cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Pengelolaan Limbah Pada Industri Rokok Yuliastuti, Rieke; Cahyono, Handaru Bowo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.043 KB)

Abstract

Industri rokok menghasilkan limbah diantaranya limbah padat, cair maupun gas. Namun banyak pelaku industri rokok yang mengabaikan hal tersebut terutama industri kecil menengah ataupun industri rajangan cengkeh. Untuk itu perlu dilakukan tinjauan pengelolaan limbah pada industri rokok. Tujuan tinjauan ini adalah untuk mengupas sumber limbah industri rokok dan pengolahan limbah yang tepat sehingga pelaku industri dapat berproduksi tanpa harus mencemari lingkungan. Metode penelitiannya adalah dengan melakukan identifikasi sumber dan karakteristik limbah pada industri rokok kemudian melakukaan analisis limbah dan telaah pengolahan limbah yang tepat. Dari hasil penelitian maka didapatkan hasil rata-rata limbah cair industri rokok mempunyai karakteristik dengan BOD : 3400 mg/l, COD : 5400 mg/l, TSS : 180 mg/l, Fenol : 100 mg/l dan pH : 5. Limbah cair ini dapat diolah dengan cara menggunakan sistem netralisasi, anaerobik, lumpur aktif dan sedimentasi sehingga dihasilkan efluen limbah terolah dengan karakteristik BOD : 131,58 mg/l, COD : 257,98 mg/l, TSS : 17,28 mg/l,  Fenol : 0,5 mg/l dan pH : 6,8. Pada limbah padat, timbulan terbanyak berasal dari reject produk, kertas pembungkus, karton dan sisa bahan baku sehingga diolah dengan cara good house keeping  dan pemanfaatan untuk mendapatkan nilai tambah. Pada limbah gas buang  dan bising yang dihasilkan oleh industri rokok sumbernya adalah dari pengolahan cengkeh, pengolahan tembakau, proses pelintingan dan pencampuran.  Pengelolaan limbah gas dengan cara pemasangan cyclone dust collector,  pemasangan masker, pemasangan exhaust fan, penggunaan incenerator, penggunaan ear muff/ear plug, dan penanaman pohon. Dengan demikian kualitas lingkungan industri rokok dapat terjaga.
UJI NITRIT PADA PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN amanati, lutfi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.904 KB)

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan sampel air minum dalam kemasan baik yang berada di proses produksi maupun di gudang bahan jadi. Sampel di ambil di 60 titik di jawa timur. Pengujian nitrit menggunakan SNI AMDK 01-3554-2006 secara spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan pereaksi N-(1-naptil) etilendiamina dihidroklorida (NEDA) melalui reaksi diazotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitirit pada AMDK yang beredar di Jawa Timur.Konsentrasi nitrit pada air minum dalam kemasan dari 60 sampel di gudang bahan jadi yang diambil di proses produksi 12 sampel yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 60 sampel yang diambil di gudang bahan baku 7 sampel tidak memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0.005 mg/l.
Analisa Gangguan Konduksi pada Terminal Utama Lampu Hemat Energi Wirapraja, Agung Yanuar; Wulandari, Ika Prawesty
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.512 KB)

Abstract

Lampu hemat energi (LHE) tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat saat ini. Lampu hemat energi mempunyai beberapa kelebihan yaitu cahaya yang terang dan konsumsi energi yang sedikit. Lampu hemat energi juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah medan magnet yang dihasilkan oleh komponen pasif yang terdapat pada ballast elektronik. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi konduksi yang dihasilkan oleh lampu hemat energi. Penelitian ini menggunakan dua kelompok lampu hemat energi yaitu LHE dengan harga ≤ Rp10.000,- dan > Rp10.000,-. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui emisi konduksi lampu hemat energi yang beredar di Indonesia berdasarkan harganya. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 15 yaitu mains terminal disturbance voltage. Pada LHE dengan harga ≤ Rp10.000, semua lampu memiliki nilai quasipeak yang melebihi batas limit yang digunakan.  64% sampel yang diuji, memiliki nilai quasipeak yang melebihi batas limit yang ada pada CISPR 15.
Analisis Boraks Dengan Cepat, Mudah Dan Murah Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.297 KB)

Abstract

Boraks telah digunakan sebagai bahan tambahan pada beberapa produk makanan. Dan makanan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun swalayan-swalayan. Padahal konsumsi boraks dalam jangka panjang memiliki efek yang sangat berbahaya terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah  mencari alternatif analisis boraks secara kualitatif yang lebih mudah, murah dan cepat yaitu menggunakan kertas kunyit.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dan metode survey. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kertas kunyit dapat digunakan untuk analisis boraks secara kualitatif. Hal ini terbukti dengan hasil pengamatan yang dilakukan pada 12 sampel kerupuk non protein yang beredar di Pasar Tradisional Semolowaru Surabaya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua sampel, positif mengandung boraks. Begitu juga denga hasil analisis boraks secara kuantitatif menggunakan spektrometer UV-vis. Kandungan Boraks pada sampel berkisar antara 11,80 – 119,90 ppm dengan nilai terendah pada kerupuk “Uyel” yaitu 11,80 ppm dan kandungan boraks tertinggi pada kerupuk “Puli Galar” yaitu 119,90 ppm.
Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil sebagai koagulan pada IPAL Ariani, Nurul Mahmida; Mahmudah, Liayati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.298 KB)

Abstract

Limbah padat afalan kemasan alumunium foil dari industri makanan dapat diproses menjadi alumunium sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penolong dalam proses pengolahan air limbah. Limbah alumunium foil jenis coated (warna) dan uncoated (polos) direaksikan dengan larutan NaOH atau KOH, kemudian ditambahkan larutan H2SO4. Proses optimum diperoleh pada reaksi alumunium foil polos polos / Uncoated yang direaksikan dengan KOH 5 %,  kemudian  H2SO4 1 M dan jika direaksikan dengan NaOH 7.5 %,  dan kemudian H2SO4 1 M. Tawas yang dihasilkan memiliki performa yang sama baiknya dengan tawas komersil hanya membutuhkan jumlah yang lebih banyak karena kadar yang dihasilkan masih jauh dibawah kadar tawas komersil yaitu sekitar 3%
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 ihsan, sobar
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB)

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
Pengaruh Kualitas dan Pemasangan Kabel Suplai Pada Peralatan Rumah Tangga Sesuai SNI IEC 60335-1:2009 Ali, Mohamad Marhaendra
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.106 KB)

Abstract

Pemasangan kabel dan kualitas isolasi kabel pada peralatan rumah tangga harus tahan tekanan listrik terhadap gaya tarik dan torsi dan aman terhadap arus hubung singkat. Pengujian dilakukan sesuai klausal 23 tentang pengkawatan internal dan klausal 25 tentang sambungan suplai dan senur fleksibel eksternal pada produk kipas angin, pompa air dan seterika listrik. Metode pengujian yang digunakan adalah inspeksi pengawatan dalam, kekuatan dielektrik bahan isolasi, luas penampang konduktor, uji tarik dan torsi. Topik penulisan ini membahas faktor penyebab kegagalan pengujian dan cara memperbaikinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa piranti yang baik mempunyai pengawatan dalam yang memadai terhadap bagian tajam, bagian bergerak dan panas. Selain itu kabel fleksibel eksternal menggunakan standard kabel yang dipersyaratkan sesuai arus dan berat pirantinya, mempunyai jangkar kabel yang kuat dan pergeseran kabel < 2 mm setelah uji tarik dan torsi sehingga terjamin keselamatan pengguna selama penggunaan normal.Cabling and cord insulation qualities on household  appliances should withstand electrical pressure against pull force and torque and are safe against short circuit currents. The test is carried out in accordance with clause 23 about internal wiring and clause 25 about supply connection and external flexible cords on fan, water pumps and electric iron. Test methods used are internal wiring inspection, dielectric strength of insulation material, conductor of cross section area, pull test and torque test. This topic discusses the causes of test failure and how to fix it. The test results indicate that a good device has adequate internal wiring of sharp, moving parts and heat. In addition, the external flexible cord use standard cables required according to current and weight of the equipment, have a strong cable anchors and shifting cables <2 mm after pull test and torque  to ensure user safety during normal use.
Karakteristik Kandungan KIO3 pada Garam Konsumsi Beryodium yang Beredar di Kota Blitar amanati, lutfi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.305 KB)

Abstract

Garam Konsumsi Beryodium merupakan produk yang dikonsumsi masyarakat, KIO3merupakan fortifikasi yang ditambahkan ke dalam garam konsumsi beryodium  Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dapat dicegah dengan mengkonsumsi garam dapur yang mengandung iodium ke dalam tubuh. . Garam harus memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar kalium iodat (KIO3) 30 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar kalium iodat dalam garam dapur yang beredar di pasar Kota Blitar . Sampel yaitu semua garam bermerek (50 sampel) dan di uji sesuai SNI 3556 : 2010. Dari 50 sampel terdapat 28 merk garam yang kadar KIO3 nya di bawah syarat mutu dan 6 merk garam tidakmengandung KIO3 tidak memenuhi syarat.
Verifikasi Metode Pengujian Sulfat Dalam Air dan Air Limbah Sesuai SNI 6989.20 : 2009 utami, ardhaningtyas riza
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.683 KB)

Abstract

Verifikasi metode pengujian sulfat dalam air dan air limbah secara turbidimetri yang mengacu pada SNI 6989.20 : 2009 telah dilakukan. Didapatkan Limit of Quantity (LOQ) = 1,921 mg/L, Method Detection Limit (MDL) = 0.6038 mg/L. Kurva kalibrasi untuk konsentrasi > 5 mg/L dan konsentrasi < 5 mg/L mempunyai derajat linearitas ( r ) =0.997 dan 0.998.  RSD presisi contoh = 3.187 %, sedangkan RSD reproducibility contoh = 2.60%. Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium.
Studi Uji kekerasan Rockwell Superficial vs Micro Vickers Kumayasari, Magdalena Feby; Sultoni, Arif Indro
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.988 KB)

Abstract

Pengujian menggunakan mesin uji kekerasan Microvickers membutuhkan preparasi yang cukup sulit. Hal ini membuat banyak produsen yang lebih menyukai menggunakan pengujian Rockwell T karena proses yang lebih mudah dan cepat. Namun, pada kenyataannya pengujian Rockwell tidak dapat digunakan pada benda uji dengan ketebalan yang cukup tipis dasn lunak , sehingga mengakibatkan banyak sampel yang tidak lolos uji saat diuji menggunakan alat uji kekerasan microvickers pada tingkat kekekerasan lunak. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan pengujian dengan dua metode kekerasan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pengujian terhadap benda yang sama. Kekerasan yang digunakan adalah Rockwell superficial 15 T dan 30 T dengan Microvickers 2 kgf. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil uji kekerasan antara kedua metode itu, jika dilakukan pemolesan yang benar terhadap benda uji yang akan dilakukan menggunakan microvickers.

Page 2 of 11 | Total Record : 107