cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
RITME
ISSN : 1412653X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Ritme (Seni dan Desain serta Pengajarannya) diterbitkan oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia dua kali dalam setahun, bulan Februari dan Agustus. Ruang lingkup topik artikel meliputi pembelajaran seni dan desain, inovasi pembelajaran seni, model pembelajaran seni, strategi pembelajaran seni, pendekatan pembelajaran seni, evaluasi pembelajaran seni, media dan teknologi pembelajaran seni, kajian seni, kajian budaya, kajian desain dan kajian sejarah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
TALENT MANAJEMAN DALAM MANAJEMAN PERKULIAHAN PENDIDIKAN SENI FRSD UPI Ayat Suryatna
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada tiga kunci pengembangan SDM mahasiswa seni di Perguruan tinggi untuk meraih masa depan, yakni: Talent Manajeman, Penempatan Landasan dan Strategi Pengembangan SDM Mahasiswa Seni di FPSD UPI yang tepat. Untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia (Word Class) yang digembargemborkan mustahil tercapai manakala tidak diterapkan manajeman SDM yang modern yang didasarkan atas talenta, yakni manajeman yang (a) Para pimpinan utama  perguruan tinggi UPI memiliki visi dan pola pikir pengembangan (Development Mindset) yang strategis dan sibuk dengan politik lokal. Pola pikir politiik kekuasaan saja tidak mengutamakan arah dan tujuan perguruan tinggi yang handal dan kompetitip; (b) Organisasi perguruan tinggi tidak memiliki budaya belajar(Performance Culture) atas keberhasilan/kegagalan serta memberi kompensisai yang memadai; (c) Dukungan pimpinan utama perguruan tinggi acuh tak acuh dan kurang mendukung  pengembangan mahasiswa yang bertalenta; (d) Infrastruktur dan sistem informasi perguruan tinggi yang akurat (Good Human Resource Information System).
MANDAU SENJATA TRADISIONAL SEBAGAI PELESTARI RUPA LINGKUNGAN DAYAK Heri Santosa; Tapip Bahtiar
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

anyaknya pulau yang terhampar di wilayah Indonesia, menyebabkan tumbuhnya berbagai kebudayaan yang beragam. Hal ini merupakan realitas yang menguntungkan bagi negara Indonesia. Kekayaan budaya yang menjadi asset tak ternilai yang tumbuh menjadi pesona alam Indonesia. Dayak merupakan salah satu suku bangsa yang terkenal di Indonesia. Suku bangsa yang tinggal di pulau Kalimantan ini memiliki berbagai produk budaya. Aneka produk budaya telah dilahirkan di suku bangsa Dayak. Salahsatu produk budaya Dayak adalah senjata tradisional yang diberi nama Mandau. Mandau pada dasarnya dibuat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun disamping itu ada juga yang dibuat khusus untuk digunakan dalam upacara ritual. Pada perkembangan selanjutnya, Mandau ada yang dibuat untuk keperluan tanda mata atau souvenir.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MANDIRI DALAM KETERAMPILAN MEMAINKAN TEROMPET Febbry Cipta
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan hasil penelitian tentang implementasi pembelajaran mandiri dalam meningkatkan keterampilan memainkan terompet. Melalui implementasi ini diharapkan dapat membuka sudut pandang pada sisi lain (selain mempraktikan teknik-teknik) berkaitan dengan keberhasilan belajar. Implementasi pembelajaran mandiri telah memberikan dampak yang diharapkan terhadap proses pembelajaran. Peserta mampu menunjukkan cara berpikir kritis dalam meningkatkan keterampilannya melalui rutinitas praktik-praktik mandiri dengan fokus pada spesifikasi yang harus dipelajari, serta mengoptimalkan waktu dalam mempelajari setiap materi. Melalui proses yang terorganisir, dapat memberikan pemahaman kepada peserta dalam membangun aspek-aspek fisik (pernapasan, embouchure, lidah, dan penjarian) dan aspek-aspek musikal (warna suara, intonasi, artikulasi, dinamika, dan durasi) sebagai penunjang teknik-teknik memainkan terompet.
PENDEKATAN INTERDISIPLIN DALAM KAJIAN KUALITATIF. (KEARIFAN TEMPATAN WARISAN KRAF BULUH: SIMBOLISME MINDA DAN WATAK DALAM SOSIO-BUDAYA MULTI ETNIK SARAWAK) Mohd Zaihidee Arshad
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaedah kualitatif dengan menggunakan pendekatan interdisiplin dalam kajian menekankan persoalan permasalahan dapat dijawab secara menyeluruh, berkesan dan bermakna. Warisan kraf buluh dalam sosio-budaya multi etnik di Sarawak mencakup pelbagai aspek kehidupan dalam memenuhi keperluan psikologi, sosiologi dan antroplogi yang tidak terpisah dengan sejarah kehidupan dan sejarah kesenian manusia. Pendekatan interdisiplin yang digunakan dalam kajian dapat menjelaskan cakupan pelbagai aspek keperluan kehidupan manusia.  Apa, mengapa dan bagaimana yang berlaku dalam permasalahan kehidupan diterjemahkan. Dalam konteks ini, penyelidik mengajak audien melihat bagaimana interdisiplin berfungsi dalam kajian. Interpretasi yang dilakukan lebih berfokus dan bermakna apabila beberapa teori berkaitan seperti Teori Sosial Parsons dan Teori Seni Langer digunakan. Kaedah kepustakaan, temu bual, pemerhatian dan analisis objek kraf dilakukan melalui pendekatan yangdigunakan. Data diinterpretasi dan diproses secara Analisis Interaktif Miles dan Huberman. Tiga komponen analisis digunakan iaitu (1) reduksi data  (2) menyajikan data dan  (3) membuat kesimpulan atau verifikasi. Proses Reduksi data berguna dalam kajian ini untuk menajamkan dan mengorganisasikan kesimpulan analisis.  Dapatan menunjukkan kewujudan kraf buluh sebagai simbolisme dalam sosiobudaya multi etnik di Sarawak sangat berhubung rapat dengan minda dan tingkah laku masyarakat tersebut sehingga dapat membentuk kesenian dan kebudayaan dengan identiti yang tersendiri.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK TEMATIK SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ridwan Ridwan
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan implementasi kurikulum 2013 yang diyakini adalah kurikulum kekinian yang mampu menjawab tantangan zaman, terkait dengan persaingan global. Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilaku dan kompetensi yang ingin dicapai yaitu kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, di samping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Di dalam artikel ini dibahas bagaimana implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Melalui pendekatan dan metode kualitatif, data diperoleh dengan cara wawancara, studi pustaka, kajian elektronik (internet) dari berbagai sumber dan dari pengalaman empiris. Hasilnya adalah dengan menggunakan kurikulum 2013, diterapkan dengan pendekatan yang baik dan benar mampu mengimplementasikan pembelajaran seni musik berbasis tematik.
NGEMONG (Permainan Tradisioanal Sebagai Ajang Kreativitas) Putri Lilis Dyani
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan modern sudah banyak memangkas dengan kejam ruang alami anak untuk bermain, dahulu setiap hari terdengar lagu anak-anak seperti Tong karo entong dingklik kendi gentong karo maron jun  Cir k ucar k acir cidui… cir k ocar k acir yoban  dimana suara itu…kini yang terdengar trang…trang…trang…suara pedang ..dan dar der dor suara tembakan dari sebuah game on line warung internet…Anak-anaktelah kehilangan hak-haknya untuk bermain. Munculnya arus globalisasi  menyebabkan  terjadinya perubahan tata nilai tradisional yang didukung oleh hadirnya produk-produk modern yang mempengaruhi tingkah laku anak, dan keberadaan permainan anak tradisional tergantikan oleh bentuk permainan modern dan canggih tersebut, secara langsung mempengaruhi pula seluruh area perkembangan anak dan tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar tentang dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya. Permainan anak dapat memberikan kebebasan untuk berimajinasi, mengembangkan potensi diri/bakat,dan untuk berkreativitas.  Maka motivasi bermain pada anak harus muncul dari dalam diri mereka sendiri dan anak-pun bermain untuk menikmati aktivitas mereka tidak boleh dipaksa. Hadirnya seni tari disinimenjadi penting karena seni tari tidak mencetak anak menjadi penari yang professional, tetapi seni tari menjadi jembatan penyampai nilai-nilai pendidikan yang menjadikan anak semakin cerdas, pintar, disiplin, mandiri dan kreatif.
MINIMAX SEBAGAI KONSEP BERKARYA SLAMET ABDUL SJUKUR DALAM PENCIPTAAN MUSIK KONTEMPORER Hery Supiarza
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Minimax merupakan istilah yang digunakan oleh Slamet Abdul Sjukur dalam membuat karya musik kontemporer. Minimax dibangun dari dua kata, mini artinya kecil, dan max artinya maksimal (paling besar). Kata tersebut bermakna sesuatu yang kecil kemudian dijadikan menjadi paling besar, bukan saja hanya besar tapi dipalingbesarkan. Melalui konsep Minimax ini, keterbatasan itu bukan hambatan, tapi justru merupakan tantangan bagi komponis untuk menggunakan akal menjadi kreatif. Pada artikel ini, konsep kekaryaan Minimax Slamet Abdul Sjukur dalam penciptaan musik kontemporer akan dibahas mengenai terminologinya sampai menjadi gagasan dekomposisi, rekomposisi, sosio kultural dan edukatif. Berdasarkan konsep tersebut kekaryaannya dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu: musik multimedia,musik instrumen, musik vokal, dan musik dengan tari, lalu karya gelandangan menjadi karya untuk melihat konsep minimax.

Page 1 of 1 | Total Record : 7