cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
Upaya Meningkatkan Keaktifan dan pemahaman Konsep Gaya Magnet Melalui Modul Kartun Berbasis Experiental Learning Krismayana Megariyani; Elly’s Mersina Mursidik; Ivayuni Listiani
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.582 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i1.5287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk upaya meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep gaya magnet melalui modul kartun berbasis experiential learning pada siswa kelas VI. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 di SDN Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus yaitu siklus 1, siklus II dan siklus III. Penelitian ini dilakukan enam kali pertemuan dengan materi gaya magnet.Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI dengan jumlah peserta didik 29 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes. Hasil menujukkan keaktifan dan pemahaman konsep melalui penerapan modul  kartun berbasis experiential learning meningkat dengan sangat baik. Prosentase peningkatan keaktifan 100% dengan nilai rata-rata keaktifan 93,10 dan pemahaman konsep mencapai 100% dengan nilai rata-rata pemahaman konsep 92,76. Sehingga bisa dilihat kelebihan penerapan modul kartun berbasis experiential learning adalah menjadikan peserta didik lebih aktif, kekurangan dari modul ini adalah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyiapkan materi pembelajaran yang akan diajarkan. This study aims to improve the activity and understanding of the concept of magnetic force through cartoon modules based on experiential learning in class VI students. The study was conducted in April 2019 at SDN Gelanglor, Sukorejo District, Ponorogo Regency. This type of research is a class action research consisting of three cycles, namely cycle 1, cycle II and cycle III. This study was conducted six times with magnetic force material. Subjects were class VI students with 29 students. Data collection techniques by observation and tests. The results showed activeness and understanding of the concept through the application of experiential learning-based cartoon modules improved very well. The percentage increase of 100% activeness with an average value of 93.10 activeness and understanding of the concept reached 100% with an average value of 92.76 concept understanding. So that it can be seen that the advantages of the application of cartoon modules based on experiential learning is to make students more active, the disadvantage of this module is that it takes a very long time to prepare learning material to be taught.
PROFIL PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM MENGAPLIKASIKAN METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER Restu Lusiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.88 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa memahami pengaplikasian metode penyelesaian sistem persamaan linier.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknikpengambilan subyek dilakukan dengan cara memberikan tes kemampuankognitif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperolehberdasarkan hasil tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datadalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan serta verifikasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian inidengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah (1) Mahasiswa kategoritinggi menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memilikipemahaman yang baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikanmasalah sistem persamaan linier. Mahasiswa dapat memberikan penjelasanpenyelesaian masalah dengan tepat, (2) Mahasiswa kategori sedangmenunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahamanyang cukup baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan masalahsistem persamaan linier. Secara umum mahasiswa dapat memberikanpenjelasan penyelesaian masalah, tetapi belum tepat, dan (3) Mahasiswakategori rendah menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memilikipemahaman yang kurang baik saat mengaplikasikan metode dalammenyelesaikan masalah sistem persamaan linier. Secara umum mahasiswatidak dapat memberikan penjelasan dalam penyelesaian masalah dengantepat.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IIS 3 SMAN JAYALOKA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Idha Rakhmawati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.147 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i1.247

Abstract

Pembelajaran Biologi di kelas Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada XI IIS 3 sebagai mata pelajaran peminatan belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintfik, sehingga siswa kurang aktif, motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran, dan menyebabkan rendahnya kemampuan mengamati, menanya, mencoba, mengumpulkan informasi dan mengkomunikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan minat terhadap pembelajaran setelah diterapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 3 SMAN Jayaloka tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. `Dari data siklus terakhir didapatkan hasil bahwa secara umum proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik sudah terlaksana dengan baik. Respon  motivasi siswa terhadap pembelajarn tergolong baik yaitu aspek attention (perhatian), relevance (relevansi), convidence (percaya diri), dan satisfaction (kepuasan) berturut turut yaitu 3,72; 3.72; 3.60 dan 3.92. Respon minat siswa terhadap pembelajaran tergolong baik yaitu aspek attention (perhatian), relevance (relevansi), convidence (percaya diri), dan satisfaction (kepuasan)  berturut-turut adalah 3,86; 3,77; 3,93 dan 4,01. Perolehan tes hasil belajar menunjukkan bahwa ketuntasan siswa mencapai ketuntasan96,15%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran biologi yang menerapkan pendekatan saintifik pada kelas XI IIS 3 dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu meningkatkan minat, memotivasi  dan hasil belajar.
PEMBELAJARAN GI DAN GI-PROBLEM POSING (GI-PP) PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT DITINJAU DARI SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATEMATIKA Swasti Maharani
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.044 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.156

Abstract

The objectives of this research were to find out: (1) which learning model of the GI or GI-ProblemPosing results in a better learning achievement; (2) which students’ attitudes of the positive, neutral, or negative types results in a better learning achievement; (3) in each students’ attitudes, which learning model of the GI or GI-Problem Posing results in a better learning achievement; and (4) in each learning model, which students’ attitudes of the positive, neutral, or negative types results in a better learning achievement.  This research used the quasi experimental research method with the factorial design of 2x3. Its population was all of the students of Mathematics department of IKIP PGRI Madiun in academic year 2014/2015. The samples were taken by using the random sampling technique. The data were gathered through test and questionnaire method and its were analyzed by using the unbalanced twoway analysis of variance at the significance level of 5%. The results showed that: (1) the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learning achievement; (2) the learning achievement with positive was better than that with neutral and negative, that with neutral was better than that with negative; (3) in each students’ attitudes type, the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learning achievement; (4) in general, the learning achievement with positive was better than neutral and negative, that neutral was better than negative. However, if viewed from GI with a positive and neutral have the same achievement and better than negative. 
ANALISIS BORAKS DAN UJI ORGANOLEPTIK PADA BERBAGAI IKAN ASIN YANG DIJUAL DI PASAR Nafia Umaroh; Ani Sulistyarsi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.638 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.230

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan boraks dan uji organoleptik pada ikan asin yang beredar di pasaran dengan jenis gerih abang, gerih balur dan teriPenelitian ini berbentuk penelitian deskripstif kualitatif. Uji kadar boraks menggunakan metode titrasi volumetri. Uji organoleptik tingkat kesukaan masyarakat dilihat melalui uji warna, aroma dan tekstur dari ikan asin dengan menggunakan angket. Pengisian angket organoleptik masyarakat (ibu rumah tangga) dilakukan di Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi dan mahasiswa dilakukan di kampus IKIP PGRI Madiun.Hasil penelitian kadar boraks tertinggi pada ikan asin jenis teri (C2) yaitu 3,69% dengan nilai organoleptik 72,6 dan kadar boraks terendah pada ikan asin jenis gerih balur (B2) yaitu 1,21% dengan nilai organoleptik 74,8.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel Bagi Siswa yang Mengalami Hambatan Belajar Matematika Lisaiha Rodiyya Basori; Jailani Jailani
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.4 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i1.1784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan perangkat pembelajaran matematika kelas X bagi siswa yang mengalami hambatan belajar dalam pembelajaran matematika, dan (2) mendefinisikan kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan aspek: kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Semmel, D.S. dan Semmel, M.I. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika kelas X bagi siswa yang mengalami hambatan belajar dalam pembelajaran matematika. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, yang ditunjukkan oleh klasifikasi secara kualitatif adalah “sangat baik” untuk dosen ahli 1 serta “cukup” untuk dosen ahli 2; praktis, yang ditunjukkan oleh hasil penilaian kepraktisan oleh guru berada pada kategori “sangat baik” untuk RPP dan “baik” untuk LKS, hasil penilaian kepraktisan oleh siswa yaitu berada pada kategori “baik”, dan rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran kegiatan guru dan siswa di atas 90%; dan efektif ditinjau dari hasil tes akhir siswa dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 70,58%.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Penemuan Terbimbing Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Aan Putra; Hendra Syarifuddin
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.463 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i1.5327

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa sebagai modal awal untuk menguasai kemampuan matematis yang lebih kompleks. Untuk mengoptimalkan pemahaman konsep matematis siswa, proses pembelajaran matematika yang memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep dan mengkonstruksi sendiri pemahamannya tentang konsep tersebut merupakan salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan bahan ajar berupa lembar kerja yang dapat memfasilitasi siswa menemukan dan mengkonstruksi konsep matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar observasi, angket dan analisis dokumen. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep siswa tergolong rendah, (2) proses pembelajaran belum memfasilitasi siswa menemukan dan mengkonstruksi konsep, dan (3) bahan ajar yang digunakan hanya berupa ringkasan materi dan sekumpulan soal. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, peneliti merekomendasikan pengembangan bahan ajar berbasis penemuan terbimbing dalam bentuk lembar kerja siswa untuk mempermudah guru dalam membimbing siswa dalam melakukan kegiatan penemuan. The mathematical concepts understanding was one of the basic abilities that must be mastered by students as initial capital to master more complex mathematical abilities or skills. To optimize students' mathematical concepts understanding, the process of learning mathematics that facilitates students to find concepts and construct their own understanding of these concepts was a solution. This study aims to analyze student needs for developing teaching materials in students’ worksheets form that can facilitate students to discover and construct mathematical concepts. The data collected through interviews, observation sheets, questionnaires and document analysis. The results of data collection show that (1) students' mathematical concepts understanding was low, (2) the learning process has not facilitated students to find and construct their concepts, and (3) teaching materials used were just as summary of material and some sets of questions. Based on the results of the needs analysis, the researcher recommends the development of teaching materials based on guided discovery like students’ worksheets to facilitate the teacher in guiding students in conducting the discovery activities.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUASISWA SMP DI KABUPATEN MAGETANTAHUN AJARAN 2012/2013 Restu Lusiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.314 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.126

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Manakah pendekatan pembelajaran yangmemberikan prestasi belajar yang lebih baik, pendekatan Quantum Learning dengan metode diskusi, pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode diskusi, atau pembelajaran langsung. (2) Manakah prestasi belajar siswa yang lebih baik, siswa yang mempunyai tipe pola asuh otoriter, demokratis, atau permisif. (3) Pada masing-masing tipe pola asuh, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, pendekatan Quantum Learning dengan metode diskusi, pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)dengan metode diskusi atau pembelajaran langsung. (4) Pada masing-masing pendekatan pembelajaran, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik siswa dengan tipe pola asuh otoriter, demokratis, atau permisif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi experimentresearch) dengan menggunakan desain faktorial 3x3. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di kabupaten Magetan tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, angket pola asuh orang tua, dan tes ptrestasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan. Hasil Penelitian ini adalah (1) pembelajaran dengan pendekatan Quantum Learning menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran dengan pendekatan CTL maupun pendekatan langsung, dan pembelajaran dengan pendekatan CTL menghasilkan prestasi yang sama baik dengan pendekatan langsung. (2) Siswa dengan pola asuh orang tua otoriter menghasilkan prestasi belajar yang sama baik dengan pola asuh demokratis, siswa dengan pola asuh otoriter menghasilkan prestasi belajar yang sama baik dengan pola asuh permisif, dan siswa dengan pola asuh demokratis menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pola asuh permisif. (3) pada masing-masing tipe pola asuh orang tua otoriter, demokratis, maupun permisif, pendekatan pembelajaran Quantum Learning dengan metode diskusi menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada pendekatan pembelajaran CTL dengan metode diskusi maupun penggunaan pendekatan langsung, dan pendekatan pembelajaran CTL dengan metode diskusi menghasilkan prestasi belajar yang sama baik dengan pendekatan langsung. (4) pada masingmasing pendekatan pembelajaran Quantum Learning, CTL,maupun pembelajaran langsung, siswa dengan pola asuh orang tua otoriter memberikan prestasi sama baik dengan siswa dengan pola asuh orang tua demokratis, siswa dengan pola asuh orang tua otoriter memberikan prestasi sama baik dengan siswa dengan pola asuh orang tua permisif, dan siswa dengan pola asuh orang tua demokratis memberikan prestasi lebih baik daripada siswa dengan pola asuh orang tua permisif
PROFIL KOMPETENSI MENYELESAIKAN TES BERFIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI DI PENDIDIKAN SAINS FMIPA UNESA Hasan Subekti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.732 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.210

Abstract

Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan.  Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program pendidikan profesi guru terintegrasi berjumlah 32 orang. Sumber data berupa skor siswa hasil analisis tes keterampilan berfikir tingkat tinggi yang dimodifikasi dari Tim USAID Prioritas. Teknik pengambilan data dilakukan oleh peneliti melalui pemberian instrument tes tulis dalam bentuk isian kepada mahasiswa, kemudian dikoreksi tingkat kebenaran jawaban berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Simpulan dari penelitian ini adalah: kompeten simahasiswa PPGT dalam menyelesaikan tes berfikir tingkat tinggi pembelajaran sains berkategori baik (dengan rerata skor 76,6). Namun demikian, terdapat pula ketercapaian indicator membuat kesimpulan data pengamatan denyut nadi per menit yang menunjukkan skor 56.3 dengan kategori cukup.Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berfikir tinggkat tingkat mahasiswa PPGT Unesa secara mayoritas sudah baik, tetapi masih diperlukan penguatan pada materi-materi tertentu.
PENGGUNAAN LEMBAR PRAKTIKUM TERBIMBING DALAM MATA KULIAH APLIKASI KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Reza Kusuma Setyansah
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.692 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.775

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan sebagai pelaksanaan upaya pengembangan profesionalisme dosen dalam rangka proses penanaman nilai kemandirian belajar kepada mahasiswa melalui sebuah prosespembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok dosen secara kolaboratif dan berkesinambungan dalammerencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Pengamatan penelitian tersebut menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dariempat siklus. Pada masing-masing penerapan program kajian pembelajaran terdapat 4 siklus yangmemiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahaprefleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas V-H) tahun akademik2012/2013 yang berjumlah 39 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Analisadata yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 39 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yangtuntas adalah 33,33% dan 66,67% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknyamahasiswa yang tuntas adalah 23,08% dan 76,92% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus IIIdiperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 79,49% dan 20,51% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus IV diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 82,05% dan 17,95% mahasiswayang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan SiklusII dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan lembar praktikum terbimbing mampumeningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar mahasiswa dalam perkuliahan aplikasikomputer pada materi program matlab.