cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
EKSPLORASI DERAJAT RESISTENSI NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP INSEKTISIDA JENIS CYPERMETHRIN 0,05% PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2017 Kartika Ayu Lestari; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.3 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3898

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman di provinsi Jawa Tengah dengan tingkat kematian CaseFatality Rate (CFR) lebih tinggi dari rata-rata nasional dan IR 15,81/100.000 penduduk. Kabupaten Kudus pada tahun2016 termasuk daerah dengan kasus demam berdarah tinggi yaitu mencapai 797 kasus dan jumlah korban meninggalsebanyak 23 orang dengan Insiden Rate (IR) 31,02/100.000 penduduk dan Case Fatality Rate (CFR) 5,36%. ProgamFogging secara rutin dilakukan untuk menekan incidents rate (IR), akan tetapi endemisitas DBD terus menerus terjadi,salah satu penyebabnya karena resistensi vektor. Untuk itu perlu dilakukannya uji resistensi terhadap insektisida jenisCypermethrin. Tujuan penelitian ini untuk mengkategorikan derajat resistensi vektor nyamuk Aedes aegypti terhadapinsektisida Cypermethrin 0,05%. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Analisis data berupa tabel dangrafik.Hasil penelitian dari 4 Kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Kota Kudus, Mejobo, Jati, dan Kaliwungu diKabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah yang diambil sebagai sampel, secara keseluruhan telah resisten denganpersentase kematian antara 33%-68%. Rata-rata prosentase kematian nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Kudussebesar 45%. Dengan demikian, bila kematian nyamuk 80% maka nyamuk tersebut dikategorikan resisten terhadapinsektisida Cypermethrin 0,05%. Kesimpulan bahwa nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Kudus ProvinsiJawa Tengah resisten terhadap insektisida Cypermethrin 0,05%. Saran yang diberikan ada dua yaitu menaikkandosis insektisida melalui riset, serta mengganti dengan jenis insektisida yang memiliki target site yang berbeda.Kepustakaan : 28 (2007 – 2017)
HUBUNGAN SANITASI ASRAMA DAN PERSONAL HYGIENE SANTRI DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 Tri Nova Rofifah; Lagiono Lagiono; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.733 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4081

Abstract

Latar belakang Scabies adalah penyakit kulit menular disebabkan oleh tungau scarcoptes scabiei varian huminus. Ditandai dengan rasa gatal terutama pada malam hari. Scabies mudah menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyakit scabies  umunya ditemukan pada lingkungan kepadatan penghuni tinggi seperti penjara, panti asuhan, dan pondok pesantren.  Scabies dapat disebabkan oleh sanitasi lingkungan dan perilaku yang kurang baik. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan sanitasi asrama dan personal hygiene santri dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren  Al Ikhsan  Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyamas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini santri asrama putri Pondok Pesantren Al Ikhsan sebanyak 93 orang dengan metode proportional random sampling. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan pengukuran. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik chi square (X2). Hasil penelitian terdapat 56 orang (60,2%) positif scabies dan 37 orang (39,8%) negatif scabies.  Hasil uji statistik chi square (X2) analisis bivariate sanitasi asrama dengan kejadian scabies (p = 0,010, PR = 4,477 (CI = 0,724-27.671)) ada hubungan sanitasi asrama dengan kejadian scabies. Personal hygiene dengan kejadian scabies (p = 0,000, PR = 2,611 (CI = 1,480-4,608)) ada hubungan personal hygiene santri dengan kejadian scabies. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan sanitasi asrama dan personal hygiene dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Al Ikhsan.  Disarankan untuk pengelola pondok pesantren untuk memperbaki kondisi sanitasi asrama dan memantau kesehatan santri, untuk santri sebaiknya memperhatikan kebersihan diri dan kesehatan, untuk dinas kesehatan membantu menangani masalah scabies di pondok pesantren.   
PENGARUH PAJANAN PARTICULATE MATTER 10 (PM10) DI UDARA TERHADAP KELUHAN SISTEM PERNAPASAN MASYARAKAT DI SEKITAR PABRIK SEMEN X DESA TIPAR KIDUL KECAMATAN AJIBARANG TAHUN 2018 Jati Firmanto; Mela Firdaust; Hikmandari Hikmandari
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.885 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4882

Abstract

Background Industrial activity important for economic growth but also adversely affects health such as PM10 particulate emissions. Environmental Protection Agency in the World Bank, estimates that 90% of air-fired PM10 contains sulfur dioxide (SO2). From the results of several studies known dust particles (PM10) can cause inflammation of the airways and can trigger the occurrence of asthma (Darmono, 2010 and ATSDR, 2011). The purpose of this study was to analyze the effect of PM10 exposure in air to respiratory system complaints. This type of research uses observational analytics. The method used is cross sectional. The sample in this study were 32 respondents exposed group and 32 respondents group not exposed. The results showed that the mean intake of PM10 was 0.16663 mg / kg / day in the exposed group and 0.04252 in the unexposed group. While percentage of respondents who have respiratory system complaints that is as much as 65.6% in the exposed group and 34.4% in the group not exposed. It is conclude based on the result of multiple logistic regression test that is variables that influence the respiratory system complaints yatu intake PM 10 with p value equal to 0,048 and history of respiratory disease with p value 0,039 (p value 0,05). Suggestion from the results of this study is expected to make some efforts to prevent particulate entry into the home and the government is expected to monitor the quality of the environment on a regular basis as material consideration of the extension of industrial permit.
KADAR LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA KERANG HIJAU DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 Riska Auliyah; Tri Marthy Mulyasari; Bayu Chondro Purnomo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.231 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4878

Abstract

Along with the increasing of industry in indonesia and the use of various heavy metal materials can have a negative impact one of it is the water pollution by mercury (Hg) heavy metal. Sea water pollution has a very serious impact for the humans, especially who consume sea biota that is come from contaminated waters region. Sea biota that can be used as an indicator of heavy metal pollution is the shellfish. The purpose of this research is to determine the amount of heavy metal mercury (Hg) in the green shells that is sold in Purwokerto Banyumas Regency. The kind of this research is descriptive research. Green shells (pema viriois) samples that are inspected 3 samples. The respondent of this research are green shell seller at Puwokerto Banyumas regency as much as 3 respondents. The Inspection of mercury heavy metal content on green shell using SSA method at The Great Hall of Industry Pollution Prevention Technology  (BBTPPI ) Semarang. The Result of merkury (Hg) heavy metals measurement from the green shellfish sample at DK seller 0,022 mg / kg,  DKR seller 0,022 mg / kg, and SHS seller 0,021 mg / kg The green shell of DK sample is taken from Alam Indah Beach at Tegal, DKR sample is taken from Kartini sea at Jepara, and SHS sample is taken from Widuri sea Pemalang. The result of  respondent knowledge about the danger of mercury (Hg) on the green shell is 28% of Mr A sample respondents, 24% of Mr B respondents and 42% of Mrs C respondents. The researcher  concluded that the amount of mercury (Hg) heavy metal on 3 samples of green shell has fulfilled the requirements of the Obal and Food Supervisory Agency of the Indonesian Republic No.HK.00.05.1.52.4011 Year 2009 about the deermination of the maximum contamination limit of microbial and chemical in thr food that is 1.0 Ppm or mg / kg
TINJAUAN PENGOLAHAN AIR MINUM DI PDAM KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2017 Nurul Ralin Fauziah; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.575 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3900

Abstract

PDAM Kabupaten Kebumen merupakan perusahaan milik pemerintah daerah yang bergerak dalam bidangpenyediaan air bagi masyarakat untuk memperoleh air minum dengan jumlah yang cukup sesuai syaratkesehatan sehingga harus diolah dengan baik. Metode yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuanmemperoleh gambaran kondisi pengolahan air minum di PDAM Kabupaten Kebumen. Hasil penelitianmenunjukkan sumber air baku berasal dari sungai, waduk dan mata air yang kemudian diolah dengansistem pengolahan lengkap. Kuantitas air yang dihasilkan dengan kapasitas produksi 322,50 liter/detikmampu menghasilkan air per hari sebanyak 18.949,54 m3. Kualitas air menunjukkan air tidak berbau,tidak berasa, sisa khlor pada 28 sampel terdapat 5 sampel yang hasilnya 0 mg/liter, sedangkan totalcoliform yaitu 0 MPN/100 ml Golongan Coliform. Unit operasi pengolahan yang belum memenuhiprosedur yaitu unit intake, koagulasi dan flokulasi. Simpulan dari penelitian ini adalah kualitas airparameter bakteriologis sudah memenuhi syarat, sedangkan parameter warna, kekeruhan, sisa khlor danpH ada yang belum memenuhi syarat. Kuantitas air sudah mencukupi kebutuhan. Penilaian unit operasipengolahan diambil dari hasil checklist bahwa unit prasedimentasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi danreservoir dalam kategori “Baik”. Saran bagi PDAM agar meningkatkan pemeliharaan dan perawatan unitoperasi secara berkala sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal.
HUBUNGAN KONSTRUKSI SUMUR GALI DENGAN KUALITAS AIR SUMUR GALI DI DESA TAMBAHARJO KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2017 Yunita Setya Wardani; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.537 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3896

Abstract

Sumur merupakan salah satu sarana untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat yang memanfaatkan air tanahhasil resapan/ infiltrasi air hujan sehingga rawan terjadinya pencemaran Masyarakat Desa Tambaharjo menggunakansumur gali sebagai sumber penyediaan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan air bersih sehari – hari. Tujuanpenelitian ini yaitu mengetahui apakah ada hubungan antara konsturksi sumur gali dan kualitas air sumur gali di DesaTambaharjo Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen tahun 2017.Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan metode cross sectional. Pegumpulan data dilakukan denganobservasi konstruksi sumur gali, wawancara, dan pemeriksaan parameter fisik, kimia dan mikrobiologi di LaboratoriumKesehatan Kebumen, dan Laboratorium Kesehatan Purbalingga.Hasil penelitian menunjukkan dari 22 sumur gali terdapat 59% yang konstruksi sumur galinya memenuhi syaratdan 41% konstruksi sumur galinya tidak memenuhi syarat,kualitas fisik air sumur 68% memenuhi syarat, 32% tidakmemenuhi syarat, untuk kualitas mikrobiologi hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan dari 22 sampel 81%sampel tidak memenuhi syarat dan 19% memenuhi syarat, kualitas kimia detergen dari 22 sampel 100% memenuhisyarat. Konstruksi sumur yang memenuhi syarat 59% dan yang tidak memenuhi syarat 41%. Analisis statistikdilakukandengan uji chi square diperoleh nilai p value kualitas fisik dan mikrobiologi = 0,421 , 0, 125 dan kualitas kimiadiperoleh hasil 100% memenuhi syarat.Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara konstruksi sumur gali dengankualitas fisik, kimia dan mkirobiologi air sumur gali di desa Tambaharjo Kecamatan Adimulyo KabupatenKebumen.Saran yang diberikan antara lain melakukan perbaikan konstruksi sumur gali yang tidak memenuhi syarat,serta perlu menjaga dan merawat konstruksi sumur gali yang dalam keadaan baik, melakukan penyuluhan mengenaikonstruksi sumur gali dan sanitasi lingkungan pada sarana air bersih.Daftar bacaan : 32 (1990 – 2017)
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAPIOKA DI PABRIK ACI Devi Al Fatoni; Hari Rudijanto Indro Wardono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.824 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5396

Abstract

Tapioka merupakan salah satu sumber bahan makanan yang berasal dari pati singkong. Proses pembuatan tapioka menghasilkan air limbah yang berpotensi menjadi masalah bagi lingkungan sekitar. Oleh karena pada umumnya industri tapioka mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengolahan air limbah tapioka di Pabrik Aci Wanakusumah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional, dengan memberikan gambaran tentang pengolahan air limbah tapioka di Pabrik Aci Wanakusumah Kelurahan Timbang Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Aci Wanakusumah mengalirkan air limbahnya ke sungai Pekacangan, air limbah hanya melewati bak pengendap tanpa pengolahan lebih lanjut seperti IPAL sehingga mencemari air sungai. Hasil pemeriksaan menunjukkan air limbah tapioka pada inlet bak pengendap kadar BOD 1.221 mg/L, debit 0,0075 m3/detik. Pada outlet bak pengendap kadar BOD 1.071 mg/L, debit 0,004 m3/detik. Hasil pemeriksaan kadar BOD badan air sungai Pekacangan sebelum tercampur air limbah tapioka 4,6 mg/L, sedangkan kadar BOD setelah tercampur air limbah tapioka 11 mg/L dengan debit sungai 34,8612 m3/detik. Penelitian menyimpulkan air limbah tapioka yang dihasilkan oleh Pabrik Aci Wanakusumah yang dibuang ke sungai Pekacangan dengan kadar BOD yang melebihi kadar maksimal parameter BOD yang diatur dalam Peaturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.
PENGARUH PEMAKAIAN EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) SEBAGAI DESINFEKTAN ALAMI DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN PADA PIRING MAKAN Silmi Kaffah; Zaeni Budiono; Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.551 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5389

Abstract

Sumber kontaminasi dalam pengolahan pangan dapat berasal dari penggunaan wadah dan peralatan pengolahan yang kotor. Peralatan makan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia serta memenuhi persyaratan kesehatan harus dicuci dengan benar yaitu meliputi pembuangan sisa makanan, pembilasan awal, pencucian, pembilasan akhir, sanitasi dan desinfeksi. Daun kedondong memiliki potensi antimikroba yang dapat digunakan sebagai desinfektan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemakaian ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis) sebagai desinfektan alami dalam menurukan angka kuman pada piring makan. Jenis penelitian ini adalah Pre-experiment dengan pendekatan pre and post design. Hasil penelitian menunjukkan prosentase penurunan angka kuman sesudah diberi perlakuan adalah konsentrasi 4% sebesar 86,25%, konsentrasi 8% sebesar 66,04%, dan konsentrasi 12% sebesar 63,24%. Hasil uji statistik Paired T Test menunjukkan pada konsentrasi 4% nilai sig 0,174 0,05, konsentrasi 8% nilai sig 0,126 0,05, konsentrasi 12% nilai sig 0,194 0,05, dari ketiga konsentrasi nilai sig lebih besar dari 0,05 berarti tidak ada perbedaan angka kuman sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil uji ANOVA nilai sig 0,356 dari 0,05 berarti tidak ada perbedaan penurunan angka kuman yang signifikan pada piring makan antara penggunaan konsentrasi 4%, 8% maupun 12%. Kesimpulan penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh pemakaian ekstrak daun kedondong (Spondias Dulcis) sebagai desinfektan alami dalam menurunkan angka kuman pada piring. Disarankan piring yang telah dicuci bersih sebaiknya didesinfeksi agar angka kuman pada piring sesuai persyaratan.
PENGARUH VARIASI BIOMASSA TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) DALAM MENURUNKAN KADAR MERKURI (Hg) DI LIMBAH CAIR PENAMBANGAN EMAS Dian Nurulita Fajri; Suparmin Suparmin; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5398

Abstract

Teknologi dalam proses pengolahan emas yang ada di Desa Paningkaban yaitu secara amalgamis (campuran emas+merkuri) untuk memisahkan emas dan merkuri. Sehingga, diperoleh biji emas murni proses ini akan menimbulkan pencemaran karena penggunaan merkuri. Salah satu penyebab pencemaran lingkungan oleh merkuri adalah pembuangan tailing pengolahan emas yang diolah secara amalgamis, karena dialirkan langsung ke dalam badan sungai yang ada di sekitar daerah penambangan tanpa melakukan upaya pengolahan dari bahan-bahan pencemar yang ada di dalamnya. Dalam lingkungan yang telah tercemar merkuri salah satu upaya yang dilakukan untuk penyehatan lingkungan kembali adalah dengan metode fitoremediasi yaitu menggunakan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keefektifan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai fitoremediator dalam menurunkan kadar logam berat merkuri (Hg) pada air limbah penambangan emas di Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment dengan pendekatan pre test dan post test design. Menggunakan 3 perlakuan variasi biomassa 1 kg, 3 kg, 5 kg dengan 2 kali replikasi. Jumlah sampel 8 diantaranya sampe pre test 1, kontrol 1 dan sampel perlakuan 6 sampel untuk kadar merkuri (Hg).Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar merkuri didapatkan hasil keefektifan biomasaa 1 kg 94%-98%, biomassa 3 kg 83%-93%, biomassa 5 kg 86%-99%. Uji statistik menggunakan uji kruskal wallis didaptakan yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan dalam proses pengolahan fitoremediasi menggunakan biomassa 1 kg, 3 kg dan 5 kg dengan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) dalam menurunkan kadar merkuri dalam limbah cair penambangan emas. Kesimpulan penelitian ini bahwa fitoremediasi menggunakan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) dalam menurunkan kadar merkuri (Hg) memiliki keefektifan rata-rata sebesar 94,15%. Disarankan agar memanfaatkan tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai remediasi secara biologis untuk menurunkan kadar merkuri pada air limbah penambangan emas. Perlu dilakukan percobaan yang sama menggunakan fitoremediasi menggunakan tanaman kangkung dari genus Ipomoea aquatica yang sama tetapi dari spesies yang berbeda yang tidak bisa dikonsumsi oleh manusia maupun hewan lainya.
STUDI HYGIENE SANITASI DAN KUALITAS MIKROBIOLOGI (Salmonella sp) PADA DAGING Minati Indriani Nur Imaniah; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.854 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5390

Abstract

Makanan dan minuman seringkali menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit. Makanan atau minuman yang tercemar akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme (bakteri). Bakteri yang sering dijumpai pada makanan dan minuman tercemar salah satunya adalah Salmonella sp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hygiene sanitasi dan kualitas mikrobiologi (Salmonella sp) pada daging sapi di Pasar Wage Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan hygiene sanitasi dan kualitas mikrobiologi (Salmonella sp) pada daging sapi. Hasil penelitian diperoleh prinsip hygiene sanitasi pada 6 pedagang mulai dari bahan baku daging sapi untuk 4 sampel memenuhi syarat dan 2 sampel tidak memenuhi syarat, pemotongan daging sapi dikategorikan tidak memenuhi syarat, penyajian daging sapi dikategorikan tidak memenuhi syarat, personal hygiene dikategorikan tidak memenuhi syarat dan perilaku penjamah dikategorikan memenuhi syarat. Sedangkan sanitasi tempat penjualan dari peralatan dikategorikan memenuhi syarat dan tempat penjualan dikategorikan tidak memenuhi syarat. Berdasarkan pemeriksaan sampel dari 6 pedagang di laboratorium, 6 sampel daging sapi yaitu 2 sampel positif Salmonella sp dan 4 sampel negatif Salmonella sp. Kesimpulan bahwa hygiene sanitasi daging sapi di 6 pedagang masih ada yang belum memenuhi syarat, sanitasi tempat penjualan daging sapi di 6 pedagang masih ada yang belum memenuhi syarat serta dalam 6 sampel daging sapi ada 2 sampel positif Salmonella sp dan 4 sampel lainnya negatif Salmonella sp.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue