cover
Contact Name
Mahardika Darmawan Kusuma Wardana
Contact Email
pedagogia@umsida.ac.id
Phone
+6285646424525
Journal Mail Official
pedagogia@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit No. 666B, Sidoarjo, Jawa Timur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Pedagogia: Jurnal Pendidikan
ISSN : 20893833     EISSN : 25482254     DOI : https://doi.org/10.21070/pedagogia
Core Subject : Education,
Aim : This journal aimed at communicating the results of research of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of education covering teaching areas in primary education or all education, applied science and critical analytical studies education. - Readers targeted by this journal are professors, students, teachers, primary education or all education practitioners. - Articles to be published on PEDAGOGIA: JURNAL PENDIDIKAN should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal are: - Education research in all aspect - Primary education research - Primary school curriculum - Education in primary school - Prospective primary school teacher
Articles 266 Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPS siswa Kelas VI SDN Kalianget Timur IX Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw: Improving Social Studies Learning Outcomes for Class VI students of SDN Kalianget Timur IX through the Jigsaw . Cooperative Learning Method Nurhatimah, Ida Umahatin
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.53

Abstract

Metode yang dimaksud adalah metode pembelajaan kooperatif model jigsaw, yaitu model belajar kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai enam orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.Peneliti menemukan setiap kelompok jika melakukan kerja kelompok tidak berhasil, siswa cenderung saling menyalahkan bahkan muncul perasaan tidak adil. Akibatnya, metode kerja kelompok yang peneliti terapkan seharusnya bertujuan baik, yakni menanamkan rasa persaudaraan dan kemampuan bekerjasama, justru bisa berakhir dengan kekurang harmonisan dan rasa tidak adil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas VI. Untuk itu digunakan metode observasi aktivitas guru dan siswa, serta metode tes yang dilakukan terhadap siswa-siswi kelas VI SDN Kalianget Timur IX Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep selama dua siklus. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa pembelajaran IPA dengan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus II sebesar 78,5 atau meningkat sebesar 18 jika dibanding dengan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 60,5. Pada siklus II 100% siswa tuntas belajarnya dibandingkan siklus I yang hanya sebesar 60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa kelas VI SDN Kalianget Timur IX Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 29,75% melebihi kriteria peningkatan yang ditentukan yaitu sebesar 20%.
Penenerapan Metode Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II SDN Gading 1 Sumenep: Application of Quantum Teaching Method to Social Studies Learning Outcomes for Class II Students at SDN Gading 1 Sumenep Mikaningsih, Jatminika Ningsih Alani
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.54

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) juga tidak lepas dari kecenderungan proses pembelajaran teacher centered, proses pembelajaran lebih banyak dikuasai oleh guru. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPS, dialami pula oleh siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep. Untuk itu, peneliti selaku guru berupaya untuk menggunakan metode Quantum Teaching sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh siswa juga meningkat. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek metode Quantum, yaitu segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan.Penelitian ini berlangsung di SDN Ganding 1 Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep yaitu pada siswa kelas II berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh hasil bahwa penerapan Metode Quantum Teaching dengan kerangka TANDUR dalam pembelajaran IPS dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas II SDN Ganding 1 Sumenep yaitu pada materi Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga. Hal ini ditandai oleh peningkatan hasil evaluasi unjuk kerja kelompok pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 63, pada siklus II meningkat mencapai 88,3. Kemudian hasil nilai rata-rata pada dua kali pos tes juga menunjukkan peningkatan dari 75,5 menjadi 98. Selain itu, melalui penerapan metode quantum teaching, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Hal ini terbukti pada saat proses pembelajaran berlangsung, pada siklus II sebagian besar siswa (89%) berpartisipasi secara aktif dalam keompok.
Kolaborasi Metode Ceramah, Diskusi dan Latihan Pada Materi Perkembangan Teknologi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar: Collaborating Lecture, Discussion and Practice Methods on Technology Development Materials to Improve Learning Achievement Maski, Maski
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.55

Abstract

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan interaksi antara guru dengan siswa. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, dalam praktek pembelajaran mustahil menggunakan satu metode saja. Kombinasi (kolaborasi) penggunaan beberapa metode merupakan keharusan dalam praktek pembelajaran. Terkait dengan parktek pembelajaran di kelas, peneliti selaku guru kelas mengalami permasalahan dalam pelajaran IPS mendeskripsikan materi “Perkembangan Teknologi” pada siswa kelas IVB yang berdampak pada rendahnya prestasi siswa. Penyebab kegagalan tersebut yaitu metode yang digunakan kurang tepat dan kurangnya motivasi siswa dalam mendiskripsikan persoalan. Oleh karena itu peneliti mencoba menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap siswa kelas IVB SDN Pinggir Papas 1 selama dua siklus, kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan dapat meningktkan prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar siswa yang tuntas secara indvidu mulai dari siklus I sebanyak 22 siswa (73%) dengan nilai rata-rata 74, pada siklus II bertambah menjadi 27 orang (90%) dengan nilai rata-rata 87. Sedangkan untuk aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapat penilaian 60% meningkat menjadi 93,3% pada siklus II, maka dapat dikatakan bahwa pada siklus II ini perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan kolaborasi metode ceramah, diskusi dan latihan telah berhasil menjadikan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD: Utilization of Student Worksheets (LKS) in Improving Mathematics Learning Achievement of Grade III Elementary School Students Misnawi, Misnawi
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.56

Abstract

Media pembelajaran juga dapat mendorong keaktifan siswa di kelas, salah satunya melalui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai media pembelajaran. Dengan LKS siswa dapat memahami materi pelajaran secara keseluruhan dengan lebih mudah. Di samping itu, untuk memotivasi belajar siswa yang diharapkan akan meningkatkan pencapaian hasil belajar yang optimal, yang berpengaruh pada prestasi yang dicapai. Penelitian ini mencoba menganalisis masalah pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep, dengan subyek sebanyak 22 orang, dengan menggunakan metode penelitian observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan untuk metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata (mean), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan LKS oleh guru dan siswa sudah termasuk kriteria baik. Hal ini dapat dilihat dari angka prosentase aktivitas guru yang mengalami peningkatan dari 55,6% pada siklus I menjadi 83,33% pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari prosentase sebesar 57,14% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Adapun pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata, yaitu dari nilai 66,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 13 orang pada siklus I menjadi 78,59 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar memperoleh nilai ≥ 65 sebanyak 20 orang dari jumlah siswa 22 orang pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) efektif digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Ellak Laok V Kecamatan Lenteng Sumenep.
Penggunaan Metode Penugasan atau Resitasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III dalam Memahami Konsep Mengenal Pecahan Sederhana: Using the Assignment or Recitation Method to Improve Class III Student Learning Outcomes in Understanding the Concept of Recognizing Simple Fractions Suparti, Suparti
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.57

Abstract

Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti siswa, proses penalaran deduktif digunakan untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki siswa. Langkah-langkah tersebut memerlukan partisipasi aktif dari siswa melalui metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran sehingga siswa akan benar-benar memahami konsep, tidak hanya sekedar menghafal. Metode resitasi (penugasan) menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran, dimana penyajian pelajaran dengan cara guru memberi tugas tertentu dalam waktu yang telah ditentukan dan siswa mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya. Melalui penggunaan metode resitasi (penugasan), diharapkan hasil belajar siswa kelas III dalam memahami konsep mengenal pecahan sederhana dapat meningkat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Ganding 1 sebanyak 20 orang. Penelitian menggunakan metode observasi dan tes. Untuk metode observasi ditulis dengan rumus prosentase, sedangkan metode tes dihitung dengan mencari nilai rata-rata, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode penugasan atau resitasi dalam proses pembelajaran matematika sudah tergolong sangat baik, dengan nilai persentase yang muncul yaitu 100%. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang juga mengalami peningkatan nilai rata-rata tes belajar, dari 63 (siklus I) menjadi 82 (siklus II), dan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 60% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode penugasan atau resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada materi memahami konsep mengenal pecahan sederhana di SDN Ganding 1 Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep tahun pelajaran 2012/2013.
Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pairs Share (TPS): Improving Science Learning Achievement Through Think-Pairs Share (TPS) Cooperative Learning Model Rusman, Rusman
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2014): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i1.58

Abstract

Model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan. Akan tetapi, dalam pelaksanaan di lapangan pembelajaran banyak didominasi oleh guru sehingga kurang mampu membangun persepsi, minat, dan sikap siswa yang lebih baik. Hal tersebut juga dijumpai di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, siswa sulit memahami materi yang ada. Kendala yang terjadi adalah siswa merasa bosan dan tidak berminat mengikuti pembelajaran IPA. Hasil nilai ulangan harian dari 25 siswa hanya 9 siswa (36%) yang mendapatkan nilai di atas KKM (65). Dari hasil tersebut, peneliti merasa perlu sekali melakukan perbaikan pembelajaran agar sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS). Sesuai rumusan masalah “apakah model pembelajaran kooperatif Think-Pairs-Share (TPS) dapat meningkatkan Prestasi Belajar IPA pada Siswa Kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep?”, maka dilakukan metode penelitian dengan observasi dan tes. Hasil dari dua siklus penelitian yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi diperoleh hasil prestasi belajar siswa meningkat dari 67,8 dengan ketuntasan belajar 72% menjadi 80,4 dengan ketuntasan 100%. Sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share mampu meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IIIA SDN Pinggir Papas 1 Sumenep, dengan peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 28% melebihi kriteria peningkatan yang ditentukan yaitu 20%. Selain itu, model pembelajaran kooperatif Think Pairs Share efektif digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran di kelas dapat menjadikan siswa aktif dalam mengikuti proses pembelajaran oleh guru.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Pada Siswa Kelas V SDN Kalianget Timur X: Utilization of Audio Visual Learning Media to Improve PAI Learning Outcomes in Class V Students of SDN Kalianget Timur X Ernawati, Ernawati
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.59

Abstract

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal maupun non verbal.Dalam pembelajaran PAI, agar bahan pelajaran yang diberikan lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan media yang membantu proses penyampaian tersebut.Melalui media (alat bantu), diharapkan akan terjadi persepsi yang sama antara guru dan siswa. Apalagi Pendidikan Agama Islam yakni pendidikan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama dalam mencapai ketentraman bathin dan kesehatan mental padaumumnya.Media CD ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI, khususnya pada materi “menceritakan kisah-kisah Nabi”.Melalui film tentang kisah Nabi yang ada dalam kaset CD, tentunya siswa akan lebih mudah memahami dan lebih mengasyikkan untuk digunakan sebagai sarana belajar daripada menggunakan buku ajar biasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai melaluipenelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media CD dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran PAI materi menceritakan kisah Nabi di kelas V SDN Kalianget Timur X.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus I sampai II, pemanfaatan media pembelajaran CD pada materi menceritakan kisah Nabi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar baik secara kelompok maupun secara individu. Pemanfaatan media pembelajaran CDjuga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang meliputi keaktifan, kerjasama, keberanian, kedisiplinan, serta ketelitian siswa.
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Aritmatika Sosial Dengan Model Pembelajaran Bermain Peran: Efforts to Improve Student Achievement in Basic Competencies of Social Arithmetic Using Role Playing Learning Model Wahyuni, Okta Rina
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.60

Abstract

Melalui pembelajaran bermain peran siswa secara langsung dapat menemukan konsep-konsep yang digunakan dalam materi Aritmatika Sosial sebab secara tidak langsung hampir setiap hari siswa telah menerapkannya dalam kehidupan nyata, maka peneliti memilih judul Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Aritmatika Sosial dengan Model Pembelajaran Bermain Peran di Kelas VII SMPN 4 Satu Atap Konang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada kompetensi dasar aritmatika sosial dengan model pembelajaran bermain peran di kelas VII SMPN 4 Satu Atap Konang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan data deskriptif kualitatif yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII SMPN 4 Satu Atap Konang tahun pelajaran 2013/2014. Dalam pengumpulan data penelitian, peneliti menggunakan data hasil observasi dan data tes hasil belajar. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari satu kali pertemuan (satu kali tatap muka), demikian halnya dengan siklus II. Data aktivitas siswa digali dengan lembar pengamatan aktivitas siswa, data kemampuan guru mengelola pembelajaran digali dengan lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, sedangkan data hasil belajar siswa digali dengan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 4 Satu Atap Konang tahun pelajaran 2013/2014 dengan model pembelajaran bermain peran pada kompetensi dasar aritmatika sosial mengalami peningkatan. Sebelum dilakukan kegiatan siklus I dan siklus II, peneliti melakukan kegiatan prasiklus untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan.
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Badung 3 Bangkalan: Application of Experimental Methods to Improve Science Learning Achievement of Class V SDN Badung 3 Bangkalan Susdamayanti, Rini
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.61

Abstract

Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah mengembangkan aktivitas dan kreatifitas siswa, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar yang lebih menunjukkan kaitan unsur konseptual akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Salah satu alternatif untuk memperoleh hasil belajar yang baik dalam pembelajaran IPA adalah dengan menerapkan metode eksperimen, dimana siswa melakukan suatu percobaan sendiri tentang sesuatu hal yang dipelajarinya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Dengan siswa diberi kesempatan untuk mengalami dan membuktikan sendiri suatu konsep yang dipelajarinya, siswa akan menjadi lebih termotivasi dalam belajarnya. Penelitian tindakan ini dilakukan terhadap siswa kelas V SDN Bandung 3 Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak dua putaran.Setiap putaran terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi.Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, hasil observasi pengelolaan pembelajaran, hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta hasil respon siswa terhadap penerapan metode eksperimen. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari prasiklus sebesar 24%, siklus I menjadi 68% dan siklus II mencapai 92%, atau dari 25 siswa terdapat 23 siswa tuntas belajar dengan nilai rata-rata 79. Dalam PTK ini, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA dengan penerapan metode eksperimen pada siswa kelas V SDN Bandung 3 Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan tahun pelajaran 2013/2014 meningkat.
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas I Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai Pada Pembalajaran Bahasa Indonesia: Improving the Listening Ability of Class I Students Through Chain Message Game Techniques in Indonesian Language Learning Imam, Imam
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.62

Abstract

Siswa kelas 1A SDN Pinggir Papas 1 sebagian besar tidak mempunyai latar pendidikan dari TK, mereka memulai segalanya (mengenal huruf dan angka) dari kelas 1.Kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas 1A juga sangat kurang, mereka terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Untuk itu peneliti selaku guru kelas 1A, merasa kesulitan di dalam membelajarkan bahasa Indonesia kepada siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang rendah di segala aspek keterampilan bahasa, yaitu pada aspek membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Setiap diadakan penilaian terhadap salah satu aspek keterampilan bahasa yang diajarkan, misalnya keterampilan menyimak, nilai hasil belajar siswa selalu di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 65, hanya ada beberapa siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan.Sebagai alternatif pemecahan masalah maka peneliti sebagai guru kelas 1 berupaya melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas 1A Melalui Teknik Permainan Pesan Berantai pada Pembelajaran Bahasa Indonesia”.Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan metode observasi dan tes serta data catatan lapangan selama proses pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak siswa kelas 1A dapat ditingkatkan melalui penerapan metode permainan pesan berantai pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membedakan bunyi bahasa di SDN Pinggir Papas 1 Sumenep. Peningkatan kemampuan menyimak tersebut ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah mengikuti tes dari guru dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,25.

Page 7 of 27 | Total Record : 266