cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
ESTIMASI DISTRIBUSI PERGERAKAN KABUPATEN SRAGEN DENGAN METODE PENAKSIRAN KUADRAT TERKECIL DAN FUNGSI HAMBATAN EKSPONENSIAL NEGATIF
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing movement of people can cause various kinds of transportation problems, especially traffic jams. This study aims to estimate the distribution of movement between zones in Sragen Regency in the form of Origin Destination Matrix (O-D Matrix). Sragen Regency is used as study area and divided into 27 zones, consisting of 20 internal zones and 7 external zones. The O-D Matrix estimation is done using Gravity Model and EMME/3 program. Parameters on the Gravity Model were obtained using the Newton-Raphson Calibration Process with Least Squares Estimation Method and negative exponential function. The result of the study obtained a value of β parameter is 0,0647, the total movement in Sragen Regency in 2022 is 9.892 pcu/hour with a validity level of 0,8102 which means that 81,02% of the model can represent reality. The total movement consisting of Internal-Internal movement 70,65%, External-Internal movement 17,44%, Internal-External movement 11,91% and External-External movement 3,24%. ABSTRAK Pergerakan manusia yang semakin meningkat dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan transportasi, terutama kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan distribusi pergerakan antar zona di Kabupaten Sragen yang disajikan dalam bentuk Matriks Asal Tujuan (MAT). Kabupaten Sragen digunakan sebagai wilayah kajian dan dibagi menjadi 27 zona yang terdiri dari 20 zona internal dan 7 zona eksternal. Proses estimasi MAT dilakukan menggunakan Model Gravity batasan bangkitan-tarikan dan menggunakan software EMME/3. Dalam Model Gravity terdapat parameter β yang pada penelitian ini dicari menggunakan proses kalibrasi Newton-Raphson metode penaksiran kuadrat terkecil dan fungsi hambatan eksponensial negatif. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan nilai parameter β sebesar 0,0647, total pergerakan kendaraan di Kabupaten Sragen tahun 2022 sebesar 9.892 smp/jam dengan tingkat validitas sebesar 0,8102 yang berarti 81,02% model dapat mewakili realita dan tergolong dalam kategori sangat tinggi. Total pergerakan tersebut terdiri atas pergerakan Internal-Internal sebesar 70,65%, Eksternal-Internal sebesar 17,44%, Internal-Eksternal sebesar 11,91% dan Eksternal-Eksternal sebesar 3,24%.
ANALYSIS OF CIVIL SERVANT’S UNDERSTANDING OF BALLAST WATER MANAGEMENT CONVENTIONS
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ballast water is water used by ships to maintain balance when the ship is unloaded. Ballast water is known to contain microorganisms that are detrimental to human health and the environment, as well as economic losses. IMO enacted the Ballast Water Management Convention to regulate the management of ballast water before it is discharged into the sea, as an effort to prevent the spread of microorganisms into the environment. This study aims to determine the understanding of civil servant in the shipping sector. The research method is an analytic description with a cross sectional approach using questionnaires and in-depth interviews. The results show that most of the respondents do not understand the provisions of BWM correctly. Many incorrect statements, ignorance and forget about the rules of BWM with a high percentage value. Our suggestion is to socialize the BWM Convention to civil servant in the shipping sector or maritime as a provision in carrying out work through training, seminars and workshops. ABSTRAKAir ballast adalah air yang digunakan kapal untuk menjaga keseimbangan ketika kapal tanpa muatan. Air ballast diketahui mengandung mikroorganisme yang merugikan bagi kesehatan dan lingkungan, serta kerugian secara ekonomis. IMO memberlakukan Ballast Water Management Convention untuk mengatur pengelolaan air ballast sebelum dibuang ke laut, sebagai upaya untuk mencegah tersebarnya mikroorganisme ke dalam lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman ASN (Aparatur Sipil Negara) sektor pelayaran sebagai pengajar, marine inspektor, Perwira di kapal negara dan Pandu terhadap ketentuan BWM Convention. Metode penelitian adalah deskripsi analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Dari hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum memahami ketentuan BWM secara benar. Banyak pernyataan yang salah, tidak tahu dan lupa tentang aturan BWM dengan nilai persentase yang tinggi. Saran kami adalah sosialisasi tentang BWM Convention kepada ASN sektor pelayaran sebagai bekal dalam melaksanakan pekerjaan melalui diklat, seminar maupun workshop.
EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR FRAME BOLSTER BOGIE TRAM MOVER TMII PT INKA MENGGUNAKAN METODE FEM
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogie is a wheels unit system of railway vehicles, includes a complete structure equipped with a braking system, springs and propulsion equipment. Bogie has a main construction consisting of a frame and a bolster. One of the tests carried out in the test facility design and construction, was a simulation using the ANSYS Workbench software with the UIC 615-4 standard on the frame and UIC 510-3 on the bolster and according to the standards required by the Minister of Transportation Regulation Number: KM 42 of 2010. Based on this simulation, it is found that the maximum stress occurred at 38,498 MPa on the frame and 158,68 MPa on the bolster. This value was considered safe because below the allowable stress required by standardization for SS400 material, which is 245 MPa. The maximum vertical deflection occurred in the vertical and longitudinal loading with value of -2,6604 mm in the bolster. ABSTRAK Bogie merupakan sistem kesatuan roda pada kereta api yang meliputi suatu rangka yang dilengkapi dengan sistem pengereman, pemegasan dan peralatan penggerak. Bogie mempunyai konstruksi utama yang terdiri dari frame dan bolster. Dalam uji rancang bangun sarana salah satunya dilakukan simulasi menggunakan software ANSYS Workbench dengan standar UIC 615-4 pada frame dan UIC 510-3 pada bolster serta sesuai standar yang dipersyaratkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 42 Tahun 2010. Dari simulasi ini diperoleh bahwa tegangan maksimum terjadi sebesar 38,498 MPa pada frame dan 158,68 MPa pada bolster. Nilai tersebut dianggap aman dikarenakan masih di bawah tegangan izin yang dipersyaratkan oleh standarisasi, yaitu 245 MPa tegangan izin dari material SS400. Defleksi vertikal maksimum terjadi pada kasus pembebanan vertikal dan longitudinal dengan nilai -2,6604 mm yang terjadi pada bolster.
MODEL TARIKAN GUNA LAHAN PADA JALAN PROBOLINGGO-LUMAJANG
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development in Probolinggo and Lumajang districts requires infrastructure as a support. The Probolinggo-Lumajang road is a primary collector road infrastructure that connects two regencies, namely Probolinggo Regency and Lumajang Regency. The Probolinggo-Lumajang road has an important role as supporting all access and the course of economic activity in the East Java region. The Probolinggo-Lumajang road is one of the roads that acts as a distribution channel for raw and finished goods from the eastern part of East Java to the western part of East Java. This study aims to create a land use pull model in the sub-districts connected to the Probolinggo-Lumajang area. This study uses an analysis of the land use attraction, interaction analysis of the model of attraction of land use movement, analysis of physical characteristics, and analysis of traffic characteristics. The results showed that the education land use attraction model was influenced by the number of school students and the size of the school building, the trade and service land use attraction model was influenced by building area, parking area, and the number of visitors to trade and services, so that the results of the application of the trip attraction model on each land use result in the movement volume of the land use attraction on the Jl. Probolinggo-Lumajang as many as 3,667 light vehicles/day. ABSTRAK Pengembangan pada Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang memerlukan infrastruktur sebagai penunjang. Jalan Probolinggo-Lumajang merupakan infrastruktur jalan kolektor primer yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Jalan Probolinggo-Lumajang memiliki peranan penting sebagai penunjang segala akses dan jalannya aktivitas ekonomi pada wilayah Jawa Timur. Jalan Probolinggo-Lumajang merupakan salah satu jalan yang berperan sebagai jalur distribusi barang mentah maupun barang jadi dari wilayah Jawa Timur bagian timur dengan Jawa Timur bagian barat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model tarikan guna lahan pada kecamatan yang terhubung pada wilayah Probolinggo-Lumajang. Penelitian ini menggunakan analisis tarikan pergerakan guna lahan, analisis interaksi model tarikan pergerakan guna lahan, analisis karakteristik fisik, dan analisis karakteristik lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tarikan guna lahan pendidikan dipengaruhi oleh jumlah siswa dan luas bangunan, model tarikan guna lahan perdagangan dan jasa dipengaruhi oleh luas bangunan, luas parkir, dan jumlah pengunjung, sehingga hasil penerapan model tarikan pada masing-masing guna lahan menghasilkan volume pergerakan dari tarikan guna lahan pada ruas Jl. Probolinggo-Lumajang sebanyak 3.667 SKR/hari.
PENERAPAN SKEMA BUY THE SERVICE PADA ANGKUTAN PERDESAAN DI KABUPATEN KOTABARU
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of public transportation is a major factor in facilitating, supporting, and enhancing development both at the regional and national levels as well as the welfare of the people. The transportation sector in Kotabaru Regency has several problems with public transportation services which are currently not optimal. Broadly speaking, the reasons for the low public interest in public transportation are that the services provided are still far from expectations and are not in accordance with minimum service standards, such as the vehicles used do not pay attention to safety aspects, there is no definite service schedule and information related to public transportation is not yet available. easily accessible. One of the steps that can be taken by the Kotabaru Regency government is to establish a policy or program called "Buy The Service" to improve services on rural transportation, especially on the Kotabaru-Sambuluan and Kotabaru-Berangas routes in accordance with the objectives of this study. The data used are primary data obtained from survey results and secondary data obtained from relevant agencies. Based on data collection and analysis results, the actual demand is 239 people/day trips, for the potential demand for public transportation with interest in moving private vehicles is 2.3%, namely 7356 people/day trips. The operation of Buy The Service in Kotabaru Regency is served by minibus type with a capacity of 16 people with the need for the Kotabaru-Sambuluan route fleet of 27 vehicles and the Kotabaru-Berangas route as many as 31 vehicles. In order to attract people to take public transportation, a full subsidy will be applied for a predetermined period. The cost required to purchase a transportation service is Rp 16,465,693,568.54 per year. ABSTRAKTersedianya angkutan umum menjadi faktor utama dalam memperlancar, menunjang, dan meningkatkan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional serta kesejahteraan rakyat. Sektor transportasi pada Kabupaten Kotabaru memiliki beberapa permasalahan pelayanan angkutan umum yang saat ini belum optimal. Secara garis besar alasan yang menjadi penyebab rendahnya minat masyarakat terhadap angkutan umum yaitu pelayanan yang diberikan masih jauh dari harapan dan belum sesuai dengan standar pelayanan minimal, seperti kendaraan yang digunakan kurang memperhatikan aspek keselamatan, belum adanya jadwal pelayanan yang pasti dan informasi terkait angkutan umum belum bisa diakses dengan mudah. Salah satu Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kotabaru adalah menetapkan suatu kebijakan atau program yang disebut dengan “Buy the Service” guna memperbaiki pelayanan pada angkutan pedesaan terutama pada trayek Kotabaru-Sambuluan dan Kotabaru-Berangas sesuai dengan tujuan dari penelitian. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan dari hasil survei dan data sekunder yang didapatkan dari instansi terkait. Berdasarkan pengumpulan data dan hasil analisis diperoleh permintaan aktual sebesar 239 perjalanan orang/hari, untuk permintaan potensial angkutan umum dengan minat pindah kendaraan pribadi sebesar 2,3% yaitu 7356 perjalanan orang/hari. Pengoperasian Buy the Service di Kabupaten Kotabaru dilayani dengan jenis minibus dengan kapasitas 16 orang dengan kebutugan armada trayek Kotabaru-Sambuluan sebanyak 27 kendaraan dan trayek Kotabaru-Berangas sebanyak 31 kendaraan. Guna menarik minat masyarakat untuk naik kendaraan umum akan diterapkan subsidi penuh selama periode yang telah ditentukan. Biaya yang dibutuhkan untuk membeli layanan angkutan sebesar Rp 16.465.693.568,54 per tahun.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL MOBIL LISTRIK DAN MOBIL INTERNAL COMBUSTION ENGINE (STUDI KASUS MOBIL HYUNDAI KONA ELECTRIC DENGAN MOBIL FORTUNER, PAJERO SPORT DAN NISSAN TERRA)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change and the effects of greenhouse gases are indeed the main problems of all countries today. One source of climate change is emissions from vehicle exhaust (CO2 emissions) from the transportation sector. One of the Indonesian Government's programs in reducing exhaust emissions from vehicles is to carry out an electric vehicle ecosystem acceleration program, in accordance with Presidential Regulation Number 55 of 2019 concerning the acceleration of the battery-based electric motor vehicle program. The purpose of this study is to analyze the comparison of the operational costs of electric cars and conventional cars (internal combustion engines), where we compare the Hyundai Kona Electric (EV), New Pajero Sport Dakar Ultimate (4x4) AT, Fortuner 2.8 VRZ 4x4 A/T. Diesel GR Sport (EURO 4) and Nissan Terra 2.5L 4x4 VL AT. The result is that the operating costs of conventional vehicles (Nissan Terra 2.5L 4x4 VL AT) are currently still more expensive (2022) compared to electric vehicles and other internal combustion vehicles if used for a long time (10 years). The biggest cost is the depreciation for 5 years of this car, the used price of the car has decreased very drastically every year. However, when viewed from the cost of maintenance and spare parts, conventional vehicles are the cheapest compared to electric vehicles. ABSTRAK Perubahan iklim dan efek gas rumah kaca memang menjadi masalah yang utama dari seluruh negara saat ini. Salah satu sumber dari perubahan iklim adalah emisi dari gas buang kendaraan (CO2 emissions) dari sektor transportasi. Salah satu program Pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas buang dari kendaraan adalah melakukan program percepatan ekosistem kendaraan listrik, sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa perbandingan biaya operasional mobil listrik dan mobil konvensional (internal combustion engine), dimana kami melakukan perbandingan antara mobil Hyundai Kona Electric (EV), New Pajero Sport Dakar Ultimate (4x4) AT, Fortuner 2.8 VRZ 4x4 A/T Diesel GR Sport (EURO 4) dan Nissan Terra 2.5L 4x4 VL AT. Hasilnya adalah bahwa biaya operasional kendaraan konvensional (Nissan Terra 2.5L 4x4 VL AT) untuk saat ini (2022) masih lebih mahal jika dibandingkan dengan kendaraan listrik dan kendaraan pembakaran dalam lainnya jika digunakan dalam waktu yang lama (10 tahun). Biaya terbesar adalah depresiasi selama 5 tahun dari mobil ini, harga bekas dari mobil tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis pertahunnya. Namun, jika ditinjau dari biaya perawatan dan suku cadangnya kendaraan konvensional paling murah dibandingkan kendaraan listrik.
EVALUASI PARAMETER KEPADATAN PERKERASAN ASPAL MENGGUNAKAN ALAT LIGHT WEIGHT DEFLECTOMETER (LWD)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The modulus of elasticity, deflection and field CBR are important parameters used in designing road construction. These parameters are density parameters in road pavement construction. This study aims to evaluate the density parameters of asphalt pavement using a Light Weight Deflectometer (LWD). This research was carried out in Merauke Regency, namely on the road that connects Merauke and Tanah Merah. This research begins with the collection of secondary data, namely traffic data in the form of LHR values, pavement planning data taken from consultant data and road condition data. Then, primary data was taken in the form of density parameters (deflection, deflection, field CBR and modulus of elasticity). The results showed that the types of road damage that occurred using the LWD (Light Weight Deflectometer) measurement method were the asphalt pavement and soil pavement sections in several STAs in good condition (EVD0 ≤ 250 MPa) and also in several other STAs in poor condition. good (EVD0 ≥ 250 MPa). ABSTRAK Modulus elastisitas, lendutan, defleksi dan CBR lapangan merupakan parameter penting yang digunakan dalam mendesain konstruksi jalan. Parameter tersebut merupakan parameter kepadatan pada konstruksi perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter kepadatan perkerasan aspal yang menggunakan alat Light Weight Deflectometer (LWD). Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Merauke yaitu di ruas jalan yang menghubungkan Merauke dan Tanah Merah. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data-data sekunder yaitu data lalu lintas berupa nilai LHR, data perencanaan perkerasan yang diambil dari data konsultan dan data kondisi jalan. Selanjutnya dilakukan pengambilan data primer berupa parameter kepadatan (defleksi, lendutan, CBR lapangan dan modulus elastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan jalan yang terjadi dengan metode pengukuran menggunakan alat LWD (Light Weight Deflectometer) adalah pada ruas perkerasan aspal dan perkerasan tanah di beberapa STA dalam kondisi baik (EVD0 ≤ 250 MPa) dan juga di beberapa STA lainnya dalam kondisi yang kurang baik (EVD0 ≥ 250 MPa).
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS JALAN TENDEAN, TABANAN)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road is one of the facilities and infrastructure in the field of land transportation that is used for the passage of vehicles, people, and others. Roads are also built to help the development of an area where good road conditions can create a comfortable and safe feeling when driving. Observations on road surface conditions in several parts of the road, for example on Jalan Tendean, Tabanan. Observations on surface conditions on Jalan Tendean are carried out by conducting surveys and processing survey data using the (PCI) method or what we often know as the Pavement Condition Index. The types of damage found on Jalan Tendean are crocodile cracks, transverse or longitudinal cracks, and reflections. From the results of calculations using this PCI method, the results obtained that the PCI value on the Tendean road is 81.25 M and is included in the good classification when viewed from this value. In this case, routine road maintenance is required by the service, which if found damaged roads can be immediately repaired using methods that are appropriate to the road damage. ABSTRAK Jalan merupakan salah satu sarana dan prasarana bidang transportasi darat yang digunakan untuk melintasnya kendaraan, orang, dan lain. Jalan juga dibangun untuk membantu perkembangan dari sebuah daerah yang dimana kondisi jalan yang baik dapat menimbulkan perasaan yang nyaman dan aman pada saat berkendara. Pengamatan tentang kondisi permukaan jalan di beberapa bagian jalan, contohnya pada Jalan Tendean, Tabanan. Pengamatan mengenai kondisi permukaan di Jalan Tendean dilakukan dengan melakukan survei dan pengolahan data hasil survei dengan menggunakan metode (PCI) atau yang sering kita kenal sebagai Pavement Condition Index. Jenis kerusakan yang ditemukan di Jalan Tendean adalah retakan buaya, retakan melintang atau memanjang, dan retakan refleksi. Dari hasil perhitungan dengan metode PCI ini, didapatkan hasil nilai PCI pada jalan Tendean adalah 81,25 meter dan termasuk kedalam klasifikasi baik jika dilihat dari nilai tersebut. Dalam hal ini, diperlukan pemeliharaan jalan yang rutin oleh dinas, yang dimana jika ditemukan jalan yang rusak dapat segera untuk diperbaiki dengan metode-metode yang sesuai dengan kerusakan jalannya.
REDESAIN HALTE TRANS JATENG DENGAN PRINSIP ERGONOMIS DAN BERKESALAMATAN DI KABUPATEN MAGELANG
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of bus stops is often neglected because it does not provide a sense of security and comfort, especially for people with disabilities. The purpose of this study was to analyze and redesign the Balikondes Kembang Limus bus stop in Magelang Regency. The research methodology used is a qualitative method which is described descriptively through an anthropometric approach and design science, field observations and observations regarding the condition of the shelter design will be studied. This redesign takes into account functional aspects, ergonomic aspects, visual aspects, and safety aspects. The function aspect explains the suitability of the function of the bus stop itself and the bus stop facilities, for example seating facilities as passenger seats. The ergonomic aspect explains the suitability of the redesign with the dimensions of the human body in order to provide comfort in moving and provide a sense of security which includes redesign of the chair and ramp. The visual aspect explains the visual form of the bus stop to make it attractive. As well as the safety aspect, it explains the addition of safety facilities which include CCTV, fire extinguisher, waiting room, ramp for the disabled, raumble strip, handrail, and installation of building blocks. ABSTRAK Pembangunan halte bus sering terabaikan karena tidak memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya bagi penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan redesain Halte Balikondes Kembang Limus di Kabupaten Magelang. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif melalui pendekatan anthropometri dan ilmu desain, dilakukan pengamatan lapangan dan observasi mengenai kondisi rancangan halte yang akan dikaji. Perancangan redesain ini mempertimbangkan aspek fungsi, aspek ergonomis, aspek rupa, dan aspek keselamatan. Aspek fungsi menjelaskan kesesuaian fungsi dari halte itu sendiri dan fasilitas halte misal fasilitas tempat duduk sebagai tempat duduk penumpang. Aspek ergonomis menjelaskan kesesuaian redesain dengan dimensi tubuh manusia agar memberikan kenyaman dalam bergerak dan memberikan rasa aman yang meliputi redesain pada kursi dan ramp. Aspek rupa menjelaskan bentuk visual halte agar menarik. Serta aspek keselamatan menjelaskan penambahan fasilitas berkeselamatan yang meliputi CCTV, APAR, ruang tunggu, ramp untuk disabilitas, raumble strip, handrail, dan pemasangan guiding block.
EFEKTIVITAS PEMISAHAN LAJUR SEPEDA MOTOR PADA JALAN KOLEKTOR PRIMER
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

a national road faces problems with the behavior of motorists, especially motorbikes that are not orderly. Motorcyclists often violate speed limits and cut off traffic movements or prepare uncharacteristically. So the purpose of this study is to analyze traffic characteristics in existing conditions and simulated scenarios in order to increase LOS and an analysis is carried out based on the graph of the Greenshields method. In scenario 1, the condition of the road section describes the condition of the road section by adding complete and dotted double markers. While the condition of scenario 2 describes the condition of the road segment by making additional lanes specifically for motorcycles. The result of the traffic service level of the two scenarios, scenario 2 gets a better LOS value. Based on the graph of the Greenshields method, the two scenarios have the same result, which is in the uncongested area for each traffic characteristic relationship. The best traffic characteristics in uncongested area conditions are in scenario 2. ABSTRAK Jalan Nasional memiliki masalah dari perilaku pengendara khususnya sepeda motor yang tidak tertib. Pengemudi sepeda motor sering melanggar batas kecepatan dan memotong pergerakan lalu lintas atau menyiap dengan tidak umum. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik lalu lintas pada kondisi eksisting dan skenario yang disimulasikan agar meningkatkan LOS serta dilakukan analisis berdasarkan grafik metode Greenshields. Pada kondisi skenario 1 menggambarkan kondisi ruas jalan dengan menambahkan marka ganda utuh dan putus - putus. Sedangkan kondisi skenario 2 menggambarkan kondisi ruas jalan dengan membuat lajur tambahan khusus sepeda motor. Hasil dari tingkat pelayanan lalu lintas kedua skenario, skenario 2 mendapatkan nilai LOS yang lebih baik. Berdasarkan grafik metode Greenshields kedua skenario memiliki hasil yang sama yaitu berada pada kondisi uncongested area setiap hubungan karakteristik lalu lintasnya. Karakteristik lalu lintas terbaik dalam kondisi uncongested area berada pada skenario 2.