cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eksplorium@batan.go.id
Editorial Address
BULETIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Indonesia, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
ISSN : 08541418     EISSN : 2503426x     DOI : https://doi.org/10.17146/eksplorium
Core Subject : Social,
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA 2
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Studi Geologi dan Logam Tanah Jarang (RE) Daerah Air Gegas, Bangka Selatan Bambang Soetopo
EKSPLORIUM Vol 34, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.65 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.1.700

Abstract

Tanah Jarang (RE) merupakan komoditas yang sangat berharga baik untuk industri maupun untuk PLTN. Secara kimia RE terdapat dalam dalam ikatan fosfat (P) yang pada mineral monasit, xenotim, zirkon berasosiasi dengan mineral kasiterit, magnetit, ilmenit, rutil, anatas, apatit, kuarsa dan feldspar terdapat dalam endapan pasir aluvial sungai atau plaser pantai.  Endapan RE dalam monasit, zirkon, xenotim di daerah Air Gegas, Bangka Selatan merupakan endapan aluvial sungai yang mempunyai kemudahan dalam eksplorasi dan penambangan. Secara geologi mineral monasit, xenotim, zirkon berasal dari Granit Klabat yang berumur Jura. Metode yang dilakukan adalah pengamatan geologi, pengukuran radioaktivitas, pengambilan contoh, analisis laboratorium (mikroskopis dan XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geologi daerah Air Gegas Formasi Tanjung Genting terdiri dari batupasir, lempung (Trias Awal), Granit Klabat (Jura Akhir–Trias Awal) dan endapan Aluvial  (Kuarter). Endapan aluvial mengandung monasit 0,071–3,574 %, zirkon 0,172–10,376 %, xenotim 0,15–3,023 % dari berat MB 10,73–168,072 gram. Keberadaan logam tanah jarang (RE) berasal dari mineral monasit, xenotim, zirkon yang bersumber dari batuan Granit Klabat. Sebaran tanah jarang (RE) terdistribusi pada bagian timur daerah penelitian yang menempati lembah sungai. Rare Earth (RE) is a valuable commodity both for industry and for the Nuclear Power Plant (NPP). In RE chemical bonds present in the phosphate (P) are the mineral monazite, xenotime, zircon minerals associated with cassiterite, magnetite, ilmenite, rutile, anatase, apatite, quartz and feldspar sand deposits are found in alluvial river or beach placer. RE deposits in monazite, zircon, xenotime in the Air Gegas of South Bangka area is an alluvial river that has the ease of exploration and mining. Geologically, monazite, xenotime and zircon minerals are from Klabat Granite aged Jurassic. The used method are the observation of geology, radioactivity measurement, sampling, laboratory analysis (microscopic and XRF). Results showed that the geology of the area Air Gegas of Tanjung Genting Formation consists of sandstone, clay (Early Triassic), Klabat Granite (Late Jurassic-Early Triassic) and Alluvial sediments (Quaternary). Alluvial monazite containing 0.071 to 3.574%, zircon from 0.172 to 10.376%, xenotime from 0.15 to 3.023% of the weight of MB from 10.73 to 168.072 grams. The presence of rare earth  (RE) metals is derived from the mineral monazite, xenotime, zircon that was derived from granitic rocks of Klabat. Rare earth (RE) distributed in the eastern part of the study area  which occupies the valley of the river.
Petrografi dan Geokimia Unsur Utama Granitoid Pulau Bangka: Kajian Awal Tektonomagmatisme Kurnia Setiawan Widana
EKSPLORIUM Vol 34, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.113 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.2.708

Abstract

Pulau Bangka tersusun oleh Granit Klabat dan variasi granitoidnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik Granitoid Pulau Bangka untuk diaplikasikan dalam mempelajari magmatisme, situasi tektonik dan hubungan antar granitoidnya untuk kemungkinan dikembangkan dalam eksplorasi. Metodologi yang digunakan dengan analisis petrografi dan geokimia unsur utama berdasarkan hasil analisis penelitian terdahulu.  Penyebaran Granitoid Pulau Bangka terdiri atas Bangka Barat, Selatan, Tengah dan Timur (Belinyu). Umur granitoid berkisar dari Permian Akhir hingga Trias Akhir. Hasil analisis petrografi menunjukkan tipe granitoidnya dominan sebagai Alkali Feldspar dan Syeno Granite, sedangkan analisis geokimia sebagai Alkali dan Syeno Granite. Diagram variasi SiO2 menunjukkan penurunan proporsi unsur-unsur utama CaO, MgO, TiO2, Al2O3 dan P2O5 dengan kenaikan SiO2 dipengaruhi fraksinasi dengan afinitas magma sebagai calc-alkalic dengan kandungan K yang tinggi (high K Calc Alkaline). Afinitas tersebut dapat terbentuk pada continental arc dimana tektonik yang berperan berupa subduksi dan kolisi. Tipologi granitoidnya secara umum sebagai peraluminous, dengan tipe I. Pada Granitoid Bangka Tengah dan Timur (Belinyu) dicirikan proporsi magnetit, magnesian, dan lebih primitif, sedangkan tipe S pada Granitoid Bangka Selatan dan Barat dicirikan oleh tingginya K2O dan kehadiran mineral alumina seperti biotit + muskovit + kordierit yang melimpah. Bangka Island is composed by Klabat Granite and its granitoid variations. This study aims to investigate the characteristics of granitoid Bangka Island to be applied in the study of magmatism, tectonic situations and relationships developed in granitoid for possible exploration. The methodology used by observations with a thin section of rock (petrography) and secondary major elements analysis from previous research. Granitoid samples are collected from Western, Southern, Central and East (Belinyu). Granitoid ages range from Late Permian to Late Triassic. Petrographic analysis showed dominant granitoid type as Alkali Feldspar–Syeno Granite, whereas geochemical analysis as Alkali -Syeno Granite. SiO2 variation diagram shows declining in the proportion of the major elements CaO, MgO, TiO2, Al2O3 and P2O5 with increasing SiO2 influenced by affinity fractionation as calc-alkalic magma with high K content. Affinity can be formed on continental arc where subduction and collision involved. Preliminary result granitoid typology as peraluminous, with I type. In Central and Eastern Bangka (Belinyu) characterized by high proportion of magnetite, magnesian, and more primitive,  while S type in the South and West Bangka are characterized by high K2O and the presence of abundant biotite + muscovite + cordierite.
Pengukuran Geolistrik dan Intensitas Gas Radon pada Penentuan Daerah Potensial untuk Pemboran Air Tanah-Dalam Desa Lebeng Barat Pasongsongan, Sumenep, Jawa Timur I Gde Sukadana
EKSPLORIUM Vol 34, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3117.493 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.1.715

Abstract

Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan merupakan desa yang sering mengalami kesulitan air bersih terutama pada musim kemarau. Daerah ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dan sebaran penduduk yang merata, sehingga dibutuhkan suplai air bersih yang cukup untuk konsumsi dan pemenuhan kebutuhan air bersih lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui zona potensial airtanah-dalam dalam menentukan titik pemboran eksplorasi guna dikembangkan menjadi sumur produksi airtanah-dalam. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelacakan airtanah-dalam meliputi: pemetaan geologi/hidrogeologi, pengukuran intensitas gas radon  dan survei geolistrik sounding dengan konfigurasi Schlumberger. Batuan yang tersingkap di daerah kerja dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) satuan batuan, yaitu satuan batulempung sisipan batugamping, satuan perselingan batupasir gampingan dan batugamping, satuan batulempung, satuan batugamping dan lempung. Lapisan batuan yang berpotensi sebagai akuifer adalah lapisan batupasir gampingan dengan karakteristik warna kuning pucat hingga kecoklatan, berbutir sedang-kasar, permeabilitas cukup baik (pada bagian yang tersingkap di permukaan) batuan ini termasuk pada satuan batugamping. Batuan yang berfungsi akuifer pada bagian bawah adalah batupasir gampingan yang termasuk dalam satuan perselingan betupasir gampingan dan batugamping. Titik Potensial yang direkomendasikan untuk dilakukan pemboran eksplorasi/produksi adalah titik LBR-29 dengan ketebalan akuifer 1 (yang lebih dangkal) 33,86 m dan akuifer 2 (yang lebih dalam) 23,72 m. Lebeng Barat village,  Pasongsongan sub-district is a village which has insufficient of fresh water, particularly in dry season. This region has a fairly dense population and equitable distribution of the population, therefore a sufficient supply of clean water for consumption and other needs are required. The purpose of study is to find out the ground-water potential zone in determination of exploration drilling points to develop ground-water’s well production. The methods used in this study as follow: Geological/hydrogeological mapping, measurement of radon intensity and geo-electric sounding survey with Schlumberger’s configuration. Exposed rocks within work areas can be classified into 5 (five) rocks unit, namely claystone with intercalation of limestone unit, inter bedded of calcareous sandstone and limestone unit, mudstone unit and limestone-claystone unit. The potential rock’s layer as aquifer  is a layer of calcareous sandstone which has characteristic of pale yellow to brown, medium-coarse grained, sufficient permeability rocks (in the section exposed at the surface)  include the limestone unit. Rock aquifers that serve on the bottom are included in inter bedded of calcareous sandstone and limestone unit. Potential points recommended for drilling exploration / production are the point of LBR-29 with the thickness of the aquifer 1 (shallower) 33.86 m and aquifer 2 (deeper) 23.72 m.
Profil Unsur Tanah Jarang Granitoid Klabat di Pulau Bangka dengan Analisis Aktivasi Neutron Kurnia Setiawan Widana; Bambang Priadi; Yustina Tri Handayani
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.264 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1343

Abstract

Analisis Aktivasi Neutron (AAN) merupakan teknik analisis geokimia maju dengan kelebihan nondestruktif, multi unsur. AAN yang diaplikasikan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada granitoid Klabat yang tersebar sebagai penyusun geologi Pulau Bangka. Sejumlah 27 sampel dianalisis bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur tanah jarang, selanjutnya diharapkan dapat diaplikasikan dalam  petrotektonik Granit Klabat. Unsur tanah jarang yang dianalisis adalah La, Ce, Nd, Sm, Eu, Gd, Tb, Yb dan Lu. Seluruh sampel di iradiasi di Pusat Reaktor Serba Guna “Siwabessy”, BATAN-Serpong, kemudian dicacah dengan detektor High Purity Germanium (HPGe) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif menyesuaikan waktu paruh dan unsur yang akan diketahui. Analisis kuantitatifnya dengan metode perbandingan menggunakan Standar Reference Material (SRM) no 2710a dan 2711a yang dipublikasikan oleh National Institute of Standard & Technology (NIST). Hasil yang diperoleh adalah pola diagram laba-laba yang telah dinormalisasi chondrite dengan karakter pengkayaan La-Sm sebagai unsur tanah jarang bersifat ringan dan sedikit penurunan Eu-Lu yang termasuk unsur tanah jarang berat, identik untuk batuan pluton yang terbentuk pada tektonik busur kerak benua. Neutron Activation Analysis (NAA) is a powerful geochemical analysis with advantages which are nondestructive and involves multi-elements. NAA technique applied for qualitative and quantitative analyses on Klabat granitic rocks that distributes and compose the geology of Bangka Island. There are 27 samples analyzed which aims to determine the content of rare earth elements, which will be applied in petrotectonic of Klabat granitoid. Rare Earth Elements (REE) which analyzed, namely La, Ce, Nd, Sm, E, Gd, Tb, Yb, and Lu. All of the samples irradiated in the Centre of Multipurpose Reactor "Siwabessy", BATAN - Serpong and subsequently counted with High Purity Germanium detector (HPGe) considering half-life and elements contents that will be concerned both qualitative and quantitative analysis. The comparative quantitative analysis method conducted using Standard Reference Material (SRM) 2710a and 2711a that published by the National Institute of Standards & Technology  (NIST). The result are the pattern of spider diagram with the chondrite normalized and showing the enrichment of La-Sm as light REE (LREE)  and Eu-Lu slight decreasing as heavy REE (HREE), as identify of plutonic rocks thar formed in the continental arc.
Studi Geologi Teknik Tapak Penyimpanan Akhir Limbah Radioaktif (LRA) Demo Plant Tipe NSD Kedalaman Menengah di Puspiptek, Serpong Heri Syaeful; Sucipta Sucipta; Imam Achmad Sadisun
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2717.799 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1367

Abstract

Penyimpanan akhir limbah radioaktif bertujuan untuk menjaga agar zat radioaktif tidak terlepas ke lingkungan sampai aktivitas zat tersebut turun ke level yang aman. Konsep penyimpanan akhir limbah radioaktif (LRA) yang akan dikembangkan di area Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong adalah penyimpanan akhir limbah radioaktif dekat permukaan (near surface disposal - NSD). NSD berdasarkan kedalaman terbagi dua macam yaitu NSD dekat permukaan dan NSD kedalaman menengah. Konsep NSD pada penelitian ini adalah NSD kedalaman menengah, yaitu antara 30–300 meter. Pada saat konstruksi NSD di kedalaman menengah dibutuhkan pekerjaan ekskavasi bawah permukaan atau pembuatan terowongan. Analisis tegangan in-situ dan deformasi bawah permukaan dilakukan untuk mengetahui besaran dan distribusi tegangan yang terbentuk di dalam tanah/batuan serta deformasi yang terjadi pada saat dilakukan ekskavasi bawah permukaan. Berdasarkan analisis diketahui nilai tegangan dan sebaran tegangan tensional maupun kompresional berkisar antara -441 kPa sampai 4,028 kPa dengan nilai deformasi alami atau tanpa perkuatan antara 4,4 cm sampai 13,5 cm. Nilai deformasi yang cukup besar dimana mencapai 13,5 cm menunjukkan diperlukan rekayasa perkuatan pada saat ekskavasi. Desain rekayasa perkuatan pada setiap tahapan ekskavasi mengacu hasil pemodelan pola distribusi tegangan dan deformasi. Final disposal of radioactive waste intended to keep radioactive substances does not released to the environment until the substance activity decreased to the safe level. Storage concept of radioactive waste (RAW) final disposal that will be developed at the area of Puspiptek, Serpong is near surface disposal (NSD). Based on depth, NSD divided on two type, near surface NSD and medium depth NSD. Concept NSD in this research is medium depth NSD, which is between 30–300 meters. During NSD construction in medium-depth required the works of sub-surface excavation or tunneling. Analysis of in-situ stresses and sub-surface deformation performed to recognize the stress magnitude and its distribution that developed in soil/rock as well as the deformation occurred when sub-surface excavation takes place. Based on the analysis, acknowledged the magnitude of tensional and compression stress and its distribution that range from -441 kPa to 4.028 kPa with values of natural deformation or without reinforcement between 4.4 to 13.5 cm. A rather high deformation value which is achieved 13.5 cm leads to necessity of engineering reinforcement during excavation. The designs of engineering reinforcement on every excavation stage refer to the result of modeling analysis of stress and deformation distribution pattern.
POTENSI THORIUM DAN URANIUM DI KABUPATEN BANGKA BARAT Ngadenin, Ngadenin; Syaeful, Hery; Widana, Kurnia Setiawan; Nurdin, Muhammad
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

Thorium dan uranium di Pulau Bangka terdapat di dalam mineral monasit. Secara geologi monasit terbentuk pada  granit tipe S, batupasir serta endapan aluvium.  Di daerah Bangka Barat terdapat beberapa granit tipe S dan aluvium hasil rombakannya sehingga wilayah ini dianggap sebagai wilayah potensial untuk terbentuk cebakan monasit tipe plaser. Granit tipe S dianggap sebagai sumber monasit sedangkan aluvium hasil rombakannya dianggap sebagai tempat berakumulasinya monasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi geologi dan potensi sumber daya thorium dan uranium pada endapan aluvium di Bangka Barat. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi, pengukuran kadar thorium dan uranium batuan, pengambilan sampel batuan granit untuk analisis petrografi, pengambilan sampel mineral berat pada aluvium untuk analisis butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi di wilayah Bangka Barat tersusun oleh satuan sekis, satuan metabatupasir, terobosan granit, terobosan diabas, satuan batupasir dan aluvium. Monasit dijumpai pada terobosan granit, satuan batupasir dan aluvium. Sesar yang berkembang adalah sesar-sesar yang berarah relatif barat laut–tenggara, timur laut–barat daya dan barat–timur. Hasil analisis butiran mineral berat menunjukkan persentase monasit rata-rata dalam mineral berat adalah sebesar 6,34%. Mineral lain yang terdapat dalam cebakan plaser dan cukup potensial adalah zirkon 36,65 %, ilmenit 19,67%, dan kasiterit 14,75%.Kata kunci: endapan plaser, aluvium, thorium, uranium, granit, Bangka Barat
Studi Awal Geologi di Wilayah Kabupaten Pamekasan untuk Mendukung Pemilihan Calon Tapak Instalasi Desalinasi Nuklir Ngadenin Ngadenin; Lilik Subiantoro; Kurnia Setiawan Widana
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3317.074 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1828

Abstract

Daerah di sekitar pantai selatan  Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu alternatif lokasi calon tapak instalasi desalinasi nuklir. Gempa bumi tektonik berkekuatan 5 skala Richter pernah terjadi pada tahun 1949 di sekitar Sampang Madura, dengan pusat gempa di darat. Gempa bumi tersebut kemungkinan berhubungan dengan keberadaan sesar aktif di Pulau Madura. Lokasi calon tapak instalasi desalinasi nuklir harus bebas dari pengaruh sesar aktif. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi geologi dan mengetahui karakteristik tektonik  termasuk sesar aktif guna mendukung penelitian calon tapak instalasi desalinasi nuklir di Pulau Madura. Metode yang digunakan adalah dengan pemetaan geologi berskala 1 : 50.000. Litologi penyusun di wilayah sepanjang pantai selatan Kabupaten Pamekasan adalah aluvium berumur Holosen dan satuan konglomerat berumur Plistosen. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya sesar aktif di wilayah tersebut. Calon tapak di lokasi ini secara geoteknik fondasi memiliki batuan dasar yang  cukup dalam, sehingga konstruksi bangunan akan memerlukan biaya mahal. The area around the southern coast Pamekasan is one of the candidates for the alternatives location of nuclear desalination plant site. In 1949 around Sampang Madura ever tectonic earthquake measuring 5 on the Richter scale with its epicenter on land. Tectonic earthquake with epicenter on land is likely related to the presence of active faults on the island of Madura. Location prospective nuclear desalination plant site should be away or free of active faults. Aim of this study is to obtain geological information and know the characteristics of tectonics including active fault to support site studies of nuclear desalination plant on the island of Madura. The method used is the geological mapping scale, 1 : 50,000. Lithology in the area along the south coast district Pamekasan is alluvium Holocene age and conglomerate units of Pleistocene age. There were no indications of active faults in the region. Candidates site at this location is less attractive in terms of geotechnical foundation as can be ascertained bedrock will be found sufficient in that building construction will require expensive.
FACIES ANALYSIS, SEDIMENTOLOGY AND PALEOCURRENT OF THE QUATERNARY NENERING FORMATION, PENGKALAN HULU, MALAYSIA Ulfa, Yuniarti; Rong Yu, Evonne Hooi; Kit, Ooi Cheng
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

Nenering Formation is essentially made up of semi-consolidated sediments, which are divided into basal conglomerate beds, conglomeratic sandstone, cross-bedded sandstone, and siltstone to muddy layers facies. It is overlie unconformable to the Berapit Formation, but conformable to the Kroh and Grik Formations. The stratigraphy of Nenering Formation is a fining upwards sequence where the thickness of conglomerate beds become thinner upwards and become thicker for conglomeratic sandstone. The thickness varies from 0.5 m to tenths of meters. The more sandy in the upper portion (cross-bedded sandstone) overlie with thin siltstone and mudstone facies. The clast and grain composition suggested that the material making up the sedimentary sequence were derived predominantly from the erosion of granitoid rocks and sedimentary and metamorphic rocks constitute a minor provenance. Imbrications and the trend sizes of clasts indicate that the palaeo-current flow toward northeast. Cross bedding that was found in conglomerate and sandstone indicates the main channel depositional environment. The sequence stratigraphy of this area match with the Saskatchewan fluvial braided channel model. Keywords: conglomerate, facies, fluvial, paleocurrent, stratigraphy, sedimentology
Studi Kualitas dan Potensi Pemanfaatan Airtanah Dangkal di Pesisir Surabaya Timur Wahyudi Wahyudi; Arief Setiyono; Onie Wiwid Jayanthi
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3644.849 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.1.1837

Abstract

Bagian timur wilayah pesisir merupakan salah satu daerah perkotaan yang berkembang pesat di Surabaya. Peningkatan populasi dan pertumbuhan industri telah mendorong meningkatnya permintaan untuk sumber daya alam, terutama air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas air tanah pesisir melalui pengukuran insitu dan analisis laboratorium, dan untuk mengetahui potensinya untuk dimanfaatkan sebagai sumber air untuk budidaya pesisir. Sampel air tanah dari 70 sampel stasiun telah diambil dari wilayah pesisir timur Surabaya. Pengukuran suhu,  pH, dan oksigen terlarut sampel dilakukan langsung insitu, dan pengukuran konsentrasi nitrat, nitrit, amonia, sulfida, dan fosfat telah dilakukan di Laboratorium Lingkungan ITS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pesisir di bagian barat dari wilayah studi, hanya daerah yang sangat kecil, dapat digunakan sebagai air minum, dan di hampir semua daerah pesisir timur Surabaya tidak diizinkan. Di bagian tengah dan selatan dapat dimanfaatkan sebagai sumber dari budidaya pesisir, namun di bagian utara tidak potensial, di daerah sentral menengah, dan di bagian selatan dikategorikan sebagai potensi tinggi. The eastern part of coastal area is one of the fast growing urban area in Surabaya. Increasing in population and industrial growth have driven increasing demands for natural resources, particularly water. The objectives of this study are to identify the quality of the coastal groundwater through insitu measurement and laboratory analysis, and to find out its potential to be utilized as a source of water for coastal aquaculture. Groundwater samples from 70 sampling stasiun have been taken from east Surabaya coastal area. Measurements of the temperature, pH, and dissolved oxygen of the samples were carried out directly insitu, and measurements of concentration of nitrate, nitrit, ammonia, sulphide, and posphate conducted in the Environmental Laboratory of ITS. The results show that coastal groundwater in west part of the study area, in only very small area, can be used as a drinking water, and in almost all area of the east Surabaya coastal area is not permitted. In the central and south part can be utilized as a source of the coastal aquaculture, however in the north part is not potential, in the central area is medium, and in the south part is categorized as a high potential.
IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI KADAR MINERALISASI URANIUM SECARA KUANTITATIF BERDASARKAN LOG GROSS-COUNT GAMMARAY DI SEKTOR LEMAJUNG, KALIMANTAN BARAT Muhammad, Adi Gunawan
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

Sektor Lemajung, merupakan salah satu sektorpotensial uranium di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Mineralisasi uranium dijumpai pada batuan metalanau dan metapelit sekistosan, dengan arah umum mineralisasi timur-barat miring ± 70⁰ ke utara sejajar dengan arah foliasinya (S1).Pemboran evaluasi telah dilaksanakan pada tahun 2013 di R-05 (LEML-40), dengan total kedalaman 300 meterdan telah dilakukan logging dengan menggunakan gross-count gamma ray pada lubang bor tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan kadar mineralisasi uranium dalam batuan secara kuantitatifdan mengetahui kondisi geologi di daerah sekitar pemboran. Metodologi penelitian meliputi penentuan nilai k-faktor, pemetaan geologi di sekitar lubang bor, penentuan ketebalan dan estimasi kadar mineralisasi uranium dengan gross-count gamma ray.Hasil estimasi kadar uranium dengan menggunakan loggross-count gamma ray dapat diketahui bahwa kadar eU3O8pada lubang bor R-05 (LEML-40) tertinggi mencapai 0,7493 ≈ 6354 ppm eU dijumpai pada interval kedalaman 30,10 – 34,96 m. Mineralisasiuranium hadir sebagai isian fraktur (urat) atau sebagai isian matrik breksi tektonik pada metalanau dengan ketebalan 0,1 – 2,4 m berasosiasi dengan sulfida (pirit) dan dicirikan dengan rasio U/Th yang tinggi. Kata kunci: identifikasi,estimasi, kadar mineralisasi U, log gross-count gamma ray

Page 2 of 20 | Total Record : 194