cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 804 Documents
Lembar Belakang - -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.657 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.5338

Abstract

Penetapan Niasin Pada Contoh Susu Formula Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan Teknik Persiapan Contoh Termodifikasi yang Sederhana Febriyanti, Erna; Nurhajawarsi, Nurhajawarsi; Umbara, Fatan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.438 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4206

Abstract

Diperoleh teknik persiapan contoh yang mudah dan sederhana untuk pengukuran niasin menggunakan KCKT pada contoh susu formula yang dimodifikasi dari metode Ekinci R (2012) dan metode Staggs et al. (2004). Niasin ditetapkan melalui metode hidrolisis asam dan dibaca menggunakan KCKT dengan detektor PDA. Di bawah kondisi optimum puncak niasin akan mucul pada waktu retensi 3,26 – 3,30 menit. Metode terpilih memiliki rentang konsentrasi 0,108 hingga 8,64 mg/L dengan nilai koefisien korelasi 0,999, konsentrasi limit deteksi sebesar 0,083 mg/L dan konsentrasi limit  kuantitasi sebesar 0,28 mg/kg.
Pengaruh Proses Pengolahan terhadap Karakteristik Protein Allergen Belalang Sawah (Oxya chinensis) Hendra Wijaya; Sri Yadial Chalid; Annisa Thaharah; Adityo Fajar Nugroho
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.659 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4386

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses pengolahan belalang terhadap karakteristik protein alergen belalang. Proses pengolahan belalang yang dilakukan adalah penggorengan, perebusan, dan perendangan. Karakteristik protein alergen dilakukan dengan metode Bradford, Elektroforesis, dan immunoblotting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis belalang yang digunakan adalah Oxya chinensis. Hasil analisis proksimat belalang mentah, belalang rebus, belalang goreng dan belalang rendang adalah kadar air antara 7,62%-71,46%, kadar abu berkisar antara   0,78%-4,97%, kadar protein berkisar antara 17,00%-23,18%, kadar lemak berkisar antara 6,02%-55,44% dan kadar karbohidrat berkisar antara 0,66%-20,50%. Konsentrasi protein ekstrak belalang mentah, rebus, goreng dan rendang masing-masing adalah 7222,25 mg/L; 893,97 mg/L; 703,43 mg/L; 1123,08 mg/L. Profil protein diduga alergen pada ekstrak belalang mentah adalah antara 5 kDa – >250 kDa dengan 22 pita protein, pada belalang rebus antara 9 kDa – >250 kDa dengan 13 pita protein, pada belalang goreng antara 9 kDa – 250 >kDa dengan 8 pita protein, dan belalang rendang antara 9 kDa -250 kDa dengan 16 pita protein. Bobot molekul protein belalang mentah yang dapat berikatan dengan IgE spesifik responden adalah 70 kDa sedangkan dengan belalang rebus adalah 66 kDa, 86 kDa, 150 kDa, dan >250, dengan belalang goreng adalah 150 kDa dan >250 kDa, dan dengan belalang rendang adalah 24 kDa, 150 kDa dan >250 kDa. Proses pengolahan dengan cara direbus, digoreng dan direndang berpengaruh terhadap profil protein allergen belalang.
Peningkatan Konsentrasi Skopoletin dalam Jus Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan Teknik Eliminasi dan Pemekatan Senyawa Lukman Junaidi; Tiurlan Farida Hutajulu; Nami Lestari; Dyah Aninta Kustiarini
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.506 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4739

Abstract

Jus mengkudu mengandung banyak komponen aktif yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah skopoletin. Namun demikian skopoletin tersebut berada dalam kandungan yang sangat kecil. Untuk meningkatkan kandungan skopoletin tersebut dapat dilakukan melalui proses pemekatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian peningkatan konsentrasi skopoletin dalam jus mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan teknik eliminasi dan pemekatan senyawa, untuk dapat memperoleh manfaat yang lebih baik dari jus mengkudu. Pemekatan dilakukan dengan dua cara yaitu freeze drying dan waterbath. Produk yang digunakan pada penelitian ini merupakan produk komersil yaitu: produk jus pekat (DS), produk premium/ekspor (PP) dan produk pasar lokal (EP). Hasil penelitian menunjukkan pemekatan dengan freeze drying diperoleh kadar skopoletin tertinggi dalam jus mengkudu DS sebesar 40,58 ppm. Sedangkan pemekatan menggunakan waterbath, kadar skopoletin tertinggi diperoleh pada jus mengkudu DS sebesar 0,308 ppm.
Sifat Fisikokimia Oleoresin Fuli Pala Hasil Ekstraksi Berbantu Ultrasonik Pada Metode Pengeringan yang Berbeda Aryanis Mutia Zahra; I Wayan Budiastra; Sugiyono S; Sutrisno Suro Mardjan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.369 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4722

Abstract

Ekstraksi berbantu ultrasonik (Ultrasound Assisted Extraction, UAE) dapat meningkatkan rendemen, kualitas dan fungsionalitas ekstrak serta mempersingkat waktu ekstraksi. Fuli memiliki lebih banyak senyawa aromatik yang dapat dipertahankan dalam berbagai proses pengolahan daripada biji pala. Pengeringan menjadi proses penting yang mempengaruhi kualitas fuli pala sebagai bahan baku oleoresin. Penelitian ini membandingkan rendemen, sifat fisik dan komposisi senyawa kimia oleoresin fuli pala hasil UAE pada metode pengeringan yang berbeda. Fuli pala dikeringkan dengan dua metode pengeringan (penjemuran dan pengasapan), digiling menjadi bubuk berukuran 60 mesh. UAE diaplikasikan pada bubuk fuli pala dalam etanol (1:4 b:v) pada frekuensi 20 kHz, daya 700 W, amplitudo 90%, suhu maksimum 50oC dan waktu ekstraksi 45 menit. Maserasi  selama 7 jam pada suhu ruang dilakukan sebagai perlakuan kontrol. Sifat fisik (bobot jenis, indeks bias, nilai a*, kroma dan hue) oleoresin fuli pala hasil UAE berbeda nyata antara pengasapan dan penjemuran. Sifat fisik (bobot jenis, indeks bias, nilai L, nilai a*, nilai b*, kroma dan hue) oleoresin juga berbeda nyata antara hasil ekstraksi berbantu ultrasonik dan maserasi. Pengasapan menghasilkan rendemen, sisa penguapan dan total senyawa utama oleoresin fuli pala hasil ekstraksi berbantu ultrasonik (19,78%, 24,36%, dan 63,37%) lebih tinggi dari penjemuran (15,80%, 23,05%, dan 53,91%) serta maserasi (14,49%, 22,07%, dan 54,31%).
Pengembangan Model Jaringan Syaraf Tiruan untuk Penentuan Kandungan Kimia Biji Kopi Arabika Gayo dengan NIRS Hafiz Fajrin Aditama; I Wayan Budiastra; Slamet Widodo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.399 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model jaringan syaraf tiruan (JST) terbaik untuk memprediksi kandungan kimia biji kopi arabika Gayo dan memvalidasi model. Data input yang digunakan adalah data principal component (PC) spektra yang terlebih dahulu telah dilakukan pre-treatment data menggunakan multiplicative scatter correction (MSC), Normalisasi (N-1,1), dan turunan pertama Savitzky-Golay (dg1). Model JST menggunakan Multilayer Perceptron (MLP) feed forward neural network dengan algoritma pelatihan dasar Levenberg-Marquard. Penggunaan 10 jumlah neuron lapisan tersembunyi sudah cukup untuk dapat memprediksi kandungan kimia biji kopi Gayo. Kadar air dapat diprediksi dengan model JST menggunakan 8 jumlah PC dan normalisasi (r = 0,96; CV = 1,77%; RPD = 3,79). Kafein dapat diprediksi dengan 8 jumlah PC dan kombinasi normalisasi dengan dg1 (r = 0,98; CV = 2,15%; RPD = 4,44). Karbohidrat dapat diprediksi dengan menggunakan 5 jumlah PC dan dg1 (r = 0,99; CV = 0,27%; RPD = 9,55). Lemak dapat diprediksi dengan menggunakan 8 jumlah PC dan kombinasi MSC dengan dg1 (r = 1; CV = 0,41%; RPD = 19,11). Protein dapat diprediksi dengan menggunakan 5 jumlah PC dan kombinasi MSC dengan dg1 (r = 0,99; CV = 0,84%; RPD = 7,08). 
Penelitian Pemanfaatan Limbah Ekstraksi kulit kina Nirwana Aprianita; Joseph J. Pardede; Tiurlan F. Hutajulu
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2616.49 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2146

Abstract

Kemungkinan pemanfaatan limbah kina yang diperoleh dari proses ekstraksi kulit pohon kina, Cinchona succirubra dan Chinchona ledgeriana, terutama pemanfaatannya sebagai bahan dasar pembuatan obat nyamuk bakar, arang briket dan papan partikel telah dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat nyamuk bakar yang dihasilkan bermutu baik arang briket bermutu rendah dan untuk papan partikel sulit dibuat dari limbah kina.
Penelitian Pengawetan Ikan Segar dengan Menggunakan Es Kering A. Basrah Enie; Dhiah Nuraini; Elly Nurlaelyah; Novianis -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 2, No 02 (1985)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2501.591 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v2i02.2152

Abstract

Hasil penelitian pengawetan ikan dengan es kering menunjukan bahwa jumlah bakteri dalam ikan yang diawet dengan es saja (kontrol) meningkat 2 log cycle (CFU 4,3 x 107 koloni g-1) setelah penyimpanan 36 jam. Sedangkan pada ikan hanya diawet dengan es dan es kering peningkatan hanya 1 log cycle saja (CFU 1.9 x 10 6 koloni g-1).Penilaian organoleptik untuk penampakan, bau dan tekstur ikan tidak menunjukan perbedaan yang nyata, baik untuk kontrol maupun untuk perlakuan penambahan es kering.
Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture) Dwi Sutrisniati; Siti Sofiah; Nining Surtiningsih
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 1, No 02 (1984)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2391.94 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v1i02.2142

Abstract

Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%.
Memperlambat Kematangan Pisang Endah Djubaedah; Sardjono -; Mieke Meiyanti
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 2, No 01 (1985)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3786.447 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v2i01.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh cara pengawetan pisang segar yang dapat diterapkan pada petani atau pedagang pisang di Indoneisa, sehingga dapat dipasarkan ke daerah yang lebih luas dan tetap dalam keadaan segar.Dalam penelitian ini digunakan pisng Ambon dengan bahan pengawet Kalium permanganate (KMnO4) dan bata merah sebagai medium. Konsentarsi (KMnO4 yang digunakan adalah 1%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Unuk tiap 1,5 kg pisang digunakan 30 ml larutan KMnO4. Pisang dipanen kira-kira 140-150 hari sejak keluar bunga.Perlakuan terbaik diperoleh dengan konsentrasi KMn)4 1,5% dengan waktu penyimpanan 14 hari. Setelah penyimpanan 14 ahri pisang segera dikeluarkan dari kantong plastic dan akan mengalami proses pematangan secara normal.Warna hijau kulit pisang dapat dipertahankan sampai 28 hari tetapi daging buah menjadi empuk dan bagian keratin sisir ditumbuhi jamur.

Filter by Year

1984 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue