cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
HUBUNGAN PERSEPSI DAN TINGKAT KEAKTIFAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA BIOLOGI PADA PERKULIAHAN BIOTEKNOLOGI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Akhmad Sukri; Elly Purwanti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.608 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.153

Abstract

Ada tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu (1) sumber belajar dan proses belajar di sekolah, (2) kemampuan dan kecakapan guru, dan (3) kemampuan peserta didik. Dosen melalui empat pilar kompetensi dituntut untuk mendorong dan memotivasi mahasiswa dalam belajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini mengungkap hubungan persepsi dan tingkat keaktifan dengan hasil belajar mahasiswa biologi pada perkuliahan bioteknologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara tingkat keaktifan mahasiswa dengan hasil belajar bioteknologi (r = 0,789), sedangkan persepsi mahasiswa tidak memiliki korelasi dengan hasil belajar bioteknologi (r = 0,00).  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MICROTEACHING UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK YANG MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN NILAI-NILAI KARAKTER Sanusi Sanusi; Wasilatul Murtafi’ah; Ika Krisdiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.841 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.228

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang antara lain memiliki kompetensi tertentu, yaitu kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik), kompetensi kepribadian (kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik), kompetensi sosial (kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar), dan kompetensi profesional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam). Di dalam pendidikan calon guru, dirasa penting sekali untuk dilatihkan kompetensi-kompetensi tersebut. Salah satu kompetensi yang dapat dilatihkan dalam mata kuliah Microteching adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik tersebut seharusnya dapat mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar Microteaching untuk melatihkan kompetensi pedagogik yang mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Urgensi penelitian adalah pentingnya penguasaan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter oleh mahasiswa yang terintegrasi melalui perkuliahan Microteaching. Tahap awal penelitian pada tahun pertama adalah menyusun instrumen untuk investigasi, melakukan analisis, membuat perencanaan dan merancang prototipe. Pada tahun pertama bahan ajar yang telah dirancang meliputi: SAP, Buku Ajar, Media, dan Pedoman Penilaian. Pada tahun kedua adalah dilanjutkan dengan pengembangan bahan ajar Microteaching dan mengimplementasikannya dalam perkuliahan. Setelah dilakukan pengembangan (development) telah diperoleh bahwa bahan ajar yang telah dirancang (SAP, Buku Ajar dan Pedoman Penilaian) dinyatakan valid oleh validator baik internal maupun eksternal. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar layak untuk digunakan pada pembelajaran Microteaching.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Matematika Realistik Kelas III SDN Payungan 01 Anik Wahyuningsih
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.387 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i1.1783

Abstract

Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan melalui model pembelajaran Matematika Realistik kelas lll SDN Payungan 01 kwcamatan kaliwungu Semarang tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian tindakan kelas yaitu peserta didik kelas lll SDN Payungan 01 yang berjumlah 20 peserta didik. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian melalui model pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan asil belajar matematika materi pecahan pada peserta didik  kelas lll SD Negeri Payungan 01. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran matematika dengan meningkatnya hasil belajar matematika pada peserta didik. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil tes matematika peserta didik yang menunjukkan adanya peningkatan, yaitu pada siklus 1 menunjukkan nilai rata – rata kelas mencapai 71,25 dan ketuntasan klasikalnya 65 %. Pada siklus ll nilai rata-rata kelas naik menjadi 78,25 dan ketuntasan klasikal juga meningkat menjadi 95%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika materi pecahan melalui model pembelajaran Matematika Realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan pada peserta didik kelas lll SDN Payungan 01 taun pelajaran 2016/2017.
Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Hasil Belajar Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel pada Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017 Umi Nurhajati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.12 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i2.5320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemahaman dan hasil belajar kelas VIII-H melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE).  Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-H SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal evaluasi untuk ranah kognitif yang dilaksanakan setiap akhir siklus dan lembar observasi untuk kemampuan pemahaman, ranah afektif dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman matematika pada siklus I diperoleh presentase rata-rata siswa sebesar 64,06% dengan kriteria cukup meningkat menjadi 76,35% dengan kriteria baik. Penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan hasil belajar. Saran yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu guru hendaknya memberi motivasi atau penghargaan berupa nilai terhadap tugas siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar karena merasa dihargai. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dapat dijadikan alternatif untuk memvariasikan model pembelajaran. Untuk peneliti lain, yaitu hendaknya dapat meneliti aspek hasil belajar afektif dan psikomotorik yang lainnya.
ANALISIS KONTRIBUSI SIKAP ILMIAH, MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIANBELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA STKIP PGRI PONTIANAK Wahyudi Wahyudi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.914 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi sikap ilmiah, motivasi berprestasi dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa prodi pendidikan fisika STKIP PGRI Pontianak. Sampel penelitian berjumlah 3 kelas yang diambil dengan teknik cluster random sampling dan mewakili semua mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika tiap jenjang semester. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-assosiatif yang menggambarkan korelasi dan kontribusi antara variabel bebas (sikap ilmiah, motivasi belajar dan kemandirian belajar) terhadap variabel terikat (prestasi belajar) terutama kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Instrumen pengumpul data berupa angket sikap ilmiah, motivasi belajar dan kemandirian belajar. Data pretasi belajar mahasiswa diambil dari data indeks prestasi komulatif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan sikap ilmiah, motivasi belajar dan kemandirian belajar berkorelasi positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Sikap ilmiah berkontribusi 1,00%, motivasi belajar berkontribusi 7,10%, kemandirian  belajar berkontribusi 5,10%, sikap ilmiah, motivasi dan kemandirian belajar berkontribusi 8,80% terhadap prestasi belajar mahasiswa. Disarankan bagi para dosen untuk memberikan motivasi mahasiswa dalam belajar, melatih sikap ilmiah mahasiswa dan berusaha membentuk karakter mahasiswa yang mandiri dalam belajar. Bagi penelitian lanjutan disarankan untuk melihat pengaruh sikap ilmiah, motivasi belajar dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABSTRAK DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA Heru Suseno
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.606 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i1.209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masalah prestasi belajar fisika siswa kelas X9 yang rendah pada pokok bahasan fisika. Hal ini ditunjukkan 39,47% (15 dari 38) siswa yang mencapai kriteria ketuntasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model inquiry learning dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan keterampilan abstrak siswa dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan persentase rata-rata pencapaian aspek keterampilan abstrak siswa sebesar 39,29% dan ketuntasan belajar siswa 60,53%. Pada siklus II terjadi peningkatan ditunjukkan persentase rata-rata pencapaian aspek keterampilan abstrak siswa sebesar 86,43% dan ketuntasan belajar siswa 89,47%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model inquiry learning dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan keterampilan abstrak dan prestasi belajar siswa SMA.
PEMBELAJARAN FISIKA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI PADA MATERI FLUIDA STATIS Soka Hadiati; Adi Pramuda
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.529 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap terhadap prestasi belajar psikomotor. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidika fisika semester dua STKIPPGRI Pontianak tahun akademik 2011-2012, sejumlah tiga kelas. Sampel penelitian ditentukansecara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Satu kelas eksperimen 1dengan metode inkuiri terbimbing dan satu kelas eksperimen 2 dengan metode inkuiri bebastermodifikasi. Teknik pengumpulan data untuk prestasi belajar psikomotor dengan metodepengamatan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode inkuiriterbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi berorientasi pendidikan karakter terhadap prestasibelajar psikomotor. 
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Masalah Segi empat Ditinjau dari Perkembangan Kognitif Doni Indra Setiawan; Sri Adi Widodo
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.179 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i2.5291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah segi empat pada fase konkret, dan fase transisi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskritptif dengan subjek penelitian sebanyak 4 subjek yang diambil berdasarkan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi data. Kesalahan yang sering dilakukan siswa fase konkret yaitu siswa salah dalam menggambar bangun yang diceritakan soal, salah dalam menentukan rumus dan tidak menuliskan rencana penyelesaian, salah melakukan prosedur penyelesaian dan tidak menggunakan rumus secara semestinya, serta tidak melakukan pemeriksaan kembali jawaban. Kesalahan yang sering dilakukan siswa fase transisi yaitu siswa salah dalam menggambarkan bangun yang diceritakan dalam soal, salah dalam menuliskan rumus yang perlu digunakan, pada tahap melaksanakan rencana tidak terjadi kesalahan, serta tidak melakukan pemeriksaan kembali jawaban. This study aims to describe the mistakes made by students in solving rectangular problems in the concrete phase and the transition phase. This study uses descriptive qualitative research with four research subjects taken based on purposive sampling. Data collection techniques using the test. Data analysis techniques using a model developed by Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and concluding/verification of data. Students often made mistakes. In the concrete phase, students making drawings that are told about problems.  Errors in determining formulas and not writing completion plans, error when doing completion procedures and not using formulas properly, and not re-checking answers. In the transition phase, students who are wrong in describing the shapes told in the problem. Errors in writing the formula that needs to be used, at the stage of carrying out the plan there is no error, and not re-checking the answers.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I Tri Andari; Restu Lusiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.827 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dengan menggunakan model Snowball Throwing Berbasis Tugas Terstruktur pada mata kuliah Struktur Aljabar I. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kenyataan bahwa mata kuliah Struktur Aljabar merupakan salah satu mata kuliah yang memuat konsep konsep yang abstrak, karena sifat dari mata kuliah tersebut seperti itu maka mahasiswa seringkali mendapat kesulitan dalam mempelajarinya. Untuk mengatasi hal tersebut, seorang dosen harus mampu membantu dan mengarahkan mahasiswa agar dapat mempelajari materi-materi pada mata kuliah tersebut menjadi lebih menarik dan bermakna. Pemberian tugas secara terstruktur diharapkan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk mempelajari materi-materi tersebut secara terarah. Penelitian pengembangan ini dilakukan menggunakan model pengembangan 4-D Thiagarajan, dkk. Model Thiagarajan terdiri dari 4 tahap yang dikenal dengan model 4-D (four D model). Model pengembangan perangkat pembelajaran pada penelitian ini adalah model Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yang dikenal dengan four-D model (model 4-D) yang terdiri dari 4 tahap. Namun, dalam penelitian dimodifikasi menjadi tiga tahap pengembangan perangkat, yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan dan tahap pengembangan. Penelitian dilaksanakan di Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun Semester enam. Model pengumpulan data melalui angket dan tes. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan: Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB) pada mata kuliah Struktur Aljabar materi Group. Beberapa data yang diperolah pada pelaksanaan ujicoba perangkat pembelajaran meliputi aktivitas mahasiswa, kemampuan dosen mengelola pembelajaran, kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional, tes hasil belajar, dan respon mahasiswa. Perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan valid oleh para validator dan memenuhi kriteria yaitu aktivitas mahasiswa efektif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional baik, tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, serta respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran dengan model Snowball Throwing berbasis tugas terstruktur yang dihasilkan meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Tes Hasil Belajar (THB).
Efektivitas Penggunaan Booklet Untukmeremediasi Kesalahan Siswa Pada Materi Pemuaian Zat Di Kelas VII SMP Negeri 1 Tangaran Kabupaten Sambas Nurussaniah Nurussaniah; Wahyudi Wahyudi; Novi Sri Hidayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.45 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan booklet untuk meremediasi kesalahan siswa pada materi pemuaian zat di kelas VII SMP Negeri 1 Tangaran Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan bentuk penelitian Pre-Experimenal Designs dengan rancangan penelitian One Group Pretest Postest Design.  Sebanyak 27 siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Tangaran Kabupaten Sambas yang dipilih secara intact group berpartisipasi dalam penelitian ini.Alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu tes tertulis berupa pilihan ganda menggunakan tiga alternatif jawaban dan disertai dengan alasan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan boklet efektif untuk meremediasi kesalahan siswa pada materi pemuaian zat dengan kategori tinggi untuk 20 siswa, sedang untuk 6 siswa dan rendah untuk 1 siswa. Selain itu penggunaan booklet juga efektif untuk meremediasi kesalahan pada materi pemuaian zat dengan kategori tinggi untuk 5 indikator, sedang untuk 4 indikator dan rendah untuk 1 indikator.