cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
Dinamika Penularan Penyakit Leptospirosis di Kabupaten Banyumas Aulia Fajriatun Niza; Budi Utomo; Hikmandari Hikmandari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.567 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4711

Abstract

Peningkatan kasus dan sebaran Leptospirosis yang semakin meluas di Kabupaten Banyumas dapat digambarkan dengan dinamika penularan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika penularan penyakit Leptospirosis di wilayah Kabupaten Banyumas yang meliputi model penularan dan determinan pada tahun 2018. Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan survei kualitatif dan didasarkan pada dokumentasi catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Hasil Penelitian karakteristik penderita Leptospirosis tertinggi yaitu pada kelompok umur 15-44 tahun (57%), jenis kelamin laki-laki (76%), jenis pekerjaan petani (37%), kebiasaan tidak mandi di sungai (94%), kebiasaan menggunakan alas kaki (75%), puncak waktu serangan pada bulan Maret, keberadaan sungai banwa jarak rumah kasus dengan sungai atau badan air paling jauh adalah CLB 5 dengan jarak 472,38 meter. Faktor lingkungan Leptospirosis meliputi keberhasilan penangkapan (trap success) 9,3%, jumlah tikus positif bakteri Leptospira 15 ekor dari spesies Rattus tanezumi. Kesimpulan dinamika penularan Leptospirosis dilihat dari jenis model penularan Leptospirosis di Kabupaten Banyumas Tahun 2018 adalah 5 model cluster (12%) dan 36 model separated (88%). Dugaan peneliti determinan curah hujan pada bulan Maret yaitu 11,9 mm saat terjadi puncak kasus. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan surveilans penderita Leptospirosis terutama di daerah endemis, penyuluhan kepada masyarakat, kerja sama lintas sektor, menghindari atau mengurangi frekuensi kontak langsung dengan genangan air untuk meminimalisir penularan Leptospirosis.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pedagang dalam Pengelolaan Sampah di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga Laelani Dina; Nur Hilal; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.035 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4732

Abstract

Salah satu tempat umum yang sering menghasilkan permasalahan sampah adalah pasar. Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi sejumlah barang atau jasa. Pasar mempunyai problematika masalah sampah tersendiri, karena sebagian besar sampah pasar terdiri dari sampah basah dan sampah kering. Pengelolaan sampah yang tidak baik dikhawatirkan akan memicu terjadinya kerusakan lingkungan. Pengelolaan sampah tersebut tidak lepas dari perilaku pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Segamas Kabupeten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crosssectional desain penelitian menggunakan quota sampling. Pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner dan ceklis kepada 96 sampel. Pengelolaan data dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku pedagang dengan nilai value 0,000 (0,05), menunjukan hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku pedagang dengan p value 0,000 (0,05), menunjukan hubungan yang bermakna antara ketersediaan saran dengan perilaku pedagang dengan p value 0,000 (0,05), dan antara pelaksanaan peraturan kebersihan dengan perilaku kebersihan menunjukan hubungan yang bermakna dengan p value 0,000 (0,05) Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana pembuangan, dan pelaksanaan peraturan kebersihan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga.
APLIKASI DINAMIKA PENULARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH ENDEMIS (Studi Kasus Di Puskesmas Purwokerto Barat) Dian Kusuma Yudiasti; Aris Santjaka; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.793 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4589

