cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 878 Documents
INISIASI PEMASARAN DARING DI KELOMPOK USAHA MELUR DI DESA SAMBIREJO, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Khairunnisa Harahap; Izwar Lubis; Tri Effiyanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i1.6640

Abstract

                                                         AbstrakKelompok Usaha Melur yang merupakan Mitra kegiatan pengabdian ini memiliki beberapa permasalahan tata kelola manajerial, yaitu: 1) Belum terorganisasinya pembukuan dengan baik. 2) pemasaran produk masih sangat sederhana dan belum memanfaatkan teknologi informasi. 3) Kurangnya alat mesin jahit untuk menambah produksi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan pemasaran pada Kelompok Usaha Melur di Desa Sambirejo, Percut Sei Tuan. Tujuan tersebut dicapai melalui pendampingan kepada Kelompok Usaha Melur di bidang pembukuan/pengelolaan keuangan dan strategi marketing berbasis internet. Kelompok Usaha rumah tangga ini bergerak dalam bidang pembuatan keset kaki. Bahan baku produk tersebut menggunakan limbah kain/produksi penjahit lain. Pembuatan keset kaki ini juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di daerah sekitar yang ingin menambah pengetahuan jahit menjahit dan pada gilirannya menambah penghasilan ibu-ibu anggota kelompok usaha tersebut. Pelatihan pembukuan dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pendampingan terkait pencatatan kas masuk dan keluar, penghitungan harga pokok produksi dan pembuatan laporan keuangan. Selanjutnya, pendampingan pemasaran berbasis internet dilakukan dengan memberikan wawasan untuk memaksimalkan teknologi yang ada untuk memasarkan produk mereka. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan penyuluhan dan pendampingan hingga kelompok usaha melur memiliki pembukuan yang rapih dan memiliki toko online di media sosial. Kata kunci: Pendampingan, Pengelolaan Keuangan, Pemasaran Online, UKM Melur.                                                          Abstract “Melur Entrepreneur Community” have several gavernance problem, such as: 1) the absence of bookkeeping systems. 2) traditional marketing strategy, and 3) ineffectiveness of production. This community service activity conducted in Melur Entrepreneur Community aims to overcome the problems as mentioned. That purpose was achieved through training and guiding the member of Melur Entrepreneur Community in bookeeping dan marketing strategy based on Information Technology. Melur Entrepreneur Community are focus in making doormats from the waste of tailor production. They also empowering woman of households who want to gain a knowledge of sewing and in turn would increase their income. Bookkeeping training is done by providing insight and assistance related to the recording of incoming and outgoing cash, cost analysis of production and financial reporting. Furthermore, knowledge of internet based marketing is delivered by providing insight to maximize existing technology to marketing their products. The method which used in this activity is counseling and training to achieve the outcome, that is the availability of bookkeeping and online store on social media.Keywords: training/guiding, financial administration, online marketing, SMEs.
RENOVASI FISIK DAN PENANAMAN 3000 POHON MANGROVE OLEH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. PERTAMINA (PERSERO) MOR I – DUMAI DI DESA WISATA KAMPUNG NELAYAN KELURAHAN PANGKALAN SESAI KECAMATAN DUMAI BARAT KOTA MADYA DUMAI Adek Cerah Kurnia Azis; Mesra Mesra; Muslim Muslim
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i3.11624

Abstract

AbstrakKegiatan yang dilakukan oleh Corporate Social Reponsibility (CSR) PT. Pertamina (Persero) MOR-1 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Dumai yakninya renovasi fisik bangunan dan pelestarian hutan mangrove dengan melakukan penanaman 3000 pohon mangrove di Desa Desa Wisata Kampung Nelayan Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Madya Dumai. Hal ini bertujuanuntuk perbaikan konstruksi bangunan yang rusak dan pembangunan kembali bangunan-bangunan yang tidak layak pakai, sehingga fasilitas bangunan yang ada di desa ini menjadi lebih baik. Berikutnya penanaman 3000 pohon mangrove dengan tujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove, hewan laut,peminimalisiran abrasi, kembalinya burung-burung bersarang ke tepi pantai pesisir, pengantisipasian gelombang bencana tsunami menjadi lebih minimalist, dan menjadikan desa ekowisata mangrove yang asri. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan melakukan perbaikan, rehabilitasi, edukasi,sosialisasi, pelatihan, dan pengaplikasian, yaitu dengan capaian yang telah dihasilkan pada kegiatan ini. 1) renovasi fisik fasilitas umum di kawasan wisata desa kampung nelayan, dapat di kategorikan pada peningkatan membaik dengan persentase mencapai pada 75% dalam perubahan fisik bangunan yangada di kawasan wisata desa kampung nelayan, selanjutnya untuk kegiatan penanaman 3000 pohon mangrove mengalami peningkatan jumlah pertumbuhan mangrove kepada kategori membaik, dengan capaian persentase 78%. Kegitan ini tentunya memberikan kontribusi yang sangat berarti bagiperkembangan Desa Wisata Kampung Nelayan menjadi lebih baik lagi dengan kondisi fasilitas yang lebih baik dan pelestaraian hutan mangrove lebih berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Renovsi Fisik, Penanaman 3000, Mangrove, Kampung Nelayan,CSR Pertamina, DumaiAbstractActivities carried out by Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina (Persero) MOR-1 Dumai Fuel Oil Terminal (TBBM) believes that the physical renovation of the building and the preservation of mangrove forests is by planting 3000 mangroves in the Village of the Village of Fishermen's Village,Pangkalan Sesai Village, Dumai Barat District, City of Dumai. This aims to improve the construction of damaged buildings and rebuild buildings that are not suitable for use, so that the building facilities in this village are better. Next, planting 3,000 mangrove trees with the aim of preserving mangroveecosystems, marine animals, minimizing abrasion, returning birds nesting to the coastline of the coast, anticipating the tsunami disaster to become more minimalist, and making the village a beautiful mangrove ecotourism. The method of implementing this activity is by making improvements,rehabilitation, education, socialization, training, and application, namely with the achievements that have been generated in this activity. 1) physical renovation of public facilities in the fishing village village tourism area, can be categorized as improving improvement with the percentage reaching 75% in the physical changes in the existing buildings in the fishing village villages, then for the planting of 3000 mangrove trees experienced an increase in mangrove growth to the improved category, with a percentage achievement of 78%. This activity certainly contributes significantly to the development of the Fishermen Village Tourism Village to be even better with better facility conditions and thepreservation of mangrove forests contributes more to the surrounding environment.Keywords: Physical renovation, 3000 planting, mangrove, fisherman village, CSR Pertamina, Dumai
PERBENDAHARAAN NAMA-NAMA FLORA-FLORA DALAM BUDAYAMASYARAKAT MELAYU DELI SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN BAGI MAHASISWA BAHASA PRANCIS Rabiah Adawi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 71 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i71.4711

Abstract

Setiap masyarakat mempunyai cara tersendiri dalam menjalankan tradisi dan adat budaya masing-masing. Begitu juga di dalam upacara perkahwinan. Di kalangan orang Melayu, perkahwinan merupakansatu perkara terpenting dalam kehidupan mereka. Ia adalah satu tahap sejarah dalam hidup seseorang.Begitu juga dengan keberadaan tanaman sebagai obat sudah dikenal sejak ribuan tahun silam. Jamuadalah produk ramuan bahan alam asli Indonesia, yang digunakan untuk pemeliharaan kesehatan,pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, pemulihan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.
EDUKASI TATA LAKSANA NON FARMAKOLOGI UNTUK PENCAPAIAN TEKANAN DARAH TERKONTROL PADA PENYANDANG HIPERTENSI DI POSBINDU PTM DESA DUKUHWALUH KEMBARAN Tri Sumarni; Reni Dwi Setyaningsih
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14269

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Prevalensinya yang cenderung meningkat serta potensi risiko komplikasi yang mengancam menyebabkan dibutuhkan upaya yang sistematis dalam rangka pengendalian penyakit melalui program Posbindu PTM. Manajemen terapi  hipertensi harus dilakukan seumur hidup, baik terapi farmakologi maupun non farmakologi, untuk dapat menurunkan munculnya risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penyandang. Hal ini menyebabkan perlunya pendampingan melalui pemberian edukasi bagi penyandang hipertensi dalam rangka pencapaian tekanan darah terkontrol dan pengurngan gejala Hipertensi sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Posbindu Desa Dukuh waluh masih didapatkan beberapa peserta yang tidak rutin datang, dan tidak mengetahui pentingnya pengontrolan gaya hidup sebagai bagian dari terapi non farmakologi. Pemberian edukasi tentang hipertensi dan tata laksanan non farmakologik dilakukan dengan  metode pendidikan kelompok melalui ceramah dan diskusi dengan sasaran peserta posbindu yang teridentifikasi sebagai penyandang hipertensi, yaitu sebanyak 25 peserta. Hasil akhir kegiatan didapatkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan sasaran sebesar 2.6 point dan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 15.6 dan 7.6 point. Pemberian edukasi penting bagi penyandang hipertensi untuk dapat mematuhi manajemen terapi farmakologik dan non farmakologik. Kata kunci: Hipertensi, posbindu, edukasi, non farmakologi Abstract  Hypertension is one of the non-communicable diseases (PTM) which is a major problem for public health. The prevalence that tends to increase and the potential risk of threatening complications causes systematic efforts to control disease through the Integrated Development Post (Posbindu) program. Management of therapy for hypertension must be carried out for life, both pharmacological and non-pharmacological therapies, to reduce the risk of complications and to improve the quality of life for people. This causes the need for assistance through the provision of education for people with hypertension in order to achieve controlled blood pressure and reduce symptoms of hypertension so that the risk of complications can be reduced. In Posbindu Dukuhwaluh, there are still some participants who do not routinely come, and do not know the importance of controlling lifestyle as part of non-pharmacological therapy. Providing education about hypertension and non-pharmacological procedures was carried out by the method group discussion with the aim of 25 Posbindu participants identified as having hypertension. The final result of the activity found an increase in the mean target knowledge score of 2.6 points and a decrease in systolic and diastolic blood pressure of 15.6 and 7.6 points respectively. Providing education is important for people with hypertension to be able to adhere to the management of pharmacological and non-pharmacological therapies. Keywords: Hypertension, posbindu, education, non-pharmacological
KETERAMPILAN BELA DIRI ANGGAR Ika Kusumasari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3408

Abstract

The objective or research is to determine the relationship between leg length (X1) and speed of reaction (X2) with lunge accuracy of fencing skill. This research was conducted at IKASI Banten 2008, with samples of 20 respondents selected by total sampling.The result of this research are as follows. First, there is a positive correlation between leg length toward lunge accuracy of fencing skill. The linear regression is express through. The correlation coefficient 0.47.it’s mean the contribution of leg length toward lunge accuracy of fencing skill is 22.09 %. Second, there is a positive correlation between speed of reaction toward lunge accuracy of fencing skill. The linearregression is express through . The correlation coefficient 0.55.it’s mean the contribution of leg length toward lunge accuracy of fencing skill is 30.25 %. Third, there is a positive correlation between leg length and speed of reaction toward lunge accuracy of fencing skill. The linear regression is expree through . The correlation coefficient 0.61.it’s mean the contribution of leg length toward lunge accuracy of fencing skill is 37.21 %.
PERAN SERTA KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA Rumasi Simaremare
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 73 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i73.4736

Abstract

Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dandikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan lain meliputi nilai-nilai yang perlu ditanamkan,muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan. PermendiknasNo.13/2007 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja kepala sekolah. Guru sebagaipengganti orang tua disekolahperlu memiliki kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen untukmembimbing peserta didik menjadi manusia yang bertaqwa. Mengingat bahwa pendidikan karaktermenenkankan pada aspek sikap, nilai, dan watak peserta didik, maka dalam pembentukannya harusdimulai dari seorang guru.
PEMBINAAN PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHA DAN E-MARKETING PADA PELAKU USAHA INDUSTRI MIKRO PENGRAJIN SEPATU DI KECAMATAN MEDAN DENAI Muhammad Irfan Nasution; Muhammad Andi Prayogi; Satria Mirsya Affandy Nasution
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.7028

Abstract

                                                         AbstrakKegiatan program pengabdian masyarakat dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini bertujuan untuk melakukan Pembinaan Pengelolaan Manajemen Usaha dan E-Marketing pada Pelaku Usaha Industri Mikro Pengrajin Sepatu di Kecamatan Medan Denai.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan pengrajin Sepatu yang akan menjadi Mitra pengabdian masyarakat yaitu Jondy Shoes dan Whindy Shoes. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan dengan target luaran utama adalah publikasi jurnal ilmiah pengabdian masyarakat, memperoleh ijin usaha, mempunyai website dann peningkatan wawasan dan keterampilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat  ini adalah  pendekatan partisipatif, pendekatan kognitif, pendekatan afektif dan pendekatan keterampilan dan tahapan tahapan yang digunakan adalah persiapan, investigasi, transformasi. Incubation, verification, implementation, evaluasi, pengembangan secara bertahap yang dimulai dengan Plan, do, action, check. Selanjutnya para mitra sudah mempunyai email dan webblog sebagai sarana promosi usaha yang mitra jalankan dan sudah memiliki izin usaha dan telah terdaftar di Dinas Koperasi Kota medan. Kata Kunci: manajemen usaha, e-marketing                                                        AbstractThe activities of the public service program of the community service Society or LP2M Univesity of Muhammadiyah Sumatera Utara aims to perform the construction Management Business Management and E-Marketing in Micro Industry Trade Craftsmen shoes in Medan Denai. This outreach activities involving craftsmen shoes that will become a partner of public service i.e. Jondy Whindy Shoes and Shoes. Public service was conducted for 8 (eight) months with the outer primary target was the publication of the scientific journal public service, obtaining a business license, have increased insight and dann website skills. Methods used in this outreach activity is a participatory approach, the approach of cognitive, affective and approach the approach phase and stage skills used are preparation, investigation, transformation. Incubation, verification, implementation, evaluation, development gradually, beginning with a Plan, do, check, action. Furthermore the partners already have email and webblog as a means of promotion of the business partners who run and already have a business license and has been registered with the Department of Cooperatives of medan Keywords: Business Management, E-Marketing
PENINGKATAN KUALITAS GULA SEMUT MELALUI TEKNOLOGI DEHYDRATING BERBAHAN BAKAR GAS Dadang Mulyana; Ani Sutiani; Novita Indah Hasibuan; Andri Zainal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i4.15864

Abstract

Produksi gula aren merupakan salah satu produk unggulan dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Produk gula aren selama ini masih dalam bentuk cetakan biasa, salah satu upaya diversifikasi produknya adalah membuat dalam bentuk gula semut. Diversifikasi dilakukan melalui program diseminasi teknologi melalui dehydrator berbahan bakar gas dan optimalisasi daya saing produk sehingga mampu meningkatkan produksi dan hasil usaha. Kegiatan diversifikasi teknologi ini akan mengatasi; (1) penggunaan biaya operasional yang cukup tinggi dalam hal pengeringan dapat diatasi dengan membuat alat kristalisasi gula semut dan alat pengering gula semut, dan (2) meningkatkan nilai jual dan ketertariakan akan kemasan dapat diatasi dengan memilih teknik pengemasan dan penyimpanan gula semut yang baik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan secara bertahap terhadap mitra. Hasil akhir kegiatan secara umum melalui deseminasi teknologi dehydrator berbahan bakar gas mampu meningkatkan produk usaha gula semut dan meningkatkan hasil usaha mitra dengan kapasitas 30 kg/jam. Pendampingan melakukan sertifikasi produk sehingga memenuhi standar kualitas untuk produk gula semut, serta pengemasan melalui penggunaan brand nama usaha dan logo, pemilihan kemasan, perijinan, dan pemasaran merupakan upaya pengembangan usaha lainnya.Keywords: Gula Semut; Dehydrator; Kristalisasi Gula Semut; Diseminasi Teknologi.AbstractPalm sugar production is one of the superior products from South Tapanuli Regency. Palm sugar products are still in the form of ordinary molds, one of the efforts to diversify its products is to make in the form of ant sugar. Diversification is carried out through technology dissemination programs through gas-powered dehydrators and optimization of product competitiveness so as to increase production and business results. This technology diversification activity will overcome; (1) the use of relatively high operational costs in terms of drying can be overcome by making ant sugar crystallization equipment and ant sugar dryer, and (2) increasing the selling value and attractiveness of packaging can be overcome by choosing a good ant sugar packaging and storage technique. The activity is carried out through gradual mentoring of partners. The final results of the activities in general through the dissemination of gas-powered dehydrator technology can increase the ant sugar business product and increase the business results of partners with a capacity of 30 kg / hour. Assistance in conducting product certification so that it meets the quality standards for ant sugar products, and packaging through the use of brand names and logos, the choice of packaging, licensing, and marketing are other business development efforts.Keywords: Ant Sugar; Dehydrator; Crystallization Ant Sugar; Technology Dissemination.
IbM Usaha Penjahit Busana Wanita dalam Pembuatan Aksesoris dari Limbah Kain Perca Armaini Rambe
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 82 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i82.3435

Abstract

Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjahit memanfaatkan limbah kain perca untuk mengembangkan varian produk usaha berupa aksesoris. Mitra 1 penjahit busana wanita My Galleri dan EK Modiste (mitra 2). Target luaran adalah kalung, hiasan rambut, hiasan hijab, bros dan bando, sistem manajemen usaha dan pemasaran online. Kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi yang meliputi  persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk melihat tingkat keberhasilan kegiatan dilakukan pemantauan setelah selesai kegiatan. Hasil yang dicapai adalahsebanyak89,58 % peserta hadir selama kegiatan berlangsung. Penyuluhan mencakup tentang dampak limbah perca terhadap lingkungan. Pelatihan meliputi seleksi kain perca, perencanaan disain, membuat pola, kombinasi bahan. membentuk, menyusun sehingga menjadi aksesoris. Penilaian produk meliputi : kreatifitas  81,00 (sangat baik), keserasian kombinasi bahan baku dan bahan pendukung 79,13 (baik), kombinasi warna 78,75 (baik), kerapihan 80,13 (sangat baik) dan tampilan akhir produk 81,00 (sangat baik) maka rata-rata nilai  aksesoris adalah 80,00 (sangat baik), artinya mitra sudah mampu membuat aksesoris yang memiliki nilai jual. Pelatihan manajemen usaha mencakup organisasi usaha, inventaris peralatan, pencatatan keuangan dan hutang piutang. Kegiatan pemasaran dilakukan secara offline dan online. Bertambahnya pengetahuan dan keterampilan membuat aksesoris kain perca maka pendapatan penjahit  busana wanita di Pasar Petisah  dapat  bertambah.
SERUNDENG UBI SEBAGAI SALAH SATU PELUANG USAHA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA: STUDI KASUS PADA USAHA MARISA DI KOTA PADANG Afifah Afifah; Yosi Suryani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i3.4778

Abstract

Artikel ini membahas tentang permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam mitra binaan dan memberikan solusi bagi mitra tersebut dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mitra yang dipilih yaitu UKM Marisa yang memproduksi serundeng ubi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah merubah pola kerja dan proses produksi serta pembenahan aspek pemasaran yang menjadi faktor utama permasalahan dalam UKM tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua cara. Bidang produksi dilakukan dengan mengubah cara berproduksi secara manual menjadi proses produksi menggunakan mesin, sedangkan bidang pemasaran dengan memberikan pemahaman pentingnya kemasan dan merek yang menarik untuk sebuah produk. Hasil yang diperoleh dengan adanya pengabdian pada masyarakat adalah terjadinya peningkatan kualitas produksi serundeng ubi, penggunaan kemasan produk yang sesuai dengan standar serta desain merek yang menarik dan informatif. Dengan perubahan yang terjadi, maka permasalahan yang dihadapi mitra sudah dapat teratasi dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian UKM Marisa.

Page 7 of 88 | Total Record : 878


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue