cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 141 Documents
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN UNTUK SUBSTITUSI BAHAN PEWARNA ALAMI BATIK Edi Eskak; Irfa'ina Rohana Salma
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6331

Abstract

Produk batik warna alam sedang mengalami tren seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri dan lingkungan hidup. Pewarna alami memiliki kelebihan yaitu aman untuk kesehatan, aman dalam proses pengerjaannya, tidak mencemari lingkungan, serta tidak perlu impor. Pewarna sintetis lebih praktis penggunaannya, namun berdampak kurang baik terhadap kesehatan, limbahnya termasuk berbahaya dan mencemari lingkungan, serta merupakan bahan impor. Kendala pewarna alami untuk batik adalah masih terbatasnya pasokan bahan karena masih mengambilnya dari kebun atau hutan. Oleh karena itu perlu dicari pewarna alami dari sumber lain yang persediaannya melimpah dan kontinyuitas pasokannya lancar yaitu pemanfaatan limbah perkebunan. Kajian ini bermanfaat untuk mengetahui jenis-jenis limbah perkebunan yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pewarn alami batik. Limbah dipilih dari sisa buangan dari proses pengupasan buah dan limbah buangan dari pemeliharaan tanaman, sehingga murah dan tidak merusak tanaman produktif.  
STABILITAS ZAT WARNA ANTOSIANIN BIJI KAKAO PADA BERBAGAI KONDISI KOPIGMENTASI justus elisa loppies; Medan Yumas; Endang Sri Rejeki; Alfrida Lullung Sampebara; Kaherunnisa Kaherunnisa
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6611

Abstract

Antosianin  tergolong senyawa berpigmen yang banyak terkandung dalam biji kakao. Senyawa ini memiliki warna yang tidak stabil dan mudah terdegradasi oleh faktor keasaman, pencahayaan, suhu, oksidasi maupun proses penanganan.Untuk mencapai kestabilan, antosinanin perlu dikendalikan dengan metode kopigmentasi yaitu dengan mereaksikan bahan penguat sebagai kopigmen dengan antosianin agar tidak mudah terdegradasi. Bahan kopigmen yang digunakan adalah asam galat dengan rasio perbandingan 1:0 -1:3 yang diberi perlakuan suhu 60 – 90 0C selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak antosinin yang dikopigmen dengan asam galat 1:2 – 1:3 dapat mengatasi instabilitas warna pada suhu 60 - 70 0C. Efek kopigmentasi menghasilkan warna dengan intensitas yang tinggi dan stabil dibanding dengan antosianin yang tidak dikopigmentasi. Intensitas tertinggi adalah 0,336 – 0,387 pada suhu 60-70 0C dengan kecerahan (L*) 22,63 pada rasio 1:1. Warna dominan adalah kemerahan (a*) melebihi kekuningan (b*) terjadi pada rasio 1:2 dengan nilai 12,37 dan 8,6. Pergeseran warna terkecil (ΔE) adalah 66,93 – 67,15 pada rasio 1:1 dan 1:2.            
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BIJI KAKAO (Theobroma Cacao L.) MELALUI TAHAP PENANGANAN PASCAPANEN (ULASAN) Sri Hartuti; Juanda Juanda; Rita Khatir
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6318

Abstract

Penanganan pascapanen kakao merupakan salah satu tahapan penting untuk meningkatkan kualitas kakao, agar diperoleh biji kakao yang kualitasnya memenuhi standard yang berlaku (SNI 2323-2008/ Amandemen 1-2010) dan permintaan konsumen. Pemeraman buah kakao, fermentasi dan pengeringan biji kakao memiliki pengaruh penting terhadap pembentukan karakteristik prekursor rasa kakao. Pemeraman buah kakao bertujuan untuk mengurangi lapisan pulp dan membentuk ruang kosong dalam tumpukan biji kakao, sehingga oksigen dapat masuk ke dalam tumpukan biji selama fermentasi, dan mempercepat proses fermentasi, menurunkan kadar air, polifenol, dan keasaman, serta mempengaruhi kualitas fermentasi dan penampilan biji. Fermentasi biji kakao bertujuan untuk menghasilkan senyawa-senyawa calon pembentuk citarasa khas cokelat dan mempengaruhi kualitas dan penampilan biji kakao. Selanjutnya, pengeringan biji kakao bertujuan untuk menurunkan kadar air biji kakao, membentuk citarasa dan menentukan karakteristik kualitas kakao.
KARAKTERISTIK MILK CHOCOLATE COUVERTURE DAN MILK CHOCOLATE ANALOG MENGGUNAKAN COCOA BUTTER SUBSTITUTE (CBS) DAN CRUDE STEARIN DARI MINYAK KELAPA SAWIT Rosniati Kasim; Kalsum Kalsum; Anwardi Efendi; Jamilah Jamilah
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6344

Abstract

Abstrak: Penelitian karakteristik milk chocolate  couverture dan milk chocolate  analog menggunakan cocoa butter substitute (CBS) dan crude stearin  dari minyak sawit  telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik milk chocolate couverture dan milk chocolate analog dengan menggunakan CBS dan crude stearin dari minyak sawit. Penelitian  ini terdiri  dari  5 perlakuan  yaitu :   MCK (milk chocolate couverture dengan penambahan lemak kakao 25 %),  MCA0  (milk chocolate analog dengan CBS 25 % dan crude stearin 0 %), MCA1 (milk chocolate analog dengan CBS 22.5 % dan crude stearin 2.5 %), MCA2  (milk chocolate analog dengan   CBS 20 % dan crude stearin 5,0 %),   MCA3 (milk chocolate analog denga CBS 15 % dan crude stearin 10,0 %). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan analisis data secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas dan titik leleh  milk chocolate analog lebih tinggi dari pada milk chocolate couverture, sebaliknya kadar air dan kandungan total lemak milk chocolate couverture lebih tinggi dibanding milk chocolate analog. Semakin tinggi konsentrasi crude stearin yang ditambahkan pada adonan milk chocolate analog, semakin tinggi pula viskositas dan titik lelehnya, demikian pula dengan tekstur dan penampakannya semakin disukai oleh penelis, namun pada penambahan konsentrasi 10 % crude stearin pada milk chocolate analog (MCA3)menyulitkan adonan pada proses pencetakan.  Aroma dan rasa semua produk milk chocolate pada umumnya disukai oleh panelis, tetapi milk chocolate analog dengan penambahan 2,5 % crude stearin (MCA1) lebih disukai oleh panelis. Kata Kunci : milk chocolate couverture, milk chocolate analog, cocoa butter substitute, dan crude stearin. 
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI ASAM FERULAT SECARA ALKALI DARI SERAT MESOKARP SAWIT MENGGUNAKAN METODE PERMUKAAN RESPON Sukma Budi Ariyani; Mohamad Rusdi Hidayat; Haqqifizta Ratihwulan; Agus Sri Mulyono
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6134

Abstract

Seiring dengan meningkatnya industri minyak sawit di Indonesia, meningkat pulajumlah limbah yang dihasilkan. Serat mesokarp sawit merupakan salah satu limbah padat berlignin tinggi yang dihasilkan oleh industri ini. Salah satu senyawa fenolik yang terikat dengan lignin adalah asam ferulat. Asam ferulat bernilai tinggi karena banyak digunakan diberbagai industri seperti farmasi, kosmetik, hingga makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH (X1), waktu perendaman di dalam NaOH (X2) dan waktu saat autoklaf (X3) terhadap respon berupa kadar asam ferulat yang diperoleh pada proses ekstraksi alkali dari serat mesokarp sawit menggunakan metode permukaan respon (RSM). Persamaan model regresi yang diperoleh adalah : Y = 38,87 – 28,8(X1) – 1,69(X2) –1,741(X3) + 0,385(X22) – 0,20(X1X2) + 2,078(X1X3) + 0,0276(X2X3). Hasil prediksi kondisi optimal yang diperoleh adalah pada variabel waktu autoklaf 30 menit, konsentrasi NaOH 1M dan waktu perendaman 9 jam dengan menghasilkan respon asam ferulat sebesar 41,84 mg/L. Berdasarkan hasil validasi, pada kondisi optimal tersebut menghasilkan asam ferulat sebesar 46,45 mg/L.Kata kunci: Asam ferulat, ekstraksi alkali, serat mesokarp sawit, RSM
ANALISIS MUTU ORGANOLEPTIK KOPI BUBUK ARABIKA (Coffea arabica) BITTUANG TORAJA Andi Tenri Fitriyah; Dody Kape; Baharuddin Baharuddin; Ratri Retno Utami
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v16i1.6902

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) mempunyai mutu cita rasaterbaik dibandingkan jenis kopiyang lain, dengan ciri biji berbentuk putih kehijauan dan daun hijau tua. Secara umum,pengolahan kopi di Indonesia terdiri dari pengolahan secara kering, secara basah, dan luwak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kopi arabika secara organoleptik (warna, tekstur,aroma, rasa) melalui proses pengolahan bahan baku (kering, basah, luwak). Berat biji kopiarabika untuk masing-masing perlakuan adalah 1000 gram. Setelah dilakukan prosespengolahan, biji kopi disangrai dan digiling, dilakukan analisis rendemen dan kadar air, kemudiandilakukan penyeduhan dengan air panas 500 mL. Setelah itu dilakukan pengamatan sensori(warna, tekstur, aroma, rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi padaperlakuan luwak yaitu 95,7% dan kadar air yang tertinggi pada perlakuan kering yaitu 4,86%,dimana kadar air ini sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu maksimal7%. Berdasarkan uji organoleptik, warna terbaik adalah perlakuan basah dengan nilai sebesar4,49; tekstur terbaik adalah perlakuan kering sebesar 3,85; dan aroma serta rasa terbaik adalahperlakuan luwak dengan nilai masing-masing sebesar 5,17 dan 3,83.
POTENSI KOMODITI HASIL PERKEBUNAN SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK DISINFEKTAN ALAMI (ULASAN) Dwi Indriana; Irwan Syakari; Andi Nur Amalia; Rahayu Wulandari
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v16i1.6848

Abstract

Berbagai cara telah dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan penggunaan disinfektan untuk mensterilisasi permukaan benda yangsering disentuh oleh manusia. Umumnya disinfektan mengandung alkohol, klorin, dan hidrogenperoksida. Namun, penggunaan bahan kimia dalam disinfektan dikhawatirkan akan memicurisiko kesehatan dikemudian hari karena senyawa tersebut dapat bersifat karsinogenik(beracun) apabila terhirup oleh pernapasan manusia dalam jangka panjang hingga dapatmenimbulkan iritasi dan peradangan. Selain bahan-bahan kimia, beberapa bahan alami jugadapat digunakan sebagai bahan pembuat disinfektan. Namun, perlu dilakukan penelitian lebihlanjut keefektifannya dalam membunuh mikroorganisme. Ulasan ini bertujuan untuk mengetahuipotensi hasil perkebunan sebagai antivirus. Beberapa penelitian menyebutkan bahwakandungan dalam bahan alam seperti eugenol pada cengkeh, piperin pada lada hitam, asamlaurat pada kelapa, dan flavonoid quercitrin pada Eucalyptus globulus dapat digunakan sebagaizat antivirus.
PROFIL SENSORI ES KRIM BERBAHAN MINYAK SAWIT DAN MINYAK INTI SAWIT SERTA BERANEKA FLAVOR Hasrul Abdi Hasibuan; Aga Prima Hardika; Annisa Fitri
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v16i1.6860

Abstract

Umumnya, lemak yang digunakan dalam pembentukan tekstur es krim adalah lemaksusu, kemudian berkembang menggunakan lemak terhidrogenasi. Namun, lemak terhidrogenasikemungkinan mengandung asam lemak trans. Penggunaan minyak bebas lemak trans menjadipilihan seperti minyak sawit dan minyak inti sawit. Minyak sawit berpotensi digunakan dalampembuatan es krim karena berbentuk semi padat dan mengandung asam lemak jenuh dan takjenuh seimbang. Sementara itu, minyak inti sawit mengandung medium-chain triacylglycerol(MCT) terdiri atas asam lemak rantai menengah. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi eskrim dengan memvariasikan jumlah lemak (8-14%), susu bubuk (10-16%), gula (11,6-17,6%),emulsifier (0,25-0,75%), stabilizer (0,25-0,75%) dan jenis minyak (minyak sawit, minyak inti sawitatau campurannya). Penambahan aroma dan rasa alami dalam pembuatan es krim juga dikajimenggunakan kakao bubuk, cokelat susu, santan kelapa, buah durian, naga dan mangga.Formula es krim memiliki kesukaan tertinggi adalah campuran minyak sawit: minyak inti sawit(50:50) 10%, susu bubuk 16%, gula 11,6%, emulsifier 0,25%, stabilizer 0,75%, vanilla 0,1%, danair 61,3%. Penggunaan aroma dan rasa alami menghasilkan es krim bervariasi rasa dan aromayang disukai oleh panelis.
PENGARUH KOMPOSISI NIBS KAKAO TERHADAP WARNA, KADAR ASAM DAN PENERIMAAN PANELIS PADA PRODUK COKELAT SUSU Nurhafsah Tiro; Rahmi Hanuddin; Ida Andriani; Fitriawaty Fitriawaty; Asriani I Laboko; Saskiyanto Manggabarani
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v16i1.6861

Abstract

Kualitas produk kakao dipengaruhi oleh perubahan kandungan senyawa kimia dari bijikakao. Kualitas biji kakao dan tahap proses pengolahannya termasuk proses fermentasi memilikiketerkaitan terhadap kandungan asam lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh campuran berbagai komposisi nib kakao terhadap warna, kadar asam dan penerimaanpanelis. Komposisi perlakuan yang digunakan fermentasi (F) dan tanpa fermentasi (TF) adalah(100% F), (80% F: 20% TF), (60% F: 40% TF), (40% F: 60% TF), (20% F: 80% TF), (100% NF),dan (100% asalan). Parameter pengamatan adalah warna cokelat susu dengan menggunakanCromameter Minolta CR-400, analisis persentase luasan kandungan asam denganmenggunakan GC-MS (Qp2020 Ultra Shimadzu) dan analisis panelis untuk rasa dan teskstur.Hasil penelitian diperoleh warna cokelat yang merata dan lebih gelap pada perlakuan 40% F:60% TF. Persentase luas kandungan asam paling besar terdapat pada perlakuan 100% asalandan tidak berbeda secara nyata dengan perlakuan 100% TF akan tetapi berbeda secara nyatadengan perlakuan lainnya. Tingkat kesukaan tekstur pada perlakuan 80% F: 20% TF denganskala hedonic 3,03 dan rasa yang disukai panelis pada perlakuan 20% F: 80% TF dengan skalahedonic 2,79.
PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN MIKROSTRUKTUR KARBON AKTIF PELEPAH KELAPA SAWIT Suherman Suherman; Moraidah Hasanah; Rudi Ariandi; Ilmi Ilmi
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v16i1.6654

Abstract

Karbon aktif adalah senyawa karbon yang telah ditingkatkan daya adsorbsinyadengan melakukan proses karbonasi dan aktivasi. Proses ini bertujuan untuk menghilangkanhidrogen, air, dan gas-gas pada permukaan aktif dan mengakibatkan perubahan fisik. Karbonaktif dapat digunakan dalam proses penjernihan air, mengurangi intensitas warna air, menyeraploga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu aktivasi pada karakteristik karbonaktif dari pelepah sawit untuk penjernih air. Pelepah sawit dikeringkan di dalam oven pada suhu105 oC selama 3 jam. Pengarangan (tahap karbonasi) pelepah sawit dengan oven pada suhu500 oC selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan proses aktivasi dengan variasi suhu 300-700 oCdengan waktu penahanan 30 menit. Karbon aktif pelepah sawit dibersihkan dari abu dengandicuci menggunakan air aquadest dan dikeringkan. Air sumur galian lalu dicampur dengankarbon aktif pelepah sawit. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pH, suhu, warna TDS,kekeruhan, bau, logam Fe dan logam Al. Hasil penelitian mempunyai karakteristik sesuaidengan standar SNI No 06-3730-1995 adalah perlakuan dengan suhu aktivasi 500 oC.

Page 11 of 15 | Total Record : 141