cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 141 Documents
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BLENDING OIL MINYAK KELAPA, MINYAK SAWIT DAN VIRGIN COCONUT OIL Silvia Silvia; Maherawati Maherawati; Suko Priyono
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7767

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisikokimia dan sensori blending oil minyak kelapa, sawit, dan VCO serta memperoleh karakteristik formulasi blending oil terbaik. Pengujian karakteristik fisikokimia dan sensori yakni kadar asam lemak bebas, titik asap, viskositas, warna (L, a*, b*), dan uji sensori (warna, aroma) dilakukan pada minyak sebagai bahan baku dan perlakuan formulasi blending oil. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu formulasi pencampuran minyak (F) dengan 5 taraf rasio formulasi yang berbeda dan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf 5%, jika berpengaruh nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis data uji sensori dilakukan dengan metode Kruskal wallis. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blending oil berpengaruh nyata terhadap viskositas dan warna minyak. Blending oil minyak kelapa:sawit:VCO 40:30:30 merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik fisikokimia dan sensori sebagai berikut: kadar asam lemak bebas 0,114%; titik asap 201 oC; viskositas 0,3 dPas; nilai L (kecerahan) 11,45; nilai a* (redness) -1,01; nilai b* (yellowness) 0,81; uji sensori warna 9,51 dan aroma 10,84.
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PRODUK MILK CHOCOLATE YANG DIFORMULASI DARI MILK CHOCOLATE COVERTURE DAN ANALOG YANG MENGGUNAKAN COCOA BUTTER SUBSTITUTE DAN CRUDE STEARIN Rosniati Kasim; Justus Elisa Loppies; Kalsum Kalsum; Khaerunnisa Khaerunnisa
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan formulasi yang optimal antara chocolate couverture dan chocolate analog yang dapat menghasilkan milk chocolate yang tidak mudah meleleh pada suhu ruang dan mengetahui karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, dan sifat organoleptiknya. Perlakuan pencampuran antara milk chocolate couverture dan milk chocolate analog adalah 25:75, 50:50, dan 75:25. Milk chocolate analog menggunakan 25% CBS, 22,5%CBS dan 2,5% crude stearin, 20% CBS dan 5% crude stearin, 15% CBS dan 10% crude stearin. Parameter yang dianalisa antara lain: viskositas, titik leleh, kadar air, polifenol, total lemak, asam lemak bebas, angka lempeng total, dan organoleptik (aroma, rasa, tekstur, dan penampakan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk milk chocolate yang tahan terhadap suhu panas (heat resistance chocolate) diperoleh dari perlakuan pencampuran 25% milk chocolate couverture dan 75% milk chocolate analog yang menggunakan 20% cocoa butter substitute dan 5% crude stearin dengan karakteristik viskositas 1,550,000 cP, titik leleh 34 oC, kadar air 1,24%, total lemak 40,75%, polifenol 0,455%, asam lemak bebas 0,49%, angka lempeng total 2,13 x 102 koloni/gram. Hasil uji organoleptik (aroma, rasa, tekstur, dan penampakan) berturut-turut: 3,95 (suka), 4,05 (suka), 4,15 (suka), dan 4,05 (suka).
STRUKTUR KRISTAL, MORFOLOGI, GUGUS FUNGSI, PROKSIMAT, POLIFENOL, FLAVONOID, TANNIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI BUBUK DAUN MEKAI (Pycnarrhena tumefacta Miers) Miftakhur Rohmah; Bernatal Saragih; Ratri Retno Utami; Kartika Sari; Anton Rahmadi
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7808

Abstract

Mekai (Pycnarrhena tumefacta Miers) merupakan tanaman yang telah digunakan sebagai penyedap rasa alami oleh masyarakat Dayak Kalimantan Timur secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kandungan flavonoid, fenol, untuk mengamati struktur kristal, morfologi, gugus fungsi, serta mengukur kandungan proksimat, polifenol, flavonoid, tanin, dan menguji aktivitas antioksidan serbuk daun mekai. Penelitian ini terdiri atas dua faktor yaitu jenis pengering dan waktu pengeringan dengan perbandingan penjemuran di bawah sinar matahari. Perlakuan tanin, dan antioksidan IC50 terhadap radikal 2,2′-azinobis(3-ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) pada keempat sampel terpilih. Karena teknik pembubukan sampel yang seragam, data difraktogram dari keempat sampel menunjukkan pola pembentukan puncak kristal yang hampir sama. Namun, bentuk kristal yang diamati dengan Scanning Electron Microscope mengungkapkan variasi retak dinding sel karena perbedaan perlakuan panas. Dengan perbesaran 500x dan 300x, beberapa pola retakan dapat diidentifikasi pada empat sampel, antara lain cavity, cracks, flaky microparticles, hollow holes, hollow tubules, ridged, pores, ridges, rupture, ruptured strands, shrinked cavity, and spongy formation. Puncak gugus aktif yang diamati berkisar antara 3500 hingga 2250 cm-1 dan ditafsirkan sebagai gugus hidroksil, metil, hidrokarbon, dan karbonil.
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KOPI MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) Iphov Kumala Sriwana; Budi Santosa; Hardian Kokoh Pambudi; Ulfa Eka Khapso
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7834

Abstract

Identifikasi kebutuhan pelanggan di masa yang akan datang, dapat diketahui dengan mengukur kinerja perusahaan pada saat ini. Tujuan penelitian adalah mengukur indeks kinerja rantai pasok agroindustri kopi di Desa Ciporeat, Cilengkrang, Kabupaten Bandung dengan menggunakan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengikuti 6 tahapan penelitian yaitu, mengidentifikasi jaringan rantai pasok level 1, menentukan tujuan rantai pasok, menentukan hierarki rantai pasok agroindustri kopi berdasarkan reliability dan responsiveness, melakukan perhitungan bobot menggunakan AHP, melakukan normalisasi data dan melakukan pengukuran kinerja rantai pasok agroindustri kopi. Hasil perhitungan normalisasi digunakan untuk perhitungan indeks kinerja. Hasil perhitungan kinerja menunjukkan bahwa kinerja rantai pasok agroindustri kopi di DesaCiporeat sudah sangat baik yaitu sebesar 96,5% (di atas 90%).
PROFIL PRODUKSI PEWARNA MERAH ANGKAK DENGAN MEDIA KOMPOSIT PADA BERAS IR 42 DAN TEPUNG BIJI KARET DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI STARTER Dinda Chandra Anggrayni; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7815

Abstract

Pembentukan pigmen warna merah “angkak” yang dihasilkan oleh M. purpureus memerlukan waktu relatif lama, dan diproduksi dalam jumlah yang sedikit karena merupakan metabolit sekunder. Upaya meningkatkan jumlah pigmen yang dihasilkan dilakukan dengan pengayaan media pertumbuhan M. purpureus. Tujuan penelitian ini  untuk mendapatkan perbandingan massa rasio media komposit dari (beras:tepung biji karet) dan konsentrasi starter yang menghasilkan pigmen warna tertinggi. Penelitian menggunakan kombinasi dua faktor perlakuan, yaitu perlakuan perbandingan massa rasio media komposit (beras:tepung biji karet) disingkat M, terdiri dari m0=(100:0)%; m1=(100:4)%; dan m2=(100:8)%, dan konsentrasi starter M. purpureus (S) terdiri dari s1=4%; s2=8% dan s3=12%. Analisis data menggunakan ANOVA (α=5%) dan dilanjutkan uji BNJ (α=5%) bila berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen ekstrak angkak tertinggi terdapat pada media komposit beras dengan media komposit (beras:tepung biji karet) dengan massa rasio (100:0)% dan konsentrasi starter 4% yaitu 7,215%. Jenis media komposit dan konsentrasi starter yang sama juga yang menunjukkan nilai intensitas pigmen merah tertinggi yaitu nilai 0,172 AU/g dan kelarutan pada suhu 100℃ sebesar 0,673 AU/g. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa media komposit beras:tepung biji karet (100:0)% dan konsentrasi starter M. purpureus 4% menghasilkan rendemen, nilai intensitas pigmen dan kelarutan pigmen angkak terbaik.
THE USE SKIN STARCH OF JACKFRUIT (Artocarpus heterophyllus) AND CHITOSAN IN A BIOPLASTIC PRODUCTION WITH THE ADDITION OF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) AS PLASTICIZER Hamsina Hamsina; Indra Jaya; Nani Anggraini; Andi Tenri Fitriyah; Ruslan Hasani
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7821

Abstract

This study aims to determine the best concentration on the comparison of jackfruit skin starch and chitosan with the addition of virgin coconut oil (VCO) as a plasticizer and the characteristics of bioplastics. The research method consisted of the following steps: extracting jackfruit skin starch using two processes, namely the delignification process and the bleaching process. The production of bioplastics was carried out with the following treatments: Jackfruit skin starch: chitosan, each with a ratio of P1= 100%:0%; P2 = 85%:15%; P3 = 70%:30% and P4 = 55%:45% with the addition of VCO of 10% of the total starch of jackfruit skin and chitosan and stirred for 1 hour until homogeneous. The resulting solution was then printed on a glass mold with a size of 20 x 15 cm and dried in an oven at 60oC for 6 hours. The bioplastics were cooled at room temperature for 6 hours then removed from the glass plate and stabilized in a desiccator before being analyzed. Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatment levels and three replications. The results showed that the addition of chitosan and VCO had a very significant effect (p<0.05) on the characteristics of bioplastics. The best treatment ratio was obtained in the ratio of jackfruit skin starch: chitosan 55%:45% with each thickness value of 0.1682 mm, tensile strength of 0.5933 MPA, 20% water absorption and 50% biodegradability test which can be degraded for 3 weeks.
KARAKTERISASI BERAS PORANG ANALOG DENGAN PENAMBAHAN PATI AREN DAN MAIZENA Dila Safira; W. Suryaningsih
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v18i1.7925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pati aren dan maizena terhadap sifat kimia, fisik dan organoleptik beras porang analog dan mengetahui pengaruh kombinasi yang terbaik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 9 perlakuan  yang diulang sebanyak 3 kali. Kemudian dianalisis menggunakan analisis varian dan selanjutnya dilakukan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan  pati aren dan maizena berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat, kadar pati, kecerahan warna L*, daya serap air, waktu pemasakan, warna mutu hedonik, tekstur mutu hedonik, rasa mutu hedonik dan kenampakan mutu hedonik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna merah a*, warna kuning b* dan aroma mutu hedonik beras porang analog. Kombinasi pati aren 20% dan maizena 20% menghasilkan beras porang analog terbaik dengan kriteria mutu hedonik warna cokelat cerah (4.64), rasa porang lemah (4.71), kenampakan baik (4.65), aroma porang agak kuat (3.20), kadar air 7.74%, kadar abu 3.40%, kadar serat 17.62%, kadar pati 66.52%, kecrahan warna L* (31.19), warna merah a* (5,23), warna kuning b* (3.33), daya serap air 146.65%, dan waktu pemasakan 3.29 menit.Kata kunci:beras analog, maizena, pati aren, tepung porang.
AKTIVITAS ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI FUNGISIDA TERHADAP PATOGEN GUGUR DAUN KARET Pestalotiopsis sp. Iman - Suswanto; Jones P. Silitonga; Indri Hendarti
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v18i1.7844

Abstract

Ledakan penyakit gugur daun Pestalotiopsis pada karet menjadi kendala utama produksi karet. Gejala penyakit berupa daun bagian bawah menguning dan rontok diikuti penurunan produksi latek. Pengendalian cendawan Pestalotiopsis sp. belum banyak dilaporkan, salah satu alternatif penggunaan asap cair. Penelitian ini bertujuan memperoleh agen pengendali berupa asap cair tempurung kelapa dan menentukan konsentrasi mematikan 50% (LC50) pada Pestalotiopsis sp. Tempat pelaksanaan penelitian di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pengujian efikasi asap cair menggunakan metode peracunan makanan. Perlakuan berupa konsentrasi asap cair terdiri atas 0; 0,2; 0,4; 0,8; 1,2 dan 1,6%. Perlakuan disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak sepuluh kali. Masa inkubasi pertumbuhan cendawan uji dilakukan selama 7 hari setelah inokulasi. Analisis data penghambatan asap cair terhadap pertumbuhan cendawan berupa analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asap cair dapat menghambat pertumbuhan miselium cendawan mulai pada konsentrasi 0,2% dan 1,6% berturutturut sebesar 20 dan 89,38%. Adapun hubungan penghambatan konsentrasi asap cair dengan pertumbuhan miselium mengikuti persamaan regresi y= 2,9204x – 6,6156 dengan standar determinasi 83%. Berdasarkan model tersebut LC50 diperoleh sebesar 1,3%.
SENSORY CHARACTERISTICS AND CHEMICAL PROPERTIES OF COFFEE LEAF TEA (Coffea sp) AS A FUNCTIONAL BEVERAGES Andi Abriana; Saiman Sutanto; Andi Tenri Fitriyah; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Ahmad Muktafi Hadi; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v18i1.7929

Abstract

: Coffee leaves can be processed into functional beverages because they have a fairly high tannin content and a taste that is no less delicious than coffee beans so that they can be used as a substitute for tea leaves in the processing of coffee leaf tea. Red ginger can be added to coffee leaf tea because it is beneficial for health as an antioxidant and can increase endurance.  This study aims to: (1) Examine the effect of the concentration of coffee leaf comparison with red ginger on coffee leaf tea processing and (2) Examine the sensory characteristics of coffee leaf tea with the addition of red ginger. The research treatment was coffee leaves with concentrations (100%, 70%, 60%, 50%) and red ginger powder with concentrations (0%, 30%, 40%, 50%). Data analysis using a Complete Randomized Design (RAL), with four treatment levels and three repeats. The results of study obtained the best treatment with a ratio of coffee leaves 50%: red ginger 50% in terms of aroma 3.87 (likes), color 3.31 (likes), flavors without sugar 3.08 (likes), flavors of sugar addition 3.93 (likes), water content 3.46%, and ash content 5.26 %, The water content, ash content and color of coffee leaf tea with the addition of red ginger produced in this study meet SNI 03-3836-2012.
IMPACT OF ADDING NKL AND FERMIPAN YEAST: MICROBIAL POPULATION AND DISCOLORATION OF COCOA BEAN “ASALAN” CHIPS DURING FERMENTATION Hermiza Mardesci; Ratri Retno Utami; Mulono Apriyanto
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v18i1.8018

Abstract

The study aims to determine the effect of adding microbes to the fermentation process of "Asalan" cocoa beans on their quality. Three treatments were applied: the first treatment (A0) served as the control without any microbe addition; the second treatment (A1) involved the addition of NKL and fermipan yeasts at the beginning of fermentation; and the third treatment (A2) included the addition of 1% fermipan yeast initially, followed by 1% NKL yeast after 24 hours. Seed discoloration was evaluated using the Cut Test, while microbial populations were analyzed using the Pour Plate Method. The results showed that at 24, 48, and 72 hours of fermentation, treatment A2 had the highest populations of S. cerevisiae (12.55 x 10-7 cfu/g), L. lactis (12.53 x 10-7 cfu/g), and A. aceti (12.13 x 10-7 cfu/g) among the three treatments. The highest percentage of cocoa bean chips (97.01%) was also observed in treatment A2. Based on the findings, it can be concluded that treatment A2 enhances the population growth and induces a brown color change in cocoa beans