cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 878 Documents
PENGARUH ROKOK,NARKOBA TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT Abdul Rais
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i72.4720

Abstract

Tulisan ini merupakan laporan penelitian  tentang  pengaruh penggunaan rokok dan narkobaterhadap pendidikan dan lingkungan masyarakat yang dimulai dengan anak muda, dewasa, maupunorang tua. Penelitian berupa pengumpulan dan pengolahan data dilakukan di pusat rehabilitasi narkobaBerastagi, Sumatera Utara.Hasil penelitian yang diperolah, bahwa Pecandu narkoba di pusat rehabilitasiini kebanyakan pria, yang usianya 18 tahun sampai 50 tahun. Narkoba yang banyak dikonsumsi adalah:ganja, shabu, lem dan alkhohol. Berikutnya adalah  di pusat rehabilitasi narkoba yang ada di BrastagiSumatera Utara proses penyembuhan dari kecanduan narkoba dilakukan dengan cara penyuluhan yaitu:- Enam bulan pertama dilakukan penyuluhan secara fisik dan- Enam bulan kedua dilakukansecara pengembangan jati diriSelain dilakukan penyuluhan, juga dilakukan proses pengembangan bakat, seperti : olah  raga, pelatihanfisik/mental, penggunaan alat tradisional, terapi, tausyiah dan pelatihan kewirausahaan (karya seni).Semua penyuluhan ini dilakukan oleh tenaga pengajar  seperti : Guru umum, guru computer, perawat,bidan, tutor  muda yang telah ditunjuk oleh pusat rehabilitasi narkoba di Brastagi, Sumatera Utara
PENINGKATAN KEAHLIAN DAN KAPASITAS USAHA MASYARAKAT MELALUI PRODUKSI SOUVENIR DARI KAIN ULOS DI KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG Herlina Jasa Putri Harahap
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i4.10267

Abstract

ABSTRAKUlos merupakan salah satu hasil kerajinan tangan dari suku Batak berupa kain adat yang digunakan pada saat acara pernikahan, kematian, masuk rumah, dan lain sebagainya. Kain ulos ini terbuat dari benang kapas atau rami dengan berbagai macam corak, desain dan warna (hitam, putih, dan merah) yang mempunyai makna tertentu serta mampu menggambarkan identitas dari suku Batak itu sendiri. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah bahwa hasil tenunan ulos masih berupa selendang panjang dan sarung kurang diminati wisatawan domestik dan mancanegara sehingga tidak dapat digunakan untuk sehari-harinya seperti dompet, kotak pensil, tempat tisu, tempat Handphone (HP) dengan ciri khas suku Batak dan berasal dari Danau Toba dengan membuat tulisan-tulisan seperti: HORAS, PARAPAT, TUK-TUK, AMBARITA, TOMOK, BATU GANTUNG, LAKE TOBA dan lain sebagainya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penghasilan pengerajin ulos yang ada di KecamatanPatumbak melalui pelatihan pembuatan aneka ragam souvenir berbahan ulos serta untuk meningkatkan pengetahuan Mitra dibidang organisasi, produksi, administrasi, dan pemasaran. Adapun luran yang ingin dicapai adalah (1) mesin bordir digital (3) aneka ragam souvenir berbahan ulos seperti kotak pensil, tempat tisu, dompet, tempat paspor, tempat laptop dan lain sebagainya. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendidikan, pelatihan manajemen, demonstrasi, latihan dan peraktek. Souvenir berbahan ulos mempunyai prosfek yang cemerlang bagi Mitra pengerajin ulos mengingat jumlah wisatawan yang datang ke Danau Toba semakin meningkat. Hal ini merupakan suatu peluangbagi masyarakat disekitar Danau Toba dalam mengembangkan usaha dibidang souvenir untuk mempromosikan Danau Toba melalui hasil kerajinan yang memiliki ciri khas dari suku Batak yang berasal dari Danau Toba. Kata kunci: Souvenir, UlosABSTRACTUlos is a craft that comes from the Batak tribe in the form of custom fabric which used at the time of the wedding, death, entered the house, etc. Ulos fabric is made of cotton or hemp with varieties of patterns, designs and colors (black, white, and red) that have a particular meaning and able to describethe identity of the Batak tribe itself. The problems are faced by the partners are that the woven Ulos is still a long scarf and sarong forms which are less attractive to domestic and foreign tourists because it can not be used in daily. Souvenir which is often sought and purchased is valuable prizes gift which canbe used daily such as purses, pencil box, tissue boxes, where HP has a typical Batak tribe and came from Lake Toba to form the words like: HORAS, PARAPAT, TUK -TUK, Ambarita, Tomok, STONE GANTUNG, LAKE TOBA and so on on the souvenirs so that tourists  are more interested to buy and impact to increase of demand for souvenirs made from Ulos in the market. The purpose of this IbMactivity is to increase the income of Ulos craftsmen in Sub Patumbak by training to create a variety of souvenirs made of Ulos as well as to improve knowledge of partner organization, production, administration, and marketing. The outcome needs to be achieved are (1) machine embroidery digital (3) a variety of souvenirs made of Ulos such as pencil box, a paper towel, wallet, a passport, a laptop, etc. The approaching method which is used is education method, management training, demonstrations, exercising and practicing. Souvenir made of Ulos has a brilliant prospect for Ulos craftsmen Partners considering the number of tourists coming to Lake Toba is regularly increasing. This is an opportunity for the community around Lake Toba in developing business of souvenirs to promote Lake Toba through the crafts that are typical of the Batak tribe originating from Lake Toba. Keywords: Souvenir, Ulos
Pengembangan Potensi Desa dan Mutu Sekolahdi Kabupaten Langkat Amrizal Amrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 73 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i73.4746

Abstract

Dalam menyikapi berlakunya otonomi daerah, setiap Kabupaten/Kota berupaya danberlomba-lomba untuk mengembangkan daerahnya dengan memanfaatkan potensi-potensi yang adapada daerah tersebut untuk dimanfaatkan secara optimal. KabupatenLangkatadalah merupakan salahsatu daerah yang memiliki banyak potensi, dimana sangat diperlukan bantuan pemikiran untukpengembangannya sesuai dengan potensi yang ada pada wilayah tersebut. Permasalahan yangdihadapi oleh kabupaten/kota adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas akibatmandeknya pembangunan pendidikan. SDM menjadi kata kunci keberhasilan sekian banyak agendapendidikan di daerah. permasalahan yang dihadapi paraguru dan pengelola sekolah saat ini, yaitu (1)rendahnya kualitas proses dan hasil belajar siswa dalam berbagai bidang studi (termasuk matematika),(2) tidak siapnya guru menghadapi sertifikasi guru dalam jabatan, (3) rendahnya kompetensi gurusebagai orang pertama dan yang utama pengembang kurikulum dan guru belum melakukan berbagaipenelitian untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, penerapan model-modelpembelajaran yang inovatif di sekolah, (5) rendahnya kompetensi guru menggunakan ITdan ICT danmasalah sarana dan prasarana belajar mengajar yang kurang memadai di sekolah, (6) pengelolaanmanajemen internal sekolah yang masih rendah.
CAPACITY STRENGTHENING PROGRAM FOR SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (SMES) IN RELIGIOUS TOURISM VILLAGE OF BONGO AT GORONTALO REGENCY Ismet Sulila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i3.7476

Abstract

Abstract The program on regional leading product development (program pengembangan produk unggulan daerah, henceforth called as PPPUD) for Karawo- the local Gorontalo’s embroidery product- has been carried out to domestic crafters in the Religious Tourism Village of Bongo from 2017 and expected to be completed by 2019. The initial year project focuses on strengthening the business management of the karawo, including strengthening the capacity of human resources and related production facilities. This capacity strengthening program is carried out in collaboration with the Cooperative, Industry, Trade and SMEs Department of Gorontalo regency. This initial year program has brought positive results that are evident in each of the following indicator: 1) the increase of managerial technical capacity of the management and all members of the SMEs groups, 2) all aspects of human resources are fulfilled and strengthened and thus, have brought impact on the quantity and the quality of the product; 3) all production-related facilities are fulfilled, and the office spaces are also furnished hence, have brought positive impact on production and the management activity, these improvement have brought impact on the marketing of the karawo products produced by these SMEs. Based on this initial year’s achievements, the focus of the second year would be on strengthening the production, finance, and raw material’s aspects of the karawo. Therefore, it is crucial for this community empowerment program through the PPUD program to be carried out into the next year.  Keywords: Management, Human Resource, Karawo Production Facilities and Products.
PELATIHAN OLAHAN KELAPA MENJADI JAJANAN SEHAT INOVATIF DI DESA ALUE IE PUTEH ACEH TAMIANG Vivi Mardina; Dewi Novianti; Ulil Amna; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa merupakan komoditas unggulan Indonesia dengan Aceh sebagai salah satu daerah penghasil kelapa. Contohnya pada Desa Alue Ie Puteh yang memiliki luas perkebunan kelapa 1/6 dari luas Desa. Harga kelapa yang rendah karena dijual dalam bentuk mentah berdampak pada rendahnya pendapatan penduduk desa. Mitra pada kegiatan ini yaitu kelompok PKK Desa Alue Ie Puteh yang memiliki permasalahan kurang terampil mengolah buah kelapa menjadi produk jajanan sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada Desa Alue Ie puteh adalah memberi pengetahuan dan keterampilan pada kelompok PKK Desa Alue Ie Puteh untuk memproduksi jajanan sehat berbahan baku buah kelapa menjadi produk unggulan daerah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung dan diskusi. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan mitra untuk mengolah buah kelapa menjadi jajanan sehat inovatif, adanya produksi cake sehat pada skala rumah tangga yang berbahan baku buah kelapa.Kata kunci: Buah Kelapa; Desa Alue Ie Puteh; Jajanan Sehat; Pelatihan.AbstractCoconut is superior Indonesia's commodity which Aceh is as one of the coconut-producing regions. For example is in the Alue Ie Puteh village which has the coconut plantation about 1/6 of the village area. The low prices of coconut is due to they are sold in raw material, as a consequent might effect to the low income for the villagers. The partner in this activity is the PKK group of Alue Ie Puteh who has the difficulty in processing coconuts into healthy snacks. Thus, the objective of this service activity is to distribute the knowledge and skills to the PKK group in Alue Ie Puteh Village to produce healthy snacks that made from coconut, so they become for regional superior products. The method used includes lectures, hands-on practice (training) and discussion. Results of this activity concluded increase the knowledge of partner to process the coconuts into innovative healthy snacks, and the production of healthy cakes on the household scale that is made from coconut fruit.Keywords: Coconut Fruit; Alue Ie Puteh Village; Healthy Snack; Training.
Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok UPPKS Manalagi Kecamatan Bilah Hulu Labuhan Batu Dengan Menggunakan Oven Serbaguna Irfandi Irfandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 80 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i80.3470

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan kelompok UPPKS dalam hal pengembangan usaha dengan berbasis penguasaan teknologi tepat guna, dimana selama ini kelompok UPPKS Manalagi Kecamatan Bila Hulu Kabupaten Labuhan Batu dalam berbagai kegiatan pengembangan perekonomian keluarga dalam usaha kuliner masih berbasis kepada alat-alat konvensional dan tradisional. Sehingga hal ini berhubungan erat dengan hasil produksi yang kurang memadai dan Optimal, maka dari permasalahan tersebut perlu adanya peningkatan teknologi yang berbasis teknologi tepat guna, hal ini akan sejalan dengan Peningkatan kemampuan UPPKS dalam memanajemen usahanya. Sehingga dengan pengembangan berbasis teknologi tepat guna tersebut kelompok UPPKS mampu menguasai segmentasi pasar dengan meningkatkan produksi yang bermuara pada kwalitas dan kwantitas produk, maka dari itu perkembangan usaha kelompok UPPKS dapat secara real terlihat dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh kelompok UPPKS. Hasil akhir kegiatan ini adalah mampunya kelompok UPPKS menerapkan dan mengembangkan Produksi usahanya berbasis Teknologi tepat guna, serta alat yang berbasis teknologi tepat guna yang diberikan mampu meningkatkan hasil produksi Kelompok UPPKS. Untuk itu dibuat serangkaian kegiatan untuk meningkatkan produksi serta kwalitas dari Kelompok UPPKS sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat secara umum. Namun secara keseluruhan kegitan ini harus dilanjutkan secara kontiniu untuk terus membantu kelompok UPPKS dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan awal
Pemberdayaan UPPKS Florist Berbasis Web di Kota Medan Dedy Husrizal Syah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 80 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i80.4788

