cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
ANALISIS PENGARUH ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA) TERHADAP KINERJA EKSPOR INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) INDONESIA Sri Eva Mayasari; Budiono Budiono; Eva Ervani
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.6474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), ukuran ekonomi dan jarak ekonomi terhadap kinerja ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) antara Indonesia dengan mitra dagang pada periode tahun 2001-2018. Penelitian ini menggunakan analisis gravity model pada data panel melalui pendekatan model fixed effect dengan estimasi feasible generalized least square (FGLS) cross-section seemingly unrelated regression (SUR). Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh kesepakatan ACFTA dari sisi tarif berpengaruh negatif terhadap ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia. Sedangkan dari sisi investasi, masuknya foreign direct investment (FDI) melalui kesepakatan ACFTA telah meningkatkan ekspor produk tekstil Indonesia. Penelitian ini juga menemukan bahwa setelah bergabung dalam ACFTA, Indonesia lebih banyak melakukan impor produk tekstil daripada melakukan ekspor. Ukuran ekonomi menunjukkan hubungan timbal balik antara Indonesia dengan mitra dagang, sedangkan jarak ekonomi berpengaruh negatif terhadap ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia.
AKTIVITAS ANTI NYAMUK MIKROKAPSUL MINYAK ASIRI Citrus aurantifolia TERHADAP Aedes aegypti Nila Sari Pandiangan; Luthfia Pratiwi; Diana Rakhmawaty Eddy; Tatang Wahyudi; Agus Surya Mulyawan; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.7337

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan evaluasi sifat antinyamuk dari mikrokapsul yang berisi minyak asiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Preparasi minyak asiri dilakukan dengan metode hidrodistilasi; pembuatan mikrokapsul dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi span-80 dan tween-80; pelepasan minyak asiri dalam mikrokapsul dilakukan dengan rangsangan magnetic stirrer 100 rpm; dan uji aktivitas antinyamuk dilakukan terhadap nyamuk A. aegypti. Hasil preparasi minyak asiri diperoleh rendemen sebesar 0,44%, dengan kualitas baik, berwarna kuning pucat dengan aroma segar khas jeruk nipis, komponen utama minyak asiri d-limonen (33,14%) dan b-pinen (28,32%). Mikrokapsul diperoleh dengan rendemen sebesar 47,3%, oil content sebesar 66,7%, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 87,9%. Rata-rata pelepasan minyak asiri dari mikrokapsul dari hari pertama hingga hari ketujuh berkisar 44,7-65,9%.  Nilai % total perlindungan dari minyak asiri C. aurantifolia utuh lebih tinggi daripada limonen dan mikrokapsul, hal ini menunjukkan ada kerja sinergis antara komponen-komponen yang terdapat dalam minyak asiri. Rentang total perlindungan terhadap nyamuk A. aegypti antara 85,0-98,8%.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEKSTIL DENGAN PROSES OKSIDASI MENGGUNAKAN OZON GELEMBUNG MIKRO Nur Athikoh; Gunawan Gunawan; Muhammad Nur
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.6688

Abstract

Proses pengolahan limbah cair industri tekstil dengan pewarna indigo dapat dilakukan dengan proses oksidasi oleh ozon gelembung mikro. Dalam penelitian ini, limbah yang digunakan merupakan limbah cair industri tekstil yang telah mengalami pengolahan limbah dengan proses koagulasi kimia. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengolahan limbah menggunakan ozon gelembung mikro untuk meningkatkan proses oksidasi guna mendegradasi pewarna indigo pada limbah cair tekstil tersebut. Pengolahan limbah cair tekstil dengan pewarna indigo dilakukan dengan proses oksidasi menggunakan ozon gelembung mikro yang berukuran 61 – 80 µm.  Generator ozon gelembung mikro dibangkitkan dengan menyisipkan ozon pada aliran sirkulasi 20 liter limbah cair tekstil melalui pipa venturi dengan diameter 6,35 mm sebanyak 4 buah. Ozon dibangkitkan melalui reaktor lucutan berpenghalang dielektrik dengan nilai kapasitas ozon yang dapat divariasikan. Penelitian ini menggunakan nilai kapasitas ozon sebesar 50,4 g/jam, 67,7 g/jam, dan 86,4 g/jam. Setiap nilai kapasitas ozon yang digunakan untuk pengolahan limbah cair tekstil divariasikan dengan waktu pengolahan limbah selama 60, 120, 180, dan 540 menit. Hasil pengolahan limbah cair tekstil dengan proses oksidasi menggunakan ozon gelembung mikro menunjukkan bahwa pewarna indigo dalam limbah cair tekstil mampu tereduksi optimum menggunakan nilai kapasitas ozon sebesar 86,4 g/jam dan waktu pengolahan limbah selama 540 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengolahan limbah dan besar nilai kapasitas ozon yang digunakan maka proses degradasi pewarna indigo semakin tinggi.
IMOBILISASI MIKROKAPSUL ANTIBAKTERI MINYAK ASIRI Eucalyptus globulus PADA KAIN KAPAS DENGAN METODE DEEP COATING Chantika Azka Hunafa; Dinda Dede Nabila; Dwi Nur Indah Sari; Retna Nurkhotimah; Miftah Andiani Lestari; Tatang Wahyudi; Euis Julaeha
Arena Tekstil Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i2.7345

Abstract

Imobilisasi mikrokapsul antibakteri minyak asiri Eucalyptus globulus pada kain kapas telah dilakukan dengan cara deep coating. Mikrokapsul yang berisi minyak asiri E. globulus dibuat dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin. Hasil pengukuran GC-MS terhadap minyak asiri E. globulus komersial menunjukkan komponen utamanya adalah isopropil miristat 63,69% dan 1,8-sineol sebesar 29,35%. Mikrokapsul dibuat dalam dua sampel, yang dibedakan dari penggunaan minyak asiri E. globulus dalam Sampel I yakni 4 g dan Sampel II yakni 6 g. Ukuran rata-rata mikrokapsul Sampel I sebesar 1,550 µm dan Sampel II sebesar 1,154 µm. Kandungan minyak asiri (Oil Content; OC) dan efisiensi enkapsulasi (Encapsulation Efficiency; EE) secara berurutan, yaitu OC 78,70%; 42,49% dan EE 75,19%; 51,54%. Morfologi mikrokapsul Sampel I terlihat bentuknya lebih membulat dibanding Sampel II. Hasil uji antibakteri terhadap S. aureus lebih tinggi dibandingkan dengan terhadap E. coli. Sampel I lebih aktif dibandingkan Sampel II.
STUDI PRETREATMENT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN KARAKTERISASI PEMANFATAANNYA MENJADI KAIN TENUN DAN NIRTENUN TEKSTIL Ahmad Thoriq; Muhamad Mas’ud; Sita Halimatus Sa’diyah; Bonie Pamungkas
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7178

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit saat ini dibuang secara langsung ke kebun sawit atau diolah lebih lanjut menjadi kompos. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang berada di kebun membutuhkan waktu penguraian yang lama, sedangkan jika diolah labih lanjut menjadi kompos diperlukan biaya yang tinggi. Alternatif lain pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah mengolahnya menjadi kain. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi proses pretreatment serat TKKS paling baik dan membandingkan karakteristik kain tenun dan nirtenun dari serat TKKS setelah proses pretreatment. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dan Duncan Multiple Range Test untuk mengetahui tingkat kecerahan serat tandan kosong kelapa sawit setelah diberi perlakuan delignifikasidan bleaching menggunakan NaOH dan KOH pada konsentrasi 0,5; 1; dan 1,5%, serta H2O2 pada konsentrasi 4, 8, dan 12% . Hasil analisis Duncan Multiple Range Test menunjukkan bahwa perlakuan terbaik delignifikasi dan bleaching adalah A3, yaitu pretreatment dengan 1,5% NaOH selama 3 jam dan 12% H2O2  selama 1,5 jam pada suhu 85– 95°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik kain tenun serat TKKS adalah 18,73 ± 2,06 kgf dan mulur 83,87 ± 5,52%, sedangkan kuat tarik kain nirtenun berkisar antara 1,21 - 4,59 kgf dan mulur berkisar antara 5,12 - 13,20%. 
APLIKASI EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI PADA KAIN KAPAS DENGAN VARIASI METODE Leli Nur Rina Hidayat; Sandra Amalia Riyadi; Srie Gustiani; Anisa Dwicahya
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7730

Abstract

Salah satu bahan sandang yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah kain kapas, yang terkenal dengan kenyamanannya. Sayangnya, kain kapas sangat rentan terhadap kolonisasi bakteri yang dapat menyebabkan masalah pada kulit. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk menambahkan zat antibakteri pada kain kapas. Pada penelitian ini, zat antibakteri yang diaplikasikan pada kain kapas adalah ekstrak jintan hitam. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan konsentrasi optimum ekstrak jintan hitam dengan variasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% untuk diaplikasikan pada kain kapas menggunakan cara rendam peras-pemanasawetan (pad-dry-cure). Setelah  diperoleh konsentrasi optimum, ekstrak diaplikasikan pada kain kapas dengan beberapa variasi metode, yaitu (1) tanpa plasma lucutan korona dan asam sitrat, (2) dengan plasma lucutan korona saja, (3)  dengan asam sitrat saja, dan (4) dengan plasma lucutan korona dan asam sitrat. Pengujian kemampuan antibakteri ekstrak jintan hitam dilakukan menggunakan metode AATCC TM100-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jintan hitam memiliki kemampuan sebagai zat antibakteri pada kain kapas. Kain kapas dengan ekstrak 30%, 40%, dan 50% menghasilkan persentase reduksi tertinggi, yakni berturut-turut 96,6%; 97,0%; dan 97,0% terhadap S. aureus dan 79,4%; 79,5%; dan 79,5% terhadap E. coli. Metode yang menghasilkan persentase reduksi tertinggi adalah penggabungan teknologi plasma lucutan korona dan asam sitrat, yang menghasilkan peningkatan persentase reduksi menjadi 99,9% terhadap S. aureus dan E. coli pada konsentrasi ekstrak 30%. Metode ini juga menghasilkan durabilitas (daya tahan) tertinggi terhadap pencucian rumah tangga. Setelah 9 kali pencucian rumah tangga, persentase reduksi hanya menurun dari 99,9±0,14% menjadi 77,7±0,3% terhadap S. aureus dan 99,9±0,12% turun menjadi 75,1±0,4% terhadap E. coli.
KARAKTERISASI SERAT AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERBARUKAN Mella Novia; A. Ibrahim Makki; Naufal Arafah
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7308

Abstract

Prioritas Riset Nasional (PRN) memprioritaskan riset yang berfokus terhadap rekayasa keteknikan dengan salah satu poinnya pengembangan teknologi serat, tekstil, dan produk tekstil, yaitu produk serat, tekstil yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Dewasa ini ampas dari sisa pengolahan tebu seringkali kurang dimanfaatkan maksimal terutama dalam bidang TPT. Studi ini akan membahas perbandingan sifat mekanik dan komposisi kimia serat ampas tebu (bagasse) sebelum diekstraksi dengan serat lignoselulosa lain yang bersumber dari batang tanaman, seperti jute dan flax, serta penggunaan serat ampas tebu (bagasse) sebagai alternatif bahan baku TPT terbarukan. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik, komposisi kimia, dan morfologi serat ampas tebu meliputi uji kehalusan serat, panjang berkas serat batang, kekuatan tarik dan mulur, kelembaban serat, morfologi serat, dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil pengujian sifat mekanik serat ampas tebu untuk pengujian kehalusan serat didapatkan nilai kehalusan serat sebesar 65,78 tex, panjang berkas serat sebesar 95,25 mm, pengujian kekuatan tarik dan mulur dengan menggunakan Instron diperoleh hasil kekuatan tarik sebesar 2 g/denier, mulur serat sebesar 9,47%, moisture content sebesar 0,331%, dan moisture regain sebesar 0,333%. Komposisi kimia berdasarkan hasil uji FTIR pada serat ampas tebu yaitu gugus O-H, C-H, C=C, dan =C-O-C. Nilai kehalusan serat ampas tebu (bagasse) tidak memenuhi syarat serat untuk dapat dipintal menggunakan ring spinning, sehingga jika serat melewati proses pemintalan akan menghasilkan kain yang kurang nyaman. Oleh karena itu, serat ampas tebu tidak disarankan untuk dijadikan bahan baku alternatif pemintalan dari serat alam atau tekstil sandang, tetapi lebih cocok untuk penggunaan tekstil non sandang, seperti peredam suara atau serat penguat material komposit.
Preface Arena Tekstil Vol 37 No 1 2022 Author BBT
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7764

Abstract

PENCANGKOKAN N-ISOPROPILAKRILAMIDA PADA NIRTENUN LYOCELL DENGAN BANTUAN IRADIASI PLASMA LUCUTAN KORONA BERTEKANAN ATMOSFIR Jakariya Nugraha; Mohamad Widodo; Hardianto Hardianto
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7693

Abstract

Suatu material tekstil dapat dimodifikasi menjadi tekstil cerdas terhadap perubahan suhu melalui pencangkokan polimer termoresponsif seperti N-isopropilakrilamida (NIPAM). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses polimerisasi cangkok NIPAM pada nirtenun lyocell dengan bantuan iradiasi plasma. Dalam kegiatan penelitian ini, telah dilakukan upaya untuk mempolimerisasikan NIPAM menjadi p(n-isopropilakrilamida) atau PNIPAM sekaligus mencangkokkannya pada nirtenun lyocell dengan bantuan iradiasi plasma dari mesin plasma jenis lucutan korona bertekanan atmosfir. Metode penelitian meliputi iradiasi plasma pada permukaan nirtenun lyocell untuk menciptakan radikal bebas permukaan, perendaman NIPAM, pencucian, dan pengeringan nirtenun lyocell hasil proses. Pengujian nilai persentase kadar pencangkokan dan analisis morfologi serat dari nirtenun hasil proses dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pencangkokan. Selain itu, keberhasilan polimerisasi NIPAM pada permukaan nirtenun lyocell juga dikonfirmasi melalui analisis gugus fungsi menggunakan spektrometer ATR-FTIR. Dari penelitian yang dilakukan, waktu perendaman dan metode pencucian berpengaruh terhadap kadar pencangkokan dari sampel yang dihasilkan. Diketahui bahwa nilai kadar pencangkokan paling tinggi sebesar 26,11%, yakni pada sampel nirtenun lyocell dengan perendaman NIPAM selama 24 jam tanpa pencucian. Citra SEM juga menunjukkan adanya NIPAM yang terdeposisi pada permukaan nirtenun lyocell. Sementara itu, hasil analisis gugus fungsi pada permukaan nirtenun lyocell hasil penelitian menunjukkan adanya gugus khas dari NIPAM, tetapi tidak dengan gugus khas dari PNIPAM. Hasil studi mengindikasikan bahwa proses pencangkokan telah berhasil, namun polimerisasi belum berhasil dilakukan.
ANALISIS KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN TEKAN BALOK LAMINASI BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) DAN SERAT KELAPA SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI KAPAL Parlindungan Manik; S Samuel; Muhammad Ariq Fikri Kamil; Tuswan Tuswan
Arena Tekstil Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v37i1.7701

Abstract

Balok laminasi terbentuk dari dua material atau lebih yang mempunyai sifat berbeda. Laminasi bambu merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan suatu material agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah laminasi bambu terhadap kekuatan lentur dan kekuatan tekan pada balok laminasi bambu. Metode yang dilakukan merupakan pengujian eksperimental dengan menguji kekuatan lentur dan tekan. Pengujian balok mengacu pada SNI 03-3958-1995 dan SNI 03- 3959-1995. Balok laminasi yang akan diuji memiliki nilai kadar air dibawah 13% sesuai dengan ketentuan pengujian dan memiliki berat jenis antara 0,58-0,69 g/cm3. Balok laminasi dengan variasi arah 0˚/90˚ mempunyai kekuatan lentur sebesar 74,44 MPa dan mempunyai kekuatan tekan 55,36 MPa. Laminasi dengan variasi arah bersilangan +45˚/-45˚ memiliki nilai kekuatan lentur sebesar 55,34 MPa dan kekuatan tekan 65,57 MPa. Variasi susunan arah bersilangan 0˚/90˚ memiliki kekuatan lentur yang lebih baik dibandingkan dengan variasi arah bambu bersilangan +45˚/-45˚, sedangkan untuk pengujian tekan, variasi susunan arah bersilangan +45˚/-45˚ memiliki hasil pengujian yang lebih besar. Hasil pengujian tekan dan lentur untuk kedua variasi tergolong dalam kelas kuat Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berbeda, variasi arah bambu bersilangan 0˚/90˚ tergolong dalam kelas kuat II untuk pengujian lentur dan kelas kuat II untuk pengujian tekan, sedangkan untuk variasi arah bambu bersilangan +45°/-45° tergolong dalam kelas kuat III untuk pengujian lentur dan kelas kuat I untuk pengujian tekan.