivation yang baik diharapkan menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing rumput laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan individual capability dan individual motivation dengan peningkatan daya saing rumput laut. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan adalah survei melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi serta penelusuran kepustakaan. Sampel ditentukan secara acak stratifikasi dari jumlah petani rumput laut yang ada di Kecamatan Pa’jukukang. Data dianalisis dengan statistik deskriftif, yaitu scoring rating dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Individual Capability dan Individual motivation secara simultan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 atau nilai koefisien korelasi sebesar 0,696 yang berarti bahwa hubungan diantara dua variabel berada pada kategori cukup kuat. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik keadaan individual capability dan individual motivation petani maka daya saing rumput laut juga akan semakin meningkat. Secara parsiap hubungan antara Individual capabilitry dan daya saing rumput laut adalah 0,261, sedangkan individual motivation dan daya saing rumput laut adalah 0.404.
PENGARUH DOSIS TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis tepung rumput laut Kappaphycus alvarezii yang sesuai untuk pertumbuhan dan sintasan udang windu Penaus monodon. Hewan Uji yang di gunakan dalam penelitian ini adalah udang windu fase juvenil dengan bobot 5 ± 2.80 g, ditebar dengan kepadatan 10 ekor per wadah. Perlakuan yang diberikan adalah  A) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 10,0%; B) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 17,5%; C) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 25,0%; D) Pakan kontrol tanpa  rumput laut K. alvarezii. Penelitian didesain menggunakan Rencangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan dosis tepung rumput laut  K. alvarezii dalam pakan udang memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan udang windu. Dosis tepung rumput laut 17.5% menunjukan nilai pertumbuhan mutlak sebesar 49,7% dan sintasan sebesar 73% .
OPTIMASI PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Anwar, Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap daya tetas telur dan sintasan larva ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan peubah yang diamati adalah daya tetas telur dan survival rate. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A = (0 mg /kg Vitamin C pada pakan), perlakuan B = (1000 mg/kg Vitamin C pada pakan), perlakuan C = (1200 mg / kg Vitamin C pada pakan), perlakuan D = (1400 mg /kg Vitamin C pada pakan).  Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan bahwa pemberian vitamin C mg/kg pakan memberikan pengaruh sangat nyata (p ˂ 0.05) terhadap daya tetas telur dan sintasan larva. Penambahan vitamin C 1200 mg/kg pakan adalah perlakuan yang terbaik dengan menghasilkan presentase daya tetas telur 74% serta lama waktu ketahanan hidup larva 96% dalam 7 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 8