Abstract

Dinamika mempelajari penularan dari satu indeks kasus ke orang lain yang rentan, sehingga bisa dipetakan perjalanan penyakit dari satu orang ke orang lain yang rentan. Penularan penyakit demam berdarah selalu melibatkan nyamuk Aedes aegypti sebagai media penularan. Manajemen kasus DBD sampai dengan sekarang belum ada aplikasinya untuk menentukan dinamika penularan, sehingga manajemen tindak lanjut masih dengan cara manual hasil laporan Penyelidikan Epidemiologi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Aplikasi Dinamika Penularan Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis (Studi Kasus Di Puskesmas Purwokerto Barat). Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan atau mengembangkan produk dan menguji keefektifan produk. Dalam penelitian ini mengembangkan instrumen dinamika penularan penyakit DBD manual menjadi aplikasi berbasis website. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa software untuk pengolahan data penyakit DBD di Puskesmas Purwokerto Barat. Jumlah seluruh penderita DBD yaitu 132 penderita sedangkan penderita yang diobservasi berjumlah 30 penderita. Model penularan menunjukkan 6 cluster dan 7 separated. Pengolahan data penderita DBD di Puskesmas Purwokerto Barat yang semula dilakukan dengan cara manual telah berhasil dirubah menggunakan software berbasis aplikasi DIPAA DBD. Disarankan aplikasi dapat dikembangkan dengan penambahan Penyelidikan Epidemiologi pada input dan output aplikasi DIPAA DBD.
Pengaruh Jarak Sungai Terhadap Jumlah Bakteri E-coli Air Sumur Gali di Kabupaten Banyumas Adi Erwin Alviansyah; Agus Subagiyo; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.093 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i2.4884

Abstract

Sumur gali merupakan sarana penyediaan air bersih yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kualitas air bersih harus memenuhi syarat mikrobiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak sungai terhadap jumlah bakteri Escherichia coli air sumur gali di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi penelitian adalah 124 sarana sumur gali dan jumlah sampel 20 sarana sumur gali yang diambil secara random sampling. Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan meteran, konstruksi sumur gali menggunakan check list serta pemeriksaan bakteri Escherichia coli menggunakan Microbiological Water Test Kit. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji Regresi logistik. Hasil analisis pengaruh jarak sungai terhadap jumlah bakteri Escherichia coli air sumur gali didapat nilai ρ = 0,222 0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh jarak sungai terhadap jumlah Escherichia coli air sumur gali. Saran yang diberikan kepada masyarakat. Sebaiknya masyarakat harus memperhatikan dan memahami pembuatan sumur gali yang memenuhi syarat dan selalu menjaga kebersihan sumur gali.
Pengaruh Bioaktivator Dari Fermentasi Kulit Pisang Dan Air Cucian Beras Terhadap Waktu Matang Kompos Tahun 2020 Nurudin Achmad Fauzi; Nur Hilal; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.196 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6067

Abstract

Sampah organik merupakan jenis sampah yang dapat memicu keberadaan vektor pembawa agent penyakit. Salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah organik adalah dengan pembuatan kompos. Waktu matang kompos dapat dipersingkat dengan penambahan bioaktivator. Bioaktivator dapat dibuat dari bahan-bahan organik yang di fermentasikan. Bahan organik yang dapat digunakan antara lain kulit pisang dan air cucian beras. Hal tersebut karena kandungan gizi yang terkandung dalam kulit pisang dan air cucian beras dapat memicu pertumbuhan mikroba pengurai. Adapun tujuan penelitian ini untuk memanfaakan limbah kulit pisang sebagai bahan dasar bioaktivator yang difermentasi bersama cucian beras.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain time series. Objek yang diteliti adalah waktu matang kompos dengan bioaktivator 0 ml, 10 ml dan 30 ml. Data diambil dengan cara melakukan pengukuran suhu kompos dengan pengulangan sebanyak tiga kali.Hasil penilitian dengan analisis anova menunjukkan nilai signifikan 0,017 0,05 sehingga ada perbedaan secara signifikan anatara ketiga variasi. Uji lanjut menunjukan perbedaan signifikan ada pada bioaktivator 0 ml dengan 30 ml. Berdsarkasn uji t-test yang dilakukan antara bioaktivator 0 ml dengan 10 ml, 10 ml dengan 30 ml dan 0 ml dengan 30 ml didapatkan nilai signifikan 0,065 0,05; 0,275 0,05 dan 0,008 0,005, arinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara bioaktivator 0 ml dengan 10 ml dan 10 ml dengan 30 ml. Berdasarkan hasil analisis penelitian disimpullkan bahwa penambahan bioaktivator 30 ml berpengaruh terhadap waktu matang kompos dan penambahan bioaktivator 10 ml tidak terlalu berpengaruh terhadap waktu matang kompos.
EFFECTIVENESS OF VARIOUS CONCENTRATIONS OF LEMONGRASS LEAF EXTRACT LOTION (Cymbopogon nardus) AS REPELLENT OF AEDES AEGYPTI MOSQUITOES Firda Ro'in; Agus Subagiyo; Arif Widyanto; Nur 'Aini
Buletin Keslingmas Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.78 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i4.6578

