cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
DESAIN ALAT BANTU PEMASANGAN FRICTION WEDGE PADA BOGIE RIDE CONTROL DENGAN SISTEM HIDROLIK
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is conducted to design a friction suppressor tool wedge using a hydraulic system and. Making the design begins with collecting data that will be used for design and design of hydraulic systems. After the data is obtained and will be followed by carrying out the tool construction design process using Solidworks 2017 software. The result of the design of the tool is in the form of a construction design, consisting of a top with an inside size of 45 cm x 45 cm and a bottom frame with 800 mm in length, 320 mm in width and 500 mm in height. Results of the design it is known that the requirement for a hydraulic system is a cylinder with 500 kg and 2500 kg press capacities, 8 cc hydraulic pump, and 3 HP electric motor. From the simulation results the construction is declared safe. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk membuat desain alat bantu penekan friction wedge dengan menggunakan sistem hidrolik selanjutnya menguji kelayakan desain. Pembuatan desain diawali dengan melakukan pengumpulan data yang akan digunakan untuk pembuatan desain serta perancangan sistem hidrolik. Setelah data didapatkan dilanjutkan dengan melakukan proses perancangan konstruksi alat menggunakan software solidworks 2017. Hasil dari perancangan alat yaitu berupa desain konstruksi, terdiri dari rangka atas dengan ukuran bagian dalam 45 cm x 45 cm serta rangka bawah dengan ukuran panjang 800 mm, lebar 320 mm, dan tinggi 500 mm. Hasil dari perancangan diketahui kebutuhan untuk sistem hidrolik adalah silinder dengan kapasitas tekan 500 kg dan 2.500 kg, pompa hidrolik 8 cc, dan motor listrik 3 HP. Dari hasil simulasi konstruksi dinyatakan aman.
RENCANA PENGOPERASIAN STASIUN BARRU
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barru Station is planned to be operational in October 2022 with the Maros – Barru line. With this, the Barru Station building must be ready and in accordance with existing regulations so that when operating, passengers can feel comfortable using this station. The station operation plan must be supported by minimum service standards in accordance with applicable regulations, in which the fulfillment of minimum service standards must be adjusted to the classification of station space zoning and also the entry and exit of passengers to support transportation services. From the observations, it was found that many buildings and facilities of the Barru Station were still not in accordance with the applicable regulations. From the research conducted, it can be concluded that the space zoning at Barru Station is divided into 3 zones, the passenger flow is made so that the passengers run according to their respective routes, the facilities that must be perfected include increasing the number of toilets, widening the prayer room, adding the platform canopy, and adding nursing room. ABSTRAKStasiun Barru direncanakan akan beroperasi pada Bulan Oktober 2022 dengan lintas Maros – Barru. Dengan adanya hal tersebut, maka bangunan Stasiun Barru harus siap dan sesuai dengan peraturan yang ada supaya pada saat beroperasi penumpang bisa nyaman menggunakan stasiun ini. Rencana pengoperasian stasiun harus didukung standar pelayanan minimum sesuai peraturan yang berlaku, dimana dalam pemenuhan standar pelayanan minimum harus disesuaikan dengan klasifikasi pembagian zonasi ruang stasiun dan juga alur keluar masuk penumpang demi mendukung pelayanan transportasi. Dari hasil pengamatan, ditemukenali banyak bangunan dan fasilitas Stasiun Barru yang masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa zonasi ruang di Stasiun Barru dibagi menjadi 3 zona, alur penumpang dibuat agar penumpang berjalan sesuai alurnya masing-masing, fasilitas yang harus sempurnakan antara lain, penambahan jumlah toilet, pelebaran musholla, penambahan kanopi peron, dan penambahan ruang ibu menyusui.
