cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PEMANFAATAN HANDOUT Apriandi, Davi
JIPM Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada matakuliah nilai awal dan syarat batas.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas VII-F tahun akademik 2012/2013 di IKIP PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan lembar observasi keaktifan belajar. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis dengan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada matakuliah nilai awal dan syarat batas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata persentase keaktifan belajar mahasiswa berdasarkan hasil observasi, yaitu pada siklus I sebesar 59,51%, siklus II sebesar 66,10%, siklus III sebesar 70,37% dan siklus IV sebesar 78,17%.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, pemanfaatan handout, keaktifan belajar
PROFIL KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X DALAM MENYELESAIKAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PENERAPAN SIFAT-SIFAT EKSPONEN DAN LOGARITMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Prastiyowati, Lenny; Gembong, Sardulo; Darmadi, Darmadi
JIPM Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan sifat-sifat eksponen dan logaritma pada siswa SMA ditinjau dari kemampuan awal, yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaia masalah, melaksanakan penyelesaian masalah, dan memeriksa kembali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas X SMA N 1 Kawedanan yaitu dua siswa dengan kemampuan awal tinggi, dua siswa dengan kemampuan awal sedang dan dua siswa dengan kemampuan awal rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan profil kemampuan pemahaman siswa dengan kemampuan awal tinggi : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, dan menjelaskan dengan baik namun hanya mampu menggunakan proses pemahaman membandingkan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun dalam kemampuan menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan dengan cukup. Siswa dengan kemampuan awal sedang : memiliki kemampuan pemahaman dalam proses pemahaman menafsirkan, mengklasifikasikan dan merangkum dengan baik namun kemampuan siswa dalam menggunakan proses pemahaman mencontohkan, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan adalah kurang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TAPPS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SDN DI KECAMATAN KALITIDU BOJONEGORO Rohman, Nur
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi - eksperimen dengan desain faktorial 3x3 . Populasi penelitian adalah semua siswa di kelas V semester I Sekolah Dasar Negara 2013/2014 di Kabupaten Kecamatan Kalitidu Bojonegoro . Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling . Data penelitian diuji dengan menggunakan uji statistik uji normalitas dengan rumus dan homogenitas uji Lilliefors dengan rumus Bartlett dengan α = 0,05 . Data sekolah nilai ujian akhir yang terkena menyeimbangkan uji dengan menggunakan analisis satu arah varians dengan sel yang tidak sama . Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis dua arah varians dengan sel yang tidak sama . Teknik analisis data yang digunakan analisis dua arah tidak seimbang varian . Hasil penelitian adalah: ( 1 ) Tapps belajar dan pembelajaran Ekspositori memiliki prestasi matematika persamaan garis lurus lebih baik daripada STAD , berarti sementara pembelajaran Ekspositori memiliki prestasi matematika persamaan garis lurus yang sama seperti belajar Tapps , ( 2 ) Dalam setiap kelompok belajar gaya ( visual, auditori , kinestetik ) , adalah sama prestasi matematika persamaan garis lurus , ( 3 ) Dalam setiap gaya belajar kelompok , belajar Tapps dan pembelajaran Ekspositori untuk mempengaruhi prestasi matematika persamaan garis lurus lebih baik dari STAD dan Tapps belajar untuk mempengaruhi prestasi matematika sama dengan pembelajaran Ekspositori .Kata kunci : STAD , Tapps , Ekspositoris , Gaya Belajar
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT SISWA KELAS VII MTs NEGERI KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2013/2014 Isari, Sri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibanding dengan metode Guided Note Taking (Catatan terbimbing), (2) adakah perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan yang menggunakan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs Negeri Kota Madiun. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan kelas yang dipilih adalah siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan siswa kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika dan dokumentasi untuk data pendukung. Analisa data yang digunakan adalah uji keseimbangan dengan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai t hitung = 2,864 dan nilai t tabel = 1,645. Sehingga  t hitung > t tabel maka H0 ditolak atau H1 diterima, artinya metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan Terbimbing). Dapat dilihat pula dari nilai rata-rata kelas tes prestasi belajar. Kelas eksperimen memperoleh nilai     rata-rata 74,69 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 67,33. Ini berarti, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan metode pembelejaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing).Kata Kunci: Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS), Metode Pembelajaran Guided Note taking (Catatan Terbimbing), Prestasi Belajar Matematika.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DAN GI (GROUP INVESTIGATION) PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KONSEP DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA MADIUN Setyansah, Reza Kusuma; Budiyono, Budiyono; Sutrima, Sutrima
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh masing-masing kategori model pembelajaran, konsep diri dan interaksinya terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok persamaan garis lurus.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 X 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Madiun semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 274 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal, tes prestasi belajar matematika, dan tes konsep diri siswa. Uji coba instrumen meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan Lilliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan metode Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. (2) prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat, prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat dan prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah. (3) pada model pembelajaran kooperatif tipe TAI, GI dan konvensional prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat, prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat dan prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya dengan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah. (4) pada siswa dengan konsep diri kuat, sedang dan lemah model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: TAI, GI, Konvensional, Konsep Diri dan Prestasi Belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN MENGGUNAKAN “ACTIVE PRESENTER” TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH KOMPUTER DASAR MAHASISWA Setyansah, Reza Kusuma
JIPM Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang kurangnya hasil belajar pada mata kuliah komputer dasar disebabkan kurangnya pemahaman konsep pemograman oleh mahasiswa. Dosen hanya menggunakan model pembelajaran langsung pada saat kegiatan belajar mengajar. Untuk itu dalam penelitian ini penulis memilih model pembelajaran advance organizer dengan active presenter yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbedaan hasil belajar mahasiswa dan efetivitas model pembelajaran advance organizer dengan active presenter dalam kegiatan belajar mengajar mahasiswa kelas program studi pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas I semeter gasal yang berjumlah 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas yaitu kelas IA dan IB yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan atas menggunakan metode tes dan dokumentasi. Teknik analisis dan menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis menggunakan uji t.Dari analisis data diperoleh t hitung = 1,685 dan t tabel = 1,645. Karena t maka dinyatakan H0 hitung ditolak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar matematika mahasiswa menggunakan model pembelajaran advance organizer dengan active presenter lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran langsung pada mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun akademik 2013/2014. Kata Kunci: Model Pembelajaran Advance Organizer, Active Presenter, modelpembelajaran langsung, dan hasil belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DENGAN TANPA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VII SMP N 2 WUNGU Andari, Tri; Pambudi, Agung Prastyo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih efektif dari pada Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika. (2) Apakah siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada kecerdasan emosional sedang dan kecerdasan emosional sedang lebih baik dari pada kecerdasan emosional rendah terhadap prestasi belajar matematika. (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih baik dari pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika pada siswa yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi, sedang maupun rendah. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Fobs=2,42<Ftabel=4,052, Ada perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga dengan Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu semester genap tahun pelajaran 2014/2015. (2) Fobs=19,86>Ftabel=3,165, Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang, siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang sama dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yamg memiliki kecerdasan emosional rendah. (3) Fobs=3,28>Ftabel=3,165, Ada interaksi antara pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw menggunakan alat peraga dan model pembelajaran jigsaw tanpa menggunakan alat peraga ditinjau dari kecerdasan emosional siswa tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif Tipe Jigsaw, Alat Peraga, Kecerdasan Emosional.
PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERBIMBING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MATA KULIAH TEORI GRAF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Setyansah, Reza Kusuma; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perkembangan aktivitas belajar mahasiswa berdasarkan pengembangan penggunaan media pembelajaran interaktif berupa power point pada perkuliahan teory graf mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan metode pemberian tugas terbimbing memiliki pengaruh yang cukup berarti dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.Keywords : Teori Graf, Media Pembelajaran, Prestasi Belajar.
EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIRSHARE DENGAN MODUL(TPS-M) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR Jatmiko, Jatmiko
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model PembelajaranTPS-M atau Think-Pair-Share” (TPS) yang menghasilkan prestasi yang lebih baik, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS-M dan Think-Pair-Share (TPS) pada siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang danrendah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK kelompok Teknik di Kabupaten Nganjuk Tahun Akademik 2012/2013. Sampel terbagidalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Model pembelajaran TPS-M menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran. (2) Siswa dengan minat belajartinggi, sedang dan rendah memiliki hasilbelajar matematika yang sama.(3) Pada masing-masing minat belajar siswa baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS-M lebih baik dari pada model pembelajaran TPS. Kata Kunci :Think-Pair-Share, Modul, Minat Belajar, Prestasi Belajar Matematika
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SEGITIGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) BERDASARKAN TEORI VAN HEILE Purnamawati, Yayuk; Gembong, Sardulo; Setyaningrum, Ervina Maret
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai anggapan muncul di benak siswa sebagai pelaksana pendidikan bahwa matematika adalah mata pelajaran sulit untuk dipahami. Pemahaman meliputi perilaku yang menunjukkan kemampuan siswa dalam menangkap pengertian suatu konsep. Salah satu materi yang perlu penanaman konsep adalah materi segitiga. Pada teori Van Hiele mengatakan bahwa tingkatan untuk pemahaman geometri dasar meliputi 5 tingkatan yaitu tahap informasi, orientasi terbimbing, eksplitasi, orientasi bebas, integrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui profil pemahaman konsep segitiga pada siswa Sekolah (SD) berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas III SD N 03 Dimong. Teknik pengumpulan data diperoleh dari metode tes tulis dan tes wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teknik sedangkan teknik analisis datanya adalah non-statistik dengan menggunakan transkrip wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan pemaham konsep geometri yang baik, siswa kategori sedang memiliki kecenderungan pemaham konsep geometri yang cukup baik sedangkan siswa kategori rendah memiliki pemaham konsep geometri yang kurang.Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Konsep Segitiga Dasar, Teori Van Hiele

Page 3 of 32 | Total Record : 315