Abstract

Effectiveness Of Various Concentrations Of Lemongrass Leaf Extract Lotion (Cymbopogon nardus) As Repellent Of Aedes aegypti Mosquitoes. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Vector control efforts that are popular in the community are using chemical insecticides. The use of insecticides can cause mosquito resistance and cause poisoning in humans. Then effective controls need to be developed to avoid these impacts. Safe control of health and environmentally friendly is to use natural repellent derived from plants, one of which is lemongrass leaf (Cymbopogon nardus). The purpose of this study is to know the effectiveness of various concentrations of lemongrass leaf extract lotion (Cymbopogon nardus) as repellent of Aedes aegypti mosquitoes. This type of research is an experimental laboratory with the research design of The Posttest - Only Controlled Group Design. The research method by hand control and treatment is presented in a cage containing 25 Aedes aegypti mosquitoes for 6 hours with repetition 10 times each hour. The results showed that a concentration of 20% had an average protective capacity of 82.8%, a concentration of 40% had an average protective capacity of 95.0%, an concentration of 80% had an average protective capacity of 98.1% and lotion repellent from chemicals with the brand "X" has an average protection capacity of 88.6%. The results of the Kruskal Wallis analysis proved significant with p = 0.003 α (0.05), so there were significant differences in the protective power. The conclusion of the study was that the lemongrass leaf extract lotion was effectively used as a repellent of Aedes aegypti mosquitoes at a concentration of 40% and 80% because the protective power value 90% even though it had been used for 6 hours.
TIKUS PADA DAERAH KASUS LEPTOSPIROSIS (STUDI TENTANG TIKUS DAN LINGKUNGAN PADA DAERAH KASUS LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANYUMAS) Ari Kusumajaya; Budi Utomo; Hikmandari Hikmandari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.629 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.4481

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri dari genus Leptospira dari famili Leptospiracceae, ordo Spirochaetales. Transmisi Leptospirosis terjadi melalui kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi, misalnya tikus. Sanitasi lingkungan yang tidak semestinya seperti penyimpanan sampah dan sisa-sisa makanan yang kurang tepat di perumahan atau perniagaan akan mengundang tikus untuk menghuni daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tikus dan lingkungan pada daerah kasus Leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini deskriptif yaitu untuk menganalisis karakteristik tikus dan lingkungan pada daerah kasus Leptospirosis di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan perangkap jenis single trap yang berjumlah 200 perangkap tikus. Hasil tikus yang tertangkap yaitu 56 ekor tikus. 29 ekor tikus pada habitat dalam rumah dan 27 luar rumah. Tikus yang tertangkap menggunakan umpan kelapa bakar berjumlah 29 ekor dan 27 ekor menggunakan ikan asin bakar yang berjenis Rattus Tanezumi dan Mus Muscullus dengan kepadatan tikus 28%. Tikus yang tertangkap pada daerah kasus Leptospirosis merupakan jenis tikus pemukiman/ tikus rumah. Kepadatan tikus pada daerah kasus sesuai Permenkes RI No : 50 tahun 2017 yaitu tinggi karena di atas baku mutu (1). Diharapkan masyarakat pada daerah kasus untuk menjaga sanitasi agar tidak menjadi habitat tikus.
HUBUNGAN SARANA SANITASI RUMAH DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 richani ulfa diyanti; Choiroel Anwar; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.265 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.3380