Abstract

Informasi pasar yang lengkap dan akurat dapat dimanfaatkan oleh kelompok UPPKS untuk membuatperencanaan usahanya secara tepat, misalnya : (1) membuat desain produk yang disukai konsumen, (2)menentukan harga yang bersaing di pasar, (3) mengetahui pasar yang akan dituju, dan banyak manfaatlainnya. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam mendorong keberhasilan kelompokUPPKS dalam memperoleh akses untuk memperluas jaringan pemasarannya. Teknologi informasimerupakan bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, danmenggunakan informasi dalam segala bentuknya. Melalui pemanfaatan teknologi informasi ini,perusahaan mikro, kecil maupun menengah dapat memasuki pasar global. Secara umum kegiatan inibertujuan untuk  Meningkatkan kemampuan kelompok UPPKS dalam menggunakan IT, Meningkatnyakemampuan UPPKS dalam memanajemen usahanya. Mampunya kelompok UPPKS dalam mempromosikandan memasarkan usahanya melalui internet. Adanya Email, blog, Facebook, kelompok UPPKS dalammemasarkan dan mempromosikan usahanya.Kegiatan ini dimulai dengan melakukan visitasi untuk mengetahui permasalahan kelompok UPPKS, setelahitu dilaksanakan Workshop pada tanggal 11 Agustus 2014 bertempat di Aula LPM Unimed. Setelahpelaksanaan workshop kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan pendampingan kepada kelompokUPPKS yaitu pada tanggal 18, 21 dan 28 Agustus 2014. Kegiatan ini dibuka oleh Kasi BKKBN Kota Medan. Yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Instruktur dari Unimed Bapak Dedy Husrizalsyah, SE.,M.Si, bapak Sulaiman Lubis, SE., M.Si dan Ibu Selvia Dewi Pohan, M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh 10 OrangAnggota Kelompok UPPKS.Hasil akhir kegiatan ini adalah mampunya kelompok UPPKS mempromosikan usahanya melalui internetdan dijadikannya LPM Unimed sebagai tempat konsultasi bisnis oleh kelompok UPPKS.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BIOSLURRY UNTUK RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA MONTONGSARI KABUPATEN KENDAL Florentina Kusmiyati; Susilo Budiyanto; Bagus Herwibawa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.9655

Abstract

AbstrakKetahanan pangan mensyaratkan kondisi tercukupinya pangan bagi seluruh elemen masyarakat, berkualitas, aman, beragam, bergizi, merata, serta mudah dijangkau. Rumah tangga memiliki peran penting sebagai satu diantara banyak faktor pendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, misalnya dengan pembentukan Rumah Pangan Lestari (RPL) yang berwawasan pertanian organik.Selain memiliki nilai ekonomi, kesehatan, dan ekologi, pembentukan RPL juga akan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan ruang-ruang sempit di sekitar rumah. Artikel ini merupakan rangkuman dari satu diantara beberapa kegiatan Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat(KKN-PPM UNDIP) di desa Montongsari, kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja, untuk memanfaatkan limbah biogas atau biosurry sebagai pupuk organik dalam budidaya tanaman dengan teknik vertikultur di sekitar rumah. Metode yang digunakan adalah survei, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pembuatan RPL dengan memanfaatkan bioslurry. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, yaitu mulai timbul kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Bioslurry yang sebelumnya belum dimanfaatkan, dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik. Lahan kosong di sekitar rumah dan sepanjang kiri-kanan jalan yang selama ini tidak dimanfaatkan, mulai dimanfaatkan sebagai kawasan yang menunjang pangan masyarakat. Lingkungan yang dulu terkesan gersang berubah menjadilebih asri. Oleh sebab itu untuk mendukung keberlanjutan RPL, diperlukan keinginan yang serius dan tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat.Kata kunci: Bioslurry, Kelestarian Lingkungan, Organik, Pangan, Rumah Pangan LestariAbstractFood security exist when all people at all times have access to sufficient, safe, and nutritious food. Households have an important role in national food security, by creating the Sustainable Food Reserve Gardens based on organic principles. It has economic, health, and ecological benefits. Sustainable Food Reserve Gardens also will optimize the spaces arround the houses. This article is a summary of one of the Student Community Service - Community Empowerment Learning of Diponegoro University activities in Montongsari village, Kendal Regency. This program aims was to empower the group of housewives to use biogas residue or bioslurry as organic fertilizer in verticulture arround the houses. The methods used were survey, extension, training, and outreach in application of bioslurry organic fertilizer for Sustainable Food Reserve Gardens. This program had positive impact for the community, including the emergence of awarenees and behavior changes of community. Bioslurry can be appliedas organic fertilizer. Spaces arround the houses can provide accessibility of fresh food for community. The village seems to change to become more beautiful. Therefore, to support the Sustainable Food Reserve Gardens, it requires serious commitment and real action of the government and community. Keywords: Bioslurry, Environmental Sustainability, Organic, Food, Sustainable Food Reserve Gardens
UPAYA PENINGKATAN POLA HIDUP BERSIH SEHAT DI DESA IBUS MELALUI DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA FILTER AIR, CUCI TANGAN DIGITAL DAN MESIN PEMBUAT SABUN UNTUK MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Mukti Hamjah Harahap; Hesti Fibriasari; Miftahul Ihsan; Irfand Irfand; Deo Demonta Panggabean; Dedy Husrizal Syah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i4.20623

Abstract

Pola hidup bersih dan sehat merupakan program yang telah lama dicanangkan oleh pemerintah melalui kementrian kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah akan tetapi belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Program ini sangat relepan untuk menghadapi pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia. Melalui program Diseminasi Teknologi Filter Air, Cuci Tangan Digital dan Mesin Pembuatan Sabun diharapkan dapat meningkatan pola hidup besih dan sehat di Desa Ibus, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang dilakukan adalah pelatihan penggunaan dan perawatan alat yang di Diseminasikan kepada masyarakat serta penyuluhan perlunya pola hidup besih sehat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan selama periode satu bulan maka dilakukan pengukuran dampak dari program Diseminasi ditengah masyarakat. Dampak dari kegiatan ini ada dua hal yaitu dampak peningkatan kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih sehat hususnya menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun serta dampak peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa kegiatan ini sangat baik dilakukan dan disarankan kesinambungan program melalui perangkat yang ada ditengah masyarakat. Kata kunci: desiminasi, PHBS, Covid-19
PEMBINAAN KELOMPOK UPPKS MAS JOKO SNACK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Amrizal Amrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i2.4665

Abstract

Desa Pematang Kasih merupakan desa yang terletak di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Di desa tersebut ada kelompok usaha masyarakat yang memproduksi keripik ubi dan keripik pisang yangdiketuai oleh bapak Joko yang jumlah anggotanya mencapai 15 orang. Mereka tergabung dalam kelompokUsaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Mas Joko Snack binaan Badan Kependudukan danKeluarga Berencana Nasional (BKKBN). Diidentifikasi masalah yang dihadapi calon mitra dalam aspekproduksi meliputi  teknologi tepat guna dalam memproduksi keripik, kemasan, dan variasi rasa keripik yangdinilai masih kurang. Kelompok usaha keripik yang dikelola Mas Joko ini mampu memproduksi tiap harinya +25-35 tandan pisang atau kurang lebih sekitar 20-30 kg/hari, dan + 25-35 Kg Ubi / hari dengan harga jual sekitar20.000rb/kg. Kapasitas produksi ini masih bisa ditingkatkan lagi mengingat masih banyak permintaan yangbelum terpenuhi.  Kripik ubi dan pisang yang diproduksi Mas Joko dititipkan diwarung-warung yang adadisekitar desa dan ke pasar bengkel yang merupakan pasar jajanan di kecamatan Perbaungan. Kegiatan inibertujuan untuk Meningkatkan kemampuan Kelompok UPPKS dalam mengelola usahanya, Meningkatnyakemampuan Kelompok UPPKS dalam memanajemen usahanya, Mampunya Kelompok UPPKS dalammempromosikan dan memasarkan usahanya dan Adanya alat Teknologi Tepat Guna yang bisa digunakankelompok UPPKS dalam meningkatkan produksi usahanya.

Page 6 of 88 | Total Record : 878


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue