cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pada Siswa Sekolah Dasar Tarwani, Awa; Herdiana, Dian
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.33258

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh metode pembelajaran Quantum Teaching dimata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sehingga kedepannya metode ini bisa menjadi landasan untuk diterapkan dimata pelajaran lain di tingkat sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini dilalukan karena penelitiannya berupa peneltian tindakan kelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekolah dasar terhadap materi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil evaluasi yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang semula nilai rata-rata dari pre test sebesar 65,12 pada siklus I, meningkat menjadi 69,53 atau sekitar 4,41%. Sedangkan pada siklus II peningkatan prestasi belajar siswa yang semula nilai rata-rata pre test sebesar 65,12 pada siklus II ini meningkat menjadi 84,88 atau sekitar 19,76%. Ini menunjukkan 95% siswa berhasil dalam belajar PPKn dengan menggunakan metode Quantum Teaching.Kata Kunci: Metode Quantum Teaching, Pendidikan Kewarganegaraan, Penelitian Tindakan Kelas AbstractThis study was conducted to determine how effective the influence of the Quantum Teaching learning method in the subject of Pancasila and Citizenship Education is so that in the future this method can be the basis for application in other subjects at the elementary school level. The approach used in this research is a qualitative approach. This is done because the research is in the form of classroom action research. The results of the research that have been carried out show that learning by using the Quantum Teaching method can improve the learning achievement of elementary school students towards PPKn (Pancasila and Citizenship Education) material. This can be shown from the evaluation results that have been carried out there is an increase in student learning achievement which was originally the average value of the pre-test of 65.12 in the first cycle, increased to 69.53 or about 4.41%. Meanwhile, in the second cycle, the increase in student achievement, which was originally the average pre-test score of 65.12, in the second cycle, increased to 84.88 or about 19.76%. This shows that 95% of students are successful in learning Civics by using the Quantum Teaching method.Keywords: Classroom Action Research, Civic education, Quantum Teaching method
Art of Therapy Melalui Proses Kreatif Menggambar Untuk Anak Usia Dini di Kota Bandung Ningrum, Nina Nursetia
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37407

Abstract

AbstrakKemampuan anak-anak dalam bertanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan diri di Yayasan An-Nur Bandung masih belum berkembang secara optimal oleh karena itu peneliti menerapkan metode AOT melalui pembelajaran menggambar. Masalah penelitian ini yaitu: 1) bagaimana konsep AOT dalam program seni rupa? 2) bagaimana prosedur belajar mengajar melalui konsep AOT? 3) hasil yang ingin dicapai dari konsep AOT dalam program seni rupa?. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak dapat merespon dan bertanggung jawab saat kegiatan pembelajaran, kalau tujuan ini tujuan penelitian ebaiknya ditulikan tujuan penelitian. Peneliti menggunakan metode kualitatif, memberikan stimulus selama 1 tahun pengajaran, wawancara, data penelitian di analisis secara deskriptif.  Hasil data dari penelitian yaitu: a) perencanaan kegiatan AOT b) pelaksanaan AOT meningkatkan kreatifitas, mengembangkan imajinasi anak dan kepercayaan dri bagi anak c) hasil yang diperoleh dari AOT menjadikan anak yang bertanggung jawab dan berkepribadian percaya diri. berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa didalam AOT dapat meningkatkan kreativitas, ide pada anak dan kepercayaan dirinya untuk menunjukan pribadinya di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan data tersebut anak dapat merespon lawan bicara ketika anak diminta untuk membereskan tempat bermain, anak langsung sigap untuk membereskannya, serta bertanggung jawab dalam kegiatan yang ia mulai hingga selesai, ketika anak membuat kolase, ia akan menyelesaikannya hingga selesai dan menjadi suatu karya yang dapat ia pamerkan.Kata Kunci: Art, Therapy, Confidence, Responsibility. AbstractThe ability of children to be responsible and increase self-confidence at the An-Nur Foundation Bandung is still not developed optimally, therefore researchers apply the AOT method through learning to draw. The research problems are: 1) what is the concept of AOT in the visual arts program? 2) what is the teaching and learning procedure through the AOT concept? 3) the desired outcome of the AOT concept in the visual arts program? This study aims to see how children can respond and be responsible during learning activities if the purpose of this research is to write down the research objectives. Researchers used qualitative methods, provided a stimulus for 1 year of teaching, interviews, research data were analyzed descriptively. The results of the data from the research are: a) planning AOT activities b) implementing AOT increasing creativity, developing children's imagination and confidence for children c) the results obtained from AOT making children responsible and confident personalities. Based on these data, it can be concluded that AOT can increase creativity, ideas in children, and self-confidence to show their personality in the surrounding environment. Based on this data, the child can respond to the interlocutor when the child is asked to clean up the playground, the child is immediately alert to clean it up, and is responsible for the activities he starts to finish, when the child makes a collage, he will finish it until it is finished and become a work that he can create. show off.Keywords: Art, Therapy, Confidence, Responsibility.                                     
Pemanfaatan Perpustakaan Digital Sebagai Sumber Belajar Elektronik Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Tingkat SMA Hadiapurwa, Angga; Novian, Rayhan Musa; Harahap, Noviandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.38526

Abstract

Pembelajaran Argument Driven Inquiry Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa Firdaos, Ilman Nurbaiti; Pursitasari, Indarini Dwi; Permana, Irvan
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37134

Abstract

AbstrakPembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran menurut kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru SMK harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang dapat menghasilkan aspek keterampilan kerja. Salah satu masalah paling kritis dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan adalah keengganan dan kreativitas guru yang kurang untuk menemukan cara agar pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang suatu materi yang telah diajarkan dalam proses belajar mengajar, guru harus memberikan tugas kepada siswa. Penugasan dapat dilakukan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan dalam desain deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau sebagai responden. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis proyek perlu dilakukan oleh guru di kelas Bahasa Inggris sebagai salah satu model dalam proses belajar mengajar karena berfokus pada siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Persepsi Guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan. AbstractProject-based learning is one of the recommended learning models to be used in learning according to the 2013 curriculum. The implementation of the learning process in Vocational High Schools has different characteristics from the implementation of learning in Senior High Schools. Vocational high school teachers must be able to develop learning models that can produce aspects of work skills. One of the most critical problems in teaching and learning English at Vocational High School is teachers’ unwillingness and less creativity to find ways to make learning more creative and fun. To find out to what extent students understand the material that has been taught in the teaching and learning process, the teachers must give assignments to the students. The assignments can be done with the model Project-Based Learning. The aim of this study was to investigate how teachers’ perceptions about project-based learning. This research was conducted in descriptive qualitative design which involved three vocational high school English teachers in Indragiri Hilir Regency, Riau Province as respondents. This research used the semi-structured interview as an instrument to collect the data. The result of the analysis showed that teachers have a positive perception of project-based learning. The conclusion can be drawn that project-based learning was needed to do by the teachers in the EFL classroom as one of the models in the teaching and learning process because its focus on student-centered.Keywords: Project-Based Learning, Teachers’ Perception, and Vocational High School.
Game Simulasi Manajemen Produksi Game Dengan Metode Agile Development Rahadianto, Irfan Dwi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37405

Abstract

AbstrakIndustri game berkembang sangat pesat pada akhir 2010 hingga 2019. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2017 industri game Indonesia memiliki nilai pasar sebesar $879 milyar dan diprediksikan akan terus berkembang setiap tahunnya. Namun dari fenomena yang terjadi pada industri game didalam maupun diluar negeri menunjukan indikasi kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang metode pengelolaan pengembangan game yang mengakibatkan gagal produksi, sehingga dapat menghambat perkembangan dan penyerapan ekonomi kreatif, khususnya pada sektor industri game di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan edukasi tentang metode manajemen produksi game kepada pengembang game pemula melalui game simulasi, agar gagal produksi dapat dihindari. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan edukasi first principles of instruction oleh Merrill (2002) dengan kerangka berfikir design thinking. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pengembang game pemula kurang memiliki pengalaman dalam mengelola pengembangan game sehingga memiliki resiko kegagalan yang tinggi dalam fase produksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa game simulasi yang menerapkan metode edukasi Merrill dapat secara efektif memberikan pengalaman dan edukasi pada pengembang game pemula mengenai metode manajemen produksi game, dimana pengembang pemula dapat mengetahui proses-proses yang harus dilakukan pada fase produksi game.Kata Kunci: Manajemen Produksi, Produksi Game, Game Simulasi, Edukasi.. Abstract1434 / 5000 Translation results The game industry grew very rapidly from the end of 2010 to 2019. In Indonesia alone, in 2017 the Indonesian game industry had a market value of $879 billion and is predicted to continue to grow every year. However, the phenomena that occur in the game industry at home and abroad show indications of a lack of knowledge and understanding of game development management methods that result in production failure, so that it can hinder the development and absorption of the creative economy, especially in the game industry sector in Indonesia. This study aims to provide experience and education about game production management methods to novice game developers through simulation games, so that production failures can be avoided. This research method uses qualitative methods and the educational approach of first principles of instruction by Merrill (2002) with a design thinking framework. In this study it was found that novice game developers lack experience in managing game development so they have a high risk of failure in the production phase. The results of this study indicate that simulation games that apply Merrill's educational method can effectively provide experience and education to novice game developers regarding game production management methods, where novice developers can find out the processes that must be carried out in the game production phase.Keywords:. Production Management, Game Production, Simulation Game, Education.
Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Kewirausahaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Akademik di Kabupaten Ciamis Rozak, Lili Abdullah; Sumarto, Sumarto; Nurdin, Diding; Prihatin, Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37241

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana pengaruh kompetensi manajerial dan kompetensi kewirausahaan kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri terhadap mutu layanan akademik yang didukung dari hasil wawancara. Mutu layanan akademik perlu ditingkatkan karena pada prestasi akademik siswa, kekurangan jumlah guru serta sarana dan prasarana belajar. Data di dapatkan dari 80 Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Ciamis dengan jumlah sampel sebanyak 322. Sementara wawancara dilakukan kepada kepala sekolah dan pengelola sekolah di dalamnya. Data dianalisa dengan menggunakan regresi linear ganda untuk melihat seberapa besar pengaruh kompetensi manajerial (X1) dan kewirausahaan (X2) terhadap terhadap mutu layanan akademik (Y). Hasil tersebut didukung dengan hasil wawancara. Dari hasil analisa data menunjukan bahwa kompetensi kompetensi manajerial (X1) dan kewirausahaan (X2) berpengaruh terhadap mutu layanan akademik (Y). Penelitian sangat berguna untuk para peneliti sebagai referensi serta kepala sekolah dalam mengambil keputusan dalam manajerial dan kewirausahaan. Adapun yang lebih penting adalah bagaimana mutu layanan yang diberikan oleh pemerintah melalui kepala sekolah mampu ditingkatkan dalam rangka memenuhi daya saing global di tingkat nasional maupun internasional.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Mutu Layanan Akademik, Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan AbstractThe purpose of this study is to explain the influence of Public Secondary School Principals on managerial and entrepreneurial competence on the quality of academic services and supported by the results of interviews and documentation studies. Academic quality needs to be improved because of the student's academic skills, the lack of teachers, and the learning facilities and infrastructure in the school. Data were obtained from 80 Public Secondary schools in Ciamis Regency as many as 322 teachers. Data analysis using multiple linear regression to see how much influence managerial competence (X1) and entrepreneurship (X2) on the quality of academic services (Y). These results are supported by the results of the interviews. The results of data analysis show that managerial competence (X1) and entrepreneurship (X2) affect the quality of academic services (Y). Research is very useful for researchers as a reference as well as principals in making managerial and entrepreneurial decisions. What is more important is how the quality provided by principals is able to improve the framework to meet global competitiveness at the national and international levelsKeywords: Principal, Academic Service Quality, Managerial Competence, Entrepreneurial Competence
Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah Kejuruan Sari, Ratih Apri; Musthafa, Bachrudin; Yusuf, Fazri Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.36972

Abstract

AbstrakPembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran menurut kurikulum 2013. Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru SMK harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang dapat menghasilkan aspek keterampilan kerja. Salah satu masalah paling kritis dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan adalah keengganan dan kreativitas guru yang kurang untuk menemukan cara agar pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang suatu materi yang telah diajarkan dalam proses belajar mengajar, guru harus memberikan tugas kepada siswa. Penugasan dapat dilakukan dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini dilakukan dalam desain deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau sebagai responden. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis proyek perlu dilakukan oleh guru di kelas Bahasa Inggris sebagai salah satu model dalam proses belajar mengajar karena berfokus pada siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Persepsi Guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan. AbstractProject-based learning is one of the recommended learning models to be used in learning according to the 2013 curriculum. The implementation of the learning process in Vocational High Schools have different characteristics from the implementation of learning in Senior High Schools. Vocational high school teachers must be able to develop learning models that can produce aspects of work skills. One of the most critical problems in teaching and learning English at Vocational High School is teachers’ unwillingness and less creativity to find ways to make learning more creative and fun. To find out what extent students understand about the material that has been taught in the teaching and learning process, the teachers must give assignments to the students. The assignments can be done with the model Project-Based Learning. The aim of this study was to investigate how teachers’ perception about project-based learning. This research conducted in descriptive qualitative design which involved three vocational high school English teachers in Indragiri Hilir Regency, Riau Province as respondents. This research used semi-structured interview as an instrument to collect the data. The result of the analysis showed that teachers have positive perception toward project-based learning. The conclusion can be drawn that project-based learning was needed to do by the teachers in EFL classroom as one of the models in teaching and learning process because its focus on student-centered.Keywords: Project-Based Learning, Teachers’ Perception, and Vocational High School.How to cite (APA Style): Sari, R., Musthafa,B., Yusuf, F.N. (2021).  Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Menengah Kejuruan.  Jurnal Penelitian Pendidikan, 21 (2), 2021. 1-11. doi: https://10.17509/jpp.v21i2.36972
Menyelidiki Hubungan Guru-Siswa dan Bagaimana Korelasinya dengan Performa Menulis Siswa selama Pembelajaran Online Amaliah, Rahma Faridila; Sudana, Dadang
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v21i2.37412

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi guru dalam membangun hubungan (rapport) dengan siswa dan bagaimana strategi ini berkorelasi dengan performa menulis siswa. Di dalam penelitian ini, ada dua dimensi hubungan guru-siswa—keterhubungan guru dan kecemasan siswa saat berinteraksi dengan guru—maka perhitungan korelasi dilakukan secara terpisah dengan menggunakan SPSS. Metode campuran—khususnya model concurent embedded—diterapkan untuk menjawab tujuan dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenali dan membantu siswa secara efektif menolong guru dalam membangun hubungan yang positif dengan siswa. Pernyataan ini kemudian didukung oleh temuan dari data kuantitatif yang menyatakan bahwa 1) terdapat korelasi positif yang signifikan antara keterhubungan guru dengan performa menulis siswa; dan 2) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan siswa dengan performa menulis mereka. Dari temuan yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa kehadiran hubungan guru-siswa yang positif memiliki korelasi yang signifikan dengan performa menulis siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru bahasa Inggris dengan strategi yang berpotensial untuk membangun hubungan yang positif selama pembelajaran online.Kata Kunci: Korelasi, Pembelajaran Online, Rapport, Strategi, Writing AbstractThis study aims at investigating teacher’s strategies in establishing rapport with the students and how these strategies correlate with students’ writing performance. As there are two dimensions of rapport—teacher’s connectedness and students’ anxiety when interacting with teacher—the correlation computation is done separately by using SPSS. The mixed-method—specifically concurrent embedded design—is then applied to answer this study’s research purposes. The findings show that recognizing and supporting students effectively help the teacher to establish a positive rapport with the students. This statement is then supported by the findings from quantitative data stating that 1) there is a positive significant correlation between teacher’s connectedness and students’ writing performance; and 2) there is a negative significant correlation between students’ anxiety and their writing performance signaling that when students’ anxiety decreases, students writing performance will increase. From the findings elaborated above, it can be concluded that establishing rapport is necessary as it helps students to increase academic achievement—in this case, their writing performance. The findings of this study are then hoped to aid language teachers with potential strategies to build positive rapport during online learning.Keywords: Correlation, Online Learning, Rapport, Strategy, Writing

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025) Vol 25, No 1 (2025) Vol 23, No 1 (2023): Pendidikan Vol 22, No 3 (2022) Vol 22, No 2 (2022) Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021) Vol 21, No 2 (2021) Vol 21, No 1 (2021) Vol 20, No 3 (2020) Vol 20, No 2 (2020) Vol 20, No 1 (2020): MEDIA PEMBELAJARAN Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 1 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN More Issue