cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HIJAU MAKMUR DESA LEMPAKE SAMARINDA UTARA MELALUI PEMBEKALAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN PATIN (Pangasius sp) Rudy Agung Nugroho; Lariman Lariman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i3.4767

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Iptek bagi Masyarakat atau IbM) telah dilaksanakan pada bulan JuliNovember2016diDesaLempakeSamarindaUlu,SamarindaKalimantanTimur.TujuankegiatanIbMiniadalahmentransferilmu pengetahuan dan teknologi dan membimbing anggota kelompok tani hijau makmur di wilayahDesa Lempake Samarinda Utara agar dapat melakukan cara pembenihan ikan patin secara buatan. Denganprogram pengabdian ini tiap anggota kelompok tani hijau makmur akan memiliki soft skill dan pengalaman dibidang pemijahan buatan ikan patin. Secara garis besar pelaksanaan program pengabdian ini dilaksanakan dalamdua metode besar yaitu teori dan praktek dengan perbandingan 1x teori dan 2 x praktek pembimbingan teknikpembibitan ikan patin. Di dalam teori, anggota dari Pelaksana Ibm menyampikan teori tentang pemijahan ikanpatin buatan, aspek teknis, dan tinjauan dari sisi ekonomis. Di dalam sesi praktek, anggota dari kelompok tanimelakukan teknik pemijahan ikan patin. Luaran Ibm ini berupa transfer soft skill teknik pembibitan ikan patinsecara buatan, serta buku manual teknik pembibitan ikan patin secara buatan. Dalam jangka panjang, programpengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat kelompok tani tersebut dansekitarnya dan juga penerapan ekonomi kerakyatan.
EDMODO GO BLOG Rini Ekayati; Muhammad Arifin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.8945

Abstract

AbstractThe main issue laid behind this community service program is the fact that there is still low quality of learning and teaching activities which currently faced by Muhammadiyah schools in Binjai. This condition affects the quality of learning which is not optimally conducted, and so produce less than maximum learning results. Moreover, the development of science and technology now days affects the situation as well, where science and technology has been used in learning through the use of information-technology-based (IT-based) media. A training program on how to accommodate IT-based media is one solution offer to overcome this situation. The training materials provided include on making virtual classroom learning using Edmodo application, and connecting Edmodos with Blog in learning. This activity was held in Muhammadiyah complex building with 21 participants. Lecturing, discussions, and direct practice are the methods used in this program. At the end of the program, the participants had changed in the way they carried out their tasks in the class that have been utilizing IT-based media, so that the learning process is more qualified. This results shows that there is an improvement in the quality of teaching and learning process at Muhammadiyah schools in Binjai as program partners.Keywords: information technology-based media, Edmodo, Blog
PENGUATAN PEMASARAN PRODUK UMKM ASHFA MADU BOROBUDUR MELALUI STRATEGI PRODUCT BRANDING Ardhin Primadewi; Tulkhah Mubasyir Anwar; Yustin Yustin; Afan Hafara Sani; Miftakhul Fauzi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.17683

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sejak tahun 1997 hingga saat ini berdiri kokoh di Indonesia. Dalam perkembangan UMKM di Indonesia, perlu inovasi dan strategi dalam pemasaran produk untuk mencapai keberhasilan dan kestabilan UMKM dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Ashfa Madu Borobudur sebagai UMKM peternak lebah dan penghasil madu yang terletak di Desa Wisata Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Ashfa Madu Borobudur belum sepenuhnya menjadi bagian dalam Branding Borobudur yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai kawasan cagar budaya Internasional dan tingkat penjualan produk masih rata-rata. Pengabdian ini bertujuan agar penjualan produk madu meningkat dengan konsumen melakukan repeat order serta menjadi salah satu merek dan tujuan wisata yang dikenal sebagai penghasil madu dan peternak lebah di sekitar kawasan Borobudur. Beberapa potensi yang dimaksimalkan dalam strategi product branding seperti perancangan ulang logo, brosur, kemasan produk dan x-banner serta optimalisasi website Ashfa Madu Borobudur. Dengan implementasi strategi product branding oleh dosen dan mahasiswa KKN PPMT Universitas Muhammadiyah Magelang, kontribusi penjualan online meningkat menjadi sebanyak 28 %.Kata kunci: Borobudur; Branding; Digital Marketing; Madu; UMKM.AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) from 1997 until now stands firmly in Indonesia. In the development of MSMEs in Indonesia, it is necessary to innovate and strategy in marketing products to achieve the success and stability of MSMEs in the face of the Industrial Revolution 4.0. Ashfa Madu Borobudur as MSMEs beekeeper and honey producer located in Tanjungsari Tourism Village, Borobudur District. Ashfa Madu Borobudur has not yet fully become part of the Borobudur Branding that has been established by the Central Government as an international cultural heritage area and the level of product sales is still average. This dedication aims to increase the sale of honey products by consumers making repeat orders and becoming one of the brands and tourist destinations around the Borobudur area. Some of the potentials are maximized in product branding strategies such as redesigning logos, brochures, product packaging, and x-banners as well as optimizing the Ashfa Madu Borobudur website. With the implementation of the product branding strategy by lecturers and students of KKN PPMT University of Muhammadiyah Magelang, the contribution of online sales increased to as much as 28%.Keywords: Borobudur; Branding; Digital Marketing; Honey; Micro Small And Medium Enterprises.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru-Guru SD Deliserdang dalam Melakukan Penelitin Tidakan Kelas (PTK) Melalui Pelatihan dan Pembimbingan Budi Halomoan Siregar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 79 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i79.4647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru SD dalam merancang  penelitiantindakan kelas melalui pelatihan dan pembimbingan. Penelitian ini dilakukan kepada 30 orang guru SD diKecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deliserdang. Data awal diperoleh melalui hasil wawancara danobservasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang bertujuan untukmendeskripsikan kompetensi guru sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa melalui pelatihan dan pembimbingan dapat meningkatkan kompetensi guru-gurudalam melakukan dan menyusun laporan penelitian tindakan kelas.
Kesinambungan Energi dan Aktifitas Olahraga Nurkadri Nurkadri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i75.4815

Abstract

Olahraga adalah aktiftas jasmani yang membutuhkan energy dalam melakukannya. Kadar energy yangdibutuhkan disesuaikan dengan berat atau ringan aktifitas olahraga yang dilakukan. Atlet yang memilikitingkat kegiatan aktivitas fisik yang tinggi akan membutuhkan konsumsi nutrisi yang tepat komposisinyaagar ketersediaan sumber energi di dalam tubuh dapat tetap terjaga baik untuk menjalankan aktivitassehari-hari maupun saat akan menjalani program latihan maupun saat akan bertanding. seorang atletsecara umum disarankan untuk memenuhi kebutuhannya dengan kombinasi sebesar 50% atau secaraideal 55-65% melalui konsumsi karbohidrat, 20-35% melalui konsumsi lemak serta 12-15% melaluikonsumsi protein. Namun walaupun lemak akan berfungsi sebagai sumber energy utama tubuh dalamolahraga dengan intensitas rendah, ketersediaan karbohidrat tetap akan dibutuhkan oleh tubuh untukmenyempurnakan pembakaran lemak serta untuk mempertahankan level glukosa darah.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION (MOR) I – TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK (TBBM) SIANTAR: PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PROGRAM BANGUN INDUSTRI DESA (BID) Andri Zainal; Tengku Citra Nisa Farza; Roza Thohiri; Pasca Dwi Putra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i2.10738

Abstract

AbstrakPendekatan pemberdayaan masyarakat telah terbukti menjadi alat yang kuat untuk memecahkan masalah rendahnya pengembalian ekonomi dari industri kecil di suatu daerah. Namun, metode untuk mengukur pemberdayaan di masyarakat tetap tidak jelas dan terbuka untuk diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keberhasilan pemberdayaan masyarakat terhadap potensi lokal di Kota Pematang Siantar (dilihat dari usaha produksi ice cream, susu kambing dan tenunan ulos asli batak) yang diterapkan melalui program BID melalui skema CSR PT. PERTAMINA (Persero) MOR I – TBBM Siantar di wilayah administratif Kota Pematang Siantar. Hasil analisis studi menunjukkan implikasi program BID dan CSR mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat Kota Pematang Siantar melalui peningkatan ekonomi dan perubahan budaya. Peningkatan ekonomi dimaknai sebagai peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat sebagai dapmak positif dari peningkatan kualitas produk yang dihasilkan setelah pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan pendapatan dirasakan oleh anggota kelompok penggiat susu kambing, ice cream dan penenun ulos asli batak. Perubahan budaya yakni perubahan ke arah sikap mental wirausaha telah nampak pada pelaku usaha, seperti memiliki visi, mampu membaca peluang, dan percaya diri.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, BID, CSR, Industri Kecil Kota Pematang Siantar AbstractThe community empowerment approach is proven to be a powerful tool in solving problems relevant to low economic returns gained by an operation of small industries in an area. This study aims to describe key success practices on the implementation of community based local potential empowerment in Pematang Siantar City (highlightig production of ice cream, goat milk of Etawa and batak native Ulos) that is formed in the BID scheme supported by an CSR scheme from PT. PERTAMINA (Persero) MOR I - TBBM Siantar. The results of qualitative study show that the implications of BID backed-up by the CSR of PT. PERTAMINA (Persero) MOR I - TBBM Siantar. Positively contributed to the refinement of economic and business related-activities among involved industries underlining significant improvements on the quality of products manufactured by the CSR beneficiaries: ice cream, goat milk of Etawa and Batak native Ulos; as well as beneficiaries’ financial benefits. This community empowerment program has also affected to changes in the attitude of entrepreneurial mentality indicated from better and stronger of vision, ability in overcoming potential business opportunities, and self-confident in conducting business independently and professionally.Keywords: Community Empowerment, BID, CSR, Small Industry of Pematang Siantar City
SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI GURUSEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Doris Apriani Ritonga; Zulaini Siregar; Nurhamida Sari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i1.4689

Abstract

Sebagai pendidik professional, guru dituntut untuk memiliki efikasi diri yang tinggi agar siap menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif menuju penciptaan pembelajaran efektif. Secara spesifik, efikasi diri yang relatif rendah telah membawa permasalahan yangserius pada proses pembelajaran oleh guru di dua sekolah dasar di Kabupaten Serdang Bedagai. Dampakdari efikasi diri yang rendah tergambar pada suasana kelas dan pembelajaran yang kurang menarik ditengah tuntutan untuk mendapatkan hasil belajar yang tinggi oleh para siswa. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan efikasidiri guru-guru di dua sekolah dasar di Kabupaten Serdang Bedagai melalui pelatihan senam otak.Berdasarkan hasil uji t (dependent t-test) pada efikasi guru sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan senam otak, dengan nilai p = 0.000 < 0.05 dan nilai t-hitung pada 6.881 > t-tabel pada 1.721. Secara spesifik, hasil frekwensi distribusi menunjukkan peningkatan efikasi diri yang signifikan setelah dilaksanakan pelatihan senam otak pada kategori sangat tinggi (dari 1 orang atau 4.5% menjadi 3 orang atau 13.6%) dan kategori tinggi (dari 1 orang atau 4.5% menjadi 10 orang atau 45.5%). Lebih lanjut, pelatihan senam otak memberikan dampak yang signifikan pada kreativitas guru dalam memodifikasi media dan proses belajarmenjadi lebih menarik.
PELATIHAN URBAN FARMING SEBAGAI SOLUSI RUANG TERBUKA HIJAU DI LORONG SIDODADI MEDAN HELVETIA Putri Lynna Adelinna Luthan; Yogi Nikman; Hasanatun Nisa Hasibuan; Jaka Prima Albertus Malau
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i1.13933

Abstract

Kota Medan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi ditambah dengan pembangunan pesat seringkali mengubah konfigurasi alami lahan sehingga merugikan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH Kota Medan yang ada saat ini baru 5,6 % atau 14,84 km2. lorong Sidodadi Kecamatan Medan Helvetia dipilih karena kawasan tersebut merupakan pemukiman padat yang kurang akan RTH dan memiliki kelompok ibu rumah tangga non-produktif. Kebijakan yang dapat dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan hidup dan mengatasi permasalahan RTH di lorong Sidodadi yaitu dengan menerapkan program urban farming secara vertikultur dengan melibatkan ibu rumah tangga non-produktif. Metode pelaksanaan pelatihan urban farming dengan vertikultur dilakukan dengan 5 tahapan, yaitu tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan urban farming di lorong Sidodadi mendapat respon yang positif dan antusiasme kelompok sasaran. Seluruh peserta merasakan banyak manfaat dari segi estetika, kenyamanan thermal dan psikis, kesehatan serta ekonomi dan mengakui bahwa lorong Sidodadi terlihat lebih asri dari sebelumnya. Banyak warga non-peserta yang mulai tertarik untuk ikut serta menerapkan program urban farming di rumah mereka sendiri. Warga yang telah menerapkan program tidak lagi membeli beberapa jenis sayur ke pasar. Masalah yang timbul dalam kegiatan ini adalah hama tikus dan aktivitas anak-anak di sekitar lingkungan.Kata kunci : Permukiman Padat, Ruang Terbuka Hijau, Vertikultur Urban Farming Abstract Medan City with high population growth coupled with rapid development often change the natural configuration of the land to the detriment of the existence of Green Open Space (RTH). RTH of Medan City is currently only 5.6% or 14.84 km2. Lorong Sidodadi in Medan Helvetia subdistrict is chosen because the area is a densely populated settlements that lacks of Green Spaces and has a group of non-productive housewives. Policies that can be done to restore environmental conditions and overcome the Green Spaces problem in Sidodadi is by implementing verticulture urban farming program involving non-productive housewife. The method of implementation of urban farming with verticulture training done with 5 stages, namely the preparation stage, socialization, training, mentoring and evaluation. The results of the urban farming training activities in Lorong Sidodadi received a positive response and the enthusiasm of the target group. All participants felt a lot of benefits in terms of aesthetics, thermal and psychic comfort, health and economy and admitted that the aisle Sidodadi looks more beautiful than ever. Many non-participating citizens are getting interested to participate in implementing urban farming programs in their own homes. Residents who have implemented the program no longer buy some types of vegetables to market. Problems that arise in this activity are rat pests and children activity around the environment. Keywords : Densely Populated Settlements, Green Open Space, Verticulture Urban Farming
PELATIHAN PEMBUATAN MIPELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL INSTAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI WARGANUMAN HERBAL INSTAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI WARGA Wati Sukmawati; Merina Merina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i4.14874

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, banyak sekali minuman yang beredar dikalangan masyarakat. Salah satunya minuman yang menawarkan khasiat kesehatan bagi tubuh. Di indonesia banyak minuman kesehatan yang sudah biasa dikonsumsi, salah satunya minuman jahe. Hanya saja karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu yang lama sehingga minuman ini tergeser oleh minuman lain yang lebih praktis, selain itu juga minuman jahe kurang memiliki daya tarik terhadap anak muda yang lebih memilih minuman yang kekinian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan suatu inovasi dengan membuat minuman herbal instan dengan menggunakan bahan baku jahe yang dilakukan pelatihan juga kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah menikmati khasiat dari minuman jahe tersebut dan dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan penghasilan terutama untuk ibu-ibu. Dalam kegiatan pelatihan ditemukan suatu temuan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kegiatan yang mampu memberdayakakan ibu-ibu sehingga mamu menambah penghasilan keluarga. Selain itu ditemukan data bahwa setelah minuman jahe dikemas secara instan peminat minuman tersebut bertambah dari kalangan masyarakat muda hingga tua.Kata kunci: Minuman; Herbal; Instan; Jahe.AbstractAlong with the times, a lot of drinks are circulating among the people. One of them is a drink that offers health benefits for the body. In Indonesia there are many health drinks that are commonly consumed, one of which is ginger drink. It's just because the manufacturing process takes a long time so this drink is displaced by other drinks that are more practical, besides that ginger drinks have less appeal to young people who prefer contemporary drinks. To overcome these problems, an innovation was made by making instant herbal drinks using ginger raw materials which were also conducted training to the community. So that people can easily enjoy the benefits of the ginger drink and can be a business opportunity to increase income, especially for mothers. In the training activities, it was found that the community really needed activities that were able to empower mothers so that you could increase family income. In addition, it was found that after the ginger drink was packed instantaneously, the demand for the drink increased from the young to the old.Keywords: Beverage; Herbs; Instant; Ginger.
LIMBAH BUAH MANGGIS (Garcinia mangostanaL.) PENUH KHASIATBERPOTENSI JADI KEWIRAUSAHAAN DI SUMATERA UTARA Abdul Hakim Daulae
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i72.4732

Abstract

Buah manggis (Garcinia mangostanaL) merupakan buah yang sangat terkenal kelezatannya sampaidijuluki buahQueen of Fruitatau Ratu dari segala buah, buah ini ternyata banyak mengandung berbagaizat diantaranya setiap 100 g buah manggis mengandung 63,0 g kalori; 0,6 g protein; 0,6 g lemak; 15,6 gkarbohidrat; 8,0 mg kalsium; 12,0 mg fosfor; 0,8 mg zat besi; 0,03 mg vitamin B1; 2,0 mg vitamin C dan83,0 g air,  kulit buah manggis juga sangat  berguna sebagai antioksidan. Di Propinsi Sumatera Utarabuah manggis ini ternyata cukup banyak jumlahnya lebih dari produksi 13.000 ton pertahun. Tanamanini tresebar di 28 daerah Kabupaten , pada umumnya hanya isi buah manggis  saja yang diekspor keberbagai Negara. Sudah tentu kulitnya yang tertinggal sebagai limbah sangat banyak jmlahnya, apa lagiditambahkan dengan yang terdapat pada pasar lokal. Limbah kulit manggis tersebut sudah barang tentumerupakan komoditi potensial yang perlu dikembangkan karena masih memiliki nilai ekonomis. Untukitu maka diperlukan suatu inovasi yang kreatif utnuk menjadikan limbah buah manggis sebagai usahadan kewirausahaan yang sant ini sangatdianjurkan di Perguruan Tinggi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue