cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 804 Documents
Ekstraksi Asam Miristat asal Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) dan Limbah Industri Olahannya Eddy Sapto Hartanto; Rhoito Frista Silitonga
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.072 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3833

Abstract

Biji pala mengandung fixed oil sebesar 20 – 40% yang tersusun dari asam miristat, trimiristin dan gliserida dari asam laurat, stearat dan palmitat, yang memiliki aktivitas sebagai anti oksidan, anticonvulsant, analgesik, antiinflamasi, antidiabet, antibakteri dan antijamur. Limbah pengolahan minyak atsiri asal biji pala saat ini belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam miristat yang berasal biji dari biji pala dan limbah industri olahannya, melalui proses ekstraksi menggunakan heksana dan hidrolisis menggunakan KOH-alkohol. Berdasarkan hasil analisa, komposisi asam miristat dalam biji pala yaitu sekitar 23 %, sedangkan dalam limbah pengolahan pala yaitu sekitar 6,5%. Hasil ekstraksi asam lemak dari biji pala dan limbah pengolahan pala, menghasilkan asam miristat dengan komposisi masing-masing lebih dari 85% .
Pengembangan Modifikasi Pengolahan Fruit Leather dari Puree Buah-buahan Tropis Nami Lestari; Rochmi Widjajanti; Lukman Junaidi; Mirna Isyanti
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.666 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3802

Abstract

Buah-buahan di Indonesia beragam jenisnya, umumnya buah dikonsumsi segar. Pada saat buah-buahan berlebihan, perlu diolah menjadi produk awetan, diantaranya produk fruit leather. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses produksi fruit leather dari beberapa buah tropis segar dan puree untuk peningkatan kualitas produk fruit leather. Penelitian terdiri dari penelitian pendahuluan untuk pencarian formulasi serta kondisi optimum proses (suhu dan lamanya pengeringan) dan penelitian lanjutan ditujukan untuk membuat produk fruit leather menggunakan bahan baku yang berbeda yaitu puree dan buah segar mangga gedong, mangga arumanis, jambu biji, dan strawberry. Formulasi dan kondisi proses berdasarkan pengolahan terbaik dari penelitian pendahuluan, lalu dilakukan uji organoleptik, dan uji mutu produk. Dari hasil penelitian didapat formula terbaik menggunakan gula (campuran gula kristal putih dan bubuk glukosa) serta bahan pengisi bubuk agar-agar. Proses pembuatan fruit leather terbaik adalah agar-agar dimasak bersama air sampai mendidih, dicampur dengan pure buah, gula pasir, bubuk glukosa, asam sitrat dan margarin cair, dihancurkan dengan menggunakan blender, dihamparkan di loyang yang telah dialasi plastik tipis, dikeringkan pada excalibur dehydrator pada suhu 480 selama 18 jam, produk dipotong-potong dan dikemas dalam plastik atau alumnium foil. Bahan baku terbaik untuk campuran fruit leather adalah buah mangga gedong segar, buah strawberry segar dan puree jambu biji.
Rancang Bangun Mesin Parut Kelapa dengan Menggunakan Bahan Bakar Gas Achmad Rijanto; Imaduddin Bahtiar Efendi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.864 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4316

Abstract

Penggunaan bahan bakar gas pada mesin parut kelapa merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan bahan bakar gas sebagai bahan bakar alternatif pada mesin parut kelapa berbahan bakar minyak. Bahan bakar gas yang digunakan pada penelitian ini adalah Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg. Tujuan penelitian ini adalah merancang mesin parut kelapa berbahan bakar gas, dan menganalisis konsumsi bahan bakar gas, biaya bahan bakar gas serta kecepatan produksi parutan daging buah kelapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perancangan dan eksperimental. Eksperimen dilakukan untuk mengukur banyaknya bahan bakar gas yang dipakai, dan banyaknya produksi parutan daging buah kelapa. Hasil dari penelitian ini adalah mesin parut kelapa berbahan bakar gas dengan dimensi ukuran panjang 560 mm, lebar 340 mm, tinggi 610 mm, konsumsi bahan bakar gas sebesar 0,136 kg/jam - 0,152 kg/jam, biaya bahan bakar gas yang dipakai sebesar Rp. 816,-/jam – Rp. 912,-/jam dan kecepatan produksi parutan daging buah kelapa sebesar 11,765 kg/jam - 12,647 kg/jam.
Pemanfaatan Ganyong (Canna edulis KERR) sebagai Bahan Baku Sohun dan Analisis Kualitasnya. Hasanah, Fitri; Hasrini, Reno Fitri
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.341 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4268

Abstract

Ganyong merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat. Pati ganyong mempunyai karakteristik yang cocok untuk dijadikan sohun sehingga dapat meningkatkankan nilai tambah ganyong. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sohun dari ganyong dan membandingkan kualitasnya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sohun (SNI 01-3723-1995). Perlakuan dalam penelitian ini adalah variasi rasio pencampuran tepung ganyong dan air dengan 3 variasi yaitu 1:1, 1:1,5, 1:2. Untuk mengetahui kualitas sohun ganyong dilakukan analisis sesuai SNI sohun (SNI 01-3723-1995) yaitu keadaan (bau, rasa dan warna), daya tahan, air, abu serta cemaran logam (timbal, raksa, arsen). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa formula terbaik pembuatan sohun ganyong adalah perbandingan tepung ganyong dan air sebesar 1:1. Bau, rasa dan warna dari sohun pati ganyong masih dalam keadaan normal menurut SNI sohun (SNI 01-3723-1995) meskipun demikian warna yang dihasilkan masih sedikit lebih gelap dibandingkan sohun dari beras. Cemaran logam yaitu timbal, raksa dan arsen dari sohun ganyong telah memenuhi batas maksimum Peraturan BPOM. Namun untuk parameter kadar air masih belum memenuhi memenuhi syarat mutu SNI sohun (SNI 01-3723-1995) sehingga masih perlu perbaikan proses terutama pada proses pencetakan dan pengeringannya. 
Pembuatan Media Uji Mikrobiologi Siap Pakai dari Bahan Baku Lokal Indonesia untuk Pengujian Parameter Angka Lempeng Total Eddy Sapto Hartanto; Santi Ariningsih
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.154 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4267

Abstract

Saat ini kebutuhan media uji Plate Count Agar(PCA) produk impor, yang harganya relatif mahal. Diperlukan PCA produk lokal berbahan baku lokal Indonesia untuk mengurangi beban biaya uji laboratorium yang membutuhkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pembuatan formulasi media PCA berbahan baku lokal, terutama bahan tepung agar-agar. Formulasi yang dilakukan adalah penggunaan bahan tepung agar-agar lokal dengan Gel Strenght (GS) 800, 900 dan 1000 gr/cm2, serta agar-agar kertas yang dibuat di laboratorium. Hasil analisis viskositas, pH dan pengamatan secara visual agar-agar kertas yang dibuat, untuk uji coba pendahuluan masih belum sesuai sebagai bahan formulasi pembuatan PCA, namun untuk agar-agar GS 800, GS 900 dan GS 1000 gr/cm2 memenuhi persyaratan SNI 2802:2015 (SNI Tepung Agar-agar) dan memenuhi persyaratan spesifikasi agar-agar untuk keperluan uji mikrobiologi berdasarkan persyaratan Indian Standard (1973). Sedangkan uji T-test pada tingkat signifikansi 5 % (0,05) atau dengan tingkat kepercayaan 95%, pada analisis produk PCA berbahan baku agar-agar lokal dengan GS 800 gr/cm2, dengan pembanding PCA komersial (import) menunjukkan bahwa, formula I (bahan baku agar-agar GS 800 gr/cm2), tidak berbeda nyata dibandingkan dengan PCA komersial pada uji penumbuhan biakan murni E. coli, baik konsentrasi rendah maupun medium, sehingga formula I, direkomendasikan sebagai formula terbaik, dibandingkan dengan formula lainnya.
Kualitas Tempe Kedelai pada Berbagai Suhu Penyimpanan Aris Purwanto; Weliana Rudi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.102 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4297

Abstract

Tempe merupakan produk olahan basah tradisional hasil fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus sp. yang memiliki keterbatasan pada umur simpan. Karakteristik tempe pada berbagai kondisi suhu penyimpanan menjadi penting untuk diketahui dalam rangka mencari metode yang sesuai untuk memperpanjang masa simpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik tempe segar pada berbagai suhu penyimpanan. Suhu penyimpanan yang digunakan adalah 5, 15oC dan suhu ruang sebagai kontrol. Parameter kualitas yang diamati yaitu laju respirasi, susut bobot, kekerasan, kandungan protein, dan perubahan warna. Berdasarkan hasil pengukuran, suhu penyimpanan 5oC menghasilkan laju respirasi paling rendah dan parameter kualitas yang paling baik. Umur simpan produk pada suhu 5, 15oC dan suhu ruang masing-masing adalah 13, 5 dan 2 hari.  
Isolasi Senyawa β-Karoten dari Minyak Kelapa Sawit Mentah (Elaeis Guineensis Jacq.) dengan Metode Kromatografi Kolom Terbuka Hendra Wijaya; Ning Ima Arie Wardayanie; Rizki Maryam Astuti; Rahmad Arif
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.418 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.3977

Abstract

Minyak kelapa sawit mentah dapat dijadikan sebagai sumber β-karoten karena jumlahnya yang melimpah dan tingginya kadar β-karoten. Penelitian ini bertujuan mengisolasi β-karoten minyak sawit mentah (Elaeis guineensis Jacq.) dengan metode kromatografi kolom terbuka. Ekstraksi total karotenoid dilakukan dengan metode transesterifikasi-adsorpsi-desorpsi dan metode saponifikasi. Variabel yang diteliti pada metode transesterifikasi-adsorpsi-desorpsi adalah perbandingan kaolin terhadap metal ester-nya yaitu rasio 1:2, 1:3, 1:4 sedangkan variabel pada metode saponifikasi adalah waktu saponifikasi 0, 30 menit dan 60 menit. Hasil ekstrak total karotenoid dari metode yang terbaik dilanjutkan isolasi dengan kromatografi kolom terbuka. Hasil ekstrak dan isolat dikarakterisasi dengan kromatografi lapis tipis, spektrofotometer UV-VIS dan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi saponifikasi pada suhu 56 °C selama 60 menit menghasilkan recovery β-karoten paling tinggi yaitu sebesar 80.90% dan berbeda secara statistik dengan perlakuan lainnya. Isolasi β-karoten dengan kromatografi kolom terbuka dilakukan dengan eluen heksana, aseton, etil asetat dan metanol (27:4:2:2), isolat yang dihasilkan memiliki Rf yang sama dengan standar dan absorbansi maksimum pada panjang gelombang yang berdekatan dengan standar. Konsentrasi β-karoten yang diperoleh adalah 178.43 ± 20.37 ppm dengan % recovery 78.09%.
Lembar Awal WIHP Vol 35 No.2 2018 - -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.084 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4495

Abstract

- Susunan Dewan Redaksi- Daftar Isi- Lembar Abstrak
Studi Senyawa Aroma Ekstrak Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) dari Beberapa Pelarut Menggunakan Gas Chromatography - Mass Spectra (GC-MS) Rienoviar Rienoviar; Dwi Setyaningsih
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.915 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4292

Abstract

Andaliman merupakan tanaman hutan yang mengandung senyawa aroma fungsional. Andaliman dimaserasi menggunakan 3 macam pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda. Pelarut tersebut yaitu etanol, etil asetat dan campuran etanol dan etil asetat. Maserasi dilakukan selama 24 jam yang disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 0 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rendemen ekstraksi dan mendapatkan ekstrak yang mempunyai susunan senyawa aroma mirip dengan andaliman segar berdasarkan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan rendemen diperoleh dari ekstrak yang dimaserasi dengan pelarut etanol, kemudian campuran etanol dan etil asetat, etil asetat. Sedangkan analisis sensori menunjukkan bahwa ekstrak dari campuran etanol dan etil asetat mendapat skor tertinggi karena mempunyai aroma mirip dengan andaliman segar. Analisis dengan GC-MS terhadap ekstrak yang memiliki senyawa aroma mirip dengan andaliman segar diperoleh bahwa geranil asetat dan sitronelal merupakan komponen aroma utama. Hasil pengamatan tambahan diketahui bahwa geranil asetat dan sitronelal merupakan senyawa utama juga dari ekstrak alkohol dan etil asetat dan pencampuran pelarut etanol dan etil asetat juga meningkatkan rendemen kelompok senyawa ester, alkana dan aldehid. 
Lembar Akhir WIHP Vol. 35 No. 2 2018 -, -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i2.4496

Abstract


Filter by Year

1984 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue