cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 362 Documents
Analisis dan Simulasi Perancangan PLTMH Menggunakan Software HOMER-Pro di Sungai Damar Gunawan, Maulana Fadhilah; Dwitama, Difa Raditya; Stefanie, Arnisa
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.010

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik menuntut penggunaan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang potensial untuk wilayah pedesaan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yang memanfaatkan energi potensial air untuk menghasilkan listrik tanpa emisi karbon secara terus-menerus. Penelitian ini menganalisis dan menyimulasikan rancangan PLTMH di Sungai Damar, Kabupaten Kendal, menggunakan perangkat lunak HOMER-Pro untuk menilai kelayakan teknis dan ekonominya. Metode penelitian mencakup studi literatur debit air, perancangan beban dan sistem suplai mikrohidro, perancangan turbin dan generator berdasarkan potensi daya yang dihitung, serta analisis biaya yang sudah diperhitungkan. Data debit andalan (Q80) sebesar 1.259,88 L/s dan tinggi jatuh efektif 0,3734 meter menghasilkan daya bersih 2,95 kW dengan efisiensi 64%. Simulasi menunjukkan PLTMH dapat beroperasi sepanjang 8.760 jam per tahun, menghasilkan energi tahunan sebesar 27.879 kWh dengan tingkat pemenuhan kebutuhan energi mencapai 100%. Analisis ekonomi menunjukkan biaya energi rata-rata (LCOE) sebesar Rp53,05/kWh dan biaya proyek total (NPC) sebesar Rp30.802.740,00. Sistem ini juga menghasilkan surplus energi tahunan sekitar 25.287 kWh yang dapat diekspor ke jaringan PLN. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa PLTMH di Sungai Damar layak secara teknis dan ekonomis, serta berpotensi menjadi solusi energi terbarukan yang efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Kendal.
Perancangan Robot Pemotong Rumput Otomatis Dengan ESP32-CAM berbasis Internet of Things Sastra Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.010

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan robot pemotong rumput otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat dikendalikan dan dipantau secara jarak jauh melalui modul ESP32-CAM. Sistem dikembangkan untuk mempermudah proses pemeliharaan taman dengan tingkat efisiensi yang tinggi, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta meningkatkan keselamatan pengguna melalui pengendalian berbasis aplikasi. Fitur pemantauan baterai secara real-time juga diintegrasikan guna memastikan robot beroperasi secara optimal sepanjang waktu.Metode kerja sistem meliputi perancangan mekanik, elektrik, dan perangkat lunak. Modul ESP32-CAM berfungsi sebagai pusat kendali sekaligus kamera visual, sementara aplikasi Blynk digunakan sebagai antarmuka pengendalian jarak jauh. Navigasi mengandalkan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi hambatan, sedangkan Wemos D1 Mini bersama sensor INA219 digunakan untuk sistem monitoring baterai yang terhubung ke Google Spreadsheets. Pengujian dilakukan mencakup uji pemotongan rumput pada berbagai tinggi dan kelembapan, uji konektivitas WiFi, serta uji konsumsi daya baterai.Hasil pengujian menunjukkan robot mampu memotong rumput setinggi ≤10 cm dengan efisiensi 95–98% dan waktu rata-rata 4–6 menit untuk area 2×2 meter. Pada tinggi rumput 15–20 cm, waktu meningkat hingga 8–10 menit dengan efisiensi 82–90%. Koneksi WiFi stabil hingga jarak 20 meter LOS dengan latensi rata-rata 0,35–0,46 detik, sedangkan pada kondisi non-LOS jarak 30 meter terjadi delay hingga 2,45 detik. Sistem monitoring baterai mencatat konsumsi daya rata-rata 14,25–15,01 W dengan sisa kapasitas baterai bertahan ±60 menit operasi.
Rancang Bangun Sistem EBB And Flow Berbasis Internet of Things Nizar Agil Fahreza
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.009

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali otomatis pada budidaya tanaman hidroponik menggunakan teknik Ebb and Flow dengan fokus pada sirkulasi nutrisi serta pengendalian kandungan nutrisi dan pH larutan dengan menggunakan sistem kendali Fuzzy Mamdani. Sistem dikembangkan berbasis Internet of Things (IoT) dengan pemrosesan utama menggunakan ESP32 yang terintegrasi dengan beberapa sensor, yaitu lima sensor ultrasonik untuk membaca ketinggian air pada bak tanaman, bak larutan, penampungan nutrisi A, penampungan nutrisi B, penampungan larutan alkali, dan penampungan larutan acidic. Selain itu terdapat sensor pH-4502C untuk mendeteksi keasaman larutan, sensor suhu tipe NTC untuk mendeteksi temperature larutan, serta sensor TDS untuk mengukur kandungan nutrisi. Data hasil pembacaan sensor dan hasil dikirim secara real time ke Firebase. Sementara aktuator yang digunakan pompa submersible digunakan untuk mengalirkan larutan, pompa DC untuk digunakan membuang larutan, serta empat pompa DC yang digunakan untuk memasukan larutan nutrisi A, nutrisi B, larutan alkali, dan larutan asam. Dalam pemantauan dan pengendalian jarak jauh menggunakan aplikasi Android yang dibangun dengan bahasa pemrograman Kotlin dengan dukungan Pustaka KOIN, MPAndroidChart, dan Livedata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses Ebb and Flow secara otomatis melalui tahapan sirkulasi, banjir dan drainase, dengan kendali nutrisi menghasilkan kesalahan maksimum 2.16% dan minimum 0.32%, serta kesalahan pengendalian pH maksimum 5.43% dan minimum 1.16%. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif dalam mengotomatisasi proses budidaya hidroponik sekaligus meningkatkan efisiensi pemantauan serta pengendalian jarak jauh.
Evaluasi Kinerja Automatic Transfer Switch Berdasarkan Waktu Switching Dan Stabilitas Tegangan Pada Sistem PLTS 24 Volt Rika Noverianty; Erri Prawono; Taufik Taufik; Feby Ardianto
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.008

Abstract

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 24 volt merupakan salah satu solusi penerapan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, terutama untuk kebutuhan listrik skala rumah tangga maupun beban kecil. Namun pasokan daya dari PLTS sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan kondisi cuaca, sehingga sering mengalami gangguan yang dapat mengganggu kontinuitas pasokan listrik. Untuk menjaga ketersediaan energi agar tetap stabil, diperlukan perangkat pengalih daya otomatis yang mampu bekerja secara cepat dan andal. Automatic Transfer Switch (ATS) digunakan dalam sistem ini karena berfungsi memindahkan beban dari sumber utama ke sumber cadangan, atau sebaliknya, secara otomatis tanpa menimbulkan gangguan berarti pada beban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ATS pada PLTS 24 volt dengan meninjau tiga aspek utama, yaitu kecepatan waktu pelestarian, kestabilan tegangan, serta streaming arus selama proses perpindahan sumber. Pengujian dilakukan dengan menggunakan osiloskop dan multimeter digital untuk merekam parameter listrik, meliputi tegangan, arus, serta bentuk gelombang sebelum dan sesudah perpindahan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ATS mampu bekerja dengan time switching 8 hingga 15 milidetik, menjaga kestabilan tegangan dan arus, serta mengembalikan bentuk gelombang ke kondisi normal dalam waktu singkat. Temuan ini membuktikan bahwa ATS memiliki tingkat responsivitas dan kecerahan yang tinggi sehingga mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik pada sistem PLTS 24 volt tanpa terjadi gangguan yang signifikan.
Monitoring Lokasi Dan Kesehatan Kucing Peliharaan Berbasis Integrasi Sensor Multi-Modal Dan Internet Of Things Vijay Rangga Kumar Sela
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pemantauan lokasi dan kesehatan kucing peliharaan berbasis integrasi sensor multi-modal dan Internet of Things (IoT). Permasalahan utama yang diangkat adalah keterbatasan pemilik kucing dalam memantau kondisi kesehatan dan aktivitas hewan secara real-time, yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi masalah kesehatan atau perilaku abnormal. Sistem yang dikembangkan menggunakan NodeMCU ESP32 sebagai pengendali utama, dengan integrasi sensor DS18B20 untuk suhu tubuh, pulse heart rate sensor untuk detak jantung, serta modul GPS Beitian BN-220 untuk pelacakan lokasi. Data dari sensor dikirimkan ke Firebase Realtime Database melalui koneksi Wi-Fi dan ditampilkan dalam aplikasi mobile berbasis Android dengan fitur visualisasi grafik, peta lokasi, serta notifikasi otomatis jika parameter kesehatan berada di luar batas normal atau kucing keluar dari zona aman (geo-fencing). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Uji coba dilakukan pada seekor kucing Persia betina berumur dua tahun dengan rompi khusus sebagai media pemasangan perangkat. Hasil pengujian pada seekor kucing Persia betina berusia dua tahun menunjukkan bahwa suhu tubuh berada pada kisaran 38,6–39,2°C dan detak jantung 140–174 BPM, masih sesuai standar fisiologis normal. Peningkatan nilai terdeteksi setelah aktivitas, tetapi kembali stabil saat istirahat, sehingga tidak ditemukan indikasi gangguan kesehatan. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif memberikan pemantauan real-time sekaligus informasi diagnostik awal, yang bermanfaat bagi pemilik kucing dalam menjaga kesehatan dan keselamatan hewan peliharaannya
Sistem Proteksi Aktif Berbasis Logika OR Perangkat Lunak Untuk Mencegah Overheat Dan Overcurrent Pada Power Amplifier Kelas D Andriani Andriani; Gaguk Firasanto
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.006

Abstract

Abstrak— Perangkat penguat daya audio (Power Amplifier) kelas D memiliki efisiensi tinggi namun rentan mengalami kerusakan fatal akibat panas berlebih (overheat) dan arus pendek (short circuit) pada beban speaker. Sistem proteksi konvensional yang mengandalkan sekring (fuse) dinilai memiliki respon lambat, bersifat pasif, dan tidak menyediakan data historis untuk analisis pasca-kegagalan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi aktif yang cerdas dan informatif berbasis mikrokontroler Arduino Nano. Sistem dirancang mengintegrasikan sensor LM35 untuk mendeteksi suhu heatsink dan sensor INA219 untuk memantau arus beban secara digital via protokol I2C. Untuk mengatasi fluktuasi sinyal sensor (noise), diterapkan metode hybrid filtering yang menggabungkan resistor pull-down 10kΩ pada perangkat keras dan algoritma Outlier Rejection pada perangkat lunak. Pengambilan keputusan pemutusan arus dilakukan menggunakan Gerbang Logika OR pada antarmuka Python. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memutus arus (cut-off) secara otomatis saat suhu heatsink melampaui 60°C atau arus beban melebihi 2.0 A. Berdasarkan hasil kalibrasi, sensor suhu LM35 memiliki rata-rata kesalahan (error) sebesar 0.35% dan sensor arus INA219 memiliki rata-rata kesalahan sebesar 1.29% dibandingkan alat ukur standar. Sistem proteksi ini terbukti efektif mencegah kerusakan komponen amplifier akibat panas berlebih dan lonjakan arus.
Rancang Bangun Prototipe Emergency Locator Card Berbasis GPS dan Bluetooth Low Energy Untuk Operasi SAR Di Sungai Agus Samuel
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.005

Abstract

Operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) pada korban hanyut di sungai memiliki tingkat resiko tinggi terhadap keselamatan personel serta membutuhkan sistem pelacakan lokasi yang cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe Emergency Locator Card berbasis GPS dan Bluetooth Low Energy sebagai perangkat pendukung keselamatan personel SAR. Sistem menggunakan Soil Moisture Sensor sebagai pemicu aktivasi otomatis saat perangkat terdeteksi dalam kondisi basah. Setelah aktif, modul GPS Neo-6M memperoleh koordinat lokasi dan modul GSM SIM800L mengirimkan informasi lokasi melalui jaringan seluler ke perangkat pengguna. Bluetooth dimanfaatkan sebagai pendukung pelacakan jarak dekat, sedangkan LED dan Buzzer berfungsi sebagai indikator visual dan audio. Seluruh proses dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32. Pengujian dilakukan terhadap prototipe untuk mengevaluasi kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan waktu respons deteksi sensor rata-rata ±1 detik. Pengujian akurasi GPS menghasilkan error jarak sebesar 6,3% terhadap titik sebenarnya. Waktu respons total sistem sejak aktivasi hingga seluruh indikator aktif adalah 11,51 detik. Sistem mampu beroperasi selama ±2 jam pada kondisi penuh dan indikator jarak dekat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai perangkat pendukung operasi SAR di sungai.Kata Kunci— SAR, Emergency Locator Card , ESP32, GPS Neo-6M, Bluetooth Low Energy.
Perancangan Simulasi Konveyor Pemilah Barang Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Dengan Factory I/O Ahmad Nur Latief
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.003

Abstract

Perkembangan otomasi industri menuntut penerapan sistem pengendalian yang efisien, akurat, dan andal, khususnya pada proses pemindahan dan pemilahan barang. Salah satu sistem yang umum digunakan di industri manufaktur adalah konveyor pemilah otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Namun, penerapan langsung sistem tersebut pada lingkungan industri nyata memerlukan biaya yang besar serta memiliki risiko tinggi apabila terjadi kesalahan dalam perancangan dan pemrograman. Oleh karena itu, diperlukan media simulasi sebagai sarana pengujian dan validasi sistem sebelum diimplementasikan secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem simulasi konveyor pemilah barang otomatis berbasis PLC yang mampu melakukan pemilahan benda berdasarkan warna dan jenis material. Sistem dikembangkan menggunakan CX-Programmer sebagai perangkat lunak pemrograman PLC, Factory I/O sebagai simulasi konveyor tiga dimensi, serta OPC Server sebagai media komunikasi data secara real-time antara PLC dan simulator. Variabel penelitian meliputi input berupa sensor warna dan sensor proximity induktif, proses berupa logika kontrol PLC, serta output berupa aktuator pemilah (pivot arm) dan hasil klasifikasi benda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen simulasi dengan 20 benda uji yang terdiri dari variasi warna biru, hijau, material logam, dan benda reject, yang diuji secara berulang pada kondisi kerja yang sama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan memilah seluruh benda uji sesuai karakteristik yang ditentukan tanpa kesalahan pemilahan. Aktuator bekerja sesuai urutan logika kontrol dan merespons sinyal sensor secara tepat waktu. Selain itu, komunikasi antara PLC dan Factory I/O melalui OPC Server berjalan stabil dan sinkron. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat akurasi sistem pemilahan mencapai 100%.
Perancangan Sistem Proteksi Fotovoltaik Menggunakan Piezoelectric Buzzer Dan Sensor Hujan Berbasis IoT Zakaria - -
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.002

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi listrik di Indonesia yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menuntut pengembangan sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Energi matahari melalui sistem pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu solusi yang potensial karena ketersediaannya yang berlimpah dan bersifat ramah lingkungan. Namun demikian, kinerja sistem fotovoltaik dalam jangka panjang operasional sering mengalami degradasi akibat penurunan intensitas radiasi yang diterima panel, yang disebabkan oleh akumulasi debu polutan serta kotoran burung pada permukaan modul. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan prototipe sistem proteksi fotovoltaik berbasis sensor piezoelektric dan sensor hujan yang mampu bekerja secara otomatis dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Sensor piezoelektric digunakan untuk mendeteksi keberadaan burung melalui respon getaran mekanis pada permukaan panel, sedangkan sensor hujan digunakan untuk mengidentifikasi kondisi cuaca dan mendukung proses pembersihan alami. Sistem kendali dirancang untuk mengaktifkan mekanisme proteksi dan pembersihan ketika gangguan terdeteksi, sehingga kebersihan permukaan panel dapat terjaga secara berkelanjutan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe mampu mendeteksi gangguan dan kondisi lingkungan dengan tingkat responsivitas yang baik serta beroperasi sesuai dengan parameter perancangan. Implementasi sistem ini berpotensi mempertahankan kinerja panel fotovoltaik dan meningkatkan efisiensi konversi energi surya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan teknologi proteksi panel surya serta mendukung optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia
Laboratory Scale Modeling of Short Transmission Lines Based on 150 kV Line Parameters Using DIgSILENT PowerFactory Simulation Restu Bramantya Pratomi; Candra Febri Nugraha; Raditya Jayeswara
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.004

Abstract

The power transmission system plays a crucial role in distributing energy from power plants to loads; however, its complex technical characteristics often make it difficult to study directly in the field. To address this limitation, this research aims to design and build a 150 kV short-circuit transmission line network system simulator spanning 50 km on a laboratory scale using a scaled-down approach. The method used consists of two main stages. First, simulations of single-line and two-line parallel systems under balanced and unbalanced conditions were conducted using DIgSILENT PowerFactory software to obtain technical parameter data such as transmitter voltage, receiver voltage, and current. Second, the simulation results were used as the basis for designing an electronic simulator based on Proteus 8 Professional that can functionally represent the behavior of the transmission system at a low scale of 380 V. The analysis results show that the two-parallel-line configuration can reduce power losses and maintain voltage stability better than a single-line configuration. Additionally, the developed simulator can safely and effectively visualize system characteristics for educational purposes. The conclusion of this study is that the simulator successfully represents the short-circuit power transmission system and serves as an educational tool in power system learning practices, particularly in understanding system parameters and voltage and current phenomena directly in a laboratory environment.