cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
Sampul Jurnal Geografi Gea Vol 19, No 1 April (2019) Gea, Jurnal Geografi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.18493

Abstract

Please download the pdf file to see the cover and list of contents
KONSERVASI JENIS LAMUN DI KAWASAN PERAIRAN PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, PROVINSI DKI JAKARTA Baihaqi, Refaldi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14780

Abstract

Lamun merupakan salah satu tumbuhan penyokong kehidupan dilaut, khususnya daerah pesisir.Banyak manfaat yang dihasilkan dari adanya ekosistem lamun atau seagrass baik untuk ekosistem dan biota di laut maupun bagi ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikanjenis- jenis, ciri-ciri dan manfaat lamun yang ada di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Pramuka, Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah data lamun berupa jenis-jenis lamun dan ciri-cirinya. selain itu, ada wawancara bebas dengan petugas dari Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) dan melalui dokumen yang diperoleh melalui penelusuran dengan menggunakan kata kunci distribusi lamun, spesies lamun melalui internet.Analisis data berupa deskriptif analisis untuk memaparkan mengenai jenis dan ciri lamun serta status konservasinya. Hasil yang didapatkan terdapat 7 jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii dan Syringodium isoetifolium. manfaat lamun bagi daerah pesisir dan akibat yang ditimbulkan dari aktivitas manusia di daerah sekitar pesisiryang juga mempengaruhi kondisi komunitas lamun.
UPAYA KONSERVASI ELANG BONDOL DI PULAU KOTOK, TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, PROVINSI DKI JAKARTA Danica, Naafila Noor; Murtajiah, Siti Ita; Hardi, Ode Sofyan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya konservasi elang di Pulau Kotok, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pulau Kotok merupakan salah satu pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Terdapat penangkaran dan rehabilitasi elang bondol yang sudah langka di Pulau Kotok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah program penyelamatan dan rehabilitasi elang bondol di pulau kotok, upaya konservasi dan rehabilitasi elang bondol, dan kondisi elang bondol di Pulau Kotok saat ini. Metode pengambilan data penelitian ini berupa metode deskriptif analitik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah elang bondol yang merupakan maskot kota DKI Jakarta saat ini sedang berada diambang kepunahan. Rehabilitasi elang tidak semudah yang kita bayangkan, karena dalam proses rehabilitasi tidak semua elang tersebut dapat dilepas liarkan kembali. Sudah seharusnya kita menumbuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga  pelestarian satwa Indonesia, salah satuya elang bondol.
WILAYAH KERAWANAN LONGSOR DI KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR Ulfah Rahayu, Ana Mariana; Ardiansyah, Andri Noor; Nuraeni, Neng Sri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.13862

Abstract

Longsor merupakan bencana alam yang sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan rusaknya fasilitas umum yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Umumnya longsor disebabkan oleh faktor alam maupun faktor ulah manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran titik kejadian longsor dan tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Untuk mendapatkan informasi tingkat kerawanan dan penyebarannya dalam bentuk peta dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis ArcGIS 10.1. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif yang terdiri dari survey lapangan dan overlay (tumpang tindih) peta, sedangkan untuk identifikasi daerah rawan longsor menggunakan metode scoring. Parameter tingkat kerawanan longsor yang diamati adalah curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian, jenis tanah, dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 sebaran titik kejadian longsor dari tahun 2011 hingga 2015. Untuk tingkat kerawanan longsor terdiri dari tiga kelas yaitu (1) Kelas kurang rawan seluas 257,79 ha atau 1,85%; (2) Kelas rawan seluas 10.624,28 ha atau 76,20%; (3) Kelas sangat rawan seluas 3.060,26 ha atau 21,95%. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pamijahan termasuk ke dalam tingkat yang rawan terjadi longsor.
ANALISIS KONDISI MUARA KALI PORONG AKIBAT SEMBURAN LUMPUR SIDOARJO MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TAHUN 2014-2017 Permatasari, Yossika Dwi; Priyantari, Nurul; Cahyono, Bowo Eko
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.15168

Abstract

Semburan lumpur di Kabupaten Sidoarjo keluar secara periodik, maka memerlukan ruang penampungan yang semakin luas. Bendungan yang dibuat tidak dapat menahan debit yang semakin banyak. Lumpur dialirkan dengan menggunakan saluran pipa menuju Kali Porong, yang bertujuan dibuang ke muara sungai. Permasalahan muncul diantaranya kondisi muara sungai yang semakin keruh oleh sisa-sisa material lumpur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan konsentrasi Total Suspended Solid (TSS), jarak sebaran TSS, dan tingkat kecerahan air di muara Kali Porong tahun 2014-2017. Nilai konsentrasi TSS menjadi parameter perubahan TSS. Hasil perubahan diklasifikasi berdasarkan kategori kelas TSS. Data hasil dicocokan dengan data buangan lumpur Sidoarjo oleh Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS). Perubahan sebaran konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) di muara Kali Porong dari tahun 2014-2017 memiliki nilai yang naik turun di tiap tahunnya. Tahun 2014 sebaran sebesar 509,056 Ha, tahun 2015 naik menjadi 1323,124 Ha. Sedangkan pada 2016 turun menjadi 714,076 Ha dan kembali naik pada 2017 menjadi 1350,210 Ha. Hal tersebut menyebabkan nilai sebaran konsentrasi TSS mengalami fluktuasi. Muara 3 menjadi muara yang selalu memiliki nilai jarak sebaran TSS tertinggi. Muara 3 tahun 2017 memiliki jarak terjauh dari penelitian yakni 4,295 km. Tingkat kecerahan air tahun 2014-2017 pada penelitian ini menghasilkan rentang nilai antara 4,561 m ? 15,432 m. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 2 MUARA ENIM TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Margarisa, yolanda Diliany; Lian, Bukman; Murjainah, Murjainah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14220

Abstract

Model pembelajaran Think Talk Write adalah suatu model pembelajaran yang diawali bahan bacaan (menyimak, mengritisi, dan alternatif solusi), hasil bacaan dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian membuat laporan hasil presentasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Talk Write terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X di SMA Negeri 2 Muara Enim Tahun Pelajaran 2017/2018.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen desain yaitu pre-eksperimental designs (X-O). Dengan bentuk design One Shot Case Study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas X IPS SMA Negeri 2 Muara Enim yang berjumlah 113 siswa dan sampel yang digunakan yaitu kelas X IPS B yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Dari analisis data lembar observasi yang manggunakan rumus Uji Chi-kuadrat bahwa t-hitung = 338,651 dan t-tabel = 3,841 dimana t-hitung t-tabel (338,651 3,841). Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran Think Talk Write terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X di SMA Negeri 2 Muara Enim Tahun Pelajaran 2017/2018. 
PERAN GEOGRAFI DALAM MENANAMKAN RASA CINTA TANAH AIR DAN WAWASAN NUSANTARA DI SMAN 1 PAGADEN Chaerunnisa, Hani
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.16411

Abstract

Dalam era globalisasi arus informasi akan sulit dikendalikan, informasi yang diterima belum tentu memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Dalam globalisasi tersimpan secara laten mengenai asimilasi dan akulturasi yang tanpa disadari oleh banyak pihak dapat mendegradasi rasa cinta tanah air sehingga banyak peserta didik yang memilih budaya asing sebagai gaya hidupnya. Hal ini yang mendorong penelitian ini untuk dilakukan karena situasi tersebut merupakan dampak dari model pembelajaran yang tendensius sehingga menampilkan pembelajaran yang monoton dan hanya menyentuh aspek kognitif saja. Penulis membuat sebuah penelitian dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman peserta didik sehingga peserta lebih leluasa dalam mendeskripsikan tujuan pembelajaran. Dari dua pertemuan dilakukan pengambilan data melalui angkat, pada pernyatan “Saya menjadi lebih mencintai tanah air setelah belajar geografi” mengalami perubahan yang signifikan dari skor 65% berubah menjadi 100%. 
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERMUKIMAN MELALUI SISTEM INFORMASI GEOHRAFIS DI KELURAHAN 1 ULU, KECAMATAN SEBERANG ULU 1, KOTA PALEMBANG Utami, Sri Qodriyati; Suriadi, Aan; Heldayani, Eni
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14719

Abstract

Permukiman adalah wujud berbagai aktifitas dari penghuni diatas wilayahnya. variasi setiap permukiman dipengaruhi oleh faktor fisik, faktor sosial ekonomi dan faktor sosial budaya. Pada permukiman di kelurahan 1 ulu yang berdekatan dengan sungai ogan memiliki kenampakan yang khas untuk dikaji, Namun pada saat ini kenampakan yang khas dari karakteristik wilayahnya belum diketahui. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik permukiman melalui sistem informasi geografi di Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini seluruh bangunan rumah di Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang. Sample penelitian ini dibuat 4 zona yang dibagi berdasarkan batas fisik jalan di Kelurahan 1 ulu yakni zona 1, zona 2, zona 3 dan zona 4. Data diperoleh melalui interpretasi citra dan observasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan keruangan. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil Pertama, ada variasi sebaran bangunan rumah yaitu Zona 1, Zona 3, dan Zona 4 merupakan Pola Permukiman Acak, sedangkan Zona 2 merupakan Pola Permukiman Mengelompok. Kedua, 96,60% orientasi bangunan rumah menghadap ke darat atau bisa disebut bahwa arah pintunya menghadap kejalan bukan ke sungai. Ketiga, Kepadatan Bangunan Rumah di Kelurahan 1 Ulu dengan 2 variasi yakni rendah dan sangat rendah zona 1 dengan KDB 19,5% termasuk ke kriteria kepadatan rendah, zona 2 dengan KDB 3,19% termasuk ke kriteria kepadatan sangat rendah, zona 3 dengan KDB 9,27% termasuk kriteria kepadatan rendah, dan zona 4 dengan KDB 2,17% termasuk kriteria sangat rendah. Hal ini dapat dipengaruhi faktor 3 faktor yakni berdekatan dengan sungai, kawasan yang masi baru dan kawasan yang sudah lama, dan transportasi serta aksebilitasnya.
NILAI-NILAI KEBUDAYAAN DI KAMPUNG ADAT DUKUH SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL HIDUP SELARAS DENGAN LINGKUNGAN Mainaki, Revi; Rosali, Ely Satiyasih
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.15536

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan letak strategis yang didalamnya terdapat masyarakat yang majemuk, dimana setiap wilayah memiliki kebudayaan yang berupa nilai positif sehingga membentuk kearifan lokal setempat sebagai identitas. Salah satunya terdapat di Kampung Adat Dukuh yang memiliki nilai kebudayaan hidup selaras dengan lingkungan sebagai bentuk akulturasi. Guna mengetahui nilai kebudayaan dan upaya mempertahankan nilai tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif, metode deskriptif. Data dikumpulkan dalam bentuk observasi, studi pustaka, wawancara dan studi dokumentasi dari pemerintah setempat, juru kunci kampung adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukan nilai kebudayaan di kampung adat tersebut diantaranya 1) Pembagian jenis tanah adat; 2) Bentuk rumah tinggal dan 3) Unsur Budaya Universal lokal yang masih dipertahankan dengan cara 1) tidak melakukan aktivitas berdagang di likngkungan Kampung Dukuh Dalam,  2)  menolak memanfaatkan aliran listrik, 3) tidak menjadi Pegawai Negeri Sipil dan 4) tetap hidup dalam kesederhanaan. Hidup selaras dengan lingkungan akan membantu mencegah kerusakan yang berdampak negatif bagi kehidupan manusia, sehingga perlu peran aktif pemerintah setempat dan masyarakat sekitar dalam melestarikan warisan nilai kebudayaan non benda tersebut.
PENGARUH PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KARAKTERISTIK EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR CANDI BOROBUDUR Syaifuddin, Arief; Purwohandoyo, Joni
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v19i1.14528

Abstract

Candi Borobudur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang terkenal hingga manca negara. Selain mampu menyokong perekonomian masyarakat sekitar, keberadaan Candi Borobudur juga berkontribusi melestariakn warisan budaya dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkembangan destinasi wisata Candi Borobudur terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder dan primer melalui kuesioner, observasi, studi literatur, dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan deskriptif dan tabel frekuensi. Analisis pengaruh destinasi pariwisata terhadap ekonomi masyarakat dilihat dari efek penggandaan yang menghasilkan dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan destinasi pariwisata Candi Borobudur dimulai sejak candi ditetapkan sebagai objek wisata tahun 1980. Sejak terbentuk Candi Borobudur mulai banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan sehingga terjadi penambahan berbagai aspek pengembang seperti akses jalan yang sudah diaspal, faslilitas pelayanan yang lengkap, atraksi wisata yang ditambah, dan masyarakat mulai terlibat dalam penyediaan akomodasi dan pelaku usaha di bidang pariwisata. Sedangkan karakteristik ekonomi masyarakat terlibat pada kegiatan pariwisata sebagai pekerjaan pokok maupun sampingan. Pendapatan yang diterima sebanyak 76,6% berada di atas UMK Kabupaten Magelang dan sebanding dengan pengeluaran masyarakat. Analisis efek penggandaan menunjukkan nilai ≥1 yang berarti kegiatan pariwisata memberikan pengaruh berupa dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10