cover
Contact Name
Fardan Mahmudatul Imamah
Contact Email
imamah2012@gmail.com
Phone
+6281345602487
Journal Mail Official
jurnalkontemplasi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi Timur No. 46 Tulungaung 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN
ISSN : 23386169     EISSN : 25806866     DOI : -
Focus The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the Islamic theology, hermeneutic, sociology, philosophy, communication, hadith, and else, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. Scope Its principal concern includes research development and knowledge dissemination on issues related to Islamic theology.
Articles 234 Documents
KONSEP NASIONALISME DALAM AJARAN PAGUYUBAN PENGHAYAT KAPRIBADEN DI TULUNGAGUNG Roni Ramlan
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.183-206

Abstract

The background of this research starts from the issue of politicization of nationalism which during this time, the people only a look at it from the one perspective of intellectual elite which majority all of them have a legitimate religion. The narrow perspective makes the monopoly of monetary and policy occurred. It can discriminate and make the subordination in the diversity of spiritual religion that exist in the Nusantara. This research is a qualitative research by the ethnographical approach. Sources are obtained by the deep interview, participation of observation, and understanding about literature and documentation. The result of this research shows that the concept of Kapribaden nationalism can be indicated by two dimensions: textual and contextual. Textual dimension is the soul of nationalism that has identified through guyub rukun-manunggal doctrine and became the standard in the real life. Moreover, it consists as national agenda and should be celebrate it. Contextual agenda determines from implementation in the guyub rukun-manunggal doctrine in the social life. The doctrine materializes as a Laku and the transformation becomes the philosophical life in every Putro Romo.Keywords: Nationalism, Belief, Kapribaden Doctrine, Social Implication    
LANDASAN QUR’ANI AJARAN SUFISTIK RABI’AH AL ADAWIYAH Alfa Mardiyana
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.207-226

Abstract

This research with the title "Foundation of the Qur'ani Teaching of the Rabbinic Sufiism Al-Adawiyah is motivated by a phenomenon that love should be ideally something that is peaceful, calm, and comfortable but the fact is that the love, in the present, is very much make damage. From this perspective, the author wants to lift the writing about love. This research is very useful for the writer as a vehicle for critical and creative thinking about a phenomenon that is going around and the form of scientific application that the writer has ever had obtained during the college. The method uses a library research. After the author conducting the research, it can be concluded that; (1) Rabi'a came from Basrah who lives in poverty and the fourth child of four brothers, (2) Rabi'ah's Stages to find the concept of the Mahabbah turned out to have eleven stages (repentance, wara ’, zuhud, faqr, patience, gratitude, fear, hope, monotheism, resignation and love).Keywords: Abangan, keris, mystic, santri.Penelitian dengan judul “Landasan Qur’ani Ajaran Sufistik Rabi’ah Al-Adawiyah” dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa cinta yang seharusnya atau idealnya menjadi sesuatu yang damai, tenang, dan nyaman tapi faktanya cinta di masa sekarang ini sangatlah membuat kerusakan. Dari situlah penulis ingin mengangkat tulisan tentang “cinta”. Penelitian ini sangat bermanfaat bagi penulis ssebagai wahana berfikir kritis dan kreatif terhadap sebuah fenomena yang terjadi di sekitar dan bentuk aplikasi keilmuan yang pernah penulis peroleh selama kuliah. Dalam kajian ini digunakan metode kajian kepustakaan (library reserch). setelah penulis mengadakan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa; (1) Rabi’ah berasal dari Basrah yang hidup dalam kemiskinan dan anak ke empat dari empat bersaudara, (2) Tahapan Rabi’ah sampai menemukan konsep Mahabbah nya ternyata ada sebelas tahapan (taubat, wara’, zuhud, faqr, sabar, syukur, takut, harap, tauhid, tawakkal, cinta).Kata Kunci: Abangan, keris, mistik, santri.
MOTIF ZIARAH PETILASAN PRABU JAYABAYA (Menelisik Makna dan Tujuan Masyarakat Berziarah Petilasan Sri Aji Jayabaya) Miftah Farid Hamka; Ahmad Sauqi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.227-250

Abstract

This research is motivated by the anxiety of the author with many Muslim pilgrim to the Prabu Jayabaya petilasan. Prabu Jayabaya is a Javanese king who is religiously Hindu. After reading some literature that discusses about pilgrimage tomb, it finds that the tomb is not only known the tombs of Islamic figures, but also figured as the formerly considered to have a major influence on society. One of these influential figures could be the previous Kings, national figures, or community leaders who are considered sacred. From the number of pilgrims who came to Prabu Jayabaya's petilasan, known as the king of Java with his predictions, there are many backgrounds. Some come with economic motives, position, and the matter of dating. These are the motive behind the pilgrims Prabu Jayabaya's story. The motives, that drive the community, pilgrim to these activities known as a phenomenon that exists in Java. The method uses a phenomenology approach that public awareness in carrying out the activities called intentionality by basing that pilgrims have a purpose to come to King Jayabaya's petilasan.Keywords: Pilgrimage, Motives, Culture, Symbolic Interaction, Jayabaya’s Petilasan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan penulis dengan banyaknya masyarakat yang beragama Islam melakukan ziarah ke petilasan Prabu Jayabaya. Prabu Jayabaya sendiri adalah raja Jawa yang beragama Hindu. Setelah membaca beberapa literatur yang membahas tentang ziarah makam, ternyata banyak ditemukan bahwa ziarah makam bukan hanya dilakukan ke makam-makam tokoh Islam, tetapi juga pada tokoh-toh terdahulu yang dianggap mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat. Salah satu tokoh yang berpengaruh tersebut bisa Raja-Raja terdahulu, tokoh nasional, ataupun tokoh masyarakat yang dianggap sakral. Dari banyaknya peziarah yang datang ke petilasan Prabu Jayabaya, yang dikenal sebagai raja Jawa dengan ramalan-ramalannya, terdapat banyak motif yang melatar belakangi. Ada yang datang dengan motif ekonomi, jabatan, hingga soal jodoh. Inilah motif yang melatar belakangi peziarah petilasan Prabu Jayabaya. Motif-motif yang mendorong masyarakat berziarah menjadikan kegiatan tersebut sebagai suatu fenomena yang ada di Jawa. Objek dari fenomena tersebut dalam fenomenologi adalah kesadaran masyarakat dalam melakukan kegiatan yang disebut intensionalitas dengan mendasarkan bahwa peziarah memiliki tujuan untuk datang ke petilasan Prabu Jayabaya.Kata kunci: Ziarah, Motif, Budaya, Interaksi Simbolik, Petilasan Jayabaya.
WAJAH BARU KIRI ISLAM: STUDI GERAKAN FRONT NAHDLIYIN UNTUK KEDAULATAN SUMBER DAYA ALAM (FNKSDA) M. Ubaidillah
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.251-270

Abstract

Implementation of development and influence on industrialization should be not understood as is. According to Karl Marx and Antonio Gramci, religion is a condition that absolute works for capitalism and nullify the resistance movement. This condition makes the role of social movements becomes important as a process of awareness and social transformation. Current social movements are constantly produced and have dynamics process. One factor of social movements is still existed because of the opposition to the multinational extractive industry contestation in getting natural resources. One of them is movement of social-environment by youth groups appears in the body of Islamic organizations Nahdlatul Ulama (NU). Lack of sovereignty of natural resources in Indonesia encourages a group of NU youth to build organizations of social-environmental movements that are network-based with NU organization. This movement organization was officially established on 9 December 2013. Initially, there is criticism and disappointment among some NU youths towards the structural NU group and government. Because the elite group of NU, who is sitting structurally, considers less sensitive and concerns with the issue of sovereignty of natural resources and social-environmental sustainability of Indonesia people's lives, especially NU residents.Keywords: NU Young People, Environmental Movement, Organization Social. Implementasi pembangunan dan pengaruh atas industrialisasi seharusnya tidak dipahami sebagai apa adanya. Menurut Karl Marx dan Antonio Gramci, agama adalah syarat Mutlaq proses kerja kapitalisme untuk meniadakan gerakan perlawanan. Hal ini membuat peran gerakan sosial menjadi penting sebagai proses penyadaran dan transformasi sosial. Arus gerakan sosial itu terus-menerus diproduksi dan memiliki dinamika sendiri. Salah satu faktor dari gerakan sosial saat ini masih berlangsung karena perlawanan terhadap kontestasi industri ekstraktif multinasional dalam mendapatkan sumber daya alam. Salah satunya adalah gerakan sosial-lingkungan oleh kelompok pemuda muncul dalam tubuh ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU). Kurangnya kedaulatan sumber daya alam di Indonesia mendorong sekelompok pemuda NU membangun organisasi gerakan sosial-lingkungan yang yang berbasis jaringan dengan komunitas NU. Organisasi yang resmi berdiri pada 9 desember 2013, Awalnya muncul kritik dan kekecewaan sebagian pemuda NU terhadap kelompok NU struktural dan pemerintah. Karena kelompok elit NU yang duduk struktural dianggap kurang peka dan peduli terhadap isu kedaulatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan-sosial hidup rakyat Indonesia, khususnya warga NU.Kata kunci: Anak Muda NU, Gerakan Lingkungan, Organisasi Sosial.
MEMAHAMI KE-MATANG-AN EGO PENGHAYAT SUMARAH Candra Halim Perdana
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.271-290

Abstract

Ego is often exchanged with the term "Self". Mental health depends on the maturity of the ego, as the soul system tasks with satisfying Id. Ego has a defense mechanism. One of them refers to the suppression which dampens the libido through the awareness of it. Sujud Sumarah is part of meditation, a practice that has physical and psychological impact. This practice also aims to sharpen awareness, especially towards one selfness. Other than that, kebatinan teaches the way of life of Javanese. This is more focused on peace, harmony and equanimity. Based on these considerations, this study wants to give better understanding to the process of strengthening the Self-Defense. This research uses interpretative phenomenological analysis approach. Based on this study, the findings explain that penghayat has a stronger "ego" to distribute psychic energy. As perpetrators of mysticism, there are differences in the processing of psychic energy to make ends meet, because energy is not used up for balancing the body.Keywords: Ego, Penghayat, Meditation Ego sering dipertukarkan dengan istilah “Self”. Kesehatan jiwa salah satunya tergantung kepada kedewasaan Ego, sebagai sistem jiwa yang bertugas memuaskan Id. Ego memiliki Defense mecanism. Salah satunya disebut sebagai supresi, meredam dorongan libido dengan menyadarinya. Sujud Sumarah sebagai bagian dari meditasi. Praktek yang memiliki dampak secara fisik maupun psikis. Perihal Sujud Sumarah, Praktek ini bertujuan menajamkan kesadaran, terutama terhadap diri. Selain itu sebagai bagian dari kebatinan yang mengajarkan pandangan hidup orang Jawa. Hal tersebut lebih menitikberatkan pada ketentraman, keselarasan dan keseimbangan batin. Berdasarkan pertimbangan tersebut penelitian ini ingin lebih memahami proses penguatan Ego Penghayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis. Berdasarkan penelitian ini temuan yang dihasilkan bahwa penghayat memiliki lebih kuat “Ego” untuk mendistribusikan energi psikis. Sebagai pelaku mistisisme, terdapat perbedaan dalam pengolahan energi psikis untuk memenuhi kebutuhan, karena energi tidak habis untuk menyeimbangkan tubuh.Kata kunci: Ego, Penghayat, Meditasi
SEJARAH MENJAMURNYA MASJID DAN LANGGAR PASCA-65 DI KECAMATAN TANGGUNGGUNUNG, TULUNGAGUNG Teguh Teguh; Imam Syafii
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.291-308

Abstract

Many high and beautiful mosques and langgar stand in Tanggunggunung, Tulungagung. Those can easily be found in various corners of the villages. Interestingly, this subdistrict categorizes mountainous and far from the city center of Tulungagung. However, this phenomenon does not make the development places of worship in Tanggunggunung receded, even the construction is more rapidly and aggressively. The phenomenon is inversely proportional to the other general situation in the Tulungagung mountain area. This research tries to trace the roots of historical background and why the places of worship mushrooming in this region. The research method uses an ethnographical method. The nature of this method is by searching data from the field. Informants are useful as a guide to understand the facts. So, you could say, a researcher dives into and learn directly from informant. In that way, this research successfully provides an overview that the places of worship have complexity. Furthermore, mosques and langgar in Tanggunggunung are developed around the mid-20th century. The mushrooming of places of worship in this region because people are afraid with the situation of the 1965 bloody tragedy that claimed many lives.Keywords: Safety, Mosque, langgar, Worship. Banyak masjid dan langgar menjulang tinggi dan megah berdiri di daerah ini. Semua dengan mudah dapat dijumpai di pelbagai sudut desa. Menariknya, wilayah ini termasuk pegunungan dan jauh dari pusat kota pemerintahan Tulungagung. Tetapi, hal ini tidak membuat pembangunan tempat ibadah di Tanggunggunung surut, bahkan pembangunannya semakin pesat dan gencar. Fenomena tersebut berbanding terbalik dengan situasi umum lainnya di daerah pegunungan Tulungagung. Penelitian ini ingin mencoba melacak akar sejarah berdiri dan mengapa tempat ibadah menjamur di tempat ini. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Etnografi. Sifat dari metode ini tentu saja menggali data dari lapangan. Informan berguna sebagai guru penuntun untuk memahami fakta. Jadi bisa dibilang, seorang peneliti menyelami dan belajar langsung kepada informan. Dengan begitu, penelitian ini berhasil memberikan gambaran bahwa tempat ibadah memiliki kompleksivitas sehingga banyak yang meneliti. Lebih lanjut, Masjid dan langgar di Tanggunggunung berkembang belum lama yakni di pertengahan abad 20. Puncak menjamurnya tempat ibadah di wilayah ini karena masyarakat ketakutan dengan situasi mencekam tragedi berdarah 65 yang banyak merenggut banyak nyawa. Kata kunci: Keselamatan, Langgar Masjid, Ibadah.
PARADIGMA MASYARAKAT TENTANG DUKUN (Melacak Peran dan Posisi Dalam Struktur Sosial Politik dan Ekonomi Masyarakat) Arwani Ilyas
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.2.309-328

Abstract

Shamans are well known to the Indonesian, in particular Javanese society. Shamans occupy almost every structure in society, ranging from social, economic, political, and cultural structure. Shamans are not just as a profession attached to someone who is considered to have magical abilities, but more as a figure who influences society. The position of the shaman in the structure of society influences people's lives starting from the bottom to the top of social classes. Society, in its culture, need the services of a shaman to simplify and achieve their purpose. Indonesian society, especially Java, are near with mystical-magical and they cannot be separated from the role of the shaman. Here, it is very clear how the role and position of the shaman in the structure of Indonesian society, especially Java.Keywords: Shaman, Structure, Social, Politics, Economy, The Community. Dukun sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Dukun menempati hamper di setiap struktur dalam masyarakat, mulai dari struktur social, ekonomi, politik, dan budaya. Dukun bukan hanya sebagai suatu profesi yang melekat pada seseorang yang dianggap memiliki kemampuan magis, tetapi lebih sebagai tokoh yang mempengaruhi masyarakat. Posisi dukun dalam struktur masyarakat mempengaruhi kehidupan masyarakat mulai dari bawah hingga kelas atas. Masyarakat dalam budayanya membutuhkan jasa dukun untuk mempermudah dan mencapai tujuan. Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa yang kental dengan mistis-magis tidak dapat terlepas dari peran dukun. Dari sini sangat jelas peran dan posisi dukun dalam struktur masyarakat Indonesia, khususnya Jawa.Kata Kunci: Dukun, Struktur, Sosial, Politik, Ekonomi, Masyarakat.
ASWAJA AN-NAHDLIYAH SEBAGAI REPRESENTATIF TEOLOGI ISLAM NUSANTARA PERSPEKTIF KIAI SAID AQIL SIROJ Budi Harianto; Nurul Syalafiyah
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.252-281

Abstract

Kiai Said Aqil Siroj said that the Nahdlatul Ulama (NU) is a perfect representation of Islam Nusantara in terms of both its organizational culture and movement. NU steps at jama'ah and jam'iyah levels has become a complete reference in harmonizing religion, ideology, and nationalism. NU has three ukhuwah, namely ukhuwah basariyah, islamiyah, and wathaniyah that are in line with the national interest of the Republic of Indonesia. As a sturdy fortress of the national, Islam Nusantara develops knowledge, strengthens networks and forms a national strategy regarding the “Unity in Diversity” principle of the Republic of Indonesia. NU adheres to the theology of Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah and makes it a manhaj al-fikr. Thus of Kiai Said Aqil Siroj, Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah that is constructed by NU, then which is then often called as Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah an-Nahdliyah, can be one of theological representations of Islam Nusantara. This article is intended to put Kiai Said Aqil Siroj's view properly on Ahl al-Sunnah Wa al-Jama'ah, that is constructed by Nahdlatul Ulama correlation with the concept of Islam Nusantara in the framework of scientific dynamics of Islamic studies, and its contribution to the earthing of friendly, peacefully, and blessed Islam for all Indonesians in particular, and for the world in general. From a scientific point of view, an expression by Kiai Said Aqil Siroj is a new nuance in the study and insight of Islamic thought.Keywords : Kiai Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama, Aswaja An-Nahdliyah, Islam Nusantara.Kiai Said Aqil Siroj menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan representasi paripurna dari Islam Nusantara dalam kultur organisasi maupun gerakannya. Gerak langkah NU pada level jama’ah maupun jam’iyah menjadi referensi utuh dalam menyelaraskan agama, ideologi, dan rasa kebangsaan. Dalam NU terdapat tiga ukhuwah yaitu ukhuwah basariyah, islamiyah, dan wathaniyah yang selaras dengan kepentingan NKRI. Sebagai benteng kokoh Islam Nusantara bergerak mengembangkan pengetahuan dan menguatkan jaringan serta membentuk strategi kebangsaan sesuai kebhinekaan NKRI. NU yang menganut teologi Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dan menjadikanya sebagai manhaj al-fikr. Maka dengan melihat pernyataan Kiai Said Aqil Siroj diatas maka Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah yang dikonstruk oleh NU yang dalam perkembanganya sering disebut dengan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah an-Nahdliyah bisa menjadi salah satu representasi Teologi Islam Nusantara. Dari paparan tersebut artikel ini dimaksudkan untuk mendudukan secara tepat pandangan Kiai Said Aqil Siroj tentang Ahl al-Sunnah Wa al- Jama’ah yang dikontruks oleh Nahdlatul Ulama’ dalam korelasinya dengan konsep Islam Nusantara dalam bingkai dinamika keilmuan studi Islam, serta kontribusinya bagi pembumian Islam yang ramah, damai, dan menjadi rahmah bagi seluruh bangsa Indonesia khususnya bagi dunia umumnya. Pada sisi keilmuan pengungkapan pemikiran Kiai Said Aqil Siroj tersebut nuansa baru dalam kajian dan wawasan pemikiran Islam.Kata Kunci : Kiai Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama, Aswaja An-Nahdliyah, Islam Nusantara.   
LOGIKA PENEMUAN ILMIAH TEORI (POSSITIVISME LOGIS) AUGUST COMTE Wely Dozan; Rohimi Rohimi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.190-211

Abstract

The term philosophy is often used as a tool for scientific thinking in science. The development of philosophical thought in ancient Greece had two models of rationality namely, First, concrete philosophy. Second, philosophy in the form of metaphysics. However, this thought is not in line with the thinking of modern philosophy, namely Agus Comte in his theory "Logical Possitivism" states that everything that is rationalized that is metaphysical is considered wrong, it cannot be verified because metaphysical philosophy cannot be reached by the five senses. It can be concluded that, logical toeori possitivism only functions on what can be rationalized by the five senses. Thus, this paper exists to examine and trace the direction of the ideas of the Comte in his theory known as possitivism. Keywords: Theory, Possitivism, Agus Comte. Istilah filsafat sering digunakan sebagai alat metode berpikir ilmiah dalam keilmuan. Perkembangan pemikiran filsafat pada yunani kuno memiliki dua model rasionalitas  yaitu, Pertama, filsafat yang berbentuk konkret. Kedua, filsafat yang berbentuk metafisika. Namun pemikiran tersebut tidak sejalan dengan pemikiran filsafat moderen yaitu Agus Comte dalam teorinya “Possitivisme Logis” menyatakan bahwa, segala yang dirasionalitaskan yang bersifat metafisika dianggap salah,  hal itu tidak dapat diverifikasi karena filsafat metafisika tidak dapat dijangkau oleh panca indera. Dapat disimpulkan bahwa, toeori possitivisme logis hanya berfungsi pada apa yang bisa dirasionalitaskan oleh panca indra. Dengan demikian, tulisan ini hadir untuk mengkaji dan menelusuri arah pemikiran agus comte dalam teorinya dikenal dengan istilah possitivisme. Kata Kunci: Teori, Possitivisme, Agus Comte.
GHIBAH DALAM ENTERTAINMENT PERSPEKTIF HADIS (APLIKASI TEORI DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN) Layyinatus Sifa
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2019.7.2.282-298

Abstract

Citizen life in modern society wich have many activities makes them need some entertainment. Either from social media, recreation or televison show. Every show arranged as creative as can for interest the audience and get the high rate. One of them is rality show wich give any informations about entertainment called infotainment. In this show, there are many information about many things, such as the life of entertainer, privacy live and disgrace of household. And there are many information that contain of bringing into conflict one to another. And in along time this show containing of “ghibah”in a modern version without releazied from the audience. How is the rules of “ghibah” in this modern context and how we will apply the Sunnah of Muhammad about avoiding ghibah in millenial era using the teory of double movement from Fazlur Rahman. Keyword: ghibah, Infotainment, Hadis, Fazlur Rahman Kehidupan masyarakat modern yang disibukkan dengan bermacam aktifitas membuat masyarakat haus akan berbagai jenis hiburan. Mulai dari media sosial, tempat rekreasi sampai acara televisi. Berbagai acara disusun sekreatif mungkin untuk menarik penonton dan mendapatkan rating yang tinggi. Termasuk salah satunya acara inforamsi tentang dunia entertainment atau yang dikenal dengan istilah infotainment. Dalam acara tersebut sering diberitakan kehidupan tentang pemain dunia entertainment, mulai kehidupan pribadi, keluarga sampai aib rumah tangga. Tak sedikit juga berita yang terkesan mengadu domba antar tokoh publik tersebut. Semakin lama acara ini terkesan seperti “ghibah” dalam versi modern tanpa disadari oleh masyarakat yang menikmatinya. Bagaimana sebenarnya hukum “ghibah” dalam acara tersebut, dan bagaimana kita mengaplikasikan hadis nabi tentang larangan ghibah dalam era millenial sekarang dengan teori doble movemnet Fazlur Rahman. Kata kunci: Ghibah, Infotainment, Hadis, Fazlur Rahman