cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan menggunakan metode eksperimen di lahan sawah beririgasi bekas per tanaman padi BP3K Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka dari bulan Maret - Juni 2015 dengan ketinggian tempat 120 meter. Tujuan percobaan adalah mengkaji penampilan pertumbuhan dan hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman TerpaduRancangan yang digunakan adalah rancangan split plot design yang terdiri : Petak Utama Pendekatan Teknologi (P), yaitu Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu (p0) dan Pengelolaan Tanaman Terpadu (p1 ). Anak petak beberapa kultivar, yaitu Kultivar Lamuru (k1), Kultivar Sukmaraga (k2), dan Kultivar Gumarang (k3). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji F (sidik ragam). Jika F hitung perlakuan berbeda  nyata  maka  dilanjutkan  dengan  uji beda nyata terkecil (BNT) pada nyata 5%.                 Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa beberapa kultivar dan Pendekatan Teknologi memberikan pengaruh yang berbeda nyata, terhadap komponen pertumbuhan. Pengelolaan tanaman terpadu dapat meningkatkan panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol,bobot biji pertongkol dan bobot pipilan kering.Kata kunci : pertumbuhan, hasil, jagung komposit, PTT.
Pengaruh Nisbah C/N Campuran Feses Itik Dan Serbuk Gergaji (Albizzia falcata) Terhadap Biomassa Cacing Tanah Lumbricuss rubellus Oki Imanudin; Tb Benito A. Kurnani; Siti Wahyuni
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh nisbah C/N campuran feses itik dan serbuk gergaji (Albizzia falcata) sisa proses pembuatan pupuk organik cair terhadap biomassa cacing tanah  Lumbricus rubellus. Metode yang digunakan dalampenelitianiniadalahmetodeeksperimen di laboratoriumdenganmenggunakanRancanganAcakLengkapmenggunakan5perlakuan, yaitu T1= nisbah C/N 15, T2 = nisbah C/N 20, T3= nisbah C/N 25, T4= nisbah C/N 30 dan T5 = nisbah C/N 35dengan4 kali ulangan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran feses itik dan serbuk gergaji denganberbagainisbah C/N berpengaruh nyata terhadap biomassa cacing tanah lumbricus rubellus. Perlakuan C/N 25menghasilkankandungan rata-rata biomassa cacing tanahtertinggiyaitusebesar127 gram.Kata kunci : nisbah C/N, feses itik, serbuk gergaji, cacing tanah lumbricus rubellus.
Analisis Nilai Tambah Usaha Penyulingan Minyak Daun Cengkeh (Suatu Kasus di Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) jaka sulaksana
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Deskripsi usaha penyulingan minyak daun cengkeh. (2) Nilai tambah usaha penyulingan minyak daun cengkeh dengan menggunakan rumus nilai tambah metode Hayami. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Teknik Penentuan responden menggunakan metode sensus dan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Berdasarkan hasil penelitian diketahui :Usaha Penyulingan minyak daun cengkeh adalah salah satu jenis minyak atsiri yang dapat dihasilkan dari tanaman cengkeh yang diperoleh melalui proses distilasi atau proses penyulingan daun cengkeh kering. Usaha ini relatif tidak memerlukan modal yang besar. Bahan baku utama untuk menghasilkan minyak daun cengkeh adalah daun cengkeh kering. Daun cengkeh kering relatif mudah diperoleh pada musim kemarau karena perkebunan cengkeh di wilayah Majalengka dan sekitarnya cukup banyak.Nilai tambah yang dihasilkan dari dua jenis perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh memiliki nilai tambah yang berbeda yaitu Rp 19.142,0 untuk perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Panyindangan Kecamatan Banjaran, Rp 23.984,00 untuk perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Sukasari kidul Kecamatan Argapura kabupaten Majalengka. Dari kedua jenis perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh tersebut, nilai tambah terbesar adalah perusahaan penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Desa Sukasari Kidul Kecamata Argapura Kabupaten Majalengka. Hal ini dikarenakan nilai produksi yang tinggi serta bahan baku dan pendukung yang digunakan lebih banyak, sehingga nilai tambah menjadi lebih besar.Kata kunci: Penyulingan, DaunCengkeh, Nilai Tambah
Pola Dan Perilaku Konsumsi Pangan Asal Ternak Pada Rumah Tangga Peternak Sapi Perah Di Jawa Tengah Lili Adam Yuliandri
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah.Penelitian dilakukan padabulan Nopember 2014 sampai bulan Desember 2014 dengan metode  survai melibatkan responden sebanyak 97 peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga dan Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah mengalokasikan 9,44% pendapatannya untuk pengeluaran pangan asal ternak. Pola konsumsi pangan asal ternak rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah adalah pola konsumsi pangan telur dengan persentase kontribusi konsumsi telur sebesar 48,83%, 28,56% konsumsi daging dan 22,62% konsumsi susu.Perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah masih rendah yang berarti bahwa frekuensi konsumsi antara 8-15 kali/ bulan. Hasil Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pendidikan ibu rumah tangga, usia ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,01). Pendidikan ibu rumah tangga dan pendapatan rumah tangga berperan dalam meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak  pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05), sedangkan  jumlah anggota rumah tangga dapat menurunkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05). Untuk meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah dapat dilakukan dengan menigkatkan produktivitas tenaga kerja keluarga dan meningkatkan curahan jam kerja terhadap usaha sapi perah, diversifikasi usaha produk susu, menaikkan harga jual susu di koperasi,kegiatan pendidiksan, pelatihan dan penyuluhan mengenai pentingnya mengkonsumsi pangan hewani asal ternak.(Kata kunci :Pola Konsumsi, Perilaku Konsumsi, Pangan Asal Ternak)
Hubungan Pembinaan Penyuluh Pertanian Dengan Peningkatan Kemampuan Kelompok Tani Dinar Dinar
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pembinaan Penyuluh Pertanian yaitu pendekatan penyuluhan dengan memadukan antara pelatihan bagi penyuluh sebagai upaya peningkatan kemampuan penyuluh dalam melaksanakan tugasnya, yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kepada petani/kelompok tani yang dilakukan secara terjadwal. Peningkatan Kemampuan Kelompok tani yaitu kapasitas /kompetensi yang dimiliki kelompok tani dalam menjalankan fungsi dan peran kelembagaannya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi dalam mengembangkan usahatani yang berbasis agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan merencanakan kegiatan, (2) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan mengorganisasikan kegiatan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan melaksanakan kegiatan, (4) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan kegiatan, (5) Untuk mengetahui hubungan antara pembinaan penyuluh pertanian dengan kemampuan mengembangkan kepemimpinan kegiatan. Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Si Lebak dan Kelompok tani Si Kerta Desa Panongan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, pada bulan Agustus s/d September 2015. Teknik penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif metode sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan berpedoman pada kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Tidak terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan merencanakan kegiatan, (2) Tidak terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan mengorganisasikan kegiatan, (3) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan melaksanakan kegiatan, (4) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan kegiatan, (5) Terdapat hubungan nyata antara pembinaan penyuluh pertanian dengan peningkatan kemampuan mengembangkan kepemimpinan kegiatan. Kata kunci :Pembinaan, Penyuluhan, dan Kemampuan Kelompok Tani
Pengaruh Kombinasi Pemupukan NPK (14:14:17), dan Mineral Pembenah Tanah, Terhadap Pertumbuhandan Hasil Tanamantembakau (Nicotianatabacum L.) Kultivar sano. Merry Antralina
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk NPK (14:14:17) dan mineral  pembenah  tanah terhadap  pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau (Nicotianatabacum L.) kultivar Sano telah dilaksanakan di Kebun Penelitian  Faperta UNIBBA  Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan ketinggian tempat 580 meter di atas permukaan laut, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan .Perlakuan terdiri dari : A = 16 g/tan  NPK Berlian, B = 16 g/tan NPK + 6 g/tan Azomite,  C =  16 g/tan NPK + 4 g/tan Azomite,  D =  16 g/tan NPK + 16 g/tan Zeolit,  E =  16 g/tan NPK + 12 g/tan Zeolit, F =  11,2 g/tan NPK  + 6 g/tan Azomite, G. = 11,2 g/tan NPK + 4 g/tan Azomite, H =  11,2 g/tan NPK + 16 g/tan Zeolite, dan I =  11,2 g/tan NPK + 12 g/tan Zeolit . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemupukan 11,2 g/tan NPK + 6 g/tan  Azomite  memberikan pengaruh lebih baik terhadap  tinggi batang,  jumlah daun, dan bobot kering akar, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tanaman (bobot krosok). Kata kunci : Zeolit, Azomite, Pupuk NPK , Tembakau. 
Pendapatan Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Penerapan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Sr Ayu Andayani; Sanira Sanira
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : Bagaimana penerapan teknologi sebelum dan setelah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada usahatani padi  sawah, Berapa besar pendapatan usahatani padi sawah sebelum dan setelah menerapkan  Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wangunharja Kecamatan Jambang Kabupaten Cirebon dengan mengunakan metode survey. Unit analisisnya adalah petani padi sawah peserta Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Variabel-variabel yang diamati pada penelitian yaitu tingkat penerapan teknologi  PTT, pendapatan usahatani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan : 1. Tingkat penerapan teknologi : varitas unggul baru, benih bermutu dan berlabel, pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, penggunaan bibit muda (21hari), bibit ditanam 1-3 batang per rumpun, penyiangan dengan landak/gasrok, pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah, pemberian bahan organik, pengairan berselang, pengendalian OPT dengan pendekatan PHT dan panen tepat waktu serta gabah segera dirontok pada Pengolahan Tanaman Terpadu (PTT) untuk petani yang menerapkan Teknologi PTT adalah sudah dilaksanakan dan menunjukan adanya peningkatan. 2. Rata-rata pendapatan petani padi sawah perluas lahan responden yang  menerapkan PTT adalah sebesar Rp. 11.042.763, dan yang tidak menerapkan PTT sebesar Rp. 10.479.000,-.Kata Kunci: Pendapatan usahatani, Pengelolaan Tanaman Terpadu
Performa Domba Lokal Betina Dewasa Pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan Dan Potensi Hijauan Di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka Rachmat Somanjaya
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe reseach about “Local Ewes Performance at Various Variation of Length Grazing and Potential Forage in Rentang Irigation Areaof Kabupaten Majalengka” was conducted from March 25th to July 30th 2015. This research was held to measure the optimum grazing duration on  local ewes performance, and measure the potential and carrying capacity of forage as feed for local sheep grazing in Rentang Irigation Range of Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.  local ewes sample in this reseach are 62 and they were spread on grazing variation<4 hours are 19, 4-6 hours are 21, and>6hours are 22. The research method used was a survey to farmer sand direct observation of thelocal ewes. Data were analyzed descriptively, todetermine differences inthe average performance of sheep tested with Analisys of Varian (ANOVA one way) and followed by Duncan's multiple rangetest. Furthermore, to determinethe potential offorage, dotiling (protected squaremeters) and the proximate analysis. The results showed that grazing > 6 hoursis along grazing optimum, evidenced bythe parent's performance overallis betterthan other long grazing. Irrigation Range area has a good potential in the supply forage foranimal feed. The total area ofpotentialin the forage supplyis230,459.08m2andable to provideas much grass field 1229.12 tons Dry Matter Digestible/year. The field grass productionis able to accommodate 7,547sheep. Quality of grass fieldis also quite good with acrude protein and TD Nheramounted to11.30and66.26%Key words      : Localsheep, length grazing, Performance of Production, andPotentialForage
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Inpari 30 Pada Sistem Tanam Berbeda dan Pemberian Macam Dosis Pupuk Anorganik Dadan Ramdani Nugraha; Acep Atma Wijaya
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi sistem tanam dan dosis pupuk anorganik, pengaruh mandiri perlakuan sistem tanam, dan pengaruh mandiri pemberian dosis pupuk anorganik yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor ke-1 sistem tanam (T), terdiri dua taraf t1 = sistem tanam legowo 2:1 dan t2 = sistem tanam tegel. Faktor ke-2 dosis pupuk anorganik p1 = Dosis 200 kg Urea/ hektar + 100 kg NPK/ hektar, p2 = Dosis 250 kg Urea/ hektar + 150 kg NPK/ hektar, dan p3 = Dosis 300 kg Urea/ hektar + 200 kg NPK/ hektar. Hasil penelitian menujukkan interaksi perlakuan sistem tanam dan dosis pupuk anorganik terjadi pada variable volume akar, panjang malai, dan bobot ubinan. Sistem tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Efek mandiri Perlakuan dosis pupuk anorganik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variable yang diamati.Kata Kunci: Sistem tanam, Pupuk Anorganik, Padi.
Efek Pemupukan N Dan Defoliasi Terhadap Komponen Pertumbuhan Dan Hasil Jagung (Zea Mays L.) Kultivar Makmur I PadaSistem Tanam Single Row Adi Oksifa Rahma Harti
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk nitrogen (N) dengan perlakuan defoliasi terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.)Kultivar Makmur I. Metode penelitian  dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan empat ulangan. Faktor I adalah pemberian pupuk N, terdiri dari 2 taraf : n1 (pemberian dosis pupuk 350 kg/ha Urea) dan n2 (pemberian dosis pupuk 450 kg/ha Urea), faktor II adalah defoliasi, terdiri dari 3 taraf : d0 (tanpa defoliasi), d1 (defoliasi dengan memotong 3 helai daun bawah), dan d2 (defoliasi dengan memotong 4 helai daun bawah).Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan pemupukan N dan defoliasi terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil jagung (Zea Mays L.).Perlakuan pemberian dosis pupuk 350 kg/ha Urea lebih memberikan pengaruh daripada pemberian dosis pupuk 450 kg/ha Urea.Perlakuan defoliasi pada pemotongan empat daun menunjukkan nilai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan defoliasi pada pemotongan tiga daun dan tanpa defoliasi.Kata kunci : Pemupukan, Defoliasi, Kultivar

Page 1 of 1 | Total Record : 10