cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
DESKRIPTIF HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017 Qorina Nurul Azizah; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.202 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3799

Abstract

AbstrakMakanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Makanan dan minumanyang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar dan atau persyaratan kesehatan.Narapidana berhak mendapatkan pelayanan kesehatan makanan yang layak maka perlu ada upayapencegahan penyakit yang salah satunya disebabkan oleh makanan dengan memperhatikan prinsipprinsiphygiene sanitasi makanan di Lapas Kelas IIB Cilacap dengan enam prinsip hygiene sanitasimakanan antara lain pengamanan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan,pengangkutan makanan, penyimpanan makanan jadi dan penyajian makanan. Metode penelitian yangpeneliti buat yaitu dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan melakukan observasi danwawancara. Sedangkan cara pengumpulan yang dilakukan dalam penelitian adalah observasi, wawancara,pemeriksaan kualitas mikrobiologi makanan. Hasil penelitian yang diperoleh dari enam prinsip hygienesanitasi pengelolaan makanan yaitu, pengamanan bahan makanan sebesar 94,8%, penyimpanan bahanmakanan sebesar 86,66%, pengolahan makanan sebesar 75,85%, pengangkutan makanan sebesar 84%,penyimpanan makanan jadi sebesar 91,30%, serta penyajian makanan sebesar 95%. Berdasarkan hasilpenelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan makanan di Lapas Kelas IIB Cilacap sudah memenuhisyarat, namun perlu ditingkatkan lagi untuk personal hygiene penjamah makanan untuk tidak merokokpada saat memasak, memakai APD saat memasak (celemek, masker, sepatu kedap air, dan penutupkepala). Saran yang dapat diberikan yaitu dalam pengelolaan makanan hendaknya mengacu pada aspekhygiene sanitasi makanan serta pentingnya memelihara dan memperbaiki sanitasi yang sudah ada untukmenjadi perbaikan.
STUDI HYGIENE SANITASI DAN KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp PADA PENGOLAHAN SATE AYAM DI DESA PASIR LOR KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Indah Sri Lestari; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.809 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3790

Abstract

AbstrakMakanan tidak hanya harus memenuhi gizi dan mempunyai bentuk yang menarik, tetapi juga harus bebasdari mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit. Salah satu akibat daripenyediaan makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah keracunan makanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hygiene sanitasi dan kandungan bakteri Salmonella sppada sate ayam di Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Tahun 2017. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan hygiene sanitasi dan kandunganbakteri Salmonella sp pada sate ayam. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi menggunakanchecklist dan pemeriksaan Salmonella sp pada sate ayam di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh hygiene sanitasi pengolahan sate ayam pada 4 pedagang mulai dari penjamah, sanitasi alat,sanitasi tempat pengolahan dan penyimpanan bahan makanan dikategorikan tidak memenuhi syarat.Sedangkan bahan makanan, cara pemilihan bahan makanan, pengolahan makanan dan penyajianmakanan dikategorikan memenuhi syarat. Berdasarkan pemeriksaan sampel dari 4 pedagang dilaboratorium, 4 sampel sate ayam mentah 3 positif Samonella sp dan 4 sampel sate matang keempatsampel tersebut negatif Salmonella sp. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah hygiene sanitasipengolahan sate ayam di 4 pedagang masih ada yang belum memenuhi syarat, serta dalam 4 sampel sateayam matang negatif Salmonella sp. Saran yag dapat diberikan yaitu sebaiknya pedagang atau pemilikmemeperbaiki hygiene saitasi pengolahan makanan yang belum memenuhi syarat pengolahan makananyang baik dan benar
PENGARUH PEMBERIAN KARBOL SEBAGAIDESINFEKTAN TERHADAP JUMLAH ANGKA KUMAN PADA LANTAI RUANG PARIKESIT KELAS III RUMAH SAKIT TK III.04.06.01 WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2017 Stylla Vonch Emdiyono; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.977 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3804

Abstract

AbstrakPasien di rumah sakit sangat rentan terhadap penyakit, sehingga kebersihan lantai rumah sakit perludiperhatikan. Lantai rumah sakit yang kotor menjadi tempat pertumbuhan mikroorganisme patogen, makadari itu perlu dilakukan pelaksanaan desinfeksi dengan menggunakan desinfektan. Desinfektanmerupakan bahan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme patogen. Apabila desinfektandosisnya kurang efektif, kemungkinan mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme yang ada di lantairumah sakit.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik. Pengumpulan datadengan cara observasi, wawancara, pengukuran, pemeriksaan dan perhitungan jumlah kuman. Datadalam penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data yang digunakan adalah uji ttest (pre-post). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kuman pada lantai Ruang Parikesit KelasIII belum memenuhi standar yang disyaratkan, berdasarkan Kepmenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004,yaitu 5-10 koloni/cm2 dan hasil penelitian pada Ruang Parikesit Kelas III, yaitu sebelum pemberiandesinfektan memiliki rata-rata mencapai 314,8 koloni/cm2 dan sesudah pemberian desinfektan memilikirata-rata mencapai 22,8 koloni/cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian desinfektan padasaat pengepelan dapat menghambat perkembangan jumlah kuman pada lantai.
PENGARUH PENGGUNAAN ION PLASMA TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG KELAS GEDUNG R2 JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2017 Rina Febriani; Tri Cahyono; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.842 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3795

Abstract

AbstrakRuang perkuliahan Jurusan Kesehatan Lingkungan berpotensi mengalami pencemaran udara, yangdisebabkan oleh aktivitas penghuni dan keadaan bangunan it sendiri. Dampak kualitas udara yangrendah khususnya angka kuman dalam ruang terhadap kesehatan dapat terjadi baik secara langsungmaupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adaah menganalisis pengaruh penggunaan ion plasmdalam penurunan angka kuman udara di ruang kelas gedung R2 Jurusan Kesehatan LingkunganPoliteknik Kesehatan Kemenkes Semarang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimendengan rancangan perbandingan kelompok statis (static group comparison). Pengumpulan datadilakukan dengan cara observasi, pengukuran dan pemeriksaan laboratorium. Variabel bebas ionplasma, variabel terikat angka kuman udara, variabel kontrol konstruksi bangunan, volume ruangan,luas ventilasi. Variabel pengganggu pencahayaan, suhu, kelembaban, jumlah penghuni, AC, aktivitaspenghuni dan perabot. Hasil pemeriksaan angka kuman udara rata-rata kelompok perlakuan adalah189,50 Koloni/Jam/Feet2 sedangkan rata-rata di ruang kontrol 196,66 Koloni/Jam/Feet2. Hasilpengukuran rata-rata ion plasma pada ruang perlakuan adalah 120,76 x104 ion/cm3, sedangkan padaruang kontrol sebesar 147,95 x104 ion/cm3. Hasil pengukuran rata-rata ion plasma generator padaruang perlakuan adalah 53,88 x104 ion/cm3. Simpulan dari hasil penelitian bahwa penggunaan ionplasma tidak ada pengaruh terhadap penurunan angka kuman udara di ruang kelas gedung R2Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Disarankan sebaiknyapenggunaan generator ion plasma disesuaikan dengan luas ruangan dan kegiatan.
PENGARUH BERBAGAI JENIS ATRAKTAN PADA LETHAL OVITRAP TERHADAP NYAMUK YANG TERPERANGKAP DI KELURAHAN KARANGKLESEM KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Isna Fadlilah; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.275 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3785

Abstract

AbstrakLatar Belakang di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumastelah terjadi 20 kasus DBD pada tahun 2015. Pengendalian vektor penyakit DBD selama inidititikberatkan pada pengendalian kimia yang mana dapat berdampak pada lingkungan. Salah satupengendalian yang aman yaitu menggunakan lethal ovitrap dengan berbagai jenis atraktan. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis atraktan pada Iethal ovitrap terhadapjumlah nyamuk yang terperangkap. Penelitian eksperimen digunakan dalam penelitian ini denganmenggunakan quasi ekperimental design dengan design penelitian quasi time series design selama 14hari sejak lethal ovitrap diletakkan . Hasil penelitian didapatkan 71 ekor nyamuk (97%) pada lethalovitrap yang berisi atraktan air rendaman jerami, 3 ekor nyamuk (3%) pada lethal ovitrap yangberisi air setempat dan pada atraktan air rendaman gula tidak terdapat nyamuk satupun. Hal ituberarti dari ketiga atraktan tersebut air rendaman jerami yang memiliki daya tarik lebih kuat baginyamuk. Simpulan penelitian ada perbedaan jumlah nyamuk yang terperangkap pada lethal ovitrapberdasarkan jenis atraktan. Sebaiknya air rendaman jerami sebagai atraktan dalam lethal ovitrapuntuk menarik nyamuk dibandingkan dengan atraktan air setempat dan air rendaman gula.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI By-Vii TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Tahun 2017 Putri Dwi Lestari; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.862 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3800

Abstract

AbstrakDemam berdarah dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama. Cara yangpaling banyak dilakukan untuk mengurangi populasi vektor nyamuk DBD stadium larva adalah denganbahan kimia yang membahayakan kesehatan manusia. Banyak cara yang aman untuk membunuh vektorpenyakit DBD dan mencegah berkembangnya, salah satunya dengan menggunakan insektisida hayati By-Vii. By Vii adalah agen hayati yang didalamnya terdapat kandungan aktif jamur Beauveria bassianaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsentrasi By-Vii yang paling efektif terhadapkematian larva Aedes aegypti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Experimentdengan rancangan post test only control group design untuk menghitung kematian larva Aedes aegyptipada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% larutan By-Vii. Hasil penelitian larutan By-Vii terhadap kematianlarva Aedes aegypti mempunyai signifikasi 0,91 (0,05) yang berarti tidak ada pengaruh konsentrasi By-Vii terhadap kematian larva Aedes aegypti konsentrasi 10% dengan kematian 9,3%, konsentrasi 20%dengan kematian 8%, dan konsentrasi 30% dengan kematian 13,3%.Simpulan dari penelitian ini adalah larutan By-Vii mampu membunuh larva Aedes aegypti sebesar 13,3%.Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan By-Vii tidak efektif digunakan sebagai larvasida. Diharapkanpenelitian selanjutnya menggunakan waktu pajanan By-Vii terhadap larva lebih dari 48 jam danmenambah konsentrasinya untuk mengetahui keefektifan produk By-Vii.
HUBUNGAN KESESUAIAN SPESIFIKASI DEBIT AIR TABUNG UV-C DAN DEBIT OPERASIONAL DENGAN BAKTERI E.COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Rahmindy Dyar Augustin; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.918 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3843

Abstract

AbstrakDepot Air Minum Isi Ulang (DAM) di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturraden ada 8 DAM. Enam DAM(75%) telah bersertifikat Laik Hygiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, tetapi masihditemukan E.coli pada air produknya. Keberadaan E.coli diduga adanya ketidaksesuaian antaraspesifikasi debit air tabung UV-C dan debit operasional dengan bakteri E.coli. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian analitik dengan tujuan untuk menganalisis kesesuian spesifikasi debit airtabung UV-C dan debit operasional dengan bakteri E.coli. Uji statistik yang digunakan Korelasi pointBiserial. Hasil penelitian diperoleh DAM yang tidak memenuhi syarat secara biologis dua DAM (75%)dan enam DAM (25%) memenuhi syarat. Spesifikasi debit UV-C yang digunakan oleh DAM 2-5 GPM dandebit operasional yang dipakai berkisar 0,1-4,9 GPM. Tidak ada hubungan antara spesifikasi debit UV-Cdan debit operasional pada Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturraden (p=0,191). Tujuh DAM (87,5%) DAM memiliki debit operasional sesuai dengan spesifikasi debit air UV-C.Akan tetapi, 25% DAM positif E.coli pada air produknya. Disarankan seluruh DAM menggunakanspesifikasi debit air tabung UV-C sesuai standar yaitu 5 GPM (Galon Per Menit) dan perlu penelitianlebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih banyak.
DESKRIPSI KADAR FORMALIN PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DI PASAR SEGAMAS KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017 Irena Dian Pusparini; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.765 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3834

Abstract

AbstrakTahu merupakan produk makanan yang rentan rusak karena mengandung kadar air tinggi, mencapai85%. Tahu tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama, terutama jika disimpan pada suhu ruang,maka tidak jarang makanan seperti tahu ditambahkan pengawet Formalin agar lebih tahan lama. Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui kadar Formalin, tingkat pengetahuan, kemudahan mendapatkanFormalin, pengawasan dan/ atau penyuluhan, dan perilaku pedagang mengenai tahu putih berformalindi Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptifsemikuantitatif.Subjek dalam penelitian ini yaitu tahu putih yang dijual oleh pedagang, sebanyak tujuhsampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan Formaldehyde Test Kit dengan metodecolorimetric semikuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan satu sampel tahu putih positif Formalindengan kadar 4mg/l. Rata-rata pengetahuan pedagang tahu putih secara keseluruhan cukup dengannilai 64,28%, pedagang mengaku tidak mengetahui tempat penjualan Formalin, terdapat pengawasanberupa pengambilan sampel oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, tetapi enam dari tujuhresponden mengaku belum pernah ada penyuluhan terkait Formalin. Kesimpulan dari penelitian iniadalah masih terdapat perilaku buruk penjualan tahu putih berformalin disebabkan oleh pengetahuanpedagang yang masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan kepada masyarakat terkaitFormalin, pengawasan dalam peredaran dan produksi yang menyalahi ketentuan.
PEMANFAATAN AIR REJECT REVERSE OSMOSIS DI UNIT HEMODIALISA RSUD BANYUMAS TAHUN 2017 Niken Wita Pratiwi; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.742 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3878

Abstract

AbstrakRumah Sakit Umum Daerah Banyumas memiliki layanan untuk hemodialisis (cuci darah). Proseshemodialisis ini membutuhkan air khusus hemodialisa. Air yang digunakan terlebih dahulu diolah denganReverse Osmosis.Proses tersebut menghasilkan air produk 36,6% dan air reject 63,4 %. Selama ini airreject tidak dimanfaatkan. Kualitas dan kuantitas dari air reject pun belum diketahui. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pemanfaatan air reject RO pada Unit Hemodialisa RSUD Banyumas.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan verifikasi/pengujian. Yaitumenggambarkan atau mendiskripsikan kondisi kualitas dan kuantitas air reject beserta alternatifpemanfaatannya.Hasil penelitian debit air reject dalam sehari 21.000 liter, debit air air produk 12.100liter, debit air baku 33.100 liter. Kualitas fisik,kimia dan bakteriologis air baku yaitu suhu air 27,7 oC,suhu udara 30,5oC, tidak berbau, tidak berasa, warna 1,4 TCU, kekeruhan 0,89 NTU, TDS 159 mg/l,kesadahan Ca++ 8,75 , Mg++ 21,6, sisa chlor 0,2 mg/l, pH 8,2 , Daya Hantar Listrik 265 μ/cm, E coli danColiform 0 per 100 ml sampel. Kualitas fisik,kimia dan bakteriologis air reject yaitu suhu air 27,7 oC suhuudara 29oC, tidak berbau, tidak berasa, warna 1,3 TCU,kekeruhan 0,16 NTU,TDS 289 mg/l, kesadahanCa++ 16, Mg++ 40,8 , sisa chlor 0,1 mg/l , pH 8 , Daya Hantar Listrik 482 μ/cm , E.coli dan Coliform 240per 100 ml sampel.Air reject mesin reverse osmosis di RSUD Banyumas dapat dimanfaatkan tanpa ataudengan perlakuan. Air reject dapat dimanfaatkan sebagai air bersih dengan melakukan desinfeksi.
TINJAUAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Putri Adi Candrasari; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.703 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3869

Abstract

AbstrakPeningkatan kesehatan lingkungan sekolah sangat penting, karena sekolah merupakan tempatberkumpulnya anak didik, guru, dan orang lain dimungkinkan terjadinya penularan penyakit, hal inidapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya menurunkan konsentrasi belajar, meningkatkanrisiko penularan penyakit berbasis lingkungan, seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah, danmalaria. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan kesehatan lingkungan sekolahdasar di Kecamatan Jatilawang yang meliputi lingkungan dan bangunan sekolah, kondisi ruangkelas, sarana kesehatan lingkungan dan fasilitas penunjang. Jenis penelitian ini adalah deskriptifyaitu menggambarkan penerapan kesehatan lingkungan sekolah dasar di Kecamatan JatilawangKabupaten Banyumas. Cara pengumpulan data yaitu observasi langsung di lapangan, wawancaraserta dilakukan pengukuran, meliputi pengukuran pencahayaan, suhu dan kelembaban. Hasilpenilaian pemenuhan persyaratan kesehatan secara umum yang mencakup seluruh aspek padadelapan sekolah yang diamati belum memenuhi syarat yaitu meliputi lingkungan dan bangunansekolah, kondisi ruang kelas, sarana kesehatan lingkungan dan fasilitas penunjang. Hasil penilaianpada SDN 1 Karanglewas dengan skore 68,9 % (MS), SDN 3 Pekuncen dengan skore 60,9 % (MS),SDN 1 Kedungwringin dengan skore 66,9 % (MS), SDN 1 Adisara dengan skore 60,9 % (MS), SDN 1Jatilawang dengan skore 68,9 % (MS), SDN Margasana dengan skore 72,9 % (MS), SDN 1Tinggarjaya dengan skore 75,9 % (MS) dan SDN Karangwangkal dengan skore 55,9 % (TMS).Simpulan yang diambil terdapat 1 sekolah yang belum memenuhi persyaratan kesehatan yaitu SDNKarangwangkal, 7 sekolah yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu, SDN 1 Karanglewas, SDN 3Pekuncen, SDN 1 Kedungwringin, SDN 1 Adisara, SDN 1 Jatilawang, SDN Margasana dan SDN 1Tinggarjaya. Saran yang dapat diberikan adalah pengelola sekolah perlu menyediakan tempatsampah berpenutup, menambah saluran air limbah yang tertutup, menambah penyediaan kamarmandi/ jamban dan peturasan, menyediakan alat pemadam kebakaran dan menyediakan jalur-jalurevakuasi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue