cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
PUBLIC PERCEPTION TOWARDS SAFETY DRIVING BEHAVIOUR (CASE STUDY: JAWA BARAT)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangerous driving behavior is one of the factors causing accidents and fatalities. Deaths from traffic accidents are ranked eighth on the list of the highest causes of death in the world. In 2020, 29% of the total fatal accidents were caused by speeding behavior. There are various factors that cause drivers to tend to drive vehicles at high speeds, ranging from psychological factors to environmental factors. Therefore, it is necessary to have an understanding of road users regarding perceptions related to safe driving behavior. In this study, 5 (five) locations were used for data collection, namely Bekasi City, Bekasi Regency, Bandung City, Bandung Regency, and Garut Regency. Based on this research, road users consider that the supporting components of road safety are sufficient but the fines related to violations committed, especially speed violations are still considered too high. In addition, there is no significant difference between the five study sites. ABSTRAK Perilaku mengemudi yang berbahaya merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan dan korban meninggal dunia. Kematian akibat kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat ke-delapan dari daftar penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2020, 29% dari total kecelakaan fatal diakibatkan oleh perilaku mengebut (speeding). Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan pengemudi cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, mulai dari faktor psikologis hingga faktor lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman terhadap pengguna jalan mengenai persepsi terkait perilaku mengemudi yang berkeselamatan. Pada penelitian ini, 5 (lima) lokasi menjadi tempat pengumpulan data, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Garut. Berdasarkan penelitian ini, pengguna jalan menilai bahwa komponen-komponen pendukung keselamatan jalan sudah mencukupi namun denda terkait pelanggaran yang dilakukan terutama pelanggaran kecepatan masih dianggap terlalu tinggi. Selain itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelima lokasi studi
PEMERATAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN LAUT PERINTIS DI DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia as a maritime country has areas that have difficulty in accessing transportation, namely Merauke. To overcome this, 8 perintis vessel service routes are provided. In 2021, the R-104 route KM. Sabuk Nusantara 91 is proposed to be removed. The purpose of this research is to find out the cause of route deletion and how the removal process is carried out. The research method uses descriptive qualitative by presenting the results of all studies and research. Data were collected by observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the abolition of the R-104 route was due to the similarity of the route to the R-105 route and there was commercial shipping of PT. Pelni, which stops on the R-104 route, so that ship operations are considered no longer productive, even though the results of the SWOT analysis of perintis vessel services show progressive results. The process for eliminating route R-104 was proposed by the Merauke Regional Government in coordination with PPK Perintis Pangkalan Merauke, then submitted to the Directorate of Traffic and Sea Transportation for further study, and route R-104 was officially abolished during the National Coordination Meeting for Perintis. ABSTRAKIndonesia sebagai negara maritim memiliki wilayah yang kesulitan dalam akses transportasi yakni Merauke. Untuk mengatasinya disediakan 8 trayek pelayanan kapal perintis. Pada tahun 2021, trayek R-104 KM. Sabuk Nusantara 91 diusulkan untuk dihapus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab penghapusan trayek dan bagaimana proses penghapusan dilakukan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan menyajikan hasil dari seluruh studi dan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghapusan trayek R-104 disebabkan karena kemiripan rute dengan trayek R-105 dan terdapat pelayaran komersial PT. Pelni yang menyinggahi rute R-104, sehingga operasional kapal dinilai tidak lagi produktif meskipun hasil analisis SWOT pelayanan kapal perintis menunjukkan hasil yang progresif. Proses penghapusan trayek R-104 diusulkan oleh Pemerintah Daerah Merauke berkoordinasi dengan PPK Perintis Pangkalan Merauke, kemudian disampaikan kepada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk dikaji lebih lanjut dan trayek R-104 secara resmi dihapuskan saat Rakornas Perintis.
ANALISIS PENENTUAN STABILITAS DINAMIS MENGGUNAKAN HAMBURG WHEEL TRACKING DEVICE PADA CAMPURAN ASPAL BETON YANG MENGANDUNG ASPAL MODIFIKASI POLIMER
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dynamic Stability is a parameter that shows the performance of asphalt against permanent deformation. This parameter is usually obtained from the Wheel Tracking Machine (WTM) test according to the General Specifications of Bina Marga 2018. The purpose of this study is to obtain dynamic stability parameters using the Hamburg Wheel Tracking Device (HWTD) which is equivalent to the WTM results using an asphalt concrete containing polymer modified bitumen. From this research, it is known that asphalt concrete mixture containing polymer modified bitumen is more resistant to permanent deformation than PEN 60/70 bitumen. In addition, it can also be seen that the time for testing the HWTD for 2.5 hours – 3 hours is equivalent to a test time of 45 minutes – 60 minutes on the WTM which produces dynamic stability values. This HWTD test time range applies to testing asphalt that are resistant to high temperatures with a fairly long creep time zone. ABSTRAK Stabilitas Dinamis adalah parameter yang menunjukkan kinerja dari campuran beraspal terhadap deformasi permanen. Parameter ini biasanya didapat dari pengujian Wheel Tracking Machine (WTM) sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan parameter stabilitas dinamis dengan menggunkan alat Hamburg Wheel Tracking Device (HWTD) yang setara dengan hasil WTM tersebut dengan menggunakan campuran aspal beton yang mengandung aspal modifikasi polimer. Dari penelitian ini diketahui bahwa campuran aspal beton yang mengandung aspal modifikasi polimer lebih tahan terhadap deformasi pernanen dari pada aspal PEN 60/70. Selain itu, dapat juga diketahui waktu untuk pengujian alat Hamburg Wheel Tracking Device selama 2.5 jam – 3 jam adalah setara dengan waktu pengujian selama 45 menit – 60 menit pada alat Wheel Tracking Machine yang menghasilkan nilai parameter stabilitas dinamis. Rentang waktu pengujian HWTD ini berlaku untuk pengujian campuran beraspal yang tahan terhadap suhu tinggi dengan daerah waktu rangkak yang cukup panjang.
KESELAMATAN JALAN PADA PERENCANAAN HORIZONTAL
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of the Cisumdawu toll road access has increased the generation of movement pulls. The geometric design of the road affects the safety and comfort of road users. The geometric design of the road is part of the road planning in physical form so that the basic functions of the road are fulfilled. This study aims to determine the horizontal alignment design with the safety factor of Winaya Mukti Street. The research method with a quantitative approach refers to the 1997 Bina Marga method. Jalan Winaya Mukti is a primary collector road, there are 26 road curves and 10 road curves are analyzed with a hill classification that is predicted to be prone to accidents if it is not designed according to standards Bina Marga 1997. The results of the analysis show that there are types of bends including 2 types of Full Circle, 5 types of Spiral-Circle-Spiral, and 3 types of Spiral-Spiral. Overview of horizontal design at 10 road curves based on centrifugal force and stopping sight distance. The minimum transition arc length and superelevation requirements are 8%, the radius of the circle exceeds the minimum road curve radius, and the design stopping sight distance exceeds the minimum stopping sight distance, so in 10 road curves, it has met the road safety factor with the 1997 Bina Marga standard. ABSTRAKTerbangunnya akses jalan Tol Cisumdawu mengakibatkan peningkatan bangkitan tarikan pergerakan. Desain geometrik jalan mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Desain geometrik jalan adalah bagian dari perencanaan jalan dalam bentuk fisik sehingga terpenuhi fungsi dasar jalan. Penelitian bertujuan mengevaluasi desain alinyemen horizontal dengan faktor keselamatan Jalan Winaya Mukti. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif mengacu pada metode Bina Marga 1997. Jalan Winaya Mukti merupakan kolektor primer, memiliki 26 tikungan dan dianalisis 10 tikungan dengan klasifikasi bukit yang diprediksi rawan kecelakaan apabila tidak didesain sesuai standar. Hasil analisis terdapat jenis tikungan meliputi 2 tipe Full Circle, 5 tipe Spiral-Circle-Spiral, dan 3 tipe Spiral-Spiral. Tinjauan desain horizontal di 10 tikungan berdasarkan gaya sentrifugal dan jarak pandang henti. Panjang lengkung peralihan minimum dan kebutuhan superelevasi adalah 8%. Jari-jari lingkaran melebihi jari-jari tikungan minimum, dan jarak pandang henti rencana melebihi jarak pandang henti minimum, jadi di 10 tikungan tersebut telah memenuhi faktor keselamatan jalan dengan standar Bina Marga 1997.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA SUROBOYO BUS DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestion is a condition of stopped traffic due to the dense number of motorists on the highway and is often found in the city of Surabaya. Based on these problems, Suroboyo Bus is an alternative to overcome the congestion that occurs. Suroboyo Bus is expected to provide maximum service to realize the satisfaction of its users. This study aims to determine the characteristics and level of satisfaction of Suroboyo Bus users using the Importance Performance Analysis (IPA) method. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires to 60 respondents of Suroboyo Bus users at random and it can be concluded that the characteristics of Suroboyo Bus users came from students (61,7%) and private employees (25%) who were donated by women with the intention of dominant travel being used as tourism (60%). Based on the level of user satisfaction, there are 6 attributes in quadrant A that need to be improved, such as the suitability of the departure schedule with the GOBIS application, the availability of K3 tools on the bus, travel time, the condition of the bus stop, the waiting time at the nearest stop, and special disability facilities at the Suroboyo Bus stop. ABSTRAK Kemacetan merupakan kondisi berhentinya lalu lintas akibat padatnya jumlah pengendara di jalan raya dan sering dijumpai di Kota Surabaya. Berpijak pada permasalahan tersebut, Suroboyo Bus menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan yang terjadi. Suroboyo Bus diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal untuk mewujudkan kepuasan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat kepuasan pengguna Suroboyo Bus menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 60 responden pengguna Suroboyo Bus secara acak dan dapat disimpulkan bahwa karakteristik pengguna Suroboyo Bus berasal dari kalangan mahasiswa (61,7%) dan karyawan swasta (25%) yang didominasi oleh perempuan dengan maksud perjalanan dominan digunakan sebagai wisata sebesar (60%). Berdasarkan tingkat kepuasan pengguna terdapat 6 atribut pada kuadran A yang perlu diperbaiki, seperti kesesuaian jadwal keberangkatan dengan aplikasi GOBIS, ketersediaan alat-alat K3 di dalam bus, waktu tempuh, kondisi halte, waktu tunggu di halte terdekat, dan fasilitas khusus disabilitas pada halte Suroboyo Bus.
LET’S PAY YOUR BEST TRANSPORTATION SEBAGAI INOVASI PENGETAHUAN DALAM BIDANG TRANSPORTASI UMUM UNTUK ANAK USIA 7 TAHUN
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early age is a golden period of child development, that is, all aspects of development can be easily stimulated. Public transportation is something that needs to be introduced to children. There are 3 modes of transportation, namely land, sea and air transportation. By using quantitative and qualitative methods that have been carried out on children aged 7 years, in understanding various modes of transportation, Let's Pay Your Best Transportation was created which is a modified monopoly game, namely a game that contains information about types of transportation, accidents caused, and how to deal with the accident. This process can train players' thinking skills. In addition, the information in Let's Pay Your Best Transportation is presented in communicative language so that it is easy for children to understand. This has been tested at SDN Padas with the results of the percentage of the questionnaire being 80% so that Let's Pay Your Best Transportation is said to be feasible as a learning medium. ABSTRAK Usia dini dimana merupakan masa emas perkembangan anak yaitu semua aspek perkembangan dapat dengan mudah distimulasikan. Transpotrasi Umum merupakan sebuah hal yang perlu diperkenalkan kepada anak. Moda Transportasi dibagi tiga yaitu transportasi darat, laut, dan udara. Dengan menggunakan metode kuantitatif, serta kualitatif yang telah dilakukan pada anak usia 7 tahun, dalam memahami berbagai moda transportasi maka diciptakan LET’S PAY YOUR BEST TRANSPORTATION yang merupakan sebuah permainan monopoli yang telah dimodifikasi, yaitu permainan yang berisi informasi mengenai jenis transportasi, kecelakaan yang diakibatkan, dan cara menangani kecelakaan tersebut. Proses tersebut dapat melatih keterampilan berpikir pemain. Selain itu, informasi yang ada di LET’S PAY YOUR BEST TRANSPORTATION disajikan dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh anak. Hal ini telah dilakukan pengujian pada SDN Padas dengan hasil presentase angket adalah sebesar 80% sehingga LET’S PAY YOUR BEST TRANSPORTATION dikatakan layak sebagai media pembelajaran.
TINJAUAN OPERASIONAL KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PROYEK PRESERVASI JALAN
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road preservation projects are projects that carry out repairs in the form of road reconstruction, routine inspections, and road widening. This project is often carried out because roads are a much-needed infrastructure and are often used by humans. Road repair implementation differs from road construction because traffic on road preservation is still running. This results in a high risk of accidents at the work site. Not only construction accidents but there are also traffic accidents. Therefore, it is necessary to carry out construction safety operations so that they run with a low risk of accidents. This research was conducted on the Kertosono Jombang-Mojokerto-Gempol Road and Bridge Preservation Project. Collecting data using field observations and interviews with several workers. The results of this study are regarding construction safety operational planning which aims to reduce the level of accident risk in the project. The stages themselves include construction safety analysis, work environment security management, work safety management, occupational health management, and work environment management. ABSTRAKProyek preservasi jalan merupakan proyek yang melakukan perbaikan berupa rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, dan pelebaran jalan. Proyek ini kerap kali dilakukan karena jalan merupakan infrastruktur yang sangat dibutuhkan dan sering digunakan oleh manusia. Pada pelaksanaan perbaikan jalan ini memiliki perbedaan dengan pembangunan jalan, karena lalu lintas pada preservasi jalan masih tetap berjalan. Hal tersebut mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan di lokasi pekerjaan. Bukan hanya mengenai kecelakaan konstruksi juga terdapat kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, perlu dilakukan operasional keselamatan konstruksi agar berjalan dengan risiko kecelakaan yang rendah. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol. Pengumpulan data dengan cara observasi lapangan dan juga wawancara dengan beberapa pekerja. Hasil dari penelitian ini mengenai perencanaan operasional keselamatan konstruksi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko kecelakaan yang ada di proyek. Tahapannya sendiri meliputi: analisis keselamatan konstruksi, pengelolaan keamanan lingkungan kerja, pengelolaan keselamatan kerja, pengelolaan kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan kerja.
ANALISIS MENURUNNYA PRODUKSI UDARA BERTEKANAN PADA MAIN AIR COMPRESSOR GUNA MENUNJANG KELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN INDUK KAPAL MV LUMOSO ALAM
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the activities of goods transportation services at sea, sea transportation tools in the form of ships are needed. The smooth operation of the ship depends on the condition of the main engine and the support of the auxiliary machinaries that are working properly. Where the initial crusting system of the main engine requires highpressure air, the air comes from the Air Compressor. The purpose of this study is to determine the cause of the fracture of the piston ring and plate in the valve of the main air compressor in the KM bulk ship. Lumoso Alam. In this study using qualitative descriptive method, for data collection using observation, interviews, documentation studies, and literature studies. The result of this research is that the quality of lubricating oil needs to be considered so that its function runs well, namely coating the friction caused by the piston with cylinders, and it is necessary to pay attention to the working hours of the piston ring. And to carry out maintenance on the air filter according to working hours to extend the life of working hours from the plate on the valve. ABSTRAK Dalam kegiatan jasa pengangkutan barang di laut, diperlukan alat transportasi laut berupa kapal laut. Kelancaran pengoperasian kapal tergantung pada kondisi mesin induk dan dukungan pesawat-pesawat bantu yang bekerja dengan baik. Dimana sistem pengerak awal mesin induk membutuhkan udara bertekanan tinggi, udara tersebut berasal dari Pesawat Bantu Kompressor Udara utama (Air Compressor). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penyebab patahnya piston ring dan plate pada katup (valve) kompresor udara di kapal Curah KM. Lumoso Alam. Pada penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, Untuk pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas minyak pelumas perlu diperhatikan agar fungsinya berjalan baik, yaitu melapisi gesekan yang ditimbulkan oleh piston dengan silinder, serta perlu diperhatikan jam kerja dari piston ring. Dan melakukan perawatan pada filter udara sesuai jam kerja untuk memperpanjang umur jam kerja dari plate pada katup (valve).
PERSEPSI DAN RESPON PENGGUNA SEPEDA: RUANG KEBIJAKAN UNTUK PENINGKATAN PENGGUNAAN SEPEDA DI KOTA YOGYAKARTA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Starting from the restrictions on the use of public transportation since the Covid-19 pandemic, the use of bicycles has again become a trend as a means of transportation and people's lifestyle in the new normal era. This increase is expected to realize urban development with sustainable transportation. Through research, it can be seen the factors that affect people's cycling interest, perceptions of benefits and obstacles as well as user responses to indicators of cycling comfort and safety in Yogyakarta are then used as considerations to maintain public interest in using bicycles. Using the crosstab method, the results of the analysis were obtained which showed that the factors that influenced the highest public interest were bicycle facilities, health, and road networks. The benefits of using bicycles that are felt by the community influence health and relieve stress, but there are obstacles for people to use bicycles because of the difficulty of carrying goods, prone to accidents, and weather problems. For bicycle users with the core user category, soon-to-be users, non-user, and rejecting users, will feel safe if the street lighting facilities are adequate and feel comfortable if the slope of the road is 3%-5%. ABSTRAKBermula pada pembatasan penggunaan transportasi umum sejak pandemi Covid 19, penggunaan sepeda kembali menjadi trend sebagai alat transportasi dan gaya hidup masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru. Kenaikan ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan kota dengan transportasi yang berkelanjutan. Melalui penelitian dapat diketahui faktor yang mempengaruhi minat bersepeda masyarakat, persepsi manfaat dan hambatan serta respon pengguna terhadap indikator kenyamanan dan keamanan bersepeda di Yogyakarta yang selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan untuk mempertahankan minat masyarakat menggunakan sepeda. Dengan menggunakan metode tabulasi silang (crosstab) didapatkan hasil analisis yang menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat masyarakat paling tinggi adalah fasilitas sepeda, kesehatan dan jaringan jalan. Manfaat penggunaan sepeda yang dirasakan masyarakat berpengaruh pada kesehatan dan menghilangkan stress, namun terdapat hambatan bagi masyarakat menggunakan sepeda karena kesulitan membawa barang, rawan kecelakaan dan permasalahan cuaca. Bagi pengguna sepeda dengan kategori core user, soon to be user, non user dan rejecting user, akan merasa aman apabila fasilitas lampu penerangan jalan memadai dan merasa nyaman apabila kemiringan jalan sebesar 3%-5%.
PENINGKATAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN MAHAR MARTANEGARA SEGMEN 1 KOTA CIMAHI
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cimahi City is one of the three cities in West Java Province which is part of the Bandung Basin Development Area (WP). In the Jalan Mahar Martanegara segment, segment 1, there are all total land uses including shops, Cimindi Market, Cimindi Type C terminal and Cibeureum Mandiri Elementary School 1. In that area, many people walk and cross carelessly. Pedestrians if mixed with drivers, especially in crossing will cause accident-prone between pedestrians and drivers this happens because pedestrian facilities are not available, this results in obstruction of vehicle traffic flow and there may also be accidents between pedestrians and drivers to be high, so the author will analyze the need for pedestrian facilities in this market area in order to reduce accident-prone in terms of infrastructure. With the facilities for pedestrians, it will create conditions that are peaceful, safe, comfortable, and free from interference from other road users such as drivers, whether it is the flow of vehicle traffic or the pedestrian moving space. Processing and analyzing the data used is an analysis of the needs of pedestrian facilities in the form of the width of the sidewalk and the type of crossing facilities and the proposed solution to the problem. So, the proposal that the effective width of the sidewalk on Jalan Mahar Martanegara segment 1 is 1.6 meters by considering the addition of lanes for facilities and spaces for people with disabilities and the proposal for crossing is Pelican Crossing with waiting stalls and repairing ZOSS facilities in existing conditions. ABSTRAK Kota Cimahi merupakanlllsalahlllsatulllKota di ProvinsilllJawalllBaratlllyang merupakan bagian dari Wilayah Pengembangan (WP) Cekungan Bandung. Pada kawasan Jalan Mahar Martanegara segmen 1 memilikillltatalllguna lahanlllyanglllberupalllpertokoan, PasarlllCimindi, terminal Tipe C Cimindi dan SD Cibeureum Mandiri 1. Di daerah tersebut banyak orang yang menyusuri dan menyeberang sembarangan. Pejalan kaki jika bercampur dengan pengemudi khususnya dalam menyeberang akan menimbulakan rawan kecelakaan antara pejalan kaki dan pengendara hal ini terjadi karena tidak tersedia fasilitas pejalan kaki, hal ini mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas kendaraan serta mungkin juga terjadi kecelakaan antara pejalan kaki dan pengemudi menjadi tinggi, sehingga penulis akan menganalisis kebutuhan fasilitas pejalan kaki di kawasan pasar ini agar mengurangi rawan kecelakaan dari segi prasarana. Dengan adanya fasilitas bagi pejalan kaki akan terciptanya kondisi yang tentram, aman, nyaman, dan terbebas dari gangguan pemakai jalan lainnya seperti pengemudi, baik itu arus lalu lintas kendaraan maupun ruang pindah pejalan kaki itu. Pengolahan dan analisis data yang dipakai yaitu analisis kebutuhan fasilitas pejalan kaki yang berupa lebar trotoar dan jenis fasilitas menyeberang dan usulan pemecahan masalahnya. Maka usulan bahwa lebar efektif trotoar di Jalan Mahar Martanegara segmen 1 adalah 1,6 Meter dengan mempertimbangkan penambahan jalur untuk fasilitas dan ruang orang disabilitas dan usulan untuk penyeberangan adalah pelican Crossing dengan lapak tunggu dan memperbaiki fasilitas ZOSS pada kondisi eksisting.