cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
PENERAPAN REKAYASAN ALAT PENGHANCUR SAMPAH DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN SAMPAH Asep Tata Gunawan; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.725 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.5671

Abstract

Kampus 7 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, merupakan salah instansi pendidikan yang terintegrasi dengan kantin, perumahan dosen serta memiliki lahan terbuka yang mencapai 2,3 ha terdapat timbulan sampah organik rata-rata 4 m3/minggu dan sampah an-organik rerata 0,85 m3/minggu dengan dominasi plastik (GELISH, 2019).  Jurusan Kesehatan Lingkungan dan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam bidang pengolahan sampah telah merintis unit percontohan komposter dengan metode run way yang bersusun dalam 10 bak. Upaya menangai sampah organik telah terwujud dalam hasil produk pengolahan berupa kompos organik. Seiring berjalannya kegiatan pengomposan, dilakukan kegiatan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi terdapat catatan penting pada proses pengomposan yang dilakukan, seperti proses pembalikan sampah yang terlalu banyak, pemindahan sampah pada bak pengomposan yang banyak, keluhan bau yang menyengat dan risiko tertusuk dari sampah kaleng/ kaca dan hasil kompos kurang maksimal. Semua kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan masih dilakukan secara manual oleh tenaga kebersihan. Desain penelitian ini adalah adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian Post Test Only Design.Lokasi penelitian ini dilakukan di lokasi pengolahan sampah (komposter) di Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang. Dalam penelitian ini populasi yang dimaksud oleh peneliti adalah seluruh warga kampus 7 dan seluruh timbulan sampah. Sampel penelitian ini adalah sampah plastik yang terdapat pada bak pengolahan kompos, hasil pemanenan sampah plastik dengan rata-rata volume sebesar 0,3 m3/minggu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dari hasil penghancuran  sampah plastik. Alat pengahancur sampah yang telah dibuat memiliki kemampu dalam mencacah sampah mencapai 5 cm, dengan kapasitas penghancuran sekitar 10 kg/7,5 menit = 80 Kg/jam (10 kg paslik = 5 karung sampah plastic). Maka  mesin tersebut mampu menghancurkan  plastic sekitar 0,083 m3/jam. Jadi utk menghancurkan sampah plastik kampus 7 sekitar 0,3 m3/mg dibutuhkan waktu sekitar 3,6 jam. Diperlukannya penyesuaian lanjutan terhadap kemampuan mata pisau. Perlu ditingkatkan kemampuan motor penggerak, sehingga hasil pencacahan akan lebih cepat.
DESKRIPSI JUMLAH DAN SPESIES TIKUS DI DESA BANJARPANEPEN KECAMATAN SUMPIUH Vita Catelya Purbaningsih; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.991 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5497

Abstract

Asosiasi tikus dengan manusia seringkali bersifat parasitisme, tikus mendapatkan keuntungan sedangkan manusia sebaliknya. Tikus sering menimbulkan gangguan bagi manusia dalam berbagai hal. Di bidang kesehatan, tikus dapat menjadi sarana bagi beberapa patogen yang dapat menyababkan penyakit pada manusia dan hewan peliharaan. Penyakit yang ditularkan oleh tikus diantaranya adalah penyakit pes, salmonellosis, leptospirosis, scrub typhus, murine typhus, rat-bite fever. Tujuan dari penelitian ini antara lain mendeskripsikan kasus Leptospirosis di Desa Banjarpanepen, memasang perangkap tikus, menghitung jumlah tikus yang tertangkap, mengidentifikasi spesies tikus yang tertangkap. Metode penelitian yang digunakan observasional dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan secara langsung pada subyek penelitian. Analisis data di gunakan analisis tabel dan grafik yaitu dianalisis secara deskriptif.Hasil Trapping di Desa Banjarpanepen dengan Succes trap 16,5%. Spesies tikus yang berhasil ditangkap di wilayah RT 1 RW 4 adalah Rattus tanezumi 13 ekor (76,47%), Juvenile 4 ekor (0,24%). Jenis tikus yang berhasil ditangkap di wilayah RT 1 RW 8 adalah Rattus tanezumi sejumlah 10 ekor (62,5%), Juvenile (tikus muda) sejumlah 5 ekor (31,25%), Subadult (tikus remaja) sejumlah 1 ekor (6,25%). Simpulan dari penelitian ini diperoleh spesies tikus Rattus tanezumi. Tikus Rattus tanezumi merupakan tikus rumah dan tikus ini berperan penting dalam penularan beberapa penyakit seperti pes, dan  leptospirosis. Disarankan untuk meningkatkan upaya pengendalian guna mencegah penyebaran habitat yang luas dan pemeriksaan bakteri Leptospira sp. pada tikus dan lingkungan serta hewan domestik dengan melibatkan dinas peternakan dan pertanian setempat sehingga dapat terdeteksi jalur penularan Leptospirosis di wilayah Desa Banjarpanepen.
Pengaruh Pemakaian Perasan Akar Rumput Alang-alang Sebagai Hand Sanitizer Terhadap Angka Kuman Tangan Cleaning Service Rizki Amalia Putri; Djamaluddin Ramlan; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.879 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.4764

Abstract

Akar rumput alang-alang (imperata cylindrica) mengandung senyawa yang dapat berfungsi sebagai anti mikroba yaitu golongan triterpenoid diantaranya cylindrin, arundoin, ferneon, isoarborinol, dan  sikiarenol. Golongan triterpenoid termasuk ke dalam jenis saponin. Tujuan penelitian ini adalah menemukan cara membersihkan tangan dari kuman menggunakan handsanitizer berbahan akar rumput alang-alang.Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian pre experiment dengan rancangan pre test dan post test design. Analisis statistik yang digunakan Anova One Way. Metode penelitian dengan cara pemeriksaan angka kuman tangan sebelum dan sesudah menggunakan handsanitizer berbahan akar rumput alang-alang.Handsanitizer perasan akar rumput alang-alang dengan dosis yang berbeda yaitu dosis 5 ml, dosis 10 ml dan dosis 15 ml. Rata-rata angka kuman sebelum perlakuan 5 ml = 800 CFU/cm2 dan sesudah perlakuan  5 ml = 508 CFU/cm2 secara statistik tidak ada pengaruh yang signifikan (p=0,767 atau p 0,05). Rata-rata angka kuman sebelum perlakuan 10 = 817 CFU/cm2 dan sesudah perlakuan 10 ml = 950 CFU/cm2 secara statistik tidak ada pengaruh yang signifikan (p=0,919 atau p 0,05). Rata-rata angka kuman sebelum perlakuan 15 ml = 1008 CFU/cm2 dan sesudah perlakuan 15 ml = 1217 CFU/cm2 secara statistik tidak ada pengaruh yang signifikan (p=0,847 atau p 0,05). Dari ketiga dosis tersebut setelah di uji menggunakan uji Anova One Way menunjukan nilai p(sig) 0,539 yang artinya jika pa maka Ha di tolak.Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada pengaruh pemakaian perasan akar rumput alang-alang (imperata cylindrica) sebagai handsanitizer terhadap penurunan angka kuman. Peneliti selanjutnya sebaiknya menurunkan dosis perasan akar rumput alang-alang di bawah 5 ml agar lebih efektif dalam menurunkan angka kuman pada tangan.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum, L.) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP DAYA HINGGAP NYAMUK Aedes aegypti Aji Pandu Zulaikha; Arif Widyanto; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.392 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5399

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian kimiawi sebagai salah satu pengendalian yang aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan repellent alami. Daun cengkeh merupakan bagian tanaman yang mengandung eugenol, flavonoid, saponin dan tanin yang dapat bermanfaat sebagai repellent untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian yaitu dapat diketahuinya efektivitas berbagai konsentrasi ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum, L.) sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi/semu dengan desain penelitian posttest only control group. Analisis statistik yang digunakan One-way Anova dengan uji lanjut LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% mempunyai daya hinggap 11,2%, konsentrasi 20% mempunyai daya hinggap 11,2%, konsentrasi 40% mempunyai daya hinggap 7,2%, konsentrasi 80% mempunyai daya hinggap 5,2%. Hasil analisis One-way Anova terbukti signifikan dengan nilai p = 0,000 α (0,05), sehingga ada perbedaan nyamuk Aedes aegypti yang hinggap pada tangan probandus dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun cengkeh. Kesimpulan penelitian adalah konsentrasi 80% ekstrak daun cengkeh efektif sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian menggunakan ekstrak daun cengkeh dengan metode ekstraksi yang berbeda atau penelitian daya proteksi atau menggunakan jenis tanaman lain.
EFISIENSI RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN BOD, TSS, MINYAK DAN LEMAK Bayu Adhi Wicaksono; Hari Rudijanto Indro Wardono; Zaeni Budiono; Bayu Chondro Purnomo
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.322 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.4635

Abstract

Limbah domestik merupakan air buangan yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti memasak, mencuci, mandi, dan kakus. Banyaknya pencemaran badan air yang disebabkan oleh aktivitas tersebut dapat menurunkan kualitas air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran air pada air limbah kantin menggunakkan alat pengolahan limbah cair yang dapat menurunkan kadar BOD, TSS, minyak dan lemak.Eksperimen ini menggunakan alat pengolahan limbah cair bentuk prototype. Pengolahan gabungan secara fisik menggunakan karbon aktif, grease trap dengan micro screen, dan secara biologi menggunakan biofilter (bioball). Pengoperasian alat menggunakan debit 53 ml/ menit (bak pertama menuju bak kedua). Sampel dalam penelitian ini yaitu air limbah kantin. Analisis data menggunakan uji pair t test dengan desain penelitian yaitu pre test – post test.Hasil penelitian rata – rata penurunan kadar BOD, TSS, minyak dan lemak setelah pengolahan yaitu 241,544 mg/ lt, 435,33 mg/ lt, dan 10,43 mg/ lt. Uji pair t test menunjukkan nilai p = 0,016 berarti p 0,05 maka ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil analisis efisiensi rata – rata kadar BOD, TSS, minyak dan lemak yaitu 89,07%, 89,91%, dan 84,82%.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan dengan menggunakan alat pengolahan limbah cair dalam menurunkan kandungan BOD, TSS, minyak dan lemak. Peningkatan efisiensi alat dapat dilakukan dengan penambahan pre treatment dan atau penambahan treatment.
STUDI DESKRIPTIF TENTANG KADAR DEBU PADA PERTUKANGAN KAYU KABUPATEN PURBALINGGA Puput Hargiani; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.626 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5498

Abstract

Lingkungan yang sehat perlu dilakukan pengawasan agar terhindar dari dampak negatif terhadap kesehatan maupun keselamatan. Salah satu diantara kualitas lingkungan yang sehat adalah terhindar dari pencemaran udara dengan zat pencemaran yaitu debu. Dngan ukurannya yang sangat kecil,debu dapat menyelinap dan diam lama dalam perabotan rumah tangga yang apabila dibiarkan maka dapat berbahaya bagi kesehatan, diantaranya iritasi pada mata, sering bersin-bersin, iritasi pada kulit dan gangguan pernapasan. Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar debu pada Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen dan permukiman terdekat Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif dan memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada permasalahan sekarang.Hasil penelitian pengukuran kadar debu pada pertukangan kayu PK Bodas Kusen dengan menggunakan Dusttrek selama pengukura 15 menit adalah 0,491 mg/m3 dan setelah dikonversikan ke 8 jam adalah 15,712 mg/m3. Sedangkan hasil penelitian pengukuran kadar debu pada permukiman yang terdekat dengan pertukangan kayu PK Bodas Kusen selama 15 menit pengukuran adalah didapatkan hasil tertinggi sebesar 0,362 mg/m3 atau 362 µg/m3, hasil terendah sebesar 0,302 mg/m3 atau 302 µg/m3 dan didapatkan hasil rata-rata sebesar 0,317 mg/m3 atau 317µg/m3 sedangkan setelah dikonversikan ke 24 jam di dapatkan hasil tertinggi sebesar yaitu sebesar 30,432 mg/m3 atau 30.432 µg/m3, hasil terendah sebesar 28,991 mg/m3 atau 28.991 µg/m3 dan didapatkan hasil rata-rata sebesar 30,432 mg/m3 atau 30.432µg/m3.Masyarakat seharusnya membersihkan rumah dan perabotnya minimal 2 kali sehari dan menyiram halaman rumah untuk mengurangi debu yang berterbangan, sedangkan untuk pihak Pertukngan Kayu PK Bodas Kusen seharusnya menambah fasilitas penghisap debu yang sifatnya lokal dengan cara didekatkan ke sumbernya dan menyediakan APD untuk para pekerja.
STUDI ANGKA KUMAN UDARA PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS Fitri Setyaningsih; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.603 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i3.5394

Abstract

Pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promontif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah megukur parameter fisik udara (suhu,kelembapan, pencahayaan), mendeskripsikan sarana sanitasi dan sarana prasarana bangunan , mendeskripsikan aktifitas pada Ruangan, dan mengukur jumlah angka kuman udara. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kuman pada Ruangan di Puskesmas I Purwokerto Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter suhu udara di Puskesmas 1 Purwokerto utara pada Ruang Poli gigi, Poli Lansia, Pemeriksaan Umum, Gizi dan MTBS masih ada yang belum memenuhi Syarat. rata-rata suhu ruangan 280C, Kelembapan rata-rata 45,75%, Pencahayaan rata-rata 867,5Lux, dan angka kuman udara rata-rata285.555 CFU/m3. Sarana sanitasi yang terdapat pada ruangan seperti lantai, dinding, langit-langit, Ac. Penelitian menyimpulkan Kondisi fisik lingkungan berupa suhu, kelembapan, pencahayaan, belum memenuhi syarat. Peneliti menyarankan untuk melakukan pemeriksaan angka kuman udara secara berkala dan melakukan pengendalian angka kuman udara menggunakan alat UV countinue serta pelaksaan pengepelan (dusting) dengan menngunakan desinfektan yang intensif.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI SD NEGERI KECAMATAN BATURRADEN Olivia Anggraeni Yuliarti; Tri Cahyono; Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.457 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i1.4537

Abstract

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA DI SD NEGERI KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2019 XVI + 116 halaman : gambar, tabel, lampiranSekolah sebagai sarana pendidikan formal di Negeri ini, sudah sepatutnya menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, selain itu sekolah juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit bagi anak jika tidak dikelola dengan baik. Uji pendahuluan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa di ruang kelas 2A, 4A, dan 6A SD Negeri Karangmangu tidak memenuhi syarat (2A=3,066 CFU/m3; 4A=2.337 CFU/m3; dan 6A=2.467 CFU/m3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara di SD Negeri Karangmangu Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Tahun 2019.Metode yang digunakan observasional, pendekatan analitik cross sectional. Besar populasi 26 ruang, dan sampel 12 ruang kelas. Variabel yang diteliti adalah suhu, kelembapan, pencahayaan, kepadatan hunian, perilaku penghuni, angka kuman udara, kecepatan angin, arah angin, frekuensi pembersihan, dan frekuensi penggunaan desinfektan. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan uji regresi berganda.Hasil penelitian menunjukan rata-rata suhu (28,11oC), kelembapan (75,59%), pencahayaan (320,45 lux), kepadatan hunian (2,12 m2/orang), perilaku penghuni 2 ruang kelas tidak aktif, 7 ruang kelas cukup aktif, 3 ruang kelas aktif, angka kuman udara (1685,33 CFU/m3), kecepatan angin (0,0083 m/s), arah angin (176,83o), frekuensi pembersihan (1kali/hari), dan frekuensi penggunaan desinfektan (0kali/hari). Faktor yang berhubungan yaitu suhu (p=0,15; Y = -6735,04 + 299,55X), kelembapan (p=0,54; Y=5766,83+(-53,98)X), pencahayaan (p=0,85; Y=1773,15+(-0,27)X), kepadatan hunian (p=0,22; Y =2931,93+(-587,09)X), dan perilaku penghuni (p=0,20; Y=2717,25+(-495,32)X).Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang memiliki hubungan paling signifikan dengan angka kuman udara yaitu suhu, kelembapan, dan pencahayaan (p=0,09), dengan persamaan garis Y = (-52885,67) + 1132,62X1 + 313,39X2 + (-2,99)X3. Peneliti menyarankan perlu adanya ketersediaan ventilasi, kipas angin, exhauster, dan gorden.Daftar bacaan39 (1989 - 2018)Kata kunciAngka Kuman Udara, Sekolah Dasar, Kesehatan LingkunganKlasifikasi-
EKSPLORASI RESISTENSI NYAMUK AEDES SP DENGAN METODE SUSCEPTIBILITY MENGGUNAKAN INSEKTISIDA MALATHION 0,8% DAN LAMDACYHALOTRIN 0,03% Liyana Azizatul Muadibah; Aris Santjaka; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.515 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5471

Abstract

Latar Belakang demam Berdarah Dengue disebabkan oleh salah satu dari empat antigen yang berbeda, tetapi sangat dekat satu dengan yang lain. Insektisida digunakan dalam pengendalian vektor secara kimiawi, tetapi cara ini menyebabkan nyamuk menjadi resisten. Tujuan penelitian mengetahui status resistensi nyamuk Aedes Sp sebagai vektor utama DBD di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja dan di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas terhadap insektisida Malathion 0,8% dan Lamdacyhalotrin 0,03%. Jenis penelitian eksplorasi. Hasil penelitian menggunakan metode Susceptibility test dengan insektisida Malathion 0,8% di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja menunjukkan prosentase kematian sebesar 8,75%, dan di Desa Sidamulih adalah 15% dan 11,25%. Sedangkan Lamdacyhalotrin 0,03% di Desa Kedungrandu adalah 100%, dan di Desa Sidamulih adalah 92,5%. Disimpulkan terjadi resisten di kedua desa terhadap Malathion 0,8%, kematian nyamuk uji 80%, sedangan untuk Lamdacyhalotrin 0,03% Desa Kedungrandu dinyatakan rentan, kematian nyamuk uji 99%-100% dan Desa Sidamulih dinyatan toleran, kematian nyamuk uji 80%-98%. Disarankan mengganti insektisida golongan Phyretroid jenis Lamdacyhalotrin 0,03%, sehingga masih dapat dipastikan kandidat penggantinya masih dalam status rentan.
EFISIENSI BIOFILTER AEROB MENGGUNAKAN MEDIA BOTOL SUSU FERMENTASI DALAM MENURUNKAN KADAR COD EFFLUENT BIODIGESTER INDUSTRI TAHU Tria Rafika Hidayah; Budi Triyantoro; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.296 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5499

Abstract

Biodigester unit 3 merupakan salah satu instalasi pengolahan air limbah tahu menjadi biogas di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok. Air limbah yang telah diolah menjadi biogas akan menghasilkan air buangan (effluent), kemudian dibuang ke irigasi yang disalurkan ke sungai Krukut. Sungai tersebut sering dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci pakaian. Effluent biodigester unit 3 masih memiliki kadar COD sebesar 1.048 mg/l, sehingga diperlukan proses pengolahan lanjutan dengan proses aerob menggunakan biofilter media botol susu fermentasi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi biofilter aerob menggunakan media botol susu fermentasi sebagai pengolahan lanjut dalam menurunkan kadar COD effluent biodigester unit 3.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre experiment dengan metode pre and post test. Hasil rerata suhu influent biofilter aerob yaitu 26,16OC, hasil rerata suhu effluent biofilter yaitu 28,16OC. Hasil rerata pH influent biofilter yaitu 6,53, kemudian rerata pH effluent biofilter yaitu 7,5. Hasil rerata pemeriksaan COD influent biofilter aerob yaitu 97,667 mg/l, hasil rerata pemeriksaan COD effluent biofilter yaitu 30,667 mg/l. Kadar COD effluent biofilter aerob tidak melebihi kadar maksimal pada baku mutu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012, sehingga kadar COD effluent biofilter telah memenuhi syarat. Rerata efisiensi penurunan kadar COD pada biofilter aerob yaitu 66,846%. Hasil analisis statistik kadar COD diperoleh nilai signifikan (P value) sebesar 0,07 yang menunjukkan bahwa sig (P value) α (0,05), sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan COD influent dan effluent biofilter aerob. Kesimpulan dari penelitian ini adalah biofilter aerob dengan media botol susu fermentasi belum efisien dalam menurunkan kadar COD dengan stabil. Saran pada penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjut dengan menambah luas spesifik media biofilter, perlu dilakukan proses aklimatisasi, perlu dilakukan penelitian lanjut dengan pemeriksaan parameter kinerja biofilter aerob.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue