cover
Contact Name
Mahardika Darmawan Kusuma Wardana
Contact Email
pedagogia@umsida.ac.id
Phone
+6285646424525
Journal Mail Official
pedagogia@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit No. 666B, Sidoarjo, Jawa Timur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Pedagogia: Jurnal Pendidikan
ISSN : 20893833     EISSN : 25482254     DOI : https://doi.org/10.21070/pedagogia
Core Subject : Education,
Aim : This journal aimed at communicating the results of research of professors, teachers, practitioners, and scientists in the field of education covering teaching areas in primary education or all education, applied science and critical analytical studies education. - Readers targeted by this journal are professors, students, teachers, primary education or all education practitioners. - Articles to be published on PEDAGOGIA: JURNAL PENDIDIKAN should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal are: - Education research in all aspect - Primary education research - Primary school curriculum - Education in primary school - Prospective primary school teacher
Articles 266 Documents
Optimalisasi Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas VI Melalui Metode Contextual Teaching And Learning (CTL): Optimization of Social Studies Learning for Class VI Students Through Contextual Teaching And Learning (CTL) Methods Mahfud, Mahfud
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.63

Abstract

Peranan guru dalam pembelajaran IPS mempunyai hubungan erat dengan dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan kemampuan dan keterampilan.Untuk mengurangi sifat verbalisme siswa dan membantah pemahaman konsep yang terdapat dalam materi IPS yang terdapat di SD, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan model interaktif dalam pembelajaran IPS serta mengidentifikasi sumber-sumber pelajaran. Salah satu model interaktif yang bisa diterapkan guru salah satunya adalah model pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajarn kontekstual merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok materi pelajaran dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Dari hasil kegiatan penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan dalam dua siklus terhadap siswa kelas VIA di SDN Pinggir Papas 1 Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, dan berdasarkan seluruh pembahasan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwaOptimalisasi Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas VIAmelalui Metode Contextual Teaching And Learning(CTL) dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami materi pembelajaran IPS, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, serta siswa menjadi aktif dan tertarik mengikuti proses pembelajaranyang dilaksanakan oleh guru di kelas.
Memahami Konsep Matematika Pada Materi Sifat-Sifat bangun Ruang Pada Kelas VB Melalui Kolaborasi Metode Ceramah Demonstrasi dan Eksperimen: Understanding Mathematical Concepts in Materials of the Properties of Spatial Structures in Class VB through Collaborative Lectures, Demonstration and Experimental Methods Masduri, Masduri
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.64

Abstract

Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan selama 2 siklus, diperoleh kesimpulan bahwa motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika di kelas VB dapat ditingkatkan melalui penerapan metode ceramah yang dikolaborasi dengan metode demonstrasi dan eksperimen. Hal ini ditunjukkan dengan hasil observasi aktivitas belajar siswa selama 2 siklus menunjukkan 93% siswa aktif mengikuti proses pembelajaran. Hasil angket respon siswa juga menunjukkan bahwa siswa tertarik mengikuti pembelajaran dengan metode kolaborasi yang digunakan guru dengan angka persentase 80% siswa menjawab“ya”.Penerapan metode ceramah, demonstrasi dan eksperimen yang dikolaborasi juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep matematika pada materi Sifat-sifat Bangun Ruang. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai tes hasil belajar siswa yang memperoleh nilai ≥70 (KKM) sebanyak 29 orang atau sekitar 96,7% pada siklus II secara klasikal dapat dikatakan tuntas, dari yang sebelumnya hanya ada 12 orang siswa (40%) pada siklus I. Nilai rata-rata siswa juga meningkat dari 64,5 pada siklus I menjadi 86,5 pada siklus II. “ya”.Penerapan metode ceramah, demonstrasi dan eksperimen yang dikolaborasi juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep matematika pada materi Sifat-sifat Bangun Ruang. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai tes hasil belajar siswa yang memperoleh nilai ≥70 (KKM) sebanyak 29 orang atau sekitar 96,7% pada siklus II secara klasikal dapat dikatakan tuntas, dari yang sebelumnya hanya ada 12 orang siswa (40%) pada siklus I. Nilai rata-rata siswa juga meningkat dari 64,5 pada siklus I menjadi 86,5 pada siklus II.
Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Media Kerlip (Kertas Lipat) Pada Konsep Kelipatan Bilangan Pada Siswa Kelas IV SDN Bantelan Sumenep: Improving Learning Outcomes Through Flickering Media (Folding Paper) on the Concept of Multiple Numbers for Fourth Grade Students at SDN Bantelan Sumenep Angriani, Novaria
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2014): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v3i2.65

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh guru kelas IV SDN Bantelan Sumenep adalah rendahnnya nilai matematika pada materi konsep kelipatan bilangan. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa pada tahun ajaran 2012/2013 tercatat sebesar 70% siswa belum tuntas, sedangkan 30% siswa sudah tuntas atau telah memenuhi nilai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Salah satu penyebab kondisi tersebut terjadi adalah kurang tepatnya media yang digunakan oleh guru serta pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru (konvensional), sehingga menyebabkan siswa cepat merasa bosan dan membutuhkan waktu berfikir lama dalam menjawab pertanyaan. Setelah ditemukan masalah penulis berkolaborasi dengan guru bidang studi matematika ingin meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui media kertas lipat. Kertas lipat yang dimaksud adalah bahan manipulatif yang dapat dimainkan dan dilipat dalam menjelaskan konsep kelipatan bilangan. Bahan ini berfungsi menyajikan materi yang relatif abstrak menjadi lebih nyata Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk mengatasi masalah pembelajaran yang terjadi pada latar penelitian (kelas).Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc Taggart. Dalam penelitian tindakan kelas, yang menjadi salah satu karakteristiknya adalah penelitian dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri atas: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk perbaikan proses dan hasil pembelajaran pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kertas lipat dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi konsep kelipatan bilangan. Nilai hasil belajar mengalami peningkatan pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 52% sedangkan pada siklus ke II hasil belajar siswa mencapai 79%.
Pembelajaran Berbasis Saintifik Terhadap Sikap Berpikir Ilmiah Mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Negeri Manado: Scientific-Based Learning Against Scientific Thinking Attitudes of PGSD Study Program Students, Manado State University Ratunguri, Yusak
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis saintifik dan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran saintifik terhadap sikap berpikir ilmiah mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian eksperimen, desain penelitian menggunakan one group pretest-postestn, subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PGSD semester II kelas C yang menempuh mata kuliah konsep dasar sains 1, teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Hasil penerapan pembelajaran berbasis saintifik sebesar 95,2%, hal tersebut menunjukkan penerapan pembelajaran saintifik berjalan sangat baik. Hasil penerapan pembelajaran berbasis saintifik terhadap sikap berpikir siswa menunjukkan thitung sebesar 18,45, hal tersebut menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel. Penerapan pembelajaran saintifik berjalan sangat baik dan sedangkan penerapan pembelajaran saintifik menunjukkan ada pengaruh terhadap sikap berpikir ilmiah mahasiswa program studi PGSD di Universitas Negeri Manado.
Kompetensi Guru Iklim Kerja, dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Guru SMA: Teacher Competence, Work Climate, and Achievement Motivation on High School Teacher Performance Hasan, Afrinelli
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.67

Abstract

Objek penelitian ini adalah guru SMA di Kecamatan Nanggalo Padang, dengan jumlah populasi sebanyak 105 orang. Sampel sebanyak 52 orangyang dipilih dengan metode stratified proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kompetensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.Artinya semakin meningkat Kompetensi Sosial maka akan dapat meningkatkankinerjaguru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (2) Kompetensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi guru. Artinya semakin meningkat kompetensi sosial guru, akan meningkatkan keinginan guru memotivasi diri untuk berprestasi pada SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (3) Iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi guru. Artinya semakin baik iklim kerja semakin tinggi motivasi berprestasi guru berprestasi SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (4) Iklim Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Artinya semakin baik iklim kerja, akan semakin meningkat kinerja guru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. (5) Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Artinya semakin baik motivasi berprestasi guru, semakin meningkat kinerja guru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. Peningkatan kinerja guru dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) melibatkan guru dalam melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah., b) meningkatkan hubungan dan komunikasi yang efektifdisekolah maupun dengan institusi pendidikan. c) mendorong guru untuk menyusun rencana kerja yang menyeluruh dan berusaha untuk merealisasikan rencana tersebut.
Implementasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Lulusan Sebagai Standar Mutu pendidikan MTs Negeri Di kabupaten Tulungagung: Implementation of Content Standards, Process Standards, Graduate Standards as Quality Standards for State MTs Education in Tulungagung District Ikhwan, Wahid Khoirul
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.68

Abstract

Government issued Government Regulation No.19/2005 on National Education Standards. National Education Standards consists of 8 components: (1) Content Standards, (2) Standard Process, (3) Competency Standards, (4) Teachers and Education Personnel Standards, (5) Standards for Infrastructure, (6) Management Standards, (7) Standard Financing, and (8) Educational Assessment Standards. The results content standards, process standards and competency standards (SKL), MTsN in Tulungagung also meets national standards, so that the quality of education in schools MTsN Tulungagung could be better. It can be seen from the following observations sebyai; standard contents index average of 3.7, the standard index averaged 3.3 and 3.7 index competency standards.
Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar.: Creative Thinking Ability in Solving Open-Ended Mathematical Problems Judging from the Mathematics Ability Level of Elementary School Students. Mursidik, Elly s Mersina; Samsiyah, Nur; Rudyanto, Hendra Erik
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.69

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan.
Model Bermain Peran Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar: Role Playing Model to Improve Student Activities and Learning Outcomes in Social Studies Subjects in Elementary Schools Fitriyah, Chumi Zahroul; Febyanto, Handy
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajan dengan menggunakan model bermain peran pada pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SDN Glundengan 01 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas melalui 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember yang berjumlah 25 orang, 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model bermain peran. Dengan hasil peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 59,3% (kategori sedang) meningkat pada siklus II menjadi 73% (kategoriaktif). Sementara itu peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 64% (16 siswa) meningkat pada siklus II menjadi 88% (22 siswa). Dapat disimpulkan, pembelajaran IPS dengan menerapkan model bermain peran pada siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar: Tri Education Center as a Means of Character Education for Elementary School Children Kurniawan, Machful Indra
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.71

Abstract

Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap warga negara indonesia. namun, tidak setiap warga negara menyikapi dampak negatif globalisasi dengan baik. Terjadinya penurunan kuwalitas moral bangsa merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi.Pemerintah tampaknya sudah mulai sadar akan pentingnya nilai moral bagi sebuah bangsa, hal tersebut dapat terlihat dengan digalakannya pembangunan moral bangsa melalui pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional sejak tahun 2010 hingga saat ini yang diintegrasikan dalam kurikulum 2013.Tri pusat pendidikan merupakan sarana yang tepat dalam membentuk karakter anak, terutama anak sekolah dasar. pembentukan karakter anak sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai karakter secara konsisten baik ketika anak berada dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Dengan adanya konsistensi tersebut, karakter yang diharapkan dapat tertananam dengan baik sehingga terbentuk kakrakter yang baik.
Video Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Penerapan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar: Video as an Alternative Learning Media to Support the Successful Implementation of the 2013 Curriculum in Elementary Schools Agustiningsih, Agustiningsih
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v4i1.72

Abstract

Tujuan kurikulum 2013 akan dapat terwujud apabila didukung dengan beberapa faktor (kunci kesuksesan) yang salah satunya ialah kreativitas guru yang disesuaikan dengan kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK, memberikan ruang kepada guru untuk dapat menciptakan berbagai variasi media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pada buku siswa dan buku guru, sudah ada contoh media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran hanya masih terbatas pada media visual. Video merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan belajar siswa sesuai dengan kompetensi yang diamanahkan pada kurikulum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Ajung 03 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ditunjukkan dari hasil penghitungan selisih nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kontrol yang menunjukkan bahwa sebesar 7,8 dan sebesar 1,998, maka > yaitu 7,8 > 1,998 dari db = 65 pada taraf signifikansi 5% sehingga dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media video lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan media video atau dengan kata lain ditolak dan diterima. Mengacu pada hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan video terhadap hasil belajar siswa sehingga video dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran dalam rangka mendukung keberhasilan penerapan kurikulum 2013.

Page 8 of 27 | Total Record : 266