cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
Analisis Keterampilan Menjelaskan dan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Konsep Ekosistem melalui Implementasi Model Jigsaw Aep Saepudin
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.317 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i1.5319

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah pada konsep ekosistem melalui implementasi model Jigsaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah task dan rubric, tes essay dan lembar observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji Z dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil analisis data uji t satu perlakuan diperoleh nilai statistik uji hipotesis memperoleh nilai t = 63,997 dengan Sig. 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh penerapan model problem based learning terhadap keterampilan menjelaskan pada materi ekosistem di kelas VII. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan nilai t = 40,022 dengan dengan Sig. 0,000 > 0,05 artinya terdapat pengaruh penerapan model jigsaw terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII. Berdasarkan hasil analisis nilai statistik uji N-Gain memperoleh nilai t = 54,826 dengan Sig. 0,000 < 0,05 artinya terdapat tingkat pengaruh penerapan model jigsaw terhadap keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan model jigsaw terhadap keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII. The purpose of this study is to analyze the students' skill of explaining and the ability to solve problems in the concept of ecosystems through the implementation of the Jigsaw model. The method used in this research is the experimental method. The research instruments used were task and rubric, essay tests, and observation sheets. Data processing techniques used were normality test, Z test, and N-Gain test. Based on the analysis of one treatment, t-test data obtained the statistical value of the hypothesis test obtained a value of t = 63.997 with Sig. 0,000 <0.05 means that there is an influence of the application of the problem-based learning model to the explaining skills in the ecosystem material in class VII. The results of the hypothesis test analysis showed the value of t = 40.022 with Sig. 0,000> 0.05 means that there is an effect of the application of the jigsaw model on the ability to solve problems in ecosystem material in class VII. Based on the results of the analysis of the statistical value of the N-Gain test, obtained t value = 54.826 with Sig. 0,000 <0.05 means that there is a level of influence of the application of the jigsaw model to the skills of explaining and the ability to solve problems in ecosystem material in class VII. The conclusion in this study is that there is an effect of the application of the jigsaw model to the skills of explaining and the ability to solve problems in ecosystem material in class VII.
WAWANCARA KLINIS UNTUK MENGATASI HAMBATAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM PENJUMLAHAN PECAHAN DENGAN PENYEBUT YANG BERBEDA DI SMP PONTIANAK Sandie Sandie
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.247 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wawancara klinis dapat mengatasi hambatan penalaran matematis siswa dalam penjumlahan pecahan denganpenyebut yang berbeda di SMP Pontianak. Subyek dipilih dengan menggunakan teknikpengambilan sampel nonprobality sampling yaitu dengan purposive sampling dengansubyek penelitian 6 siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan masalahmatematika pada materi operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda dengan pre-test di bawah KKM yakni 70. Metode penelitian deskriptif lebih tepatnya rancangan penelitian seperti ini disebut penelitian deskriptif analitik berorientasi pemecahan masalah. Instrumen pengumpul data berupa tes tertulis dalam bentuk essay  dan pedoman wawancara klinis. Data menunjukkan bahwa hambatan penalaran siswa dalam operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda sebelum diberikan wawancara klinis banyak mengalami kesalahan konsep, prosedur, dan perhitungan. Setelah diberikan wawancara klinis menunjukkan siswa yang mengalami kesalahan konsep, prosedur, dan perhitungan dapat terminimalisir secara signifikan. Disarankan bagi para guru di sekolah diharapkan dapat menerapkan wawancara klinis kepada siswa yang kurang mampu dalam hal belajar.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING DIPADUKAN DENGAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI MAHASISWA MK MIKROBIOLOGI IKIP BUDI UTOMO Purwaning Budi Lestari; Titik Wijayanti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.335 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i1.208

Abstract

Pembelajaran mikrobiologi perlu lebih ditingkatkan harapannya mahasiswa dapat membentuk kepribadian mandiri, kreatif, dan objektif yang memiliki karakter (softskill) dalam penampilan, sikap, dan tingkat laku. Hasil observasi dilokasi penelitian diperoleh data sebagai berikut nilai rata-rata  hasil belajar mikrobiologi yang diperoleh dari mahasiswa angkatan 2012 sebesar 48 dan data nilai rata-rata metakognisi yang diperoleh sebesar 46. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah design dengan factor 4x2. Teknik analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai terkoreksi dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 63.102 kemudian disusul TPS sebesar  68.923, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar 71.587 dan TPS+RT sebesar 81.644.  Uji homogenitas varian antar kelompok data tidak berbeda atau homogen. Rata-rata nilai kemampuan metakognisi terkoreksi pada masing-masing model dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 53.546 kemudian disusul TPS sebesar 64.001, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar  71.479 dan TPS+RT sebesar 84.351.  Rata-rata terkoreksi dari 4 model diatas yang menunjukkan signifikan yaitu: integrasi TPS+RT berbeda nyata RT, berbeda nyata terhadap TPS dan berbeda nyata terhadap konvensional (control). Namun untuk model TPS dan RT tidak  berbeda nyata.
HAKEKAT ASESMEN AUTENTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Yuni Pantiwati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.465 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.773

Abstract

Asesmen merupakan proses mencari informasi. Asesmen dapat dilakukan tanpa evaluasi, tetapi evaluasi tidak dapat dilakukan tanpa asesmen. Asesmen autentik merupakan suatu penilaianyang dilakukan melalui penyajian atau penampilan oleh siswa dalam bentuk pengerjaan tugas-tugasatau berbagai aktivitas tertentu yang langsung mempunyai makna pendidikan. PembelajaranBiologi mejadi bermakna bila menggunakan asesmen yang tepat yaitu asesmen autentik karenatidak cukup memahami pengatahuan Biologi saja tetapi dituntut dapat memecahkan masalah dalamkehidupan sehar-hari. Pendekatan yang digunakan dalam mempelajari Biologi melalui PendekatanKeterampilan Proses, pendekatan ini juga menuntut penilaian yang autentik.
Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Geometri Desi Noor Utami; B Kusmanto; Sri Adi Widodo
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.722 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i1.5290

Abstract

Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui persentase kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan pertanyaan matematika pada subjek segiempat (2) untuk mengetahui persentase kesalahan prosedural yang dibuat oleh siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada subjek segiempat (3) untuk mengetahui persentase kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada subjek segiempat (4) untuk mengetahui sebagian besar jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah matematika pada subjek segiempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VII SMP N 9 Yogyakarta membuat kesalahan konseptual 68,98% termasuk kategori rendah, membuat kesalahan prosedur 85,16% termasuk kategori sangat tinggi, dan membuat kesalahan perhitungan 89,84% termasuk kategori sangat tinggi. Sedangkan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa kelas tujuh SMP N 9 Yogyakarta dalam menyelesaikan soal matematika, subjek segiempat adalah kesalahan perhitungan, yaitu sebesar 89,84%. dengan penyebab faktor kesalahan siswa yaitu (1) siswa tidak menuliskan yang diketahui, ditanyakan, dan rumus (2) siswa kurang mampu memahami materi pelajaran yang diajarkan (3) siswa bergegas untuk mengerjakan soal. The aim of this study (1) to find out the percentage of conceptual errors made by students in solving mathematical questions on the subject of quadrilateral (2) to find out the percentage of procedural errors made by students in solving mathematical problems on the subject of quadrilateral (3) to find out the percentage of calculation errors made by students in solving mathematical problems on the subject of quadrilateral (4) to find out the most types of mistakes made by students in solving mathematical problems on the subject of quadrilateral. The results of this study indicate that VII grade students of SMP N 9 Yogyakarta made a conceptual error of 68.98% including the low category, making a procedure error of 85.16% including the very high category, and made a calculation error of 89.84% including the very high category. While the most types of errors made by the seventh grade students of SMP N 9 Yogyakarta in solving mathematical questions the subject of quadrilateral is a calculation error, which is equal to 89.84%. with the cause of the student error factor viz (1) students do not write down known, asked, and formulas (2) students are less able to understand the subject matter being taught (3) tudents rush to work on the problems.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM Erfitra Rezqi Prasmala
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.662 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.191

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep mahasiswa pada matakuliah Pengembangan Kurikulum di S1 Jurusan Biologi Universitas NegeriMalangdengan menerapkanmodel Problem Based Learning (PBL) berbasis Lesson study.Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Tindakan (PTK) berbasisLesson study. Penerapan model PBLdapat meningkatkan aktivitas dan pemahamankonsep mahasiswa. Berdasarkan pembahasan saran yang diajukan dalam penelitian iniadalah tidak bisa dilakukan secara mandiri sepenuhnya oleh mahasiswa serta perluadanya manajemen waktu seefektif mungkin. 
Efektivitas Penerapan Metode Diskusi-Simulasi Terhadap Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi Mufida Nofiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.322 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.688

Abstract

Pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan tertentu. Proses pembelajaran yang baik khususnya di kelas dapat terlaksana jika seorang guru menguasai keterampilan mengajar. Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki guru meliputi keterampilan pada saat pra pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran (penguasaan materi pembelajaran, penggunaan pendekatan atau strategi pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran, pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, penilaian proses dan hasil belajar, serta penggunaan bahasa), dan kegiatan penutup. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan metode diskusi-simulasi terhadap keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah mikro teaching. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa calon guru biologi Semester 6 yang melakukan praktek pembelajaran mikro sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi simulasi di kelas. Instrumen pengambilan data berupa lembar observasi pengamatan yang berisi indikator-indikator keterampilan dasar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t berpasangan (paired-t test sample) dan uji korelasi menggunakan SPSS 16.  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan mengajar mahasiswa pada awal pembelajaran mikro adalah 69,83, setelah tiga kali perlakuan nilai rata-rata keterampilan mengajar mahasiswa meningkat menjadi 74, 35. Ujian mandiri yang dilakukan pada akhir pembelajaran mikro menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi-simulasi berpengaruh terhadap keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi yang dibuktikan dengan nilai uji t = 0,00 dan nilai korelasi = 0,543. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa metode diskusi-simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi. 
PENGEMBANGAN KUNCI DETERMINASI MYRIAPODA DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TAKSONOMI INVERTEBRATA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI IKIP PGRI MADIUN SEMESTER GENAP 2013/2014 Sri Utami; Arim Wahyu Novika Pradani; Soeprijadi Djoko Laksana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.987 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i1.166

Abstract

This study aims to develop a key book in the Myriapoda determination Inquiry learning model to improve learning outcomes and determine the feasibility Taxonomy Inveretebrata the book as a learning supporting Prodi Biology Education. The subjects that students Prodi Biology Education IIB half the number 12. Collecting data using multiple assessment sheet including key book appraisal determination Myriapoda, the student questionnaire responses, the performance test sheet, sheet cognitive test results, student activity sheets, and activity sheets lecturer. Analysis of the data using the average of each assessment. The result of this research is a key book Myriapoda determination developed with 4D models (Four D Models) with the stages of defining, designing, developing, while the spread was not done because of the larger scale. The results showed that 80% assessment supervisor and lecturer of Invertebrate Taxonomy courses give a good assessment can be categorized or fit for use Other research results are students responded positively to the book developed by providing an assessment that is equal to 70.8% agreed, and 22% strongly agreed, besides learning the Inquiry model can improve the process and the results of this study demonstrated the value of cognitive test results the average is 80 so it can be categorized as good.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH MULTIETNIS Bahtiar Bahtiar
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.607 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.241

Abstract

Pendidikan multikultural menawarkan pengajaran yang mengakomodasi perbedaan dalam wadah yang harmonis, toleran dan saling menghargai. Wujud pendidikan multikultural di antaranya dengan penerapan pembelajaran kooperatif yang berbasis pada keberagaman keragaman etnis, yakni pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai heterogenitas, pluralitas dan keragaman etnik, yang diharapkan menjadi pilar bagi keharmonisan bermasyarakat di Kota Ternate. Karena itu, pada sekolah multietnis perlu dirancang pembelajaran kooperatif yang tidak hanya memudahkan bagi siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran siswa agar berprilaku humanis, pluralis dan demokratis. Pembelajaran Think Pair Share (TPS) sintaksnya memberi peluang untuk meningkatkan aktivitas siswa, interaksi antarsiswa, serta dapat meningkatkan pemahaman konsep dalam pelajaran biologi. Sedangkan pembelajaran Reading Guestioning and Answering (RQA) diharapkan dapat memaksa siswa membaca dan memahami isi bacaan, serta menemukan isi bacaan yang substansial atau sangat substansial. Perpaduan pembelajaran TPS dan RQA yang diterapkan pada sekolah multietnis di Kota Ternate, khususnya jenjang SMA, memiliki potensi untuk: (1) mengembangkan sikap sosial siswa, dan (2) meningkatkan penguasaan konsep mata pelajaran Biologi.
Implementasi Strategi Pembelajaran Konflik Kognitif Berbantuan Software Wingeom Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Gusnidar Gusnidar; Netriwati Netriwati; Fredi Ganda Putra
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.909 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i2.1988

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran konflik kognitif berbantuan software wingeom dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experiment Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi satu jalur sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis variansi satu jalur dengan sel tak sama, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan antara strategi pembelajaran konflik kognitif berbantuan software wingeom dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.

Page 10 of 39 | Total Record : 381