cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 362 Documents
Rancang Bangun Sistem Monitoring Hidroponik NFT Pada Tanaman Selada Menggunakan Fuzzy Mamdani Hanif Azhar Ramadhan; Mufti Ari Bianto; Bagus Dwi Saputra
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.001

Abstract

Budidaya tanaman selada pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique memerlukan pengendalian kondisi larutan nutrisi secara tepat agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal. Parameter seperti derajat keasaman, konduktivitas listrik, total padatan terlarut, dan suhu air memiliki pengaruh langsung terhadap kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara. Perubahan nilai parameter tersebut dapat terjadi secara dinamis sehingga pemantauan manual dinilai kurang efektif untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring kondisi hidroponik berbasis Internet of Things dengan menerapkan metode Fuzzy Mamdani untuk menganalisis kondisi larutan nutrisi dan memberikan rekomendasi tindakan secara adaptif. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor derajat keasaman, sensor konduktivitas listrik dan total padatan terlarut, sensor suhu air, backend server, Firebase, serta aplikasi bergerak berbasis Flutter. Sistem menganalisis empat parameter utama secara simultan, yaitu derajat keasaman, konduktivitas listrik, total padatan terlarut, dan suhu air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca, memproses, dan mengirimkan data sensor secara real-time ke aplikasi pengguna dengan delay pengiriman data berkisar 1–3 detik. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai Mean Absolute Error sensor derajat keasaman sebesar 0,050 dan sensor suhu sebesar 0,943. Pengujian pada lima skenario kondisi larutan menunjukkan bahwa metode Fuzzy Mamdani mampu menghasilkan rekomendasi tindakan yang sesuai terhadap perubahan parameter yang terjadi. Sistem yang dikembangkan dinilai mampu mendukung pemantauan kondisi hidroponik secara lebih efektif, adaptif, dan terintegrasi.
Prediksi Jarak Gangguan Hubung Singkat Penyulang Egrang Menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System Rama Andikatama
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.002

Abstract

Gangguan hubung singkat pada jaringan distribusi listrik sering terjadi dan dapat mengurangi keandalan sistem serta menyebabkan kerugian material. Untuk mempercepat pemulihan, diperlukan metode akurat untuk menentukan lokasi gangguan. Penelitian ini bertujuan memprediksi jarak gangguan pada penyulang Egrang menggunakan metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). Data historis gangguan dan arus hubung singkat digunakan untuk melatih model ANFIS. Analisis akurasi dilakukan menggunakan MAE (Mean Absolute Error) dan RMSE (Root Mean Square Error). Hasilnya, model ANFIS dengan MAE 0,18 dan RMSE 0,25.
Optimalisasi Energi Angin Pada Pltb Sebagai Charging Station Berbasis Electrical Switch Ifan Awang Riski Widayat; Firilia Filiana; Thorikul Huda; Happy Aprillia; Kartika Nugraheni
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2025.v16i3.009

Abstract

Sumber energi terbarukan terus dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, yang menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi. Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik belum banyak digunakan dalam skala kecil untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti charging station untuk smartphone. Keberadaan angin yang selalu ada dapat menjadi potensi untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan menyuplai charging station. PLTB menggunakan turbin tipe helical savanius yang dapat berputar dalam kecepatan angin yang rendah. Sistem yang dibuat menggunakan tegangan DC sebesar 24v mulai dari generator hingga ke buck-boost converter, dan 12v mulai baterai hingga ke port output untuk meningkatkan efisiensi sistem dikarenakan output dari charging station adalah tegangan DC. Untuk mengantisipasi perubahan kecepatan angin yang tiba – tiba, PLTB akan memiliki baterai sehingga selain suplai dari generator langsung, beban juga dapat disuplai oleh baterai. Electrical switching akan ditempatkan sebelum beban untuk menentukan sumber yang akan menyuplai. Electrical switch akan memilih sumber yang tertinggi untuk disalurkan ke buck converter dan port charging. Setelah dilakukan pengujian diperoleh bahwa charging station mampu memberikan daya maksimal 40 watt selama 2 jam dengan kondisi angin yang berubah.
Analisis Efisiensi Penyerapan Daya Solar Tracker Dual Axis Dinamis dan Statis Pada Beban 250 Watt Aldi Hudabi Uladatul Haq; Joni Welman Simatupang
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.003

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang besar adalah salah satu tantangan nasional yang perlu menjadi prioritas kita bersama. Dengan memanfaatkan energi matahari yang lebih efisien berbasis solar panel mungkin bisa menjadi salah satu upaya dalam menyediakan sumber energi alternatif yang lebih baik. Memang, saat ini masih banyak perdebatan manakah yang memiliki efisiensi lebih baik, menggunakan sistem solar panel bergerak (dinamis, sistem tracker) atau sistem yang tidak bergerak (statis). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data percobaan selama 6 hari: 3 hari pertama tidak menggunakan beban dan 3 hari berikutnya menggunakan beban. Data yang didapat seperti tegangan (V) dan arus (I) dari solar panel berdasarkan iradiasi intensitas cahaya matahari (watt/m²) telah dihitung dan dibandingkan untuk mencari efisiensi antara kedua sistem tersebut. Kita tahu bahwa besar kecilnya intensitas iradiasi matahari terhadap sistem solar panel statis dan dinamis sangat dipengaruhi oleh cuaca. Perubahan cuaca selama proses penelitian cukup mempengaruhi output tegangan dan arus sistem keseluruhan. Semakin besar iradiasi matahari maka akan menghasilkan daya yang lebih besar. Sedangkan efisiensi dipengaruhi oleh hubungan P(in) dan P(out). Semakin besar P(out) yang dihasilkan maka hasil perhitungan efisiensi terhadap P(in) semakin besar. Hasil pengujian menggunakan beban solar panel dinamis dan statis memiliki rata-rata selisih sebesar 1,53 % dimana efisiensi solar panel dinamis 3,68% dan solar panel statis 2,15%. Pengujian menggunakan beban rata-rata efisiensi solar panel dinamis 3,42% dan statis 2,64%, maka efisiensi kedua sistem tersebut memiliki selisih sebesar 0,78 %.
Prototipe Sistem Deteksi Kebakaran Rumah Terintegrasi Aplikasi Telegram dan Blynk Berbasis Internet of Things Dengan Sistem Otomatis Pada Saat Listrik Padam Joni Welman Simatupang; Ludfi Ahmad Prastyo; Antonius Suhartomo; Mia Galina
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.008

Abstract

Salah satu bencana yang sering terjadi akibat kelalaian kecil sekalipun adalah kebakaran yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Penelitian ini bertujuan melaksanakan rancang bangun prototipe sistem deteksi kebakaran rumah terintegrasi telegram dan aplikasi online berbasis Internet of Things (iot) untuk mencegah terjadinya kebakaran dan meminimalisir korban jiwa. Sistem terintegrasi akan memberikan peringatan dalam bentuk notifikasi Telegram dan mengirimkan data pada aplikasi Blynk sehingga keadaan rumah dapat dipantau dari jarak jauh. Sistem dirancang dengan tiga level kebakaran. Level 1 (Level Aman) bekerja saat suhu ruangan ≤ 33 ◦C dan kepekatan asap 200 ppm. Level 2 (Level Waspada) bekerja saat suhu ruangan 34-39 ◦C dan kepekatan asap 200 – 349 ppm. Level 3 (Level Bahaya) bekerja saat terdeteksi adanya api, suhu ruangan ≥ 40 ◦C dan kepekatan asap > 350 ppm. Prototipe ini dilengkapi dengan sistem otomatis saat listrik padam menggunakan sensor api KY-026, sensor MQ-2, dan sensor DHT11. Sistem juga menerapkan kontak otomatis dengan power bank yang memberikan tegangan AC ke DC.
Rancang Bangun Prototype Smart Tank Dengan Motorized Valve Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Muhammad Dwi Prasetio; Fina Supegina
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.009

Abstract

Pengendalian level air dalam sistem industri, khususnya di sektor manufaktur energi, merupakan aspek kritis yang memengaruhi efisiensi operasional dan kualitas produk. Namun, ketidakpastian dinamika fluida dan keterbatasan sistem kontrol konvensional seringkali menyebabkan inefisiensi distribusi (kerugian 15-20%) dan ketidakstabilan operasi (30% lebih sering terjadi downtime). Penggunaan katup manual atau kontrol on-off tradisional tidak mampu memberikan respons adaptif terhadap variasi beban, sehingga mengakibatkan fluktuasi level yang signifikan. Hal ini diperparah oleh kompleksitas lingkungan industri modern, di mana presisi dan keandalan sistem kontrol menjadi faktor penentu produktivitas.Penelitian sebelumnya mengembangkan model hibrida untuk meningkatkan akurasi respons katup, tetapi solusi tersebut masih terbatas pada aplikasi tertentu dan belum sepenuhnya mengatasi masalah adaptabilitas. Di sisi lain, terdapat penelitian mengusulkan pemeliharaan prediktif berbasis sensor untuk solenoid valve, namun pendekatan ini belum mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk optimasi kontrol real-time. Adapun penelitian yang menerapkan logika fuzzy pada sistem kontrol level air, tetapi dengan aktuator konvensional yang kurang fleksibel. Dengan demikian, terdapat kesenjangan antara kebutuhan industri akan sistem kontrol yang presisi, adaptif, dan efisien dengan solusi yang tersedia saat ini.Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini mengusulkan integrasi motorized valve dengan metode Fuzzy Mamdani sebagai solusi inovatif. Motorized valve dipilih karena kemampuannya memberikan kontrol aliran secara gradual, sementara logika fuzzy Mamdani dipilih karena kemampuannya mengolah input ambigu menjadi output kontrol yang stabil. Kombinasi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan sistem konvensional dengan menyediakan kontrol yang lebih responsif dan hemat energi. Prototipe yang dikembangkan menggunakan ESP32, sensor ultrasonik, dan HMI Nextion untuk memastikan akurasi dan kemudahan operasional. Dengan pendekatan ini, penelitian ini bertujuan tidak hanya menyelesaikan masalah teknis tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi industri manufaktur energi.
Perancangan Antena Substrate Integrated Waveguide (SIW) Untuk Aplikasi 5G Pada Frekuensi 3,6 GHz Luki Lukman Tulha; Dian Widi Astuti
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.004

Abstract

Penelitian ini merancang antena Substrate Integrated Waveguide (SIW) dengan modifikasi T-slot untuk meningkatkan bandwidth pada aplikasi jaringan 5G di frekuensi 3,6 GHz. Menggunakan bahan RT Duroid 5880 (εr = 2,2; tebal 1,575 mm), desain dimulai dari perhitungan teoritis, disimulasikan dengan Ansys HFSS 2015, lalu dioptimasi melalui lima tahap percobaan. Desain terbaik (percobaan ke-5) menghasilkan bandwidth 160 MHz (3,51–3,67 GHz) dan return loss −20,34 dB pada simulasi. Namun, hasil pengukuran antena fisik berbeda, yaitu frekuensi kerja 3,62 GHz dengan return loss −3,13 dB, yang kemungkinan disebabkan oleh toleransi fabrikasi, kalibrasi alat, dan kualitas konektor/kabel. Studi ini membuktikan metode T-slot efektif meningkatkan bandwidth, tetapi presisi fabrikasi dan pengukuran perlu ditingkatkan.
Perancangan Sistem Automatic Transfer Switch Berbasis ESP32 Terintegrasi Scada Dan IoT Pada PLTS Muhammad Hafiizh Yusra; Akhmad Wahyu Dani
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.006

Abstract

Solar energy is one of the most abundant renewable energy sources in Indonesia and holds great potential to be utilized as an alternative source of electricity. One of the technologies used to harness this energy is the Solar Power Plant (PLTS), which can serve as a backup power source in electrical systems. The use of PLTS not only supports the reduction of dependence on fossil fuels but also contributes to electricity supply in remote areas. However, to optimize the utilization of solar energy as a backup source, a reliable and automatic power switching system is required to ensure the continuity of power supply.This study designs and implements an Automatic Transfer Switch (ATS) system based on ESP32, integrated with Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) and Internet of Things (IoT) technologies. The system enables automatic switching from the main power source, namely the PLN power grid, to the backup source, namely PLTS, in the event of a power failure or disruption in the PLN supply. Furthermore, the system allows for remote monitoring and control via IoT platforms and displays real-time data to facilitate analysis and decision-making. The implementation results show that the ATS system is able to quickly detect disturbances in the main source and automatically switch to the solar power plant with a stable and accurate response. Tests show a stable supply voltage at 4.97VDC, the switching system runs without failure, and all components—both hardware and software—function in an integrated manner. Data communication using the Modbus TCP/IP and Blynk TCP/IP protocols runs smoothly, and all electrical parameters can be monitored synchronously via SCADA and the Blynk application in real-time. With successful testing in all aspects, this system has proven reliable and feasible to be implemented as a renewable energy-based hybrid power supply management solution with SCADA and IoT support..
Analisa Kondisi Dan Prediksi Umur Transformator Daya Menggunakan Metode Health Index Berbasis Artificial Neural Network (ANN) Wahyu Setyo Pambudi; Wahyu Setyawan; Misbahul Munir; Titiek Suheta; Yuliyanto Agung Prabowo
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.001

Abstract

Transformator daya merupakan salah satu komponen utama yang mempunyai peran penting pada sistem transmisi dan distribusi listrik. Untuk beroperasi secara optimal dibutuhkan pemantauan kondisi transformator secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan dan memperpanjang umur transformator daya. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai kondisi transformator daya adalah health index, yaitu metode yang mengintegrasikan berbagai hasil pengujian, seperti dissolved gas analysis (DGA), analisis minyak transformator, dan pengujian furan, guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan transformator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan transformator daya berdasarkan hasil uji laboratorium ketiga parameter utama tersebut. Dengan memanfaatkan metode artificial neural network (ANN), penelitian ini juga mengevaluasi kemampuan ANN dalam memprediksi kondisi kesehatan serta umur transformator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode health index berbasis ANN efektif dalam mengidentifikasi kondisi dan memprediksi umur transformator daya secara komprehensif.
Monitoring dan Kendali Fokus Pergerakan Panel Surya Menggunakan Algoritma Dual-Axis Tracking Berbasis IoT Jawati Jawati; Zahir Zainuddin; Supriadi Sahibu
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i1.005

Abstract

Kebutuhan energi listrik di sektor pertanian semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi pendukung produksi pangan. Namun, keterbatasan akses listrik di daerah pedesaan masih menjadi kendala, khususnya bagi petani bawang yang membutuhkan penerangan malam hari untuk mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem dual-axis solar tracker berbasis Internet of Things sebagai sumber energi alternatif yang digunakan untuk menyalakan lampu perangkap hama di kebun bawang. Perancangan sistem melibatkan perangkat keras berupa panel surya 10 Wp, baterai 12 V 10 Ah, sensor Light Dependent Resistor untuk mendeteksi intensitas cahaya, motor servo sebagai penggerak panel, serta mikrokontroler ESP32 yang dikombinasikan dengan modul ESP8266 untuk pemantauan berbasis Internet of Things. Pengujian dilakukan dengan mengukur kinerja panel surya, kapasitas penyimpanan baterai, serta durasi operasi lampu beban sebesar 6 Watt pada kondisi penyinaran optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem solar tracker mampu mengarahkan panel surya secara adaptif terhadap posisi matahari sehingga pengisian baterai menjadi lebih optimal. Panel dengan sistem dual-axis menghasilkan energi rata-rata harian sebesar 66,44 Wh, sedangkan panel konvensional hanya menghasilkan 49,83 Wh. Dengan demikian, terjadi peningkatan efisiensi sebesar 33,33% yang membuktikan bahwa penerapan sistem solar tracker berbasis Internet of Things dapat meningkatkan kinerja konversi energi matahari serta mendukung kebutuhan energi pedesaan untuk aplikasi pertanian berkelanjutan.