cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Eco-Entrepreneur
ISSN : -     EISSN : 25024639     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
PENGARUH INTERNAL DAN EXTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP PRESTASI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH KABUPATEN SAMPANG Bambang Sudarsono; S Anugrahini Irawati
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i1.1857

Abstract

This study aims to determine the role of personality traits (locus of control), the need to excel and achieve competitive advantage enterprenurship Small and Medium Enterprises (SMEs). The population in this study is the owner / manager / staff of companies (SMEs) in Bangkalan. The sampling technique is convenience sampling, that is, those who successfully met and willing to become respondents in this study. The analysis tool used is the Multiple Linear Regression Analysis to determine how much influence the independent variables (X1 and X2) to the dependent variable (Y) where the test results hypothesis that the Internal Lucos of Control and External Lucos of Control which is owned by SMEs Sampang together -Same significant effect with the amount of determination coefficient of 50.01% with a suggestion to change the orientation of External Lucos of Control into SMEs oriented Lucos of Internal Control in a way to optimize the ability of self-owned through inrcresing creativity, creativity, motivation and itsself.
MEDIA PRODUKSI (GEOMEMBRANE) DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS DAN HARGA JUAL GARAM (STUDY KASUS : LADANG GARAM MILIK RAKYAT DI WILAYAH MADURA) Zainal Arif Abdullah; Aprilina Susandini
Eco-Entrepreneur Vol 4, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v4i1.3998

Abstract

Garam merupakan komoditas vital yang memainkan peranan penting untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun berbagai kegiatan industri. Kebutuhan garam secara nasional selalu meningkat setiap tahunnya dan tidak dapat dipenuhi dari produksi garam dalam negeri. Madura merupakan pulau penghasil garam rakyat terbesar di Indonesia maka perlu dilakukan pengembangan proses produksi garam yang lebih efektif dan efisien sehingga mampu mengatasi kebutuhan garam nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang media produksi (Geomembrane) dapat meningkatkan kualitas dan harga jual garam rakyat di wilayah Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 responden tiap wilayah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan porposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam pegumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media produksi geomembrane dengan penelitian yang dilakukan pada ladang garam milik rakyat di wilayah Madura mampu menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik dari tanah yaitu rata – rata masuk pada kategori garam K.I sedangkan kualitas garam hasil produksi tanah rata – rata masuk pada kategori garam K.II dan K.III selain itu harga garam hasil produksi menggunakan media geomembrane lebih mahal dari harga garam hasil produksi tanah karna harga garam berkaitan dengan kualitas garam itu sendiri.
PENGARUH MANAJEMEN BAKAT DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT JAWA POS MEDIA TELEVISI (JTV) DI SURABAYA Anugrahini Irawati; Bambang Sudarsono; Lala Lestari
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i1.3033

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan variabel bebas manajemen bakat dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terhadap variabel terikat kinerja karyawan pada PT Jawa Pos Media Televisi (JTV) di Surabaya, serta untuk mengetahui manakah diantara kedua variabel bebas tersebut yang berpengaruh dominan terhadap variabel terikatnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, populasi sebesar 252 karyawan dan sampel sebesar 72 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling yang dihitung menggunakan rumus slovin. Data diperoleh dari proses wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada responden, data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menjawab hipotesis.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) variabel manajemen bakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (2) variabel pengelolaan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; (3) variabel manajemen bakat dan pengelolaan SDM berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama atau simultan terhadap kinerja karyawan sebesar 67,6%; (4) variabel pengelolaan SDM berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan.
KETERKAITAN LOYALITAS PELANGGAN DAN KELANGSUNGAN BISNIS SERTA PERAN MEDIASI AKUNTABILITAS PRODUK Kurnia Isnuwardiati; Pudjo Sugito
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i1.1853

Abstract

The purpose of this study is to analyze the relationship of customer loyalty, business continuity and product accountability mediating role. The approach used in this study is a survey technique, a study that takes a sample of the population using questionnaires as the principal data collectors. The unit of analysis, all the small businesses in the outer circumference culinary Malang. The sample collection technique using proportional random sampling. From the nature of its relationship with other variables, consisting of exogenous variables, mediation and endogenous variables. Exogenous variables are variables that affect the variation of other variables, whereas endogenous variables are variables that variations influenced by other variables. Mediating variable nature strengthen or weaken the relationship between variables. In this study, the accountability of the product as a mediating variable, variable customer loyalty as exogenous and business continuity as an endogenous variable. Structural equation modeling analysis techniques used to analyze the data and simultaneously test theoretical models. Based on the results of data analysis revealed that loyalty pelanggn affect the continuity of business and product accountability uga role as mediating the effect of customer loyalty to the business continuity.
IbM USAHA MINIATUR KAPAL BERBASIS INDUSTRI KREATIF DI BANGKALAN, MADURA Chairul Anam; - Purnamawati
Eco-Entrepreneur Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v3i2.3466

Abstract

Kegiatan Iptek Bagi Masyarakat (IbM) ini berlangsung di lokasi mitra, Jl.Dumarah RT 1, RW 9 (Bedak Barat) Desa Banyuajuh, Kamal, Madura. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pendampingan dari manajemen usaha terutama dari aspek keuangan, aspek pemasaran, aspek produksi dan aspek sumberdaya manusia. Ada 2 unit usaha industri kreatif yang dilakukan pendampingan yaitu UMKM Cakraningrat ship model dan UKM Madura Miniatur, kedua UMKM bergerak dalam bidang usaha miniatur kapal. UKM ini mengalami kendala dalam mengembangkan kegiatan usahanya dari sisi pemasaran,produksi,keuangan dan sumberdaya manusia. Solusi yang ditawarkan dari sisi keuangan,perlu ada pemisahan administrasi antara keuangan keluarga dan keuangan bisnis, dari sisi produksi perlu ada penambahan peralatan,dari sisi sumberdaya manusia perlu menambah kuantitas dank kualitas tenaga kerja,dari sisi pemasaran perlu banyak mengikuti pameran dan memperluas promosi. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan pendidikan, pelatihan, pendampingan, penyuluhan dan konsultasi, manajemen usaha dan adopsi teknologi  yang tepat  untuk meningkatkan kuantitas, kualitas dan profitabilitas produk. Untuk keberhasilan kegiatan ini,maka diperlukan peran serta mitra secara pro aktif dalam menentukan pendekatan solusi yang digunakan, untuk mendapat pendidikan, pelatihan,dan pendampingan serta aktif berkonsultasi tentang berbagai  hal  yang  dihadapi  perusahaannya,  dan  dalam  menentukan  rencana  solusi alternatif, maka keputusan akan didiskusikan bersama.
PENGARUH KONFLIK INTRAPERSONAL PEREMPUAN WIRAUSAHA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA S Augrahini Irawati; Bambang Sudarsono
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i1.1858

Abstract

Pengaruh Konflik Intrapersonal Perempuan Wirausaha Terhadap Tingkat Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus Pada perempuan wirausaha Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jembatan Suramadu sisi Madura)Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui tipe konflik intrapersonal yang terdiri dari konflik pendekatan-pendekatan, konflik penghindaran-penghindaran dan konflik pendekatan-penghindaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Keluarga pada perempuan wirausaha Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jembatan Suramadu sisi Madura. Untuk mengetahui diantara tipe konflik intrapersonal tersebut, tipe konflik manakah yang dominan yang mempengaruhi Tingkat kesejahteraan Keluarga Perempuan wirausaha PKL.Hasil  penelitian ini adalah: (1) bahwa tipe konflik intrapersonal perempuan wirausaha berpengaruh secara simultan terhadap keberhasilan bisnis atau usaha, hal ini dapat dilihat dari Fhitung  sebesar 15,309 lebih besar dari Ftabel  sebesar 2,78,  maka Ho  ditolak H1  diterima. (2) secara parsial, menunjukkan bahwa variabel konflik pendekatan-pendekatan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel keberhasilan bisnis (Y) hal ini dapat dilihat dari nilai Thitung 4,782 lebih besar dari  Ttabel  sebesar 1,674  maka H0 ditolak H1 diterima. Variabel konflik penghindaran-penghindaran (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel keberhasilan bisnis (Y) hal ini dapat dilihat dari nilai Thitung  0,121 lebih kecil dari  Ttabel  sebesar 1,674  maka H0 diterima H1 ditolak. Variabel konflik pendekatan-penghindaran (X3) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan bisnis (Y), hal ini dapat dilihat dari nilai Thitung  sebesar 0,613 lebih kecil dari pada Ttabel 1,674 maka H0 diterima H1 ditolak.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN OPERASIONAL DALAM SUSTAINABILITY BISNIS DI KOTA SURABAYA Martha Suhardiyah; Diah Karunia Binawati; - Subakir
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i2.4359

Abstract

ABSTRAKJumlah penduduk akan berdampak pada masalah ketenagakerjaan, di Indonesia yang mempunyai jumlah penduduk  besar  mengakibatkan  permasalah yang dan kompleks, hal ini disebabkan adanya perbedaan antara kesempatan kerja dengan  angkatan kerja sehingga terjadi pengangguran , oleh karena itu adanya sektor informal seperti UMKM sangatlah membantu mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja.  Dalam penelitian ini mengambil populasi dari pelaku UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi UMKM kota Surabaya dengan sampel sebanyak 119 UMKM. Berdasarkan hasil analisis data dengan analisis deskripsi eksplorasi diperoleh hasil bahwa faktor-faktor Lingkungan operasional yang berupa pesaing, kreditor, pelanggan, tenaga kerja dan pemasok, secara keseluruhan  mempengaruhi sustainability  UMKM  tetapi yang dirasakan paling besar pengaruhnya terhadap sustainability adalah  pelanggan/konsumen.ABSTRACTThe population will have an impact on employment issues, in Indonesia which have large populations resulting a comples problems, this is due to the difference between working opportunity and the number of workforce, that causing unemployment. The informal sectors such as SMEs is helping to overcome the problem of labor. This study takes a population of SMEs that under Department of Cooperatives and SMEs in Surabaya, with a sample of 119 SMEs. Based on the results of the data analysis by descriptive analysis showed that the the operational environment factors in the form of competitors, creditors, customers, workforce and suppliers, have affect towards the sustainability of SMEs, but the greatest effect on sustainability is the customer / consumer.
PROFIL PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) YANG BERJUALAN DILUAR SENTRA PKL SURABAYA Christina Menuk Sri H; - Suharyanto; Bernadeta Budi Lestari
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i2.4360

Abstract

ABSTRAKSentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di Surabaya merupakan perwujudan dari Peraturan Daerah Kota Surabaya No: 17 tahun 2003 tentang program Penataan dan Pemberdayaan PKL. Sampai dengan tahun 2015 sudah berdiri 42 sentra PKL. Namun demikian belum semua berfungsi sebagaimana mestinya, ada yang pengoperasiannya tidak maksimal bahkan ada yang mati suri. Disisi lain di sekitar Sentra PKL banyak PKL yang berjualan dan tidak bersedia menempati Sentra yang sudah didirikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Departemen Koperasi dan UMKM  dengan biaya antara 1 – 2 Milyard. Untuk itu pada kesempatan ini ingin dikaji tentang karakteristik/profil PKL yang berjualan disekitar sentra PKL  dimana sentra tersebut tidak difungsikan sebagaimana mestinya.Melalui 126 responden yang diambil secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data  selanjutnya dideskripsikan didapatkan hasil bahwa pedagang kaki lima yang berjualan di luar sentra  sebagian merupakan PKL yang merasa tidak produktif berjualan di sentra karena sepi pembeli. Dengan berjualan diluar sentra akan bisa mendekati konsumen/pembeli. 74% PKL ber usia produktif  antara 25 – 45 tahun dan berjenis kelamin laki- laki, dengan  status berkeluarga. PKL merasa bahwa menjadi PKL adalah pekerjaan utama karena dengan  pendidikan  yang rendah  SD - SMA/SMK tidak akan dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan disektor formal. Dengan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun sebagai PKL dan berbekal pada modal sendiri, setiap hari rata-rata  mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 150.000.-. Dengan pendapatan tersebut PKL merasa sudah dapat menghidupi keluarganya, walaupun setiap hari harus mendorong gerobak untuk dibawa pulang  dan kemungkinan merasa was-was apabila ada penertiban dari pihak berwenamg karena tidak sesuai dengan Perda No : 17 tahun 2003  tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Hasil penelitian ini sebagai sumbang saran pada pemerintah melalui Departemen Koperasi dan UMKM  tentang penataan dan pemberdayaan sentra PKL supaya dapat  mengoptimalkan sentra yang sudah dibangun.ABSTRACTStreet vendors (PKL) in Surabaya is a manifestation of Surabaya City Regional Regulation No: 17 of 2003 concerning the Setup program and Empowerment PKL. Since 2015 has already established 42 centers of PKL. However, not everything works as it should, there is no maximum operation, even to be a dead faint. On the other hand around Sentra PKL, there is many street vendors who sell and are not willing to occupy to the centers which already established by Surabaya City Government through the Department of Cooperatives and SMEs at a cost of between 1-2 Billion. This study  examine about the characteristics / profile of street vendors who sell around the center of the street vendors.  Taken 126 respondents by accidental sampling using questionnaires, showed that the street vendors who sell outside the center is the  street vendors who feel unproductive selling at the center of street vendor. By selling outside the center will be able to approach the consumer / buyer. 74% of PKL have productive age between 25-45 years and male sex, family status. PKL feel that being street vendors is a major job due to low educational (SD - SMA / SMK) will not be able to compete for formal sector employment. With a work experience of more than 5 years as a street vendor, and armed in their own capital, every day on average, earn a net income of Rp 150.000. With that income, it was already able to support his family, even though each day had to push the cart to take home and possible misgivings if any enforcement of the autorized,  for not complying with the Regulation No: 17 of 2003 of Arrangement and Empowerment PKL. The results of this study is as suggestion towards the government through the Department of Cooperatives and SMEs about structuring and empowerment center for street vendors in order to optimize the centers that have been buil.
STRATEGI EVENT ORGANIZER (EO) PT. SAFIS KARYA SENTOSA PAMEKASAN DALAM MENGGERAKKAN BISNIS INDUSTRI KREATIF DI MADURA Dedy Arfiyanto; RB. Imam Faris
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i2.4362

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan yang bertujuan untukmengetahui dan menggambarkan strategi pemasaran Event Organizer (EO) PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan dalam menggerakkan bisnis industri kreatif di Madura melalui Analisis SWOT untuk menemukan strategi-strategi alternatif yang dapat digunakan perusahaan sebagai referensi dalam membangun kondisi yang diharapkan.Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Data Kuantitatif dianalisis dengan IFAS dan EFAS untuk kemudian dimasukkan pada matrik IE, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan Matrik Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan masih memimpin pasar dengan memusatkan strategi pada kualitas pelayanan yang baik. Analisis SWOT menunjukkan posisi EO PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan berada di kuadran I yang berarti Event Organizer PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan memiliki kekuatan internal perusahaan dan peluang lingkungan yang besar, maka strategi yang sesuai untuk digunakan adalah strategi growth (bertumbuh) untuk memaksimalkan kekuatan internal dan peluang perusahaan.  Dari beberapa jenis strategi growth, untuk mendapatkan strategi yang cocok, maka dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan Internal-Eksternal Matriks, dan hasilnya posisi EO PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan berada di daerah sel I yaitu dengan strategi intensif melalui penetrasi pasar, pengembangan produk/layanan atau integratif. ABSTRACTThis research was conducted at PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan that aims to identify and describe the marketing strategy Event Organizer (EO) PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan in moving the creative industry in Madura through a SWOT analysis to find alternative strategies that can be used by companies as a reference in establishing the expected conditions. The study was conducted using a descriptive method using a SWOT analysis of quantitative and qualitative data. The quantitative data were analyzed with IFAS and EFAS to then put on IE matrix, whereas qualitative data were analyzed using SWOT Matrix Analysis. The results showed that PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan still leads the market with a strategy focusing on good service quality. SWOT analysis shows the position of EO PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan is in quadrant I, which means the event organizer PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan have the internal strength of companies and environmental opportunities is large, then the appropriate strategy to use is the growth strategy (growing) to maximize internal strengths and opportunities of the company. Of the several types of growth strategies, to obtain a suitable strategy, then further analyzed using the Internal-External Matrix, and the result is the position of EO PT. Safis Karya Sentosa Pamekasan located in the cell area of I that the intensive strategy through market penetration, product / service development or integrative.
UPAYA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KACANG TANAH MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK DAN KEMASAN PADA KELOMPOK TANI BINA MAKMUR DI DESA SERABI BARAT KECAMATAN MODUNG KABUPATEN BANGKALAN Elys Fauziyah; Dwi Ratna Hidayati
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i2.4358

Abstract

ABSTRAKKabupaten Bangkalan memiliki potensi produksi tanaman kacang tanah yang cukup besar yaitu sekitar 33.596,61 ton dengan luas lahan sebesar  32.297 ha. Salah satu wilayah yang berpotensi adalah Desa Serabi Barat Kecamatan Modung,  karena 95 % petani yang ada disana selalu  membudidayakan tanaman tersebut dalam pola musim tanamnya. Sebagian produk kacang tanah dijual dalam bentuk mentah ke tengkulak yang datang ke Desa tersebut dengan harga Rp.3000-4000 per kilogram. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi keluarga tani. Kemudian Kelompok Tani Bina Makmur di desa tersebut, menjual sebagian produksi kacangnya dalam bentuk olahan bumbu pecel. Namun usaha tersebut belum berkembang dengan baik. Beberapa permasalahan yang dihadapi diantaranya : hanya satu produk yang dapat dihasilkan, padahal kacang tanah bisa diolah menjadi berbagai macam produk yang marketable, produk dijual dalam kemasan plastik yang sangat sederhana tanpa menggunakan lebel kemasan. Kegiatan pengabdian Iptek Bagi Masyarakat (IbM)  ini bertujuan untuk : melatih proses pembuatan diversifikasi produk olahan berbahan baku kacang tanah, dengan menggunakan bahan dan desain kemasan yang menarik untuk meningkatkan pemasaran produk. Output yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah anggota Kelompok Tani Bina Makmur mengetahui dan mampu membuat berbagai macam produk olahan yang bisa dibuat dengan menggunakan kacang tanah diantaranya : kue kacang bola coklat, kue kacang salju, dan selai kacang. Selain itu  mereka juga memahami pentingnya kemasan yang baik untuk memasarkan produk yang dihasilkan.ABSTRACT The potential of Bangkalan’s peanut crop production is quite large at around 33,596.61 tons, with a land area of 32,297 ha. One potential area is the Sereh Barat Village, District of Modung, because 95% of the farmers who were there always cultivate these plants in the pattern of cropping season. Most of peanut products sold in raw form to middlemen who come to the village with the price per kilogram is Rp.3000-4000. These conditions are not favorable for the family farm. Kelompok Tani Bina Makmur, sold part of the production of peanuts in processed form pecel seasoning. But the business is not well developed. Some of the problems facing them: only one product that can be produced, whereas peanuts can be processed into various products that are marketable, products are sold in plastic packaging very simple without using the packaging label. Science and technology service activities to the Community (IbM) aims to: train the process of making diversification of processed products made from raw peanuts, using materials and design attractive packaging to improve product marketing. Output generated in service activities are Bina Makmur farmer group members know and be able to make various kinds of processed products which can be made using peanut include: ball nut chocolate cake, bean cake snow, and peanut butter. In addition they also understand the importance of good packaging to market the resulting productContinue improving translation qualityThank you!

Page 3 of 12 | Total Record : 116