cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN PURWOREJO Wijayanto, Zainnur
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan pendekatan open-ended atau pembelajaran langsung,2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi, sedang, atau rendah, 3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswadengan disposisi matematis tinggi, sedang, atau rendah, 4) pada masing-masing kategori disposisi matematis, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan openended  atau pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Purworejo tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 20 Purworejo, SMPN 14 Purworejo, SMPN 13 Purworejo yang diambil secara stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalahinstrumen tes prestasi belajar matematika, instrumen angket disposisi matematis siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa : 1) prestasi belajarmatematika siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaranlangsung, 2) prestasi belajar matematika siswa dengan disposisi matematis tinggi lebih baik daripada siswa dengan disposisi matematis sedang dan rendah, begitu juga dengan prestasi belajar matematika siswa dengan disposisi matematis sedang lebih baik daripada siswa dengan disposisi matematis rendah, 3) pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended prestasi belajar matematika siswa yang memilikidisposisi matematis tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki disposisi matematis sedang maupun rendah. Pada pembelajaran langsung, siswa dengan disposisi matematis tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang memiliki disposisi matematis sedang dan rendah, siswa dengan disposisi matematis sedang memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki disposisi matematis rendah, 4) Pada siswadengan disposisi matematis tinggi, siswa dengan disposisi matematis sedang dan siswa dengan disposisi matematis rendah memiliki prestasi belajar yang sama antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan open-ended dan pembelajaran langsung.Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), Pendekatan Open-Ended, Pembelajaran Langsung, Disposisi Matematis
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN SOAL URAIAN MATEMATIKA SISWA MTs PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR LINGKARAN Apriliawan, Agita; Gembong, Sardulo; Sanusi, Sanusi
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal uraian pokok bahasan unsur-unsur lingkaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dalam penelitian ini dipilih subyek sebanyak 6 siswa MTs Negeri Caruban. Subyek dipilih berdasarkan rekomendeasi guru mata pelajaran matematika dengan kriteria 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pokok bahasan unsur-unsur lingkaran, sedangkan wawancara digunakan untuk menelusuri kesalahan yang dilakukan siswa secara lebih mendalam. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber atau triangulasi data. Triangulasi ini mengarahkan peneliti agar di dalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Sumber data yang digunakan adalah data hasil tes, dan data hasil wawancara. Dari hasil tes dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa 1) kesalahan dalam menginterprestasi bahasa yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam memahami maksud soal. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerjemahkan soal dari bahasa umum ke model matematika. 2) kesalahan konsep yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerapkan konsep. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam dalam menerapkan rumus. c) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menentukan prosedur pengerjaan soal. 3) kesalahan teknis yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam melakukan operasi hitung. 4) kesalahan kealpaan yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal. b) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi cenderung tidak mengalami kesalahan dalam kecermatan meneliti hasil pekerjaannya.Kata Kunci : Analisis, Kesalahan Siswa, Unsur-Unsur Lingkaran
PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI KETRAMPILAN MENYELESAIKAN MASALAH PADA PERKULIAHAN KALKULUS LANJUT Tresnaningsih, Rizqi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah kalkulus lanjut merupakan salah satu mata kuliah yang menitik beratkan pada kemampuan memecahkan masalah yang melibatkan banyak materi prasyarat. Peranan dari mata kuliah prasyarat sangat penting dan mendominasi terhadap hasil perhitungan. Mata kuliah kalkulus lanjut menuntut mahasiswa untuk selalu meningkatkan cara berfikir mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat berfikir lebih tinggi lagi dalam menyelesaikan persoalan kalkulus lanjut yang cukup kompleks. Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan metode pembelajaran aktif yang digunakan untuk masalah terstruktur yang merupakan tanggapan dari hasil pembelajaran. Pada model pengajaran ini, digunakan untuk menyelesaikan masalah mempunyai struktur yang kompleks yang tidak cukup bila dikerjakan dengan algoritma yang sederhana. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah suatu penyelidikan secara sistematis dan terencana untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang akan ditimbulkan. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian maka penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (action), tahap pengamatan (observation) dan tahap refleksi (reflection). Dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah hasil observasi setiap indikator pada siklus I masih mempunyai nilai rendah. Kenaikan nilai mahasiswa mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan aktifitas intelektual mahasiswa, yaitu pada tahap berdiskusi. Pada kegiatan berdiskusi, mahasiswa dapat memberikan masukan, ide, saran dan gagasan-gagasan yang menurut mereka benar, meskipun belum diketahui kebenaranya tersebut, akan tetapi dengan melalui tahapan pada sintaksis model pembelajaran tersebut, mahasiswa mempunyai ide, gagasan yang akan meningkatkan kemampuan berfikir tingginya. Pada siklus ke dua ini, mahasiswa telah dapat menunjukkan peningkatannya dalam berfikir, sehingga apabila diterapkan model pembelajaran berbasis masalah ini secara kontinu, maka akan diindikasi dengan  peningkatan berfikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kalkulus lanjut.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, Berfikir Tingkat Tinggi, Kalkulus Lanjut
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Masfingatin, Titin
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar sisi datar berdasarkan Teori Van Hiele, yang meliputi proses berpikir dalam pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tahapan pemikiran Teori Van Hielemeliputi informasi, orientasi, penjelasan, orientasi bebas dan integrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Pengambilan subyek berdasarkan hasil rapor siswa pada mata pelajaran matematika yaitu dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang dan dua siswa berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi yaitu membandingkan data hasil tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tepat. Siswa dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar dan tepat sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah secara terurut. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara kurang tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan sedang dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar tetapi kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan tidak mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tidak tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan rendah tidak dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar sesuai langkah-langkah pemecahan masalah.Kata Kunci :   Proses Berpikir, Pemecahan Masalah, Teori Van Hiele
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN GANDA SISWA Nurani, Nurani; Budiyono, Budiyono; Sutanto, Sutanto
JIPM Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki : ( 1 ) yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika pembelajaran , (2 ) multiple intelligence dari Logical - Mathematical yang , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika , (3 ) di setiap multiple intelligence , yang model J - MAM , J - NHT , dan hasil pembelajaran konvensional pada prestasi belajar yang lebih baik di Matematika belajar ; dan ( 4 ) di masing-masing model pembelajaran , yang multiple intelligence dari Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan interpersonal hasil jenis dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika . Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain faktorial 3 x 3 . Populasinya adalah semua siswa di kelas XI SMK Negeri di Kabupaten Sragen . Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling . Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis dua arah tidak seimbang varians pada tingkat signifikansi 5 % . Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1 ) The J - MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan prestasi belajar yang sama di Matematika , tapi baik mengakibatkan prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional , 2 ) Ada tidak ada perbedaan dalam prestasi belajar Matematika siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis Interpersonal , 3 ) dalam setiap jenis multiple intelligence , J- MAM dan model pembelajaran J- NHT menghasilkan barang yang sama prestasi dalam Matematika , namun kedua hasil dalam prestasi belajar yang lebih baik di Matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pembelajaran , 4 ) dalam setiap model pembelajaran , para siswa dengan Logical - Mathematical , Visual - Spasial , dan jenis interpersonal memiliki prestasi belajar yang sama di Matematika.Kata kunci : Model pembelajaran Jigsaw, model pembelajaran konvensional, multiple intelligence, prestasi belajar Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN ALAT PERAGA GEOBOARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL ISTIQOMAH Laili, Ella Nikmatul; Murtafiah, Wasilatul; Setyansah, Reza Kusuma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang lebih efektif Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard atau model pembelajaran  konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh motivasi tinggi, sedang, dan rendah pada siswa terhadap prestasi belajar matematika. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al Istiqomah tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampelnya dengan cluster random sampling dan sampelnya yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard, dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Motivasi belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah pada siswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan alat peraga Geoboard dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah. Kata kunci: Alat Peraga Geoboard, Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),  Motivasi  Belajar, Prestasi Belajar Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN TAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GEGER Susanti, Vera Dewi
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang lebih efektif antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (2) manakah yang lebih baik antara motivasi tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (3) manakah yang lebih baik antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika pada siswa yang mempunyai motivasi tinggi, sedang maupun rendah dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 geger tahun ajaran 2011/2012. Penentuan sampel dengan teknik random sampling yaitu 44 siswa dari kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran group investigation dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran explicit instruction. Teknik pengumpulan data untuk data prestasi belajar menggunakan metode tes dan data motivasi belajar siswa menggunakan metode angket. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan sel tak sama. Uji lanjut pasca anava menggunakan uji Scheffe. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) model pembelajaran group investigation lebih efektif daripada model pembelajaran TAI terhadap prestasi belajar matematika dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (2) prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang maupun rendah, dan siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang sama baiknya dengan siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah dalam pokok bahasan himpunan siswa kelas VII SMPN 2 Geger, (3) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang signifikan antara model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran TAI baik pada siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang maupun rendah dalam pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII SMPN 2 Geger.Kata Kunci : Efektifitas, Model Pembelajaran Group Investigation, Model Pembelajaran TAI, Prestasi Belajar Matematika, Motivasi
MENGEMBANGKAN PENYELESAIAN NUMERIK PADA SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN KONSEP ALJABAR Sulistyono, Bambang Agus
JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sistem persamaan linear banyak dijumpai dalam persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti pada penyelesaian numerik persamaan diferensial biasa, diferensial parsial, analisis jaringan dan sebagainya. Ukuran yang besar danbilangan yang terlibat dalam matriks seringkali menjadi kendala dalam menyelesaikan secara analitik. Penyelesaian secara  numerik adalah salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Dalam mengembangkan kearah numerik, algoritma dibangun dengan konsep aljabar, agar mampu digunakan dalam menyelesaikan sistem persamaan linear secara umum. Dalam paper ini dibahas bagaimana mengkonstruksi algoritma dari bentuk aljabar linier ke perhitungan numerik. Kata kunci : sistem linear, metode langsung, metode iterasi.
PROFIL BERPIKIR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIAKAN KESEBANGUNAN DAN SIMETRI PADA BANGUN DATAR KELAS V SDN REJOMULYO KABUPATEN MAGETAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Wijayanti, Anis Dwi; Sanusi, Sanusi; Handoyo, Beni
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan mendeskripsikan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada sub bab kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Penentuan subjek di dalam penelitian ini berdasarkan nilai tes formatif yang dilakukan guru pada ulangan harian siswa kelas V SDN Rejomulyo yang berjumlah 16 siswa. Teknik pengambilan subjek menggunakan hasil tes formatif berupa ulangan harian yang dilakukan guru sehingga di diperoleh 2 siswa berkategori tinggi, 2 siswa berkategori sedang dan 2 siswa berkategori rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah kegiatan mereduksi data, menampilkan data, dan melakukan verifikasi untuk membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan yang sedang dalam memeriksa proses dan hasil. Sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong baik yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dengan tepat dan benar dalam menyelesaikan masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan yang sedang dalam tahapan kreativitas yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa proses dan hasil sehingga siswa dapat menyelesaikan soal kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan cukup runtut walaupun ada yang kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan yang sedang dalam menguraikan jawaban secara terperinci sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong kurang yaitu siswa belum mampu memahami masalah, siswa belum mampu merencanakan penyelesaian masalah dan siswa belum mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan tepat dan benar.Kata kunci : berpikir Kreatif, Kreativitas Siswa, Pemecahan Masalah Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN BANTUL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR Apriandi, Davi
JIPM Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara pembelajaran dengan model kooperatif tipe TS-TS, model kooperatif tipe NHT atau pembelajaran konvensional, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) pada masing-masing tingkatan aktivitas belajar (tinggi, sedang, rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik di antara pembelajaran dengan model kooperatif tipe TS-TS, model kooperatif tipe NHT atau pembelajaran konvensional.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial   3x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Se-Kabupaten Bantul tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling. Banyaknya anggota sampel 268 siswa dengan 86 siswa untuk kelas eksperimen satu, 94 siswa untuk kelas eksperimen dua dan 88 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket aktivitas belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal dan reliabilitas. Uji coba tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Untuk uji coba normalitas menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan yang digunakan yaitu anava satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS memberikan prestasi belajar matematika yang sama dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT. Di sisi lain, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe  TS-TS dan kooperatif tipe NHT lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, (2) siswa dengan aktivitas belajar tinggi mempunyai prestasi belajar paling baik, sedangkan siswa yang mempunyai aktivitas belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah, (3) prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS, kooperatif tipe NHT dan konvensional memberikan hasil yang sama apabila diberikan pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi atau rendah. Sedangkan pada aktivitas belajar sedang, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS dan kooperatif tipe NHT lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dan prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif  tipe TS-TS dan kooperatif tipe NHT memberikan prestasi belajar yang sama.Kata Kunci: Two Stay-Two Stray, Numbered Heads Together, Konvensional,    Aktivitas Belajar.

Page 5 of 32 | Total Record : 315