cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah
ISSN : 24772771     EISSN : 24778214     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of History Education Department in Faculty of Teacher Training and Education named Candrasangkala. In Indonesia Candrasangkala is the year of Saka as one of the influence of Hinduism. As a journal name, Candrasangkala is unique and closely related to history in terms of temporal aspects. Thus, Candrasangkala is a scientific journal of education and history as a place for critical thinking.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
THE EFFECT OF THE APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODELS TO IMPROVE HISTORICAL THINKING BASED ON THE GROWTH OF BUDI PEKERTI ON HISTORY LEARNING AT SMAN I CINANGKA Agus Rustamana; Yuni Maryuni
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8486

Abstract

Penumbuhan budi pekerti pada saat ini masih terabaikan didalam penerapan nilai- nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila. Keterabaian ini sebagai wujud dari masih kurangnya pemahaman nilai-nilai budi pekerti untuk terimplementasikan dalam proses aktifitas pembelajaran, atau dengan kata lain nilai-nilai dasar budi pekerti masih ada dalam kemasannya masih dalam tataran konseptual, belum terwujud dalam nilai aktual sebagai aktifitas di lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah, sebagai garda terdepan pendidikan seyogyanya sudah mengimplementasikan penumbuhan budi pekerti ini yang tersaji dengan menampilkan lingkungan sekolah yang menyenangkan. Atas hal tersebut dikembangkanlah model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan historical thinking berbasis penumbuhan budi pekerti yang dilakukan sebanyak tiga kali siklus ujicoba dengan hasil yang sangat menggembirakan dimana telah terjadi peningkatan kemampuan historichal thinking berbasis penumbuhan budi pekerti siswa yang semula berada pada rentang tererndah 60% sampai dengan rentang tertinggi 73%, berada dibawah KKM klasikal yaitu 80%, maka setelah dilakukan tindakan tiga kali siklus naik siginifikan dengan rentang terendah 80% dan tertinggi 93.3%. berada di atas KKM, sehingga ujicoba dihentikan karena sudah pada posisi optimal.
BANTEN AS AQUATIC CITY IN THE 16-17TH CENTURY OF MASEHI Encep Supriatna
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8487

Abstract

Salah satu kerajaan yang bercorak Islam di Nusantara pada abad ke 16-17 adalah Kesultanan Banten, Kesultanan Banten awalnya berada dibawah kekuasaan Sunda Padjajaran dengan penguasa terakhirnya adalah Prabu Pucuk Umun yang merupakan putera dari Prabu Seda berkedudukan di Banten Girang, (Pupuh XVII, Babad Banten; naskah Lontar Kropak 421 baris 1-5). Setelah berhasil memerdekakan diri dari Kerajaan Sunda Pakuan Padjajaran dan menjadi kerajaan Islam ibu kotanya dipindahkan ke Keraton Surosowan yang terletak di Banten Lama + 10 KM dari Kota Serang, alasan pemindahan karena letaknya kurang strategis dan jauh dari pelabuhan, padahal  Banten memiliki lautan yang sangat luas dengan panjang garis pantai 500 KM, di daerah yang baru ini Sultan Banten yang baru yaitu Maulana Hasanudin (1525-1570) dengan gekar Panembahan Sorosowan setelah menerima tahta kerajaan dari ayahnya Sunan Gunug Djati dari Cirebon. Ibu Kota kerajaan Banten yang baru yaitu berkedudukan di Istana Surosowan dikelilingi tembok yang tinggi dan terdapat sungai-sungai dapat dilayari dengan jung atau perahu.
THE EFFECT OF THE APPLICATION OF DISCOVERY LEARNING LEARNING MODELS ON HISTORICAL LEARNING RESULTS OF STUDENTS AT SMAN 1 NATAR, LAMPUNG SELATAN Suparman Arif; Rinaldo Adi Pratama; Ali Imron
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8124

Abstract

History learning must bring students more active in the teaching and learning process, educators must be able to determine the right model for conducting the learning process in class. However, nowadays history learning in schools, especially at the public high school level is still far from student centered as expected by the 2013 curriculum.  This study used a Quasi Experiment type of research with nonequivalent pretest-posttest control group design that contains the experimental class and the control class. The data analysis technique used in this study used an independent t-test. The results showed that the historical learning outcomes of students who used the Discovery Learning model were higher than the students who used the direct learning model. The analysis results obtained by Sig. (2-tailed) 0,000 significance level α = 0.05, because the value of 0,000 < 0.05, this means that there are differences in the average historical outcomes learning between students who use the Discovery Learning model with the Direct Learning model.
THE HANDLING EFFORTS OF THE DUTCH INDIAN GOVERNMENT IN FACING VARIOUS DISEASES IN JAVA 1911-1943 Samudra Eka Cipta
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.7663

Abstract

Selama  Abad 19 merupakan masa-masa sulit yang dihadapi oleh Pemerintah Hindia Belanda terutama dalam hal kesehatan. Pemerintah Hindia Belanda dikejutkan dengan berbagai penyakit yang menimpa masyarakatnya mulai dari wabah kolera, wabah pes, hingga penyakit kulit seperti kusta menyerang hampir 2/3 Jiwa Penduduk Jawa saat itu. Penambahan korban yang diderita diakibatkan oleh perilaku dan gaya hidup yang dilakukan oleh penduduk sehingga menyebabkan pertumbuhan pada penularan penyakit yang begitu cepat. Upaya dan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda berupaya untuk menekan jumlah korban akibat yang diderita mulai dari pemberian obat-obatan sampai tindakan untuk mengkarantina serta penggusuran perukiman yang dianggap kumuh seperti yang terjadi di Surabaya ketika dilanda wabah kolera tahun 1920. Artikel ini mengkaji beberapa sub bahasan yang terbagi menjadi tiga permasalahan yang akan dikaji diantaranya; 1) bagaimana awal perkembangan penyebaran berbagai penyakit yang terjadi di Jawa selama periode tahun 1911-1940, 2) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya wabah tersebut, 3) bagaimana tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda dalam mencegah dan memberantas perkembangan wabah yang terjadi di Jawa selama periode tahun 1911-1940?. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji bagaimana tindakan baik berupa langkah preventif hingga upaya pemberantasan berbagai penyakit yang menyebabkan banyak korban jiwa di Hindia Belanda seleama periode tahun 1911-1943.
LOCAL HISTORY OF BANTEN AND RELIGIOUS TOLERANCE (CASE STUDY: BANTEN GRAND MOSQUE AND VIHARA AVALOKITESVARA) Hari Naredi; Jumardi Jumardi; Lelly Qodariah; Nur Fajar Absor
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan sejarah lokal dalam menguatkan toleransi beragama pada peserta didik dan masyarakat Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan, teknik pengumpulan datanya adalah instrumen studi dokumen atau dokumentasi. Hasilnya diperoleh bahwa Banten memiliki simbol toleransi beragama yang diwakili oleh keberadaan Masjid Agung Banten dan Vihara Avalokitesvara yang merupakan dua rumah ibadah yang berbeda dan saling berdekatan. Sehingga, dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk materi Islamisasi dan silang budaya di Nusantara memberikan pengalaman sikap kepada peserta didik untuk lebih saling menghargai dan toleransi. Peserta didik melalui pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal Banten dapat mengetahui bahwa Masjid Agung Banten merupakan sebuah masjid dengan perpaduan tiga budaya arsitektur yang berbeda, yaitu Jawa, Cina, serta Belanda dan juga peserta didik dapat mengetahui bahwasannya Islam turut membangun rumah ibadah agama lain, seperti yang terlihat dari pembangunan Vihara Avalokitesvara yang dibangun pada masa Syekh Syarif Hidayatullah, seorang tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Dengan demikian, pembelajaran sejarah melalui sejarah lokal di Banten akan memberikan pengalaman belajar peserta didik akan nilai-nilai toleransi beragama, terutama peserta didik yang berada di wilayah Banten.
LEARNING RESULT DIFFERENCE MOODLE–BASED ANALYSED BY GROUP INVESTIGATION LEARNING MODEL IMPLEMENTATION AND CRITICAL THINKING ABILITY Nashar Nashar; Ana Nurhasanah; Rikza Fauzan
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8100

Abstract

This research objective is to investigate the difference of learning result Moodle-based by group investigation learning model implementation and critical thinking ability. The type of this research is quantitative using treatment design by level 2x2. The data of this research was taken by observation result, test and questionnaire. The data analysis technique using two way annova test and  t test to investigate the difference of learning result moodle-based after treatment. The result shows that (1)The learning result of moodle-based using group investigation learning model is better than using convntional learning model; (2)There is interaction between learning model and critical thinking ability toward learning result moodle-based; (3) The learning result moodle-based using group investigation learning model with high critical thinking ability is better than using conventional learning model with high critical thinking ability; (4) The learning result moodle-based using conventional learning model with low critical thinking ability is better than using group investigation learning model with low critical thinking ability. Theoritically, this research result can be used as a direction to improve the learning model and evaluation tool base on e-learning. Furthermore, hopefully  there will be a research which use learning model and evaluation tool base on e-learning with another independent variable that effect the learning result. Keywords: group investigation, critical thinking ability and learning result moodle-based

Page 1 of 1 | Total Record : 6