cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN DI SEPANJANG RUAS JALAN MENUJ U OBYEK WISATA GUCI MENGGUNAKAN METODE EAN DAN Z SCORE
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic Accident is an event on the road that is unexpected and unintentional involving a vehicle with or without other road users resulting in human casualties and/or property loss. The road to the Guci Hot Water Tourism Object is known to be very accident-prone. This is because the road is less wide and slippery, especially when it rains heavily. In research using quantitative research. Qualitative research is a research method that uses data processing in the form of numbers as a tool to analyze and conduct research studies. This quantitative study uses the Z-score and EAN test. On the path to the Guci tourist attraction, the problem of traffic accidents is a vital thing that needs to be studied on it, both regarding the causes, effects, and handling. The purpose of this study was to determine accident-prone areas along the road to the Guci tourist attraction. ABSTRAKKecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di Jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan Kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Jalan menuju ke Objek Wisata Air Panas Guci dikenal sangat rawan kecelakaan. Hal ini disebabkan karena jalan tersebut yang kurang lebar dan licin, terutama ketika di guyur hujan lebat. Pada penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuatitatif adalah suatu metode penelitian yang menggunakan proses data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis dan melakukan kajian penelitian. Penelitian kuantitatif ini menggunakan uji Z –score dan EAN. Pada jalur menuju obyek wisata Guci merupakan masalah kecelakaan lalu lintas menjadi suatu hal yang vital yang perlu dilakukan kajian terhadapnya, baik mengenai penyebab, akibat, dan penanganannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daerah rawan kecelakaan di sepanjang ruas jalan menuju objek wisata Guci.
REKAYASA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT (CBD) KABUPATEN TANA TIDUNG
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Central Business District (CBD) area of Tana Tidung Regency is in zone 1 with an area of 31,2 Ha with land use characteristics in the form of a trading area located in Tideng Pale Village surrounded by entrances in the form of Jenderal Sudirman 1 Street, Perintis Street, Tanah Abang Street, Ahmad Yani Street, Amantawa Street, and TMD Street, most of which apply the one-way system. It is also supported by the existence of the Tideng Pale Speedboat Port so there is 13.336 trips/day in the CBD area of Tana Tidung Regency. The high generation and attraction in the CBD area of Tana Tidung Regency raise several transportation problems, including on-street parking on Jenderal Sudirman 1 Street, Perintis Street, and Tanah Abang Street due to the unavailability of adequate SRP, pedestrian facilities available not by following per under standard and is only found on Jenderal Sudirman 1 Street and Perintis Street and street vendors are selling on the sidewalk so pedestrian facilities are not optimal. This has an impact on the performance indicators of roads around the CBD area of Tana Tidung Regency, the lowest is on Perintis Street with a V/C ratio value of 0,54, travel speed of 27,12 km/hour, and traffic density of 34,40 smp/km. Based on these conditions, it is necessary to conduct a study on traffic management with approaches to capacity management, priority management, and demand management to increase the efficiency of traffic movement of people and vehicles with a high level of accessibility. ABSTRAK Kawasan Central Business District (CBD) Kabupaten Tana Tidung berada pada zona 1 dengan luas wilayah sebesar 31,2 Ha dengan karakteristik tata guna lahan berupa kawasan perdagangan yang terletak di Desa Tideng Pale dengan dikelilingi akses masuk berupa ruas Jalan Jenderal Sudirman 1, Jalan Perintis, Jalan Tanah Abang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Amantawa, dan Jalan TMD yang sebagian besar menerapkan sistem satu arah (SSA). Didukung pula dengan adanya Pelabuhan Speedboat Tideng Pale sehingga terjadi bangkitan dan tarikan perjalanan pada kawasan CBD Kabupaten Tana Tidung sebesar 13.336 perjalanan orang/hari. Tingginya bangkitan dan tarikan pada kawasan CBD Kabupaten Tana Tidung menimbulkan beberapa permasalahan transportasi, antara lain terdapat parkir on street pada ruas Jalan Jenderal Sudirman 1, Jalan Perintis, dan Jalan Tanah Abang karena belum tersedianya SRP yang memadai, fasilitas pejalan kaki yang tersedia belum sesuai dengan standar dan hanya terdapat pada ruas Jalan Jenderal Sudirman 1 dan Jalan Perintis serta terdapat pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar sehingga fasilitas pejalan kaki belum optimal. Hal tersebut berdampak pada indikator kinerja ruas jalan di sekitar kawasan CBD Kabupaten Tana Tidung terendah berada pada ruas Jalan Perintis dengan nilai V/C ratio sebesar 0,54, kecepatan perjalanan sebesar 27,12 km/jam, dan kepadatan lalu lintas sebesar 34,40 smp/km. Dari kondisi tersebut, perlu dilakukan studi tentang penataan lalu lintas dengan pendekatan manajemen kapasitas, manajemen prioritas, dan manajemen demand guna meningkatkan efisiensi dari pergerakan lalu lintas orang maupun kendaraan dengan tingkat aksesibilitas tinggi.
ESTIMASI DISTRIBUSI PERGERAKAN DENGAN METODE KEMIRIPAN MAKSIMUM DAN FUNGSI HAMBATAN EKSPONENSIAL NEGATIF (STUDI KASUS KABUPATEN SRAGEN)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The needs of large vehicle movements certainly require planning a transportation system that can prevent problems such as congestion. The steps that can be taken are to conduct a study of the generation and attraction as well as the movement distribution model in the form of an Origin Destination Matrix (O-D Matrix) which is analyzed by the Gravity Model of the generation-attraction limit and then processed by the EMME/3 program. This study was conducted in Sragen Regency which is divided into 27 zones. The loading of traffic flow results in the road network using the User Equilibrium method. Newton-Raphson calibration was carried out to obtain the value through the use of the Maximum Likelihood (ML) method and the Negative Exponential Resistance Function. This study aims to obtain the parameter, the distribution of traffic movement between zones, and calculate the accuracy of traffic flow using the coefficient of determination (R2). The results of the study obtained a value of 0.079. The total estimated distribution of movement that occurs in Sragen Regency in 2022 is 9893 pcu/hour with the result of the validity test (R2) from the comparison of observation and modeling values of 0.7805. ABSTRAKPemenuhan kebutuhan pergerakan kendaraan yang besar tentu memerlukan perencanaan sistem transportasi untuk mencegah permasalahan seperti kemacetan. Langkah yang dapat dilakukan dengan studi mengenai bangkitan dan tarikan serta model sebaran pergerakan dalam bentuk Matriks Asal Tujuan (MAT) yang dianalisis dengan Model Gravity batasan bangkitan-tarikan lalu diolah dengan program EMME/3. Studi ini dilaksanakan di Kabupaten Sragen yang dibagi menjadi 27 zona. Metode User Equilibrium digunakan untuk pembebanan hasil arus lalu lintas ke jaringan jalan. Kalibrasi Newton-Raphson dilakukan untuk memperoleh nilai ???? melalui penggunaan metode Penaksiran Kemiripan Maksimum (KM) dan Fungsi Hambatan Eksponensial Negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter ????, besar distribusi pergerakan lalu lintas antar zona, serta menghitung tingkat akurasi arus lalu lintas menggunakan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian diperoleh nilai β sebesar 0,079. Total estimasi distribusi pergerakan yang terjadi di Kabupaten Sragen tahun 2022 adalah 9893 smp/jam dengan hasil validitas (R2) dari perbandingan nilai pengamatan dan pemodelan yaitu 0,7805.
ESTIMASI PENURUNAN LAPISAN BALAS AKIBAT TONASE TAHUNAN (PASSING TONAGE) PADA PETAK JALAN YOGYAKARTA – PATUKAN
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ballast layer is the first layer that receives load distribution from the superstructure layer so that it will experience a change in shape (deformation). The plastic deformation that happens will be more significant if the railroad receives a large cross load or repeated load. So, in this study, an estimation/prediction of changes in shape in the form of a decrease in the ballast layer caused by the annual tonnage (passing tonnage) on the railroad in the Yogyakarta - Patukan section was carried out. This research uses the equation found by Ernest T. Selig and John M. Waters (1994) in the book Track Geotechnology and Substructure Management by taking into account the annual tonnage and cyclic loading factors. In addition, ballast volume calculations are also carried out to determine the need for additional ballast in the area required. As result, the decrease in the ballast layer, the largest decrease is in KM 538 + 700 s/d 538 + 800 downstream line and KM 539 + 200 s / d 539 + 300 upstream lines with a large decrease of 3,08 cm/tahun. ABSTRAK Lapisan balas merupakan lapisan pertama yang menerima pendistribusian beban dari lapisan superstruktur sehingga akan mengalami perubahan bentuk (deformasi). Deformasi plastis yang terjadi akan semakin signifikan jika jalan rel menerima beban lintas atau beban berulang yang besar sehingga pada penelitian ini dilakukan estimasi/prediksi perubahan bentuk berupa penurunan lapisan balas yang diakibatkan oleh tonase tahunan (passing tonage) pada jalan rel di petak jalan Yogyakarta – Patukan yang dan perawatannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan persamaan yang ditemukan oleh Ernest T. Selig dan John M. Waters (1994) pada buku Track Geotechnology and Substructure Management dengan memperhitungkan faktor tonase tahunan dan pembebanan siklik. Selain itu juga dilakukan perhitungan volume balas di lapangan untuk mengetahui kebutuhan penambahan balas pada lokasi balas yang kurang. Hasil dari penelitian ini adalah penurunan lapisan balas terjadi penurunan terbesar di KM 538 + 700 s/d 538 + 800 jalur hilir dan KM 539 + 200 s/d 539 + 300 jalur hulu dengan besar penurunan 3,08 cm/tahun.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG PADA STASIUN MANGGARAI DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manggarai Station is in the category of large stations. Manggarai Station will also become a central station. This study was conducted to determine the passenger satisfaction level with the services provided at Manggarai Station. The method used for data collection is direct observation and comparison with Minimum Service Standard No. 63 of 2019. Data processed using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. Based on the results of the analysis, Manggarai Station meets the level of conformity based on the SPM of 75.76%. From the IPA method, the level of service suitability is 84.99% before the 5th Switch Over and 68.70% after the 5th Switch Over. These results indicate that the level of conformity before the 5th SO is high, after the 5th SO, it is in the medium category. From the results of the CSI method, it obtained a value of 72% before the 5th Switch Over and 71% after the 5th Switch Over. These two values indicate that passengers are satisfied with the services provided by Manggarai Station. However, there are still services that must be improved based on the position of service attributes that are in quadrant A. ABSTRAKStasiun Manggarai termasuk dalam kategori stasiun besar yang juga direncanakan menjadi stasiun sentral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan penumpang terhadap Stasiun Manggarai. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi secara langsung dan perbandingan dengan Standar Pelayanan Minimum No 63 Tahun 2019. Data diolah dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hasil analisis, Stasiun Manggarai memenuhi tingkat kesesuaian berdasarkan SPM sebesar 75,76%. Dari metode IPA, tingkat kesesuaian pelayanan sebesar 84,99% pada sebelum Switch Over ke-5 dan 68,70% pada setelah Switch Over ke-5. Hasil ini menunjukkan tingkat kesesuaian sebelum SO ke-5 termasuk tinggi, setelah SO ke-5 termasuk kategori sedang. Dari hasil metode CSI juga didapatkan nilai 72% pada sebelum Switch Over ke-5 dan sebesar 71% setelah Switch Over ke-5. Kedua nilai menunjukkan bahwa penumpang puas pada tingkat pelayanan Stasiun Manggarai. Namun, ada yang harus ditingkatkan berdasarkan posisi atribut pelayanan yang berada pada kuadran A.
PEMENUHAN STANDAR FASILITAS PEJALAN KAKI DI KOTA CIMAHI BERDASARKAN PEDOMAN TEKNIS PEJALAN KAKI
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedestrian facilities are an element of a sustainable transportation system. In Cimahi City, there are public spaces in the Alun-alun area and the Gandawijaya shopping area which have quite high pedestrian mobility. The purpose of this study was to evaluate pedestrian facilities in the Gandawijaya and Cimahi City Square areas based on technical guidelines from the Ministry of Public Works and Public Housing. The assessment of pedestrian facilities uses 19 assessment indicators which are grouped into four aspects, namely: (1) security aspects, (2) comfort aspects, (3) accessibility aspects, (4) aesthetic aspects, (5) connectivity aspects, and (6) aspects of supporting facilities. In the Gandawijaya area, there are 3 aspects that have an assessment above 50%, of which most of the indicators have met technical standards, namely: (1) security aspects, (2) comfort aspects, and (3) aesthetic aspects. Meanwhile, in the Alun-alun area, none of the aspects has a value above 50%, which describes that most of the indicators cannot meet technical standards. ABSTRAK Fasilitas pejalan kaki merupakan salah satu elemen dari sistem transportasi berkelanjutan. Kota Cimahi terdapat ruang publik pada kawasan Alun-alun dan kawasan perbelanjaan Gandawijaya yang memiliki mobilitas pejalan kaki cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi fasilitas pejalan kaki di kawasan Gandawijaya dan Alun-alun Kota Cimahi berdasarkan pedoman teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penilaian fasilitas pejalan kaki berdasarkan pedoman teknis menggunakan 19 indikator penilaian yang dikelompokkan pada empat aspek, yaitu: (1) aspek keamanan, (2) aspek kenyamanan, (3) aspek aksesibilitas, (4) aspek estetika, (5) aspek konektivitas, dan (6) aspek fasilitas penunjang. Pada kawasan Gandawijaya terdapat 3 aspek yang memiliki penilaian di atas 50%, yang mana sebagian besar indikator telah memenuhi standar teknis, yaitu: (1) aspek keamanan, (2) aspek kenyamanan, dan (3) aspek estetika. Sedangkan pada kawasan Alun-alun seluruh aspek tidak ada yang memiliki nilai di atas 50%, yang mana menggambarkan sebagian besar indikator tidak dapat memenuhi standar teknis.
ANALISIS PENERAPAN DRONE BERBASIS APLIKASI DALAM PENDISTRIBUSIAN BARANG PADA ERA MENDATANG DI DAERAH DENPASAR
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic jams in several areas of Indonesia is a serious concern which has an impact on reduced performance in the movement of people and goods from one place to another, such as in Denpasar. To deal with this, innovation in the development of technology and transportation is needed. Technology becomes a major role in today's transportation. In this research, the congestion in Denpasar will be solved using drones based on applications, especially for transporting goods or food. By measuring the density level of existing online motorcycle taxis and online taxis through a traffic counting survey and distributing questionnaires to the public to measure how often people use online motorcycle taxis and online taxis as application-based transportation and spread community response questionnaires for online motorcycle taxis and online taxis. replaced by drones is expected to get an idea if drones with this application base can run in Denpasar. ABSTRAK Kemacetan di beberapa daerah Indonesia menjadi perhatian serius yang berdampak pada berkurangnya kinerja dalam perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain, salah satunya di Denpasar. Untuk menangani hal tersebut diperlukan inovasi dalam pengembangan teknologi dan transportasi. Teknologi menjadi peran utama pada transportasi pada masa kini. Dalam penelitian ini, kemacetan di Denpasar akan dipecahkan dengan menggunakan drone berbasis aplikasi, khususnya untuk mengangkut barang ataupun makanan. Dengan mengukur tingkat kepadatan transportasi ojek online maupun taksi online yang sudah ada melalui survei traffic counting serta menyebar kuesioner kepada masyarakat untuk mengukur seberapa sering penggunaan jasa ojek online maupun taksi online sebagai transportasi berbasis aplikasi, serta mengetahui tanggapan masyarakat jika ojek online dan taksi online digantikan oleh drone. Diharapkan diperoleh gambaran jika drone dengan basis aplikasi tersebut dapat berjalan di Denpasar.
EFEKTIFITAS KELAYAKAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN TINGKAT KETERESIAN SEPEDA MOTOR KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS: SIMPANG PAJAK DAN SIMPANG FLAMBOYAN)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population growth has implications for the increasing needs of the community. This also affects the increase in the use of vehicles on almost every urban road, one of which is in the city of Pontianak, causing congestion problems, especially at crossroads which has an impact on increasing the volume of vehicles. The existing traffic conditions in Pontianak City show an increase in the use of motorbikes which affects traffic flow. This has implications for the amount of traffic flow that is not commensurate with the capacity of the road, which results in a decrease in the level of road service, especially at the intersection of Pontianak City. To overcome this, the Pontianak City Government carried out traffic engineering by planning and providing transportation infrastructure facilities in the form of a Advanced Stop Line (RHK) for motorcycles, which had been built on one of the intersections, namely Simpang Empat with Tax Signals. This research was conducted to know the level of service, the success rate of RHK, how much influence traffic has on RHK occupancy, and to compare the performance of signalized intersections with and without RHK. The research is quantitative research, with the method referring to the 1997 MKJI and the Circular Letter of the Minister of PUPR Number 52/SE/M/2015. The analysis of this study found that RHK was successfully applied with a value of 67%, and the value of the degree of saturation of the intersection was 0.46, with the predicate of the level of service being C. Referring to the relatively low proportion of RHK occupancy rates, which indicates the use of RHK is still inadequate. Therefore, the Pontianak City Government is expected to be able to evaluate the RHK that has been built as the final recommendation of this research. ABSTRAK Pertumbuhan penduduk memiliki implikasi terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat. Hal ini juga mempengaruhi peningkatan penggunaan kendaraan dihampir setiap ruas jalan perkotaan, salah satunya di Kota Pontianak menimbulkan masalah kemacetan terutama di persimpangan jalan yang berdampak pada peningkatan volume kendaraan. Kondisi eksisting lalu lintas Kota Pontianak menunjukan peningkatan penggunaan sepeda motor yang mempengaruhi arus lalu lintas. Hal ini berimplikasi kepada jumlah arus lalu lintas yang tidak sepadan dengan kapasitas ruas jalan yang mengakibatkan menurunnya tingkat pelayanan jalan khususnya pada persimpangan Kota Pontianak. Sebagai langkah untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melakukan rekayasa lalu lintas dengan merencanakan dan menyediakan fasilitas prasarana transportasi berupa Ruang Henti Khusus Kendaraan (RHK) untuk sepeda motor, yang telah dibangun pada salah satu simpang yaitu Simpang Empat Bersinyal Pajak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pelayanan, tingkat keberhasilan RHK, mengetahui seberapa besar pengaruh lalu lintas terhadap keterisian RHK dan membandingkan kinerja persimpangan bersinyal dengan dan tanpa adanya RHK. Penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan mengacu pada MKJI 1997 dan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 52/SE/M/2015. Hasil dari analisis penelitian ini didapatkan RHK berhasil diterapkan dengan nilai sebesar 67%, nilai derajat kejenuhan simpang adalah 0,46 dengan predikat tingkat pelayanan adalah C. Mengacu pada proporsi tingkat keterisian RHK relatif rendah yang menunjukkan penggunaan RHK masih belum berjalan efektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pontianak diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap RHK yang telah dibangun sebagai rekomendasi akhir dari penelitian ini.
ANALISIS EFEKTIVITAS RUTE PERJALANAN DI LINGKAR NAGREG KABUPATEN BANDUNG
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After several years of operating the Lingkar Nagreg, a new problem arose, namely on Jl. Arah Garut to Jalan Arah Tasikmalaya which has a longer distance than the opposite direction. The longer mileage results in many riders going against the flow so that the travel time from Jalan Arah Garut to Jalan Arah Tasikmalaya is shorter. The research method used is distributing questionnairesto analyze the level ofsatisfaction of road usersand field surveys of vehicle travel time. The results showed that the community around Jl. Raya Bandung- Garut wants an alternative route from Garut to Tasikmalaya with a shorter travel time and a comfortable road. Currently the only road from Garut to Tasikmalaya is 8.11 km with a travel time of 12 minutes 4 seconds, while if the driver goes againstthe current from Garutto Tasikmalaya itis only 0.96 km with a traveltime of 3 minutes 19 seconds. ABSTRAK Setelah beberapa tahun Lingkar Nagreg beroperasi, muncul sebuah permasalahan baru yaitu pada Jalan Arah Garut menuju Jalan Arah Tasikmalaya yang memiliki jarak tempuh lebih jauh dibandingkan dengan arah sebaliknya. Jarak tempuh yang lebih jauh itu mengakibatkan banyaknya pengendara yang melawan arus agar waktu tempuh dari Jalan Arah Garut menuju Jalan Arah Tasikmalaya lebih singkat. Metode penelitian yang digunakan adalah membagikan kuesioner analisis tingkat kepuasan pengguna jalan dan survei lapangan waktu tempuh kendaraan. Hasil penelitian menunjukan masyarakat di sekitar Jl. Raya Bandung-Garut menginginkan rute alternatif dari Garut menuju Tasikmalaya dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan jalan yang nyaman. Saat ini satu-satunya jalan dari arah Garut untuk menuju Tasikmalaya berjarak 8,11 km dengan waktu tempuh 12 menit 4 detik sedangkan apabila pengendara melawan arus dari Garut menuju Tasikmalaya hanya berjarak 0,96 km dengan waktu tempuh 3 menit 19 detik.
ANALISIS BANJIR BERBASIS CITRA MODIS NRT (NEAR REAL TIME) DAN SIMULASI BANJIR DI KABUPATEN WAJO
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disasters are a frightening specter for the community, once a flood occurs, the damage and losses experienced is very large, thus efforts to study the characteristics of floods and flood disaster management are very important. One of the areas in Indonesia that is hit by floods almost every year is Wajo Regency in South Sulawesi Province. Given the enormous impact of floods on human life, surveys and mapping are needed to determine flood-prone zones to anticipate losses that can be caused. Analyzing the spatial characteristics, we can know by using remote sensing methods. This study has the objectives of analyzing the characteristics of the road network in Wajo Regency, analyzing demographic characteristics in Wajo Regency, analyzing the spatial characteristics of Wajo Regency with Geographic Information Systems (GIS), analyzing real time flooding, and analyzing the impact of sea level rise simulation on infrastructure in Wajo Regency. . The results of the study obtained that the largest area that would be affected by flooding was Leppangeng Village in Belawa District. The length of the road network most affected by flooding is the Limpo Rilau Village in Belawa District. The number of buildings most affected by flooding is the Bulete Village in Pitumpanua District. Analysis of spatial characteristics in the form of heatmaps of residential residents, contours, slopes, 3D features, and watersheds. Analysis of spatial characteristics using DEM SRTM images in the form of mapping the hydrological index in Wajo Regency. ABSTRAKBencana banjir merupakan hal yang mimpi buruk bagi masyarakat setempat, dan ketika banjir terjadi, kerusakan yang ditimbulkan sangat besar dan korban jiwa sangat tinggi sehingga dilakukan upaya untuk mempelajari karakteristik banjir dan penanggulangan dari bencana banjir sangat penting. Salah-satu daerah di Indonesia yang hampir setiap tahunnya dilanda banjir yaitu Kabupaten Wajo di Provinsi Sulawesi Selatan. Mengingat dampak banjir yang begitu besar terhadap kehidupan manusia, Oleh karena itu, diperlukan pemetaan guna mengidentifikasi zona rawan banjir dan memprediksi potensi kerugian yang diakibatkan. Menganalisis karakteristik spasial dengan menggunakan metode penginderaan jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik jaringan jalan Kabupaten Wajo, menganalisis karakteristik demografi Kabupaten Wajo, menganalisis karakteristik spasial Kabupaten Wajo melalui Sistem Informasi Geografi (SIG), menganalisis banjir dengan real time, dan menganalisis dampak simulasi kenaikan air laut terhadap infrastruktur di Kabupaten Wajo. Hasil penelitian diperoleh luas wilayah yang paling besar akan terdampak banjir adalah Kelurahan Leppangeng di Kecamatan Belawa. Panjang jaringan jalan yang terdampak banjir paling besar adalah Kelurahan Limpo Rilau, Kecamatan Belawa. Jumlah bangunan yang terdampak banjir paling banyak ada di Kelurahan Bulete, Kecamatan Pitumpanua. Analisis karakteristik spasial berupa peta heatmap hunian penduduk, kontur, kemiringan lereng, kenampakan 3D, dan Daerah Aliran Sungai. Analisis karakteristik spasial pemetaan indeks hidrologi di Kabupaten Wajo menggunakan citra DEM SRTM.