cover
Contact Name
Mahardika Darmawan Kusuma Wardana
Contact Email
pedagogia@umsida.ac.id
Phone
+6285646424525
Journal Mail Official
pedagogia@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit No. 666B, Sidoarjo, Jawa Timur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Pedagogia: Jurnal Pendidikan
ISSN : 20893833     EISSN : 25482254     DOI : https://doi.org/10.21070/pedagogia
Core Subject : Education,
Aim : This journal aimed at communicating the results of research of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of education covering teaching areas in primary education or all education, applied science and critical analytical studies education. - Readers targeted by this journal are professors, students, teachers, primary education or all education practitioners. - Articles to be published on PEDAGOGIA: JURNAL PENDIDIKAN should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal are: - Education research in all aspect - Primary education research - Primary school curriculum - Education in primary school - Prospective primary school teacher
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2014): February" : 8 Documents clear
Implementasi Pembelajaran Berbasis masalah untuk Meningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam: Implementation of Problem-Based Learning to Improve Learning Achievement of Islamic Religious Education Mutallib, Abd
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.51

Abstract

Pada hakikatnya, belajar adalah suatu proses kejiwaan atau peristiwa pribadi yang terjadi di dalam diri setiap individu. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa, belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang baik, tetapi pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI adalah kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang bertujuan meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa dalam memahami dan menguasai pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari tahap rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian adalah siswa kelas VIA SDN Pinggir Papas 1 Kec. Kalianget Kab. Sumenep. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran berbasis masalah dan hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIA. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata tes hasil belajar dalam setiap siklus. Yaitu dari pra siklus (60,4), siklus I (67,02), dan siklus II (76,82), serta ketuntasan belajar siswa meningkat mulai dari pra siklus (24,3%), siklus I (40%), dan siklus II (86,48%).
Penggunaan Model Pembelajaran Picture and Picture Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Karangan: Using Picture and Picture Learning Model to Improve Students' Writing Ability Heriyanto, Heriyanto
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.52

Abstract

Karangan sebagai salah satu hasil karya menulis, merupakan hasil pekerjaan dari mengarang. Menulis karangan dalam penelitian ini adalah menulis karangan narasi. Salah satu masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kesulitan siswa dalam menulis karangan yang baik dan benar, yang juga terjadi pada siswa kelas IVA SDN Pinggir Papas 1. Pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan model kooperatif tipe picture and picture diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam hal menulis karangan. Untuk itu, dilakukan penelitian terhadap siswa kelas IVA SDN Pinggir Papas I Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep yang berjumlah 33 siswa. Penelitian dengan judul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis Karangan” ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari tahap rancangan, kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh berupa nilai hasil LKS dan kuis individu berupa menulis karangan, lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta penilaian penggunaan model pembelajaran kooperatif picture and picture, juga hasil respon siswa. Dari hasil analis menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas IVA SDN Pinggir Papas 1. Peningkatan ini terjadi pada nilai rata-rata LKS, yaitu dari 55 menjadi 71,6. Adapun hasil karangan individu siswa dari rata-rata 56,7 dengan ketuntasan 55% menjadi 74,5 dengan ketuntasan mencapai 88% atau terjadi peningkatan sebesar 33% dari siklus I.
Peningkatan Hasil Belajar IPS siswa Kelas VI SDN Kalianget Timur IX Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw: Improving Social Studies Learning Outcomes for Class VI students of SDN Kalianget Timur IX through the Jigsaw . Cooperative Learning Method Nurhatimah, Ida Umahatin
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.53

Abstract

Metode yang dimaksud adalah metode pembelajaan kooperatif model jigsaw, yaitu model belajar kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai enam orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.Peneliti menemukan setiap kelompok jika melakukan kerja kelompok tidak berhasil, siswa cenderung saling menyalahkan bahkan muncul perasaan tidak adil. Akibatnya, metode kerja kelompok yang peneliti terapkan seharusnya bertujuan baik, yakni menanamkan rasa persaudaraan dan kemampuan bekerjasama, justru bisa berakhir dengan kekurang harmonisan dan rasa tidak adil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas VI. Untuk itu digunakan metode observasi aktivitas guru dan siswa, serta metode tes yang dilakukan terhadap siswa-siswi kelas VI SDN Kalianget Timur IX Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep selama dua siklus. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa pembelajaran IPA dengan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus II sebesar 78,5 atau meningkat sebesar 18 jika dibanding dengan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 60,5. Pada siklus II 100% siswa tuntas belajarnya dibandingkan siklus I yang hanya sebesar 60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas VI SDN Kalianget Timur IX Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 29,75% melebihi kriteria peningkatan yang ditentukan yaitu sebesar 20%.
Penenerapan Metode Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II SDN Gading 1 Sumenep: Application of Quantum Teaching Method to Social Studies Learning Outcomes for Class II Students at SDN Gading 1 Sumenep Mikaningsih, Jatminika Ningsih Alani
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.54

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) juga tidak lepas dari kecenderungan proses pembelajaran teacher centered, proses pembelajaran lebih banyak dikuasai oleh guru. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPS, dialami pula oleh siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep. Untuk itu, peneliti selaku guru berupaya untuk menggunakan metode Quantum Teaching sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh siswa juga meningkat. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek metode Quantum, yaitu segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan.Penelitian ini berlangsung di SDN Ganding 1 Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep yaitu pada siswa kelas II berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh hasil bahwa penerapan Metode Quantum Teaching dengan kerangka TANDUR dalam pembelajaran IPS dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep yaitu pada materi Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga. Hal ini ditandai oleh peningkatan hasil evaluasi unjuk kerja kelompok pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 63, pada siklus II meningkat mencapai 88,3. Kemudian hasil nilai rata-rata pada dua kali pos tes juga menunjukkan peningkatan dari 75,5 menjadi 98. Selain itu, melalui penerapan metode quantum teaching, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Hal ini terbukti pada saat proses pembelajaran berlangsung, pada siklus II sebagian besar siswa (89%) berpartisipasi secara aktif dalam keompok.
Kolaborasi Metode Ceramah, Diskusi dan Latihan Pada Materi Perkembangan Teknologi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar: Collaborating Lecture, Discussion and Practice Methods on Technology Development Materials to Improve Learning Achievement Maski, Maski
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.55

Abstract

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi antara guru dengan siswa. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, dalam praktek pembelajaran mustahil menggunakan satu metode saja. Kombinasi (kolaborasi) penggunaan beberapa metode merupakan keharusan dalam praktek pembelajaran. Terkait dengan parktek pembelajaran di kelas, peneliti selaku guru kelas mengalami permasalahan dalam pelajaran IPS mendeskripsikan materi “Perkembangan Teknologi” pada siswa kelas IVB yang berdampak pada rendahnya prestasi siswa. Penyebab kegagalan tersebut yaitu metode yang digunakan kurang tepat dan kurangnya motivasi siswa dalam mendiskripsikan persoalan. Oleh karena itu peneliti mencoba menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas IVB SDN Pinggir Papas 1 selama dua siklus, kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan dapat meningktkan prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar siswa yang tuntas secara indvidu mulai dari siklus I sebanyak 22 siswa (73%) dengan nilai rata-rata 74, pada siklus II bertambah menjadi 27 orang (90%) dengan nilai rata-rata 87. Sedangkan untuk aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapat penilaian 60% meningkat menjadi 93,3% pada siklus II, maka dapat dikatakan bahwa pada siklus II ini perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan telah berhasil menjadikan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD: Utilization of Student Worksheets (LKS) in Improving Mathematics Learning Achievement of Grade III Elementary School Students Misnawi, Misnawi
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.56

Abstract

Media pembelajaran juga dapat mendorong keaktifan siswa di kelas, salah satunya melalui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai media pembelajaran. Dengan LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah. Di samping itu, untuk memotivasi belajar siswa yang diharapkan akan meningkatkan pencapaian hasil belajar yang optimal, yang berpengaruh pada prestasi yang dicapai. Penelitian ini mencoba menganalisis masalah pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep, dengan subyek sebanyak 22 orang, dengan menggunakan metode penelitian observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan untuk metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata (mean), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan LKS oleh guru dan siswa sudah termasuk kriteria baik. Hal ini dapat dilihat dari angka prosentase aktivitas guru yang mengalami peningkatan dari 55,6% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari prosentase sebesar 57,14% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Adapun pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata, yaitu dari nilai 66,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 13 orang pada siklus I menjadi 78,59 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 20 orang dari jumlah siswa 22 orang pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep.
Penggunaan Metode Penugasan atau Resitasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III dalam Memahami Konsep Mengenal Pecahan Sederhana: Using the Assignment or Recitation Method to Improve Class III Student Learning Outcomes in Understanding the Concept of Recognizing Simple Fractions Suparti, Suparti
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.57

Abstract

Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti siswa, proses penalaran deduktif digunakan untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki siswa. Langkah-langkah tersebut memerlukan partisipasi aktif dari siswa melalui metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran sehingga siswa akan benar-benar memahami konsep, tidak hanya sekedar menghafal. Metode resitasi (penugasan) menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran, dimana penyajian pelajaran dengan cara guru memberi tugas tertentu dalam waktu yang telah ditentukan dan siswa mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya. Melalui penggunaan metode resitasi (penugasan), diharapkan hasil belajar siswa kelas III dalam memahami konsep mengenal pecahan sederhana dapat meningkat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Ganding 1 sebanyak 20 orang. Penelitian menggunakan metode observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode penugasan atau resitasi dalam proses pembelajaran matematika sudah tergolong sangat baik, dengan nilai persentase yang muncul yaitu 100%. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan nilai rata-rata tes belajar, dari 63 (siklus I) menjadi 82 (siklus II), dan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 60% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode penugasan atau resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada materi memahami konsep mengenal pecahan sederhana di SDN Ganding 1 Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep tahun pelajaran 2012/2013.
Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pairs Share (TPS): Improving Science Learning Achievement Through Think-Pairs Share (TPS) Cooperative Learning Model Rusman, Rusman
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.58

Abstract

Model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan. Akan tetapi, dalam pelaksanaan di lapangan pembelajaran banyak didominasi oleh guru sehingga kurang mampu membangun persepsi, minat, dan sikap siswa yang lebih baik. Hal tersebut juga dijumpai di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, siswa sulit memahami materi yang ada. Kendala yang terjadi adalah siswa merasa bosan dan tidak berminat mengikuti pembelajaran IPA. Hasil nilai ulangan harian dari 25 siswa hanya 9 siswa (36%) yang mendapatkan nilai di atas KKM (65). Dari hasil tersebut, peneliti merasa perlu sekali melakukan perbaikan pembelajaran agar sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS). Sesuai rumusan masalah “apakah model pembelajaran kooperatif Think-Pairs-Share (TPS) dapat meningkatkan Prestasi Belajar IPA pada Siswa Kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep?”, maka dilakukan metode penelitian dengan observasi dan tes. Hasil dari dua siklus penelitian yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi diperoleh hasil prestasi belajar siswa meningkat dari 67,8 dengan ketuntasan belajar 72% menjadi 80,4 dengan ketuntasan 100%. Sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share mampu meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, dengan peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 28% melebihi kriteria peningkatan yang ditentukan yaitu 20%. Selain itu, model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share efektif digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran di kelas dapat menjadikan siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran oleh guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 8