cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PEMANFAATAN DAUN RAMI SEBAGAI BAHAN ZAT WARNA ALAM DAN FUNGSIONALISASINYA PADA PENCELUPAN KAIN KAPAS DAN SUTERA Jakariya Nugraha; Emma Yuniar Rakhmatiara
Arena Tekstil Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i1.6053

Abstract

Ekstrak daun rami dapat dimanfaatkan sebagai bahan zat warna alam pada proses pencelupan tekstil karena mengandung senyawa flavonoid. Dalam penelitian ini telah dilakukan studi tentang pencelupan kain kapas dan sutera dengan zat warna alam dari hasil ekstraksi daun rami. Studi ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan daun rami sebagai zat warna alam dan sebagai zat anti oksidan pada tekstil. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun rami, pencelupan metode perendaman dan post-mordanting. Evaluasi kualitas hasil pencelupan meliputi ketuaan warna (K/S), kecerahan warna (L*), arah warna (a*, b*), ketahanan luntur warna terhadap pencucian, gosokan, dan cahaya, serta pengujian proteksi kain terhadap sinar UV atau Ultraviolet Protection Factor (UPF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rami dapat mencelup bahan tekstil dengan ketuaan warna pada sutera lebih baik daripada kain kapas. Kecerahan warna berbanding terbalik dengan ketuaan warna, dan arah warna yang dihasilkan adalah merah dan kuning. Kualitas pencelupan memiliki ketahanan luntur terhadap pencucian dengan nilai perubahan warna untuk kapas 3-4 dan sutera 4, sedangkan penodaan warna untuk kedua kain tersebut 4-5. Nilai penodaan warna karena gosokan bervariasi dari 3-4, 4, dan 4-5 pada masing-masing kain sampel dengan gosokan kering lebih baik daripada gosokan basah. Nilai ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari relatif buruk yaitu 2 untuk kain kapas dan 2-3 untuk kain sutera, namun pada kain yang di post-mordanting menggunakan FeSO4 mempunyai nilai tiga tingkat lebih tinggi daripada variasi lainnya. Pencelupan dengan zat warna hasil ekstraksi daun rami menggunakan bahan post-mordanting FeSO4 efektif meningkatkan nilai UPF hingga UPF 10,6 pada kain kapas dan UPF 25 untuk kain sutera.
APLIKASI SERAT ALAM BIDURI (Calotropis gigantea) SEBAGAI BAHAN PENGISI INSULATIF PADA JAKET MUSIM DINGIN Arif Wibi Sana; Noerati Noerati; Doni Sugiyana; M. Danny Sukardan
Arena Tekstil Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i1.6050

Abstract

Bahan pengisi insulatif komersial untuk jaket musim dingin umumnya menggunakan down (bulu angsa) dan batting poliester, tetapi penggunaannya relatif tidak ekonomis dan kurang ramah lingkungan. Serat biduri (Calotropis gigantea) merupakan serat alam dengan morfologi berongga dan ringan sehingga berpotensi menjadi bahan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat insulasi termal dan daya tembus udara pada kain multilapis berinsulasi biduri dan membandingkannya terhadap down dan batting poliester. Metode penelitiannya adalah dengan membentuk serat biduri menjadi web dan nonwoven yang difungsikan sebagai lapisan insulatif kemudian disisipkan di antara lapisan dalam (kain poliester) dan lapisan luar (kain nilon water repellent). Serat biduri diuraikan pada mesin bale opener kemudian dibentuk menjadi lapisan web pada mesin cotton selector. Pengikatan web menjadi nonwoven dilakukan dengan metode thermal bonding menggunakan mesin hotpress pada suhu 130 °C selama 1 menit tanpa perlakuan tekanan. Evaluasi dilakukan melalui pengujian menggunakan alat hotplate dan air permeability tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi termal (Rct) tertinggi diperoleh pada kain multilapis berinsulasi web biduri 30 g dan nonwoven biduri tiga lapis pada komposisi (95:5)% dengan nilai masing-masing sebesar 0,168 m2.°C/W dan 0,188 m2.°C/W. Nilai tersebut masih lebih baik dibanding kain multilapis berinsulasi down dan batting poliester yang bernilai masing-masing 0,163 m2.°C/W dan 0,160 m2.°C/W. Daya tembus udara (DTU) paling tinggi diperoleh pada kain multilapis berinsulasi batting poliester dengan nilai 6,34 cm3/cm2/s sedangkan paling rendah diperoleh pada nonwoven biduri 3 lapis-komposisi (80:20)% dengan nilai 1,94 cm3/cm2/s. Nilai Rct kain multilapis berinsulasi biduri meningkat seiring dengan peningkatan ketebalan sedangkan pada nilai DTU berlaku sebaliknya.
STRUCTURE-ACTIVITY RELATIONSHIPS AND SURFACE IMMOBILIZATION OF POLYCATIONIC ANTIMICROBIALS Mohamad Widodo; Sophie Anggitta Raharjani
Arena Tekstil Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i1.5722

Abstract

Antimicrobial agents have been the subject of scientific interest for the last few decades. However, the emergence of a novel coronavirus and pandemic that ensued has brought a new sense of urgency to the field of antibacterial research. The most urgent needs to mitigate the pandemic are self-disinfecting health equipment and antimicrobial protective equipment such as gowns for healthcare workers and face masks for the general public. At a time of high demand for antimicrobial products, understanding the mechanisms involved in antimicrobial polymers will be a benefit. In this review, the definition of antimicrobials and their classification according to the mode of action, as well as their chemical structure, were explained and used to build the fundamental understanding about antimicrobials and the working principles behind their action. The discussion continued with factors that affect the antimicrobial activity, which is the focus of the review.  The first part of the review deals with free antimicrobial polymers in solution. The effect of molecular weight, counterions, spacer length and alkyl chain to the efficacy of antimicrobial polymers are highlighted and discussed at length. Focus in the second part shifts towards surface-immobilized antimicrobial polymers and their methods of immobilization.
PENGARUH KETEBALAN KAIN TERHADAP MOTIF BATIK PADA KAIN TENUN SUTRA SAMIA Dana Kurnia Syabana; Novita Ekarini; Yudi Satria; Pandji Hardjanto
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6375

Abstract

Hasil akhir suatu produk batik dapat dipengaruhi oleh jenis kain dan kontruksinya. Salah satu jenis kain yang umum digunakan untuk produk batik adalah sutra. Sutra Samia dihasilkan dari ulat Samia cynthia ricini sutra yang memakan daun jarak atau daun singkong karet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ketebalan kain sutra Samia terhadap motif batik yang dihasilkan. Metode kualitatif digunakan dengan mengukur interpretasi responden dengan skala Likert terhadap motif dan parameter malam batik. Kain sutra Samia diperlakukan dalam kondisi kering dan lembab dengan 1 kali dan 2 kali pencapan, pencelupan sebanyak 5 kali dengan pewarna alam tingi (Ceriops tagal) dan fiksasi kapur dan tunjung. Hasil yang didapatkan kain A dengan kondisi lembab 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ab2t) memiliki nilai kesempurnaan motif “sangat baik”. Kain B kondisi lembab dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Bb2t) memiliki nilai ketegasan tapak klowong dan tapak isen “baik”.  Kain C kondisi kering dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ca2t) memiliki nilai daya tembus “cukup baik”, sedangkan kain A kondisi lembab dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ab2t) memiliki nilai kerataan pelekatan malam batik “baik”. Ketebalan kain, kondisi perlakuan awal, proses pencapan, serta fiksasi yang berbeda akan berpengaruh terhadap kesempurnaan motif, ketegasan tapak klowong, tapak isen, daya tembus, serta kerataan malam batik yang dihasilkan pada kain tenun sutra Samia. 
APLIKASI POLIETILENA GLIKOL SEBAGAI PHASE CHANGE MATERIAL (PCM) PADA KAIN CAMPURAN POLIESTER/CATIONIC DYEABLE POLYESTER DAN POLIESTER/RAYON Jakariya Nugraha; Doni Sugiyana; Tatang Wahyudi, M.Si
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.5824

Abstract

Pada saat ini pengembangan produk tekstil fungsional cukup pesat, salah satunya adalah produk tekstil fungsional yang memiliki sifat thermo-regulating. Untuk maksud tersebut, pada penelitian ini telah dilakukan penerapan phase change material (PCM) yang berbasis polietilena glikol (PEG) pada kain campuran poliester/cationic dyeable polyester (CDP) dan campuran poliester/rayon (T/R) dengan cara pad-dry-cure. Formula PCM yang digunakan merupakan campuran PEG (berat molekul 1000) 5%/ N-metiloldihidroksietilenurea (N-MDHEU) 3%/ katalis MgCl2 0,3 % dalam suasana asam. Karakterisasi dan pengujan kain hasil percobaan dilakukan dengan menggunakan fourier transform infrared (FTIR), scanning electron microscope (SEM) dan differential scanning calorimeter (DSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain poliester/CDP yang diberi perlakuan memiliki aktivitas termal dengan nilai T(m)= 36,95°C, ΔHf = 4,98 J/g dan T(c)= 20,06°C, ΔHc = 5,30 J/g, sedangkan kain T/R yang juga diberi perlakuan mempunyai aktivitas termal dengan nilai T(m)= 34,56°C, ΔHf = 0,079 J/g, dan T(c)= 19,49°C, ΔHc = 0,024 J/g. Hasil uji pencucian terhadap kain hasil percobaan menunjukkan hasil yang belum optimal, dimana pada uji pencucian yang setara dengan 1 kali pencucian rumah tangga menunjukkan PCM masih terdegradasi dari permukaan kain.
KAJIAN KARAKTERISTIK GEOTEKSTIL DARI LIMBAH KAIN DENIM Rizal Fahruroji; Rini Marlina; Ineu Widiana
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6434

Abstract

Limbah kain denim yang dihasilkan dari beberapa industri tekstil berjumlah sekitar 40 ton per tahun belum termanfaatkan secara optimal. Bahan dasar dari kain denim tersebut adalah kapas. Kapas dikenal bersifat higroskopis dan memiliki moisture regain yang tinggi sehingga dapat mempertahankan kelembaban. Limbah kain denim dipilih sebagai bahan dasar geotekstil karena serat kapas yang terkandung dalam limbah kain denim ini dapat mempertahankan kelembaban geotekstil sehingga karakteristik struktur yang dilindungi oleh geotekstil ini akan terjaga bahkan lebih baik. Untuk memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah limbah kain denim, maka dilakukan penelitian pembuatan geotekstil nir tenun (non woven) campuran dari limbah kain denim dengan PET recycle dan low melt fiber, dengan memvariasikan gramasi dan komposisi untuk mendapatkan nilai optimum. Hasil uji menunjukkan bahwa geotekstil dengan dengan kode sampel C1, C2, dan C3 memiliki kualitas kekuatan tarik dan kekuatan sobek lebih tinggi dibanding sampel lainnya. Sampel C1, C2, dan C3 memiliki komposisi geotekstil terdiri dari 85% limbah kain denim dan 15% low melt fiber.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN SERAT NANO POLIVINIL ALKOHOL/GELATIN DENGAN ANTIBIOTIKA TOPIKAL MENGGUNAKAN METODE ELECTROSPINNING Theresia Mutia; Eva Novarini; Rr. Srie Gustiani
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.5867

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan proses electrospinning membran serat nano dari polivinil alkohol (PVA) dan gelatin dengan penambahan antibiotika topikal (Bacitracin dan Neomycin). Membran serat nano ini berpotensi untuk dijadikan sebagai produk pembalut luka atau media penghantar obat. Membran serat nano paling optimum diperoleh pada konsentrasi larutan PVA 10% (w/w) dan gelatin 5% (w/w) dengan rasio komposisi berat 70/30. Kondisi ini menghasilkan serat nano dengan ukuran ≤300 nm dan keseragaman serat yang cukup baik berdasarkan analisis morfologi menggunakan SEM. Penambahan antibiotika topikal dilakukan pada kondisi pembuatan membran serat nano paling optimum. Berdasarkan hasil analisis gugus fungsi menggunakan FTIR, pada grafik terlihat gabungan antara spektra PVA, gelatin, dan antibiotika topikal. Hal ini menandakan adanya interaksi antara molekul PVA, gelatin, dengan antibiotika topikal.
MIKROENKAPSULASI MINYAK ASIRI JERUK NIPIS DENGAN KOASERVASI KOMPLEKS YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI UNTUK APLIKASI PADA BAHAN TEKSTIL Euis Julaeha; Sandra Puspita; Tatang Wahyudi; Jakariya Nugraha; Diana Rakhmawaty Eddy
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6607

Abstract

Imobilisasi mikrokapsul minyak asiri jeruk nipis pada kain kapas telah dilakukan dengan metode pad dry cure menggunakan binder asam sitrat 3%. Minyak asiri dipreparasi menggunakan metode hidrodestilasi. Mikrokapsul berisi zat aktif alami minyak asiri jeruk nipis (C. aurantifolia) yang dibuat dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat dan gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi polysorbate. Aktivitas antibakteri mikrokapsul sebelum diimobilisasi dan setelah diimobilisasi dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae, dengan metode Kirby Bauer. Mikrokapsul dikarakterisasi dengan Particle Size Analyzer (PSA), Spektroskopi UV-Vis, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil hidrodestilasi diperoleh rendemen minyak asiri sebesar 1,10%, berwarna kuning pucat, beraroma segar khas jeruk nipis. Hasil preparasi mikrokapsul diperoleh rendemen sebesar 46,28%; distribusi ukuran partikel homogen dengan ukuran pada rentang 1,604 µm; kandungan minyak 61,89%; efisiensi enkapsulasi 87,37%; dengan morfologi berbentuk bulat dengan permukaan halus. Kain yang telah diimobilisasi memiliki ketahanan cuci yang baik. Kain kapas tersebut dapat menghambat keempat bakteri S. aureus, S. epidermidis, E. coli, dan K. pneumoniae dengan daya hambat rata-rata berturut turut sebesar 12,08±0,13; 8,90±0,10; 10,83±0,43; dan 10,40±0,10. 
FABRIKASI SERAT POLIESTER TERMODIFIKASI SENYAWA TURUNAN FOSFINAT MENGGUNAKAN METODE EKSTRUSI Rina Dewi Mayasari; Muhammad Dikdik Gumelar; Saeful Rohman; Seto Roseno; Lukmana Lukmana
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6005

Abstract

Serat tekstil dengan bahan baku poliester merupakan komoditas produksi serat terbesar di antara serat sintetik lainnya. Penelitian ini telah berhasil membuat serat poliester dengan pencampuran bahan baku polyethylene terephthalate (PET) dan produk komersial senyawa turunan fosfinat dengan variasi konsentrasi 0%; 0,25%; 0,50%; dan 1,00%. Serat poliester termodifikasi dikarakterisasi menggunakan alat Fourier transform infrared (FTIR), thermogravimetric analysis (TGA), dan universal testing machine (UTM) 2 kN. Spektrum IR mengonfirmasi bahwa gugus fungsi dari PET dan senyawa kimia (fosfinat, seng oksida, dan magnesium fosfat) terbentuk pada sampel serat. Analisis sifat termal mengindikasikan bahwa penambahan senyawa kimia dengan konsentrasi 1,00% telah meningkatkan sifat termal serat poliester dengan suhu degradasi pada rentang 260-300°C dan titik leleh pada suhu 390°C. Sementara itu, hasil uji tarik menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat aditif meningkatkan sifat rapuh serat PET.
Preface Arena Tekstil Vol 35 No 2 2020 Author BBT
Arena Tekstil Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i2.6740

Abstract