cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
PERBANDINGAN PERILAKU KONSUMEN DITINJAU DARI ASPEK PENGETAHUAN PRODUK, KEAMANAN, KENYAMANAN DAN MANAJEMEN RISIKO TERHADAP MOBIL BERBASIS BAHAN BAKAR FOSIL DENGAN MOBIL BERBASIS BATERAI (LITERATURE REVIEW)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently the world is witnessing the development of electric vehicles which are considered more environmentally friendly than fossil fuel vehicles. The lack of public knowledge about electric vehicles makes its development in Indonesia slow. In addition, the lack of use of electric vehicles in Indonesia is influenced by several factors, namely the cost, one of which is electric vehicle components where the limited number of production in Indonesia is currently still implementing an import system. The purpose of this study is to compare the behavior of fossil fuel-based drivers with battery-based cars in terms of product knowledge, safety, comfort and risk management aspects by using a literature review. The results of the study show that currently consumers globally still choose to use fossil fuel-based vehicles compared to using electric vehicles, this is in accordance with consumer behavior in Indonesia. In Indonesia, the use of electric vehicles is still not encouraging, consumers in Indonesia still see the main factors, namely cost, range/distance of electric vehicles, SPKLU network and maintenance. Behavior in the use of fossil fuel-based vehicles and electric vehicles, there are major differences in terms of the use of technological and sound features of the vehicle, this can be something that can be discussed further, because the sound emission from electric vehicles is almost non-existent. ABSTRAK Saat ini dunia tengah menyaksikan perkembangan kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kendaraan listrik membuat perkembangannya di Indonesia lambat. Selain itu, minimnya penggunaan kendaraan listrik di indonesia dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu biaya salah satunya, pada komponen kendaraan listrik yang dimana keterbatasan jumlah produksi di indonesia yang saat ini masih menerapkan sistem impor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perilaku pengemudi berbasis bahan bakar fosil dengan mobil berbasis baterai ditinjau dari aspek pengetahuan produk, keamanan, kenyamanan dan manajemen risiko dengan menggunakan literatur review. Hasil dari penelitian menunjukkan saat ini konsumen secara global masih memilih menggunakan kendaraan berbasis bahan bakar fosil dibandingkan menggunakan kendaraan listrik, hal tersebut sesuai dengan perilaku konsumen di Indonesia. Untuk di Indonesia sendiri penggunaan kendaraan listrik masih dalam kata kurang menggembirakan, konsumen di Indonesia masih melihat faktor utama yakni biaya, jangkauan/jarak kendaraan listrik, jaringan SPKLU dan perawatan. Perilaku dalam penggunaan kendaraan berbasis bahan bakar fosil dan kendaraan listrik terjadi perbedaan utama dalam hal penggunaan fitur teknologi dan suara dari kendaraan, hal ini dapat menjadi hal yang dapat didiskusikan lebih lanjut, karena emisi suara dari kendaraan listrik hampir tidak ada.
PENGEMBANGAN SISTEM INVENTORY GUNA MEMPERLANCAR KONEKTIVITAS LOGISTIK
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitization is the process of converting analog to digital which often used to save manpower and reduce human error rates. One of the uses of technology digitization in shipping logistic is monitoring and compiling data on the inventory system automatically. This study aims to facilitate the control of data information of sparepart automatically. The method used is research and development (RnD). The manufacture of this design uses a boostrap as a measuring template application, PHP native as language of coding system, xampp application as a server Apache, MySQ to import coding, and then chrome as server and to display the system. The way this design works, there are three measurement indices in the process of measuring inventory system, namely high stock, ​​normal stock, and low stock. ABSTRAK Digitisasi merupakan proses konversi analog ke digital yang sering digunakan untuk menghemat tenaga dan untuk pengurangan tingkat kesalahan yang disebabkan manusia. Salah satu pemanfaatan digitisasi teknologi pada pelayaran logistik adalah dengan cara memonitoring dan pengumpulan data pada sistem inventaris secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengontrolan data informasi suku cadang kapal pada sistem inventaris secara otomatis. Metode yang digunakan yaitu research and development (RnD). Pembuatan rancang bangun ini menggunakan design template yang tersedia pada boostrap, php native sebagai Bahasa coding, xampp sebagai server Apache, MySQL sebagai pengimpor coding dan chrome sebagai penampil sistem. Cara kerja rancang bangun ini terdapat tiga indeks pengukuran pada proses pengukuran stock tertinggi barang, normal stok serta stok terendah.
PENGEMBANGAN ZONA INTEGRASI ANTARMODA STASIUN LRT DI JEMBATAN AMPERA
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Unavailability of Palembang City Transportation, which does not cover all the main destinations of Palembang City, causes passengers who want to continue their journey by public transportation to not be served properly due to the limitations of onward transportation services at the station. Intermode integration is one way to increase occupancy on the South Sumatera province. With the integration, passengers who desire to reach their destinations can switch modes safely and comfortably. The purpose of this study is to identify the existing conditions of advanced transportation at Ampera station, analyze the characteristics of passenger demand for onward transportation and the appropriate scheduling of advanced transportation in serving the needs of passengers. This study aims to determine the level of passenger demand for advanced modes after using the South Sumatera LRT. This study uses Peak Hours Analysis, Passengger Needs Analysis, Load Factor Analysis, and scheduling analysis. Based on the results of the analysis, it can be concluded that results of the analysis that the willingness of passengers to change modes and scheduled is 90%. ABSTRAK Ketidaktersediaan Angkutan Kota Palembang yang tidak menjangkau seluruh tujuan utama Kota Palembang menyebabkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum tidak terlayani dengan baik dikarenakan keterbatasan layanan angkutan lanjutan di stasiun. Integrasi antarmoda merupakan salah satu cara agar okupansi pada LRT Sumatera Selatan meningkat. Dengan adanya integrasi, penumpang yang ingin mencapai tujuan dapat beripindah moda dengan aman dan nyaman.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting angkutan lanjutan yang ada di stasiun ampera, menganalisis karakteristik permintaan penumpang terhadap angkutan lanjutan dan penjadwalan angkutan lanjutan yang tepat dalam melayani kebutuhan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan penumpang terhadap moda lanjutan setelah menggunakan LRT Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan Analisis Peak Hours, Analisis Kebutuhan Penumpang, Analisis Faktor muat, dan analisis penjadwalan. Dan Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan kemauan penumpang untuk berpindah moda dan terjadwal sebanyak 80%.
PENGARUH CRUISE CONTROL TERHADAP KESELAMATAN BERKENDARA DI JALAN TOL
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The industrial era 4.0, affecting vehicle development technology, currently we are presented with various advanced systems in vehicles that are able to increase the level of driver safety, even though the development of each system is still not perfect. Based on BPJT simulation data conducted in December 2020, the travel time of vehicles passing on inner-city toll roads is 69 km/hour, while the average travel time of vehicles passing on outer or intercity toll roads is 82 km/hour. Vehicle drivers find it difficult to maintain a constant speed when on the toll road. This is not a safe thing, so the risk of accidents can increase due to the unstable speed of the vehicle. The purpose of this study is to identify and examine more deeply the use of Cruise Control/Adaptive Cruise Control in order to reduce the potential for traffic accidents to support safety aspects in the development of land transportation modes in Indonesia. Adaptive Cruise Control (ACC) plays a role in reducing the rate of accidents and traffic jams by detecting the speed of the vehicle in front, then the system instructs the car to adjust speed and maintain distance with the help of brakes and brake action regulators. In this case, ACC is useful to help the driver maintain a stable driving speed and automatic braking work. ABSTRAKEra industri 4.0, mempengaruhi teknologi perkembangan kendaraan, saat ini kita disuguhkan dengan berbagai sistem canggih dalam kendaraan yang mampu meningkatkan tingkat keselamatan pengendara, meski begitu perkembangan dari setiap sistem masih belum sempurna. Berdasarkan data simulasi BPJT yang dilakukan pada Desember 2020, waktu tempuh kendaraan yang melintas di jalan tol dalam kota adalah 69 km/jam, sedangkan rata-rata waktu tempuh kendaraan yang melints di jalan tol luar atau antarkota adalah 82 km/jam. Para pengemudi kendaraan kesulitan dalam mengatur kecepatan yang konstan ketika berada pada jalan tol. Hal ini bukan merupakan hal yang aman, sehingga resiko kecelakaan pun dapat meningkat akibat tidak konstannya kelajuan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengkaji lebih dalam mengenai penggunaan Cruise Control/Adaptive Cruise Control dalam rangka mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas untuk mendukung aspek keselamatan pada perkembangan moda transportasi darat di Indonesia. Adaptive Cruise Control (ACC) berperan dalam untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan kemacetan lalu lintas dengan mendeteksi kecepatan kendaraan di depan, selanjutnya sistem memerintahkan mobil untuk menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak dengan bantuan rem dan pengatur kerja rem. Dalam hal ini, ACC berguna membantu pengemudi menjaga kestabilan kecepatan berkendara dan kerja pengereman yang otomatis.
ESTIMASI KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA INTEGRASI MODA KSPN BOROBUDUR DI PALBAPANG
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To support the Borobudur-Yogyakarta-Prambanan Super Priority KSPN (National Tourism Strategic Area) set by the Indonesian government in 2020, the Palbapang smart pavilion will be built, reactivation of railroad tracks and construction of the Palbapang Train Station to increase accessibility to Borobudur tourism objects. The Directorate General of Land Transportation plans to build an Intermodal Integration Terminal to integrate the four main objects and other surrounding objects. Through the First mile-Last mile approach of tourist trips to the Borobudur KSPN, the four-step transportation model, and the overlapping method of various existing plans, taking into account specific building regulations for the Borobudur KSPN area, the types and estimates of the amount of infrastructure and transportation needs needed for integration are generated modes such as the location of the intermodal terminal, the number of bus fleets, public and private transport routes, bus stops, parking spaces, and other supporting facilities. ABSTRAK Untuk mendukung KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Super Prioritas Borobudur-Yogyakarta-Prambanan yang ditetapkan pemerintah RI pada tahun 2020, akan dibangun Anjungan cerdas Palbapang, reaktivasi jalur KA dan pembangunan Statsiun KA Palbapang untuk meningkatkan aksesibilitas ke obyek wisata Borobudur. Untuk mengintegrasikan ke empat obyek utama dan obyek-obyek lain di sekitarnya, Ditjen Perhubungan Darat berencana membangun Terminal Integrasi Antarmoda. Melalui pendekatan First mile-Last mile perjalanan wisata ke KSPN Borobudur, dan fourstep model transportasi serta metoda tumpang susun dari berbagai perencanaan yang sudah ada, dengan memperhatikan peraturan khusus bangunan untuk wilayah KSPN Borobudur, dihasilkan jenis dan estimasi besarnya kebutuhan prasarana dan sarana transportasi untuk integrasi moda seperti lokasi terminal intermoda, jumlah armada bus, rute angkutan umum dan kendaraan pribadi, halte, ruang parkir dan fasilitas pendukung lainnya.
KAJIAN SISTEM PERHITUNGAN BIAYA ANGKUTAN PERKOTAAN DENGAN SISTEM OPERASIONAL BY THE SERVICE
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The amount of subsidy for urban public passenger transportation with the purchase of services (by the service) is determined based on the operating costs of people transportation issued by the Public Transportation Company. Vehicle operating costs are the basis for determining the cost per kilometer. Problems that occur if, in operation, the target of achieving kilometers traveled per day miss target will have implications for the obligations of urban transport operators in paying installments for transportation procurement investments. In this article, we will discuss the contract system for calculating vehicle operating costs so as not to cause problems for urban public passenger transport operators. In this article, we will discuss the contract system for calculating vehicle using prices so as not to cause problems for urban public passenger transport operators. Based on the calculations, it would be better if the contract system was carried out with a combination of lump sum and unit price because if an undesirable condition occurs, the operator can still be guaranteed the continuity of his business. ABSTRAKBesaran subsidi angkutan penumpang umum perkotaan dengan pembelian layanan (by the service) ditentukan berdasarkan biaya pengoperasian angkutan orang yang dikeluarkan oleh Perusahaan Angkutan Umum. Biaya pengoperasian kendaraan merupakan dasar dalam penentuan biaya per kilometer. Dalam pelaksanaan di lapangan perhitungan biaya operasional kendaraan dihitung dengan menggunakan asumsi target pencapaian kilometer tempuh per hari sehingga diperoleh biaya per kilometer. Permasalahan yang terjadi apabila dalam pengoperasian target pencapaian kilometer tempuh per hari tidak tercapai maka akan berimplikasi pada kewajiban operator angkutan perkotaan dalam pembayaran angsuran investasi pengadaan angkutan. Dalam artikel tulisan ini akan membahas terkait sistem kontrak perhitungan biaya operasional kendaraan agar tidak menimbulkan permasalahan bagi operator angkutan penumpang umum perkotaan. Berdasarkan perhitungan akan lebih baik apabila sistem kontrak dilakukan dengan gabungan lumpsum dan harga satuan, karena apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan maka operator masih dapat jaminan untuk keberlanjutan usahanya.
DESAIN ULANG STASIUN LAYANG JUANDA SURABAYA DENGAN APLIKASI AUTODESK REVIT YANG MENGACU PADA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planning on the design of the Juanda Surabaya flyover station will aim to facilitate the movements of passengers from Surabaya City to Juanda airport and the other way around, also to reduce the number of passenger capacity at Juanda airport. In this research using the assistance of the Autodesk Revit application. In a survey conducted on the Juanda Airport area with the location point in front of the Juanda airport lobby. The land area required in the planning design of the Juanda Elevated Station is approximately 10,854 m2, and the available land area itself is 11,100 m2. The Juanda Surabaya Flyover Station will be designed with a class of small station class because the calculation of the credit points numbers that shows the result of small station class which refers to PM. 33 of 2011 Concerning to Types, Classes and Activities at Train Stations. The amount of rooms and the space size of the room are designed based on the Manual Book for Standardization of Railway Stations owned by PT. KAI in 2012 and based on PM. 29 of 2011 Concerning The Technical Requirements for Railway Station Buildings. ABSTRAK Perencanaan pada desain Stasiun Layang Juanda Surabaya akan bertujuan untuk mempermudah pergerakan penumpang dari Kota Surabaya menuju ke Bandara Juanda, begitu juga sebaliknya dan mengurangi jumlah kapasitas penumpang di Bandara Juanda. Dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi Autodesk Revit. Pada survei yang dilakukan di lahan Bandara Juanda dengan titik lokasi berada di depan lobby Bandara Juanda. Luas lahan yang dibutuhkan pada perencanaan desain Stasiun Layang Juanda adalah kurang lebih 10.854 m2, untuk lahan yang tersedia seluas 11.100 m2. Stasiun Layang Juanda Surabaya ini akan didesain dengan kelas stasiun kecil karena dari perhitungan jumlah angka kredit yaitu menunjukkan pada kelas stasiun kecil yang mengacu pada PM. 33 Tahun 2011 Tentang Jenis, Kelas dan Kegiatan Di Stasiun Kereta Api. Jumlah ruang dan besaran ruang di desain berdasarkan Buku Pedoman Standardisasi Stasiun Kereta Api milik PT. KAI Tahun 2012 dan berdasarkan PM. 29 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Teknis Bangunan Stasiun Kereta Api.
WALKABILITY INDEX JALUR PEJALAN KAKI KORIDOR KOMERSIAL DI PERKOTAAN JEMBER
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 2 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Commercial activities have a symbiotic relationship with walkability. This study aims to determine the walkability level of commercial corridor areas in Urban Jember based on walkability index analysis. This research was conducted qualitatively and described descriptively with the help of image visualization and tabulation. The data used in this study is the result of scoring the existing condition of sidewalks in Urban Jember’s commercial corridor. The research was conducted in the Segitiga Emas Jember (Jember CBD), which is in Urban Jember. Based on the calculation results, the walkability score of Urban Jember’s commercial corridor is valued at 44.6665. This means that Urban Jember’s commercial corridor has a very poor level of walkability so most of the activities and facilities contained in these corridors are more accessible using other modes of transportation rather than walking. ABSTRAKKegiatan komersial memiliki hubungan yang simbiotik dengan walkability. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat walkability kawasan koridor komersial di Perkotaan Jember berdasarkan analisis walkability index. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif dengan bantuan visualisasi gambar dan tabulasi. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa hasil skoring kondisi eksisting jalur pejalan kaki koridor komersial di Perkotaan Jember. Lokasi penelitian merupakan Segitiga Emas Jember yang terletak di kawasan Perkotaan Jember. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa walkability score koridor komersial Perkotaan Jember dinilai sebesar 44,6665. Artinya bahwa koridor komersial Perkotaan Jember memiliki tingkat walkability yang sangat buruk sehingga sebagian besar kegiatan dan fasilitas yang terdapat pada koridor-koridor tersebut lebih dijangkau menggunakan moda transportasi lainnya daripada berjalan.
PENGEMBANGAN PELAYANAN TRANSPORTASI LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK BAGI WISATAWAN DI KAWASAN PARIWISATA (STUDI KASUS DAERAH KEROBOKAN PROVINSI BALI)
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism is synonymous with the word "travel" in English which is defined as a journey made from one place to another. Transportation is an element of tourism that can help regional tourism, because transportation makes it easier for humans to carry out their daily activities. Bali is one of the favorite tourist destinations for domestic and foreign tourists, one of the areas in Bali that is busy with tourists is Kerobokan. Transportation in the Kerobokan area is dominated by online transportation compared to local transportation which causes the economic decline of the community around tourist attractions. From the population in the Kerobokan area, we as researchers got 100 tourist respondents with the percentage of tourists in the Kerobokan area who prefer to use online transportation by 76% and 24% the percentage of tourists who choose to use local transportation to travel. Kerobokan area tourists prefer to use online transportation such as Grab, Gojek, Uber or others compared to using local transportation such as guides, because of the ease of access and affordable costs. ABSTRAKPariwisata identik dengan kata “travel” dalam bahasa Inggris diartikan sebagai sebuah perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi merupakan unsur dari pariwisata yang dapat membantu pariwisata daerah, karena transportasi memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Bali merupakan salah satu destinasi wisata favorite bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, salah satu daerah di Bali yang ramai akan wisatawan adalah Kerobokan. Transportasi di daerah Kerobokan didominasi dengan transportasi online dibandingkan dengan transportasi lokal yang menyebabkan turunnya ekonomi masyarakat disekitaran tempat wisata. Dari populasi yang ada di Daerah Kerobokan, kami sebagai peneliti mendapatkan 100 responden wisatawan dengan persentase wisatawan pada daerah Kerobokan yang lebih memilih menggunakan transportasi online sebesar 76% dan 24% persentase wisatawan yang memilih menggunakan transportasi lokal untuk berwisata. Wisatawan daerah Kerobokan lebih memilih menggunakan transportasi online seperti Grab, Gojek, Uber ataupun yang lainnya dibandingkan menggunakan transportasi lokal seperti guide, karena kemudahan dalam mengakses dan biaya yang terjangkau.
REDESAIN FASILITAS UMUM HALTE SMPN 7 TEGAL SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KENYAMANAN UNTUK MENDUKUNG PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA KOTA TEGAL
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 10 No 1 (2023): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public facilities in the form of bus stops are able to support traffic movement. With the existence of a bus stop which is a place to wait for the arrival of the bus or microbus, the economy and tourism can be supported. A decent and comfortable stop can attract users. For this reason, research is needed to determine the comfort level of this bus stop. This research was conducted by conducting surveys and filling out questionnaires. The subjects taken in this study were the bus stop at SMPN 7 Tegal. The results showed that the comfort level of the SMPN 7 Tegal bus stop was at a moderate level. For this reason, in an effort to improve comfort, the redesain of the bus stop needs to be carried out with the hope that the comfort level will be high. ABSTRAK Fasilitas umum berupa halte bus mampu untuk menunjang pergerakan lalu lintas. Dengan adanya halte dimana merupakan tempat untuk menunggu datangnya bus atau mikrolet tersebut perekonomian dan pariwisata dapat didukung. Halte yang layak dan nyaman mampu menarik penggunanya. Untuk itu diperlukan adanya penelitian guna mengetahui tingkat kenyamanan dari halte ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan survei dan pengisian kuesioner. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah Halte SMPN 7 Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan dari Halte SMPN 7 Tegal berada pada tingkat sedang. Untuk itu dalam upaya meningkatkan kenyamanannya, redesain halte perlu diadakan dengan harapan bahwasannya tingkat kenyamanannya menjadi tinggi.