EVALUASI KONDISI JEMBATAN LAMA (EXISTING) DI PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARATSAMPAI TAHUN 2022
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bridges are road complementary structures that intended to provide continuity of roads and highways when facing obstacles, such as: rivers, lake, railways, roads, or ravines. Among all the road complement buildings, bridges are the most difficult and expensive. Bridge maintenance is a work carried out after the work is completed. This maintenance work is very necessary to maintain the condition of a bridge or a structure to always be in a serviceable condition. This maintenance is expected to ensure that the deterioration of the bridge condition can be returned to a steady state based on the required performance. Work classified as bridge maintenance is any work carried out to clean bridge elements, repair damage or maintain the condition of parts of the bridge in order to maintain the required bridge performance (if stated in the Contract). From the results of the evaluation of the condition of the existing bridges in Papua and West Papua, from a total of 1674 bridges including: 408 bridges aged over 40 years (24.4%) must be replaced with a priority scale and there are 76 bridges (5%) that have an NK value between 4 and 5 (critical and collapsed), this should be planned to be replaced in the 2023 fiscal year. ABSTRAK Jembatan adalah struktur pelengkap jalan yang dimaksudkan untuk memberikan kontinuitas jalan dan jalan raya ketika menghadapi rintangan, seperti: sungai, danau, rel kereta api, jalan raya atau jurang. Di antara semua bangunan pelengkap jalan, jembatan adalah yang paling sulit dan mahal. Pemeliharaan jembatan adalah pekerjaan yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Pekerjaan pemeliharaan ini sangat diperlukan untuk menjaga kondisi jembatan atau struktur agar selalu dalam kondisi dapat melayani dengan baik. Pemeliharaan ini diharapkan dapat memastikan bahwa kerusakan kondisi jembatan dapat dikembalikan ke kondisi mapan berdasarkan kinerja yang dibutuhkan. Pekerjaan yang tergolong pemeliharaan jembatan adalah setiap pekerjaan yang dilakukan untuk membersihkan elemen-elemen yang ada pada jembatan, memperbaiki kerusakan atau memelihara kondisi bagian-bagian pada jembatan guna mempertahankan kinerja jembatan yang di persyaratkan (jika dinyatakan dalam Kontrak). Dari hasil evaluasi kondisi existing jembatan di Papua dan Papua Barat, dari total 1674 jembatan diantaranya: 408 jembatan usia diatas 40 tahun (24,4%) harus diganti dengan skala prioritas dan terdapat 76 jembatan (5%) mempunyai nilai NK antara 4 dan 5 (kritis dan runtuh), hal ini harus segera direncanakan untuk diganti pada tahun anggaran 2023.
PRIORITAS ARAHAN PENINGKATAN KINERJA KERETA API KOMUTER SURABAYA – LAMONGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Surabaya – Lamongan Commuter Train has two initial and final stopping stations that have the highest passenger volume: Surabaya Pasar Turi Station and Lamongan Station. However, the Commuter Train still has performance that needs to be improved, such as the load factor that does not meet the standard of 98% and there is no physical distancing in the train during the COVID-19 pandemic. The research aims to formulate priority directions for improving operational performance and service performance of the Surabaya – Lamongan Commuter Train and stations during the COVID-19 pandemic. The study used IPA and QFD analysis. The results show priority directions for improving train performance in the form of regular maintenance and inspection of facilities and infrastructure (RT-3) with an absolute importance value of 730.98, then priority directions for the performance of Pasar Turi Station are the addition of area and waiting room capacity (RT-1) with an absolute importance value of 274.93, and the performance of Lamongan Station has a priority direction in the form of providing facilities for passengers with special needs (RT-10) with an absolute importance value of 285.81. ABSTRAKKereta api Komuter Surabaya – Lamongan memiliki dua stasiun pemberhentian awal dan akhir yang memiliki volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Surabaya Pasar Turi dan Lamongan. Namun KA Komuter Surabaya – Lamongan masih memiliki kinerja yang perlu ditingkatkan, seperti load factor yang tidak memenuhi standar mencapai 98% dan tidak ada penerapan jaga jarak fisik di dalam kereta pada masa Pandemi COVID-19. Penelitian bertujuan untuk merumuskan prioritas arahan peningkatan kinerja operasional dan kinerja pelayanan KA Komuter Surabaya – Lamongan dan stasiun pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan analisis Quality Fucntion Deployment (QFD). Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis Quality Function Deployment terdapat prioritas arahan peningkatan kinerja kereta api berupa perawatan dan pemeriksaan sarana dan prasarana secara berkala (RT-3) dengan nilai absolute importance 730,98, kemudian prioritas arahan untuk kinerja Stasiun Pasar Turi berupa penambahan luas dan kapasitas ruang tunggu (RT-1) dengan nilai absolute importance 274,93, dan kinerja Stasiun Lamongan memiliki prioritas arahan berupa penyediaan fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus (RT-10) dengan nilai absolute importance 285,81.
PROTOTYPE KUNCI KENDARAAN BERMOTOR DENGAN E-SIM BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN DALAM BERKENDARA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The large number of underage drivers of this type of 2-wheeled vehicle is a problem that must be resolved, because if left unchecked the existing numbers will continue to grow which will also have an impact on increasing the number of accidents. The purpose of this study to reduce the number of underage drivers is to integrate a vehicle safety system with an administrative sign that someone can drive a vehicle, namely an E-SIM. This is the basis for making a prototype security system using RFID that uses SIM C as the scan medium. This research method is a quantitative research type of experimental research. The results in this study of the system works when the E-SIM is tapped on the RFID which will be detected for the E-SIM C that has been registered in the system. ABSTRAK Besarnya jumlah pengendara dibawah umur dari jenis kendaraan roda 2 menjadi problematika yang harus diselesaikan, karena jika dibiarkan angka yang sudah ada akan terus bertambah yang mana juga akan berimbas kepada bertambahnya angka kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi angka pengendara dibawah umur dengan mengintegrasikan sistem pengaman kendaraan dengan tanda administrasi seseorang sudah bisa mengendarai kendaraan yaitu E-SIM. Hal itu menjadi basis dibuatnya prototype sistem pengaman dengan menggunakan RFID yang menggunakan SIM C sebagai media scannya. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis penelitian eksperimental. Hasil pada penelitian ini sistem bekerja saat E-SIM ditap pada RFID yang mana akan terdeteksi bagi E-SIM C yang sudah terdaftar di sistem.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA PERAWATAN LOKOMOTIF BALAI YASA YOGYAKARTA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study was conducted to find out the effect of occupational safety and health on the work productivity of the Balai Yasa Yogyakarta locomotive maintenance staff. This study was conducted with the aim to know the variable effect of the Occupational Health and Safety (OHS) toward the productivity variable of the locomotive maintenance staff of Balai Yasa Yogyakarta. This research is quantitative research with the independent variable being occupational Health and Safety (OHS) and the dependent variable being work productivity. This study uses a non-probability sampling data collection technique with incidental sampling technique obtained through 74 respondents of Balai Yasa Yogyakarta locomotive maintenance personnel obtained through the calculation using Slovin formula with data collection methods using questionnaires. The method used in this research is multiple linear regression. The results of this study were obtained through data analysis that was carried out using the IBM SPSS 26 program application, which showed that occupational safety (X1) had a significant effect on work productivity, and occupational health (X2) did not have a significant effect on work productivity. So as simultaneously, the results of the F test calculations have a significant effect on the work productivity (Y) of the locomotive maintenance staff of Balai Yasa Yogyakarta. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh K3 terhadap produktivitas kerja tenaga perawatan lokomotif Balai Yasa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan variabel bebas keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta dengan variabel terikat produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sampling non probability sampling yang diperoleh melalui 74 responden tenaga perawatan lokomotif Balai Yasa Yogyakarta yang didapat melalui perhitungan rumus slovin dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini didapat melalui analisis data yang dilakukan menggunakan aplikasi program IBM SPSS 26 yang menunjukkan bahwa keselamatan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, sementara kesehatan kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan melalui hasil perhitungan uji F mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja (Y) tenaga perawatan lokomotif Balai Yasa Yogyakarta.
KEMAUAN BERPINDAH LOKASI KE KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The management of the built environment based on public transportation (Transit Oriented-Development (TOD) has been accepted as a solution to increase the use of public transportation. The idea of development based on public transportation is still widely accepted in the community, which influences the residential self-selection. This study is conducted to analyse the influencing factors of people’s intention to move to a residential location with an orientation on public transportation. Data were gathered by distributing questionnaire to residents in Bandung with a reference of the development of TOD area in Gedebage, Bandung, which is in line with the Land Use Plan of Bandung City 2011 – 2031. Data analyses using binary logistic regression found that the influencing factors to people’s intention to move to a residential location based on TOD in Gedebage, Bandung, are the price of the house unit and shopping center in residential. ABSTRAK Penataan lingkungan binaan yang berbasis transportasi publik Transit-Oriented Development (TOD) telah diterima sebagai solusi yang meningkatkan penggunaan transportasi publik. Ide tentang pembangunan berbasis transportasi publik masih diterima secara beragam oleh masyarakat, sehingga memengaruhi keputusan untuk berpindah tempat tinggal. Studi ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kemauan masyarakat untuk berpindah ke lokasi permukiman berbasis transportasi publik. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada penduduk di Kota Bandung dengan referensi pembangunan kawasan TOD di Gedebage, Bandung sesuai Rencana Tata Ruang Kota Bandung 2011-2031. Analisis menggunakan regresi logistik biner menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi kemauan masyarakat untuk berpindah ke lokasi permukiman berbasis TOD di Gedebage, Bandung, adalah harga unit tempat tinggal dan pusat perbelanjaan dalam permukiman.
CHARACTERISTICS OF ASBUTON'S COLD PAVING HOT MIX (CPHMA) BASED ON MARSHALL TEST
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to obtain the characteristics of the Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) mixture based on the Marshall test. The presentation of data analysis is presented after all research processes in the form of testing the mixed Marshall characteristics have been achieved or have been completed. The results of the examination of the physical properties of the material show results that meet the general specifications of 2018 revision 2. Based on the characteristics of the asphalt mixture with two types of mixtures, the values of the properties of the mixture based on the Marshall test, the characteristic values of the CPHMA mixture are 6.1% asphalt content, 6.6% VIM, VMA 29.6%, VFB 78.0%, stability 619 kg, melt (flow) 5.0 mm, and 73.2%. While the characteristics of the HRS-WC mixture are asphalt content 6.9%, VIM 5.0%, VMA 19.1%, VFB 73.6%, stability 1159 kg, MQ 288kg/mm, and residual stability 91.7%. The quality of the CPHMA mixture from the results of the characteristic test based on the Marshall test meets the required specifications and the CPHMA mixture can encourage the independence of the National asphalt based on Buton asphalt. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik campuran Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) berdasarkan uji Marshall. Penyajian analisis data disajikan setelah semua proses penelitian berupa pengujian karakteristik campuran Marshall telah tercapai atau telah selesai. Hasil pemeriksaan sifat fisis material menunjukkan hasil yang memenuhi spesifikasi umum tahun 2018 revisi 2. Berdasarkan karakteristik campuran aspal dengan dua jenis campuran, maka nilai sifat campuran berdasarkan Marshall pengujian, nilai karakteristik campuran CPHMA adalah kadar aspal 6,1%, VIM 6,6%, VMA 29,6%, VFB 78,0%, stabilitas 619 kg, leleh (flow) 5,0 mm, dan 73,2%. Sedangkan karakteristik campuran HRS-WC adalah kadar aspal 6,9%, VIM 5,0%, VMA 19,1%, VFB 73,6%, stabilitas 1159 kg, MQ 288kg/mm, dan stabilitas residu 91,7%. Mutu campuran CPHMA dari hasil uji karakteristik berdasarkan uji Marshall memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan dan campuran CPHMA dapat mendorong kemandirian aspal Nasional berbasis aspal Buton.
KAJIAN PENERAPAN TIPE LAJUR SEPEDA DI KOTA CIMAHI
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to FHWA, the main principles of developing cyclist facilities are safety, comfort, and connectivity. The selection of the type of bicycle lane is based on the Guidelines for Designing Bicycle Facilities on the vehicle volume and vehicle speed percentile. Route 1 and Route 2 which are the case studies of this research are located in the strategic area of ​​Cimahi City, which usually occurs quite high activity both on weekdays and on weekends. Considerations in the used of bicycle lanes in Cimahi City besided traffic volume and vehicle speed percentile considered the existing road conditions. So that the type of bicycle lane in Cimahi City can be applied without disturbing the existing road conditions.. ABSTRAK Prinsip utama pengembangan fasilitas pesepeda menurut FHWA adalah keselamatan, kenyamanan, dan konektivitas. Pemilihan tipe jalur sepeda berdasarkan Pedoman Perancangan Fasilitas Sepeda terhadap volume kendaraan dan kecepatan kendaraan persentil. Rute 1 dan Rute 2 yang menjadi studi kasus penelitian ini berada pada Kawasan strategis Kota Cimahi, yang mana biasanya terjadi aktivitas yang cukup tinggi baik di hari kerja maupun di akhir pekan. Pertimbangan dalam penerapan lajur sepeda di Kota Cimahi selain volume lalu lintas dan kecepatan kendaraan meninjau kondisi eksisting jalan. Sehingga tipe lajur sepeda di Kota Cimahi dapat di terapkan tanpa mengganggu kondisi eksisting jalan.
MODEL BANGKITAN PERJALANAN PEDAGANG DAN PENGUNJUNG PASAR TRADISIONAL DI KAWASAN PERKOTAAN JEMBER
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A traditional market is a shopping area that is often visited by the public to meet their daily needs. The development of traditional markets both in terms of land use and in terms of services and goods offered will have an impact on increasing mobility, causing delays and queues around it. A market with a large area with a fairly high generation trip will have an impact on traffic density. Therefore, modeling the rise in the market is necessary considering the rapid development of the market and can be used for the next stage in transportation planning. Data were obtained by direct interviews with a home interview survey approach. The method applied to obtain the rise model in this study is multiple linear regression analysis with a statistical program. The merchant's trip generation forecasting model is Y1 = 0.274 + 0.474 X2 + 0.170 X3+0.422X7+0.056X8 (R2 = 0.429), while the best model for the generation of market visitor trip is Y2= 0.690 + 0.130 X1 + 0.146 X2+0.136 X3 (R2=0.253). ABSTRAK Pasar merupakan kawasan perbelanjaan yang sering dikunjungi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan pasar tradisional baik dari segi tata guna lahan maupun dari segi jasa dan barang yang ditawarkan akan berdampak pada peningkatan mobilitas sehingga menyebabkan tundaan dan antrian di sekitarnya. Pasar dengan area yang luas dengan bangkitan yang cukup tinggi akan berdampak pada kepadatan lalu lintas. Oleh sebab itu, pemodelan bangkitan ke pasar diperlukan mengingat perkembangan pasar yang cukup pesat serta dapat digunakan untuk tahapan selanjutnya dalam perencanaan transportasi. Data diperoleh dengan wawancara langsung dengan pendekatan home interview survey. Metode yang diterapkan untuk menghasilkan model bangkitan dalam kajian ini ialah analisa regresi linier berganda dengan program bantu statistik. Model bangkitan terbaik peramalan bangkitan perjalanan pedagang yakni Y1 = 0,274 + 0,474 X2 + 0,170 X3+0,422X7+0,056X8 (R2 = 0,429), sedangkan model terbaik untuk bangkitan perjalanan pengunjung pasar adalah Y2= 0,690 + 0,130 X1 + 0,146 X2+0,136 X3 (R2=0,253).