cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PEMBUATAN SERAT NANO KITOSAN TANPA BEADS MELALUI PENAMBAHAN PVA DAN HDA Hermawan Judawisastra; Wiwin Winiati; Prisa Annisa Ramadhianti
Arena Tekstil Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.821 KB) | DOI: 10.31266/at.v27i2.1155

Abstract

Serat nano kitosan telah berhasil dibuat melalui penambahan polyvinyl alcohol (PVA), denganpermasalahan pada kadar kitosan diatas 50% berat dengan derajat deasetilasi kitosan di bawah 70%, pembentukanbutiran (beads) masih terjadi sepanjang serat nano kitosan/PVA. Penelitian ini dilakukan untuk membuat serat nanotanpa beads yang berbahan dasar kitosan dengan derajat deasetilasi lebih kecil dari 70%. Pembuatan serat nanokitosan dilakukan melalui penambahan polimer PVA dan surfaktan kationik Hexadecylamine (HDA). Sintesiskitosan dilakukan melalui deasetilasi kitin dari kulit udang windu selama 4 jam. Kajian literatur yang mendalampada pembuatan serat nano kitosan/PVA dilakukan dengan analisis mengenai hubungan antara derajat deasetilasikitosan dengan jumlah PVA yang diperlukan untuk membuat serat nano tanpa beads. Larutan dengan variasi rasiokitosan/PVA/HDA dibuat dan diproses menjadi serat nano kitosan/PVA/HDA melalui proses electrospinning.Karakterisasi serat nano dilakukan untuk menentukan morfologi dan diameter serat nano dengan menggunakanScanning Electron Microscope (SEM). Suatu persamaan untuk menentukan kadar PVA yang diperlukan dalammembuat serat nano kitosan/PVA tanpa beads telah diperoleh. Namun, penambahan PVA saja tidak akan efektifdalam mengurangi jumlah beads pada serat nano kitosan. Penambahan HDA pada larutan kitosan/PVA efektifmenghilangkan beads serat nano berbahan dasar kitosan (kadar kitosan 60% berat) dengan derajat deasetilasi 65%.Serat nano kitosan tanpa beads dengan derajat deasetilasi 65% dapat dibuat melalui proses electrospinning denganpenambahan PVA sebesar 40% berat larutan dan penambahan HDA 1x10-6 mol/L.
POTENSI TAMARIN LOKAL SEBAGAI PENGGANTI TAMARIN KOMERSIAL DAN EMULSI PADA PENCAPAN POLIESTER Ima Winaningsih; Amaliya Sita P; Jamal Adi Prasetyo
Arena Tekstil Vol 34, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.009 KB) | DOI: 10.31266/at.v34i1.4481

Abstract

 Tepung tamarin dari biji asam jawa berpotensi sebagai pengental pada pencapan poliester, namun belum banyak digunakan. Umumnya kebutuhan pengental tamarin dipenuhi dengan impor atau digantikan dengan pengental emulsi. Penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik dari tepung tamarin, karakteristik dari pengental (tamarin lokal, tamarin komersial, dan emulsi) serta pengujian dan evaluasi hasil cap. Penelitian ini dimulai dengan membuat tepung tamarin (tamarin lokal), membuat pasta cap dari pengental tamarin lokal, tamarin komersial dan emulsi, kemudian melakukan proses printing dengan termofiksasi suhu 200°C selama 1 menit selanjutnya hasil cap dilakukan pengujian dan evaluasi. Tepung tamarin yang dihasilkan memiliki warna putih keabu – abuan, berbau khas tepung, MR 0,25%, hasil FT IR memiliki gugus yang relatif sama dengan tamarin komersial. Hasil cap dari ketiga pengental memiliki kerataan yang baik dan warna permanen. Viskositas yang dihasilkan tamarin lokal 12.000 cPs merupakan viskositas optimum pencapan poliester. Hasil pengujian dan evaluasi ketahanan luntur warna pada pengental tamarin lokal, tamarin komersial dan emulsi masing – masing terhadap gosokan (3-4, 4-5, 4-5), pencucian (semua 4-5), panas penyetrikaan (5, 4-5, 4). Pada analisa ketuaan warna dan perbedaan warna dengan spektrofotometer didapatkan warna hasil cap menggunakan tamarin lokal memiliki kemiripan dengan tamarin komersial dibandingkan dengan emulsi. Warna yang dihasilkan tamarin lokal paling tua diantara ketiganya. Tepung tamarin lokal dapat dijadikan pengental tekstil pada pencapan poliester dan berpotensi sebagai bahan pengganti tamarin komersial (impor) dan pengental emulsi.
PEMBUATAN SERAT NANO MENGGUNAKAN METODE ELECTROSPINNING Tatang Wahyudi; Doni Sugiyana
Arena Tekstil Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.725 KB) | DOI: 10.31266/at.v26i1.1439

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan serat nano (nanofiber) menggunakan metodeelectrospinning dari material polimer: polivinil alkohol (PVA), chitosan dan nilon-6. Optimasi proses pembuatanserat nano dilakukan dengan mempelajari pengaruh jenis polimer, konsentrasi polimer dan parameter operasielectrospinning (tegangan listrik dan jarak antara spinneret – kolektor) terhadap struktur dan morfologi serat nano.Proses electrospinning dengan menggunakan PVA 15 % dengan rentang tegangan listrik 15 – 20 kV dan rentangjarak spinneret – kolektor 10 – 12 cm menghasilkan morfologi serat nano yang tidak kontinyu dengan diameterantara 70 – 150 nm. Proses electrospinning dengan menggunakan bahan baku polimer larutan chitosan 2 % dalamasam asetat tidak dapat menghasilkan formasi fiber. Proses electrospinning menggunakan larutan nilon-6 20 % padakondisi optimum tegangan listrik 20 kV dan jarak spinneret – kolektor 10 cm menghasilkan serat nano yangkontinyu dengan diameter berkisar antara 100 – 350 nm.
PENINGKATAN DAYA SERAP SERAT POLIESTER MENGGUNAKAN SELULOSA BAKTERIAL Srie Gustiani; Rifaida Eriningsih
Arena Tekstil Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.355 KB) | DOI: 10.31266/at.v28i1.874

Abstract

Poliester mempunyai beberapa keunggulan seperti tahan kusut, mudah pemeliharaannya dan relatif awet, namun kurang nyaman dipakai terutama pada kondisi tropis karena daya serapnya rendah dengan moisture regain (MR) 0,4%. Tujuan penelitian ini adalah merubah sifat hidrofob kain poliester menjadi hidrofil untuk meningkatkan daya serapnya. Proses dilakukan dengan cara melapisi selulosa bakterial melalui proses perendaman kain dalam bakteri selulosa (Acetobacter xylinum) dalam medium air kelapa, selama 3 hari, 6 hari, 9 hari dan 12 hari. Selanjutnya dilakukan proses fiksasi dan pemurnian dengan NaOH 3%. Produk yang dihasilkan kemudian dilakukan pencucian berulang dengan mesin lounder O-meter sebanyak 1, 2 dan 3 kali atau setara dengan 5, 10 dan 15 kali pencucian dengan mesin cuci rumah tangga. Dari beberapa pengujian diketahui bahwa semakin lama waktu perendaman, MR dan daya serapnya semakin meningkat, namun kekuatan tarik mengalami sedikit penurunan. Dari analisa morfologi dengan Scanning Electron Microscope terlihat bahwa  dengan perendaman selama 6 hari sudah jelas terlihat lapisan selulosa bakterial yang menyelubungi serat dengan rata yang juga dibuktikan pada serapan gugus fungsinya pada Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan hasil pencelupan dengan zat warna reaktif. Kondisi optimum diperoleh pada perendaman 6 hari dan setelah pencucian berulang 2 kali dengan mesin lounder O-meter (setara dengan10 kali pencucian rumah tangga), yaitu MR meningkat dari 0,4 % menjadi 1,02 % dan waktu penyerapan  dari 96,64 detik menjadi 4,22 detik.
SINTESIS NANOPARTIKEL SENG OKSIDA (ZnO) MENGGUNAKAN SURFAKTAN SEBAGAI STABILISATOR DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN TEKSTIL ANTI BAKTERI Eva Novarini; Tatang Wahyudi
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.703 KB) | DOI: 10.31266/at.v26i2.1174

Abstract

Sintesis nanopartikel seng oksida dilakukan dengan metode presipitasi melalui reaksi antara seng nitratdengan natrium hidroksida. Variasi penggunaan berbagai jenis surfaktan (kationik, nonionik dan anionik) sebagaistabilisator pada proses pembuatan larutan koloid nanopartikel. Partikel dikarakterisasi dengan X-ray Diffraction(X-RD), Ultraviolet-visible Spectroscopy dan Scanning Electron Microscope (SEM). Aktivitas antibakterinanopartikel terhadap Escherichia coli dan Bacillus cereus ditentukan dengan metode agar diffusion test. Hasilkarakterisasi XRD dan SEM menunjukkan bahwa partikel adalah benar seng oksida dengan ukuran antara 75 nm-125 nm. Penggunaan 5% surfaktan kationik atau nonionik berdampak pada distribusi ukuran partikel koloid yangrelatif rata. Nanopartikel memperlihatkan kemampuan yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteriBacillus cereus dibandingkan pada Escherichia coli. Selanjutnya, nanopartikel diaplikasikan pada kain kapasdengan teknik rendam-peras-pemanasawetan kering. Analisa persentase reduksi bakteri setelah beberapa kalipencucian tekstil dilakukan untuk mengetahui efektivitas aplikasi nanopartikel. Hasil foto SEM terhadap kain kapasmembuktikan bahwa kain mengandung nanopartikel seng oksida. Peningkatan jumlah zat pengikat dapatmeningkatkan efektivitas antibakteri.
FIKSASI KITOSAN PADA KAIN KATUN SEBAGAI ANTIBAKTERI Wiwin Winiati; Cica Kasipah; Rizka Yulina; Tatang Wahyudi; Agus Surya Mulyawan; Wulan Septiani
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.547 KB) | DOI: 10.31266/at.v29i1.847

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode fiksasi/pembubuhan kitosan pada kain katun untuk memperoleh kain katun yang bersifat antibakteri,  penelitian dilakukan dilaboratorium dan   selanjutnya metoda yang ditemukan di uji-coba dengan skala pilot di industri tekstil. Pada penelitian ini fiksasi  kitosan pada kain katun dilakukan dengan metoda kimia, yaitu modifikasi kovalen pada serat kapas yang merupakan serat selulosa dengan pembentukan gugus aldehida yang akan berikatan dengan gugus amina pada kitosan yang dilakukan dengan cara perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses oksidasi selulosa pada kain katun hingga memiliki gugus aldehida yang kemudian berikatan dengan gugus amina pada kitosan telah menghasilkan fiksasi kitosan pada kain  katun,  sehingga memberikan sifat antibakteri pada kain katun.  Penggunaan kitosan dengan BM 171.790 Da sebagai zat antibakteri pada kain katun telah menghasilkan kain katun antibakteri yang memiliki ketahanan terhadap proses pencucian, dan pemanasan (setrika), tidak menurunkan parameter kualitas tekstilnya seperti kekuatan  dan kenampakannya,  serta cocok (compatible) dengan zat-zat kimia tekstil yang digunakan pada proses tekstil  yaitu proses pencelupan. Hasil percobaan pembuatan kain katun antibakteri di laboratorium, telah diaplikasikan di industri dan memberikan hasil yang baik.
PENGARUH KARAKTERISTIK BATUBARA DAN PROSES PEMBAKARAN PADA BOILER BATUBARA BUBUK (PULVERIZED COAL) TERHADAP EMISI NOx DI INDUSTRI TEKSTIL Mochammad Furqon; Doni Sugiyana
Arena Tekstil Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.613 KB) | DOI: 10.31266/at.v27i1.1161

Abstract

Dalam penelitian ini dipelajari perkiraan emisi NOx dari penggunaan boiler batubara bubuk di industritekstil berdasarkan pengaruh karakteristik batubara dan proses pembakaran pada boiler. Penelitian dilakukanmelalui pendekatan pengembangan empiris untuk memperkirakan pembentukan NOx dengan menganalisis faktor –faktor: karakteristik batubara, desain – operasi burner dan desain – operasi boiler. Kandungan nitrogen, zat terbangdan kehalusan butir diidentifikasi sebagai karakteristik batubara yang mempengaruhi emisi NOx. Jumlah putaranburner di atas 1,0 pada penggunaan burner ditemukan mampu menghasilkan kadar emisi NOx lebih rendah.Pengoperasian boiler perlu memperhatikan aspek konsentrasi oksigen dan proses pelepasan panas pada daerahburner karena potensial mempengaruhi tingkat emisi NOx.
Preface Arena Tekstil Vol 33 No 1 2018 Author BBT
Arena Tekstil Vol 33, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.852 KB) | DOI: 10.31266/at.v33i1.5487

Abstract

MODIFIKASI PERMUKAAN SERAT POLIESTER MENGGUNAKAN SISTEM PLASMA NON TERMAL TEKANAN ATMOSFER DENGAN METODE LUCUTAN KORONA OLEH IONISASI UDARA Untung Prayudie; Eva Novarini
Arena Tekstil Vol 30, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1561.572 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i1.1948

Abstract

Sifat fisik dan fungsi kain poliester dapat ditingkatkan melalui modifikasi permukaan tekstil menggunakan teknologi plasma. Pada penelitian ini, modifikasi pada permukaan kain poliester diperoleh melalui perlakuan plasma lucutan korona pada tekanan atmosfer. Plasma lucutan korona dihasilkan melalui ionisasi udara normal menggunakan prototip mesin plasma non termal dengan konfigurasi elektroda titik dan bidang. Jarak antar elektroda adalah 25 mm. Fenomena plasma lucutan korona pada kain poliester menghasilkan efek etsa yang terbukti dapat memodifikasi permukaan kain poliester. Citra SEM menunjukkan kain poliester sesudah perlakuan plasma mengalami perubahan kekasaran permukaan yang terlihat dari banyaknya lepuhan, bukit, celah dan pori-pori di sepanjang permukaan serat. Efek etsa terbukti pula dari berkurangnya berat kain poliester setelah perlakuan plasma. Tingkat kekasaran permukaan dan persentase pengurangan berat kain poliester berbanding lurus dengan durasi perlakuan plasma. Fenomena plasma berpengaruh terhadap peningkatan sifat hidrofilik kain poliester. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan pembasahan kain poliester meningkat signifikan (hingga 6 kali lipat) setelah perlakuan plasma. Peningkatan kecepatan pembasahan ini lebih disebabkan oleh efek etsa akibat perlakuan plasma yang menghasilkan perubahan porositas antar sumbu benang pada kain poliester.
PENYEMPURNAAN KAIN POLIESTER FUNGSIONAL ANTI ULTRAVIOLET MENGGUNAKAN SENG OKSIDA DENGAN METODE IMPREGNASI Doni Sugiyana; Jakariya Nugraha; Agus Surya Mulyawan; Wulan Septiani; Tatang Wahyudi
Arena Tekstil Vol 34, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v34i2.5714

Abstract

Proteksi terhadap pengaruh negatif radiasi ultraviolet (UV) matahari dapat dicapai melalui aplikasi functional apparel anti UV berbasis kain sintetik poliester. Dalam kegiatan penelitian ini telah dilakukan penyempurnaan kain poliester menggunakan suspensi seng oksida (ZnO) dengan metode padding untuk memperoleh sifat anti-ultraviolet. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan suspensi ZnO dan metode immobilisasinya pada kain poliester untuk memperoleh performa proteksi UV dan ketahanan yang optimum. Metodologi penelitian meliputi optimasi konsentrasi zat pendispersi polietilen glikol (PEG), ZnO dan binder poliakrilat dalam suspensi yang digunakan dalam proses penyempurnaan kain menggunakan proses pad-dry-cure. Evaluasi dilakukan terhadap diameter partikel ZnO dalam suspensi, pengaruh konsentrasi ZnO dan binder pada morfologi kain dan performa anti-UV kain serta ketahanannya. Preparasi suspensi menunjukkan penambahan PEG 0,1% signifikan menghindari aglomerasi partikel ZnO, sehingga memungkinkan immobilisasi ZnO hingga konsentrasi 4,0% tanpa memberi efek perubahan warna pada kain. Penyempurnaan kain poliester menggunakan suspensi dengan konsentrasi binder 5,0% dan ZnO 4,0% dapat meningkatkan nilai ultraviolet protection factor (UPF) hingga 51,6% dengan tingkat ketahanan (durability) hingga 10 kali pencucian.