cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Efektifitas Pengolahan Limbah Cair Industri Asbes Menggunakan Flokulan dan Adsorben Rieke Yuliastuti; Handaru Bowo Cahyono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.319 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3494

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah dari Industri berbahan  asbes dengan cara menambahkan flokulan ataupun adsorben. Variabel flokulan yang diambil untuk pengolah limbah adalah Al2SO4/tawas, FeSO4, dan PAC, sedangkan variabel adsorben menggunakan Karbon aktif dan Zeolit. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan flokulan tawas sebesar 1000 mg/l  lebih efektif hingga efisiensi penurunan COD sebesar  79%, TDS sebesar 58 %, TSS sebesar 98% dengan biaya pengolahan sebesar Rp 102,685 /liter limbah
Analisa Gangguan Konduksi pada Terminal Utama Lampu Hemat Energi Agung Yanuar Wirapraja; Ika Prawesty Wulandari
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.512 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2103

Abstract

Lampu hemat energi (LHE) tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat saat ini. Lampu hemat energi mempunyai beberapa kelebihan yaitu cahaya yang terang dan konsumsi energi yang sedikit. Lampu hemat energi juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah medan magnet yang dihasilkan oleh komponen pasif yang terdapat pada ballast elektronik. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi konduksi yang dihasilkan oleh lampu hemat energi. Penelitian ini menggunakan dua kelompok lampu hemat energi yaitu LHE dengan harga ≤ Rp10.000,- dan > Rp10.000,-. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui emisi konduksi lampu hemat energi yang beredar di Indonesia berdasarkan harganya. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 15 yaitu mains terminal disturbance voltage. Pada LHE dengan harga ≤ Rp10.000, semua lampu memiliki nilai quasipeak yang melebihi batas limit yang digunakan.  64% sampel yang diuji, memiliki nilai quasipeak yang melebihi batas limit yang ada pada CISPR 15.
Pengembangan Desain Rice Box Yang Mengacu Pada Prilaku Pengguna Dalam Menyimpan Beras Dan Preferensi Secara Visual Terhadap Produk Rice Box Yang Sudah Ada Aulia, Wildan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.043 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1766

Abstract

Masyarakat kota besar di Indonesia saat ini umumnya menyimpan persediaan beras di rumahnya dalam sebuah produk bernama rice box. Rice box merupakan sarana fungsional untuk menyimpan beras yang dirancang dan diproduksi melalui proses pabrikasi. Desain rice box pada dasarnya dikembangkan melalui pertimbangan jumlah konsumsi beras keluarga dan kemudahan produksi. Di sisi lain, pengembangan desain melalui pendekatan perilaku pengguna merupakan salah satu metode yang efektif untuk meminimalisasi kesalahan keputusan pengembangan sebuah produk di samping preferensi pengguna terhadap model produk. Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan desain rice box melalui pendekatan aspek perilaku pengguna dalam menggunakan rice box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan secara bulanan, pengkategorian perabotan rumah dan fungsi rice box mempengaruhi keputusan masyarakat untuk memilih tipe rice box. Penggayaan rice box tidak berkaitan dengan fungsi produk secara langsung namun cukup mempengaruhi minat beli. Hasil penelitian dapat menjadi acuan pengembangan desain rice box yang lebih terukur tanpa melupakan aspek kemudahan produksi dan penggayaan produk yang baik.
Analisis Boraks Dengan Cepat, Mudah Dan Murah Fadjar Kurnia Hartati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.297 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2827

Abstract

Boraks telah digunakan sebagai bahan tambahan pada beberapa produk makanan. Dan makanan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun swalayan-swalayan. Padahal konsumsi boraks dalam jangka panjang memiliki efek yang sangat berbahaya terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah  mencari alternatif analisis boraks secara kualitatif yang lebih mudah, murah dan cepat yaitu menggunakan kertas kunyit.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dan metode survey. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kertas kunyit dapat digunakan untuk analisis boraks secara kualitatif. Hal ini terbukti dengan hasil pengamatan yang dilakukan pada 12 sampel kerupuk non protein yang beredar di Pasar Tradisional Semolowaru Surabaya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua sampel, positif mengandung boraks. Begitu juga denga hasil analisis boraks secara kuantitatif menggunakan spektrometer UV-vis. Kandungan Boraks pada sampel berkisar antara 11,80 – 119,90 ppm dengan nilai terendah pada kerupuk “Uyel” yaitu 11,80 ppm dan kandungan boraks tertinggi pada kerupuk “Puli Galar” yaitu 119,90 ppm.
KARAKTERISTIK BIOADSORBEN DARI LIMBAH KULIT DURIAN UNTUK PENYERAPAN LOGAM BERAT Fe DAN Zn PADA AIR SUMUR Sukma Budi Ariyani
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.155 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5229

Abstract

ABSTRAK. Kulit durian apabila tidak dimanfaatkan dan menumpuk akan mencemari lingkungan. Kulit durian dapat dimanfaatkan menjadi bioadsorben logam berat karena kulit durian memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit durian sebagai bioadsorben logam berat Fe dan Zn pada air sumur, mengetahui karakteristik kulit durian sebagai bioadsorben logam berat dan mengetahui efektifitas bioadsorben dari kulit durian dalam menyerap Fe dan Zn pada air sumur. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan bioadsorben dari kulit durian, pengujian karakteristik bioadsorben dari kulit durian seperti uji SEM+EDS, pencampuran bioadsorben dengan air sumur dan pengukuran kadar akhir logam. Hasil bioadsorben yang diperoleh, hasil uji kadar air sebesar 10,61% dan kadar abu sebesar 1,04%. Karakteristik fisik, bioadsorben yang dihasilkan memiliki ukuran pori yang beragam dan komposisi kimia nya meliputi senyawa C, O, Ca, K dan Na. Untuk penyerapan oleh bioadsorben dari kulit durian, untuk kadar akhir logam Zn yakni < 0,001 mg/L dan kadar akhir logam Fe yakni 0,169 mg/L.Kata kunci : bioadsorben, karakteristik, kulit durian, logam berat 
Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya) Deny Suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.102 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1791

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan pada sinar matahari. Salah satu pemanfaatan sinar matahari menggunakan menjadi energi listrik menggunakan Panel Surya. Panel Surya adalah sebuah elemen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Tegangan dan Arus listrik yang dihasilkan sel surya dipengaruhi oleh tingkat intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan. Semakin rendah intensitas radiasi cahaya matahari maka makin rendah pula arus dan tengangan yang dihasilkan. Temperatur lingkungan disekitar panel surya juga memiliki kontribusi dalam perubahan temperatur pada sel-sel surya. Akibat kenaikan temperatur, maka Tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya menjadi berkurang. Untuk kondisi Surabaya, terjadi pengurangan tegangan listrik sebesar -111.05 V jika menggunakan panel surya jenis monokristalin. 
Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil sebagai koagulan pada IPAL Nurul Mahmida Ariani; Liayati Mahmudah
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.298 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3496

Abstract

Limbah padat afalan kemasan alumunium foil dari industri makanan dapat diproses menjadi alumunium sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penolong dalam proses pengolahan air limbah. Limbah alumunium foil jenis coated (warna) dan uncoated (polos) direaksikan dengan larutan NaOH atau KOH, kemudian ditambahkan larutan H2SO4. Proses optimum diperoleh pada reaksi alumunium foil polos polos / Uncoated yang direaksikan dengan KOH 5 %,  kemudian  H2SO4 1 M dan jika direaksikan dengan NaOH 7.5 %,  dan kemudian H2SO4 1 M. Tawas yang dihasilkan memiliki performa yang sama baiknya dengan tawas komersil hanya membutuhkan jumlah yang lebih banyak karena kadar yang dihasilkan masih jauh dibawah kadar tawas komersil yaitu sekitar 3%
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 sobar ihsan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2351

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
Pengelolaan Limbah Pada Industri Rokok Yuliastuti, Rieke; Cahyono, Handaru Bowo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.043 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1768

Abstract

Industri rokok menghasilkan limbah diantaranya limbah padat, cair maupun gas. Namun banyak pelaku industri rokok yang mengabaikan hal tersebut terutama industri kecil menengah ataupun industri rajangan cengkeh. Untuk itu perlu dilakukan tinjauan pengelolaan limbah pada industri rokok. Tujuan tinjauan ini adalah untuk mengupas sumber limbah industri rokok dan pengolahan limbah yang tepat sehingga pelaku industri dapat berproduksi tanpa harus mencemari lingkungan. Metode penelitiannya adalah dengan melakukan identifikasi sumber dan karakteristik limbah pada industri rokok kemudian melakukaan analisis limbah dan telaah pengolahan limbah yang tepat. Dari hasil penelitian maka didapatkan hasil rata-rata limbah cair industri rokok mempunyai karakteristik dengan BOD : 3400 mg/l, COD : 5400 mg/l, TSS : 180 mg/l, Fenol : 100 mg/l dan pH : 5. Limbah cair ini dapat diolah dengan cara menggunakan sistem netralisasi, anaerobik, lumpur aktif dan sedimentasi sehingga dihasilkan efluen limbah terolah dengan karakteristik BOD : 131,58 mg/l, COD : 257,98 mg/l, TSS : 17,28 mg/l,  Fenol : 0,5 mg/l dan pH : 6,8. Pada limbah padat, timbulan terbanyak berasal dari reject produk, kertas pembungkus, karton dan sisa bahan baku sehingga diolah dengan cara good house keeping  dan pemanfaatan untuk mendapatkan nilai tambah. Pada limbah gas buang  dan bising yang dihasilkan oleh industri rokok sumbernya adalah dari pengolahan cengkeh, pengolahan tembakau, proses pelintingan dan pencampuran.  Pengelolaan limbah gas dengan cara pemasangan cyclone dust collector,  pemasangan masker, pemasangan exhaust fan, penggunaan incenerator, penggunaan ear muff/ear plug, dan penanaman pohon. Dengan demikian kualitas lingkungan industri rokok dapat terjaga.
Pengaruh Kualitas dan Pemasangan Kabel Suplai Pada Peralatan Rumah Tangga Sesuai SNI IEC 60335-1:2009 Mohamad Marhaendra Ali
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.106 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3467

Abstract

Pemasangan kabel dan kualitas isolasi kabel pada peralatan rumah tangga harus tahan tekanan listrik terhadap gaya tarik dan torsi dan aman terhadap arus hubung singkat. Pengujian dilakukan sesuai klausal 23 tentang pengkawatan internal dan klausal 25 tentang sambungan suplai dan senur fleksibel eksternal pada produk kipas angin, pompa air dan seterika listrik. Metode pengujian yang digunakan adalah inspeksi pengawatan dalam, kekuatan dielektrik bahan isolasi, luas penampang konduktor, uji tarik dan torsi. Topik penulisan ini membahas faktor penyebab kegagalan pengujian dan cara memperbaikinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa piranti yang baik mempunyai pengawatan dalam yang memadai terhadap bagian tajam, bagian bergerak dan panas. Selain itu kabel fleksibel eksternal menggunakan standard kabel yang dipersyaratkan sesuai arus dan berat pirantinya, mempunyai jangkar kabel yang kuat dan pergeseran kabel < 2 mm setelah uji tarik dan torsi sehingga terjamin keselamatan pengguna selama penggunaan normal.Cabling and cord insulation qualities on household  appliances should withstand electrical pressure against pull force and torque and are safe against short circuit currents. The test is carried out in accordance with clause 23 about internal wiring and clause 25 about supply connection and external flexible cords on fan, water pumps and electric iron. Test methods used are internal wiring inspection, dielectric strength of insulation material, conductor of cross section area, pull test and torque test. This topic discusses the causes of test failure and how to fix it. The test results indicate that a good device has adequate internal wiring of sharp, moving parts and heat. In addition, the external flexible cord use standard cables required according to current and weight of the equipment, have a strong cable anchors and shifting cables <2 mm after pull test and torque  to ensure user safety during normal use.

Page 5 of 11 | Total Record : 107