cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 2 (2010)" : 6 Documents clear
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) DENGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT GOM ARAB (Gummi Acaciae) Triastuti, Asih; Irianti, Rischi Dwi; Chabib, Lutfi
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.367 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Gambir merupakan salah satu tanaman obat yang biasa digunakan untuk menyirih, yang mempunyai manfaat untuk kesehatan mulut dan gigi. Gambir ini memiliki khasiat sebagai obat pelega tenggorokan, obat sakit perut, sakit gigi, dan dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ekstrak gambir  menjadi sediaan obat dalam bentuk tablet hisap. Dalam tablet hisap ini digunakan variasi bahan pengikat gom arab untuk mendapatkan konsentrasi bahan pengikat yang dapat menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Ekstrak gambir diperoleh dengan metode maserasi, dengan pelarut etanol 80%. Tablet diformulasi dengan konsentrasi bahan pengikat gom arab 10%, 17,5% dan 25% menggunakan metode kempa langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gom arab dapat memperkecil variasi keseragaman bobot, meningkatkan kekerasan, menurunkan % kerapuhan, dan meningkatkan waktu larut tablet hisap. Ketiga tablet memiliki sifat fisik tablet yang baik. Tablet hisap formula 3 yang paling bisa diterima oleh responden baik dari segi warna, rasa, dan waktu larutnya. 
AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI n-HEKSANA : KLOROFORM DARI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG MANGROVE (Rhizopora mucronata) PADA SEL KANKER MYELOMA Harwoko, Harwoko; Utami, Esti Dyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.562 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Tanaman mangrove telah lama digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat untuk terapi penyakit gastroenteritis dan antikanker. Rhizopora mucronata termasuk satu jenis mangrove yang belum banyak diteliti potensinya sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi n-heksana: kloroform dari ekstrak metanol kulit batang Rhizopora mucronata pada sel Myeloma. Serbuk kulit batang R. mucronata diekstraksi dengan metanol dengan cara maserasi kemudian ekstrak metanol dipartisi berturut-turut dengan kloroform, etil asetat, dan metanol. Fraksi kloroform kemudian difraksinasi dengan campuran n-heksan dan kloroform (3 : 2) dan dilakukan diuji sitotoksisitas pada sel myeloma dengan metode MTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana : kloroform dari ekstrak metanol kulit batang Rhizopora mucronata bersifat sitotoksik pada sel myeloma dengan nilai IC50 sebesar 15 µg/mL dan hasil uji kualitatif fraksi tersebut mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOLIK RIMPANG JAHE MERAH TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Yuswanto, Agustinus; Sudarsono, Sudarsono; Bintari, YS
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.569 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan pada kondisi individu yang berada pada kondisi tidak nyaman; misalnya sakit kepala, diare, kembung, demam, batuk, dan masuk angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak zat pedas rimpang jahe merah dalam kaitannya dengan peningkatan aktivitas fagositosis makrofag. Metode penelitian dilakukan sesuai dengan metode yang pernah dilakukan oleh Leijh dkk. (1986) yaitu dengan lateks beads. Efek ekstrak zat pedas rimpang  jahe merah 10 mg/kgBB, 25 mg/ kgBB, dan 100 mg/kgBB dilihat terhadap jumlah lateks yang difagositosis makrofag. Perlakuan dilakukan selama 20 hari. Pada hari ke-15, mencit diinfeksi dengan Listeria monocytogenes. Data dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov, dan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB, dengan perbandingan kadar relatif bercak zat pedas 1 dan bercak zat pedas 2 sebesar 6,8:1, kadar fenolik total 3,27% b/b EAG (Ekuivalen Asam Galat), dan IC50 14,57 mg/mL, berefek pada peningkatan aktivitas makrofag. Peningkatan fagositosis makrofag ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB sebanding dengan ekstrak Echinacea dan levamisol.
FORMULASI KRIM MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val & Zijp): UJI SIFAT FISIK DAN DAYA ANTIJAMUR TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO Indrayudha, Peni; Sukmawati, Anita; Rahmawati, Dewi
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.423 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Minyak atsiri rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val & Zijp) berkhasiat sebagai antijamur terhadap Candida albicans dengan kadar hambat minimal (KHM) 0,25% v/v. Sifat minyak atsiri yang mudah menguap menyebabkan daya melekat pada kulit kurang optimal, sehingga perlu diformulasi dalam bentuk krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi krim A/M dan M/A minyak atsiri rimpang temu giring terhadap sifat fisik dan daya antijamur terhadap Candida albicans. Minyak atsiri diperoleh dengan destilasi uap dan air (water and steam destillation). Krim dibuat dalam 2 tipe yaitu minyak dalam air (M/A) dan air dalam minyak (A/M) dengan konsentrasi minyak atsiri 10%. krim diuji sifat fisik (viskositas, daya menyebar, kemampuan proteksi, daya melekat, pH), dan uji daya antijamur terhadap Candida albicans secara in vitro. Pengamatan terhadap daya hambat jamur dilakukan setelah diinkubasi selama 48 jam dan diukur diameter zona hambatannya. Analisis data dengan anava satu jalan dilanjutkan uji t-LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim minyak atsiri rimpang temu giring tipe A/M memiliki viskositas lebih besar daripada tipe M/A. Daya menyebar dan daya proteksi krim M/A lebih baik daripada krim A/M. Daya melekat krim A/M lebih lama daripada krim M/A. Krim M/A dan A/M memiliki pH 6-7. Krim minyak atsiri rimpang temu giring M/A memiliki daya antijamur terhadap Candida albicans yang lebih baik daripada krim A/M, dengan diameter zona hambatan secara berturut-turut 1,84±0,071 cm dan 1,70±0,074 cm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN KANDUNGAN ANTOSIANIN TOTAL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) Kusmita, Lia; Wulansari, Endang Dwi; Supiyanti, Wiwin
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.473 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Buah manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik). Kulit buah manggis berwarna ungu kehitaman. Diduga kulit buah manggis mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis dan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis. Obyek penelitian adalah kulit buah manggis yang sudah layak untuk dikonsumsi. Kulit buah manggis dihaluskan kemudian direndam dengan pelarut metanol yang mengandung HCl 1%. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis menggunakan metode perbedaan pH. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis meliputi uji aktivitas antioksidan secara kualitatif berupa lempeng KLT ekstrak kulit buah manggis disemprotkan penampak bercak DPPH 0,1 mM menghasilkan bercak kuning pucat dengan latar belakang ungu. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif berdasarkan parameter EC50 menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Diperoleh nilai EC50 sebesar 8,5539 μg/mL dan nilai EC50 vitamin C adalah 3,3676 μg/mL. Rata-rata kandungan antosianin total dalam kulit buah manggis adalah 59,3 mg dalam 100 gram kulit buah manggis. 
KANDUNGAN ASAM ASKORBAT PADA KULTUR KALUS ROSELA (hibiscus sabdariffa L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SUKROSA DALAM MEDIA MS Nurchayati, Yulita; Afiah R, Fathiyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.858 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Asam askorbat merupakan salah satu antioksidan yang dijumpai dalam kelopak bunga rosela. Produksinya secara konvensional memerlukan waktu dn lahan yang luas, sehingga diperlukan metode alternatif menggunakan pembentukan kalus secara in vitro.  Sukrosa  berperan sebagai sumber karbon utama dalam medium MS, slain itu dapat berperan sebagai prazat pembentukan asam askorbat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sukrosa dalam pembentukan kalus dan produksi asam askorbat.  Perlakuan yang diberikan adalah beberapa konsentrasi sukrosa yaitu 20 g/L, 30 g/L, 40 g/L dan 50 g/L dalam medium kultur.  Kultur diinkubasi selama 42 hari dengan subkultur 2 kali setiap 10 hari sekali. Analisis kandungan asam askorbat dilakukan dengan metode titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalus terbentuk paling cepat pada penambahan sukrosa 20 g/L sedangkan kandungan asam askorbat tertinggi diperoleh pada kalus dengan penambahan sukrosa 50 g/ L.

Page 1 of 1 | Total Record : 6