Abstract

Abstract [The Relationship Between Home Sanitation Facilities And Clean Living Behavior With Diarrhea Case Toward Toddler In The Working Area Of Health Center I Kembaran Banyumas Regency In Year 2018] The number of diarrhea sufferers in the working area of Puskesmas I Kembaran is included in the top 10 most people with disease. Thus, there are 813 diarrhea cases found in 2016. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation facilities and clean healthy living behavior (PHBS) with diarrhea cases in the working areaof Puskesmas I KembaranBanyumas regency 2018. Type of research used in this research is analytical with case control approach. There are 66 samples where 22 samples are as case and 44 samples are as control. The variables studied are clean water, disposal facility / latrine, wastewater storage facilities, food and beverage storage, clean water use, disposing of baby's feces and hand washing with soap. Further, the research is analyzed with chi square test, logistic regression, and OR with 95% CI and α 0,05. The result of bivariate analysis was obtained by means of environmental sanitation and hygiene and hygienic living behavior which have relation of clean water facilities (p = 0,000, OR = 19,741), disposal facility (P = 0,000; OR = 11,327), food and beverage storage p = 0,000; OR = 14,095), the use of clean water (p = 0,002; OR = 7,800), removing infant stool p = 0,001; OR = 7,286), handwashing with soap (p = 0,006; OR = 6,923). While the waste water disposal facilities have no significant relationship and are not at risk. However, the multivariate analysis shows that the most influential variable is clean water (p = 0,003; RP = 10,663). This research can be concluded that environmental sanitation and clean healthy life behavior can be a risk factor for diarrheal disease. The variable which has the most significant influence is the disposal of feces / latrines. It is recommended that the public always maintain the cleanliness of the environment and apply clean and healthy living behavior.
EFFECTIVENESS OF LOTION EXTRACT OF VARIOUS TYPE OF PLANTS AS Aedes aegypti MOSQUITO REPPELENT Agus Subagiyo; M Choiroel Anwar; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.931 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i4.6588

Abstract

Effort to control DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) vectors without toxic substances by using natural and enviromentally friendly materials was natural repellent made using plants that were widely available in the community.Many types of plants contain  various secondary metabolite compound substances that have the potential to be used as natural insecticides, especially as repellent of the Aedes Aegypti mosquito. The research needs  to be done to determine the effectiveness of basil leaves, citronella leaves, clove leaves and betel leaves as a repellent against Aedes Aegypti mosquitoes. This research method was an experiment in the laboratory. The materials used for this research were basil leaves, citronella leaves, clove leaves, and betel leaves. The extracted leaves were then made lotions with certain formulas, tested as a natural repellent against Aedes Aegypti mosquitoes. The concentrations used were 20%, 40% and 80% as well as negative control (0%) and positive control (brand x lotions). The number of mosquitoes used in the study were 25 x 4 treatments = 100 mosquitoes. The replication or repetition was done 10 times. To find out the difference in the number of Aedes Aegypti mosquitoes that perch on the hands of probandus which has been smeared with basil leaf, citronella leaf, clove leaf and betel leaf extracts uses Anova Statistical tests and kruskal wallis. To see the difference between concentrations was tested with LSD or Mann-Whitney test. The calculation result of the number of Aedes Aegypti mosquitoes that perch before and after applying the lotion, the lowest was the lotion of citronella leaf extract 0% (11); 20% (2); 40% (1); 80% (1); The highest protection capacity of extract lotion is citronella leaves with concetrations of 20% (81,1%); 40% (95%), 80%(98,2%); There were no significant differences between the lotion concentrations of 20% and 80%, while the concentration of 40% is significantly different. Then the LSD follow-up test finds that the protective capacity of lotion of clove leaf extract is negative and citronella leaf extract is positive. The most effective protection capacity against Aedes Aegypti mosquitoes was lotion of citronella leaf extract with concentration of 40% (95%) and a concentration of 80% (98,2%), proven by the value of protection capacity that is stable even though it has been used for up to 6 hours and can exceed the protection capacity of lotion x (90,3%). It is reccomended that further research needs to be developed to optimize the lotion of citronella leaf extract 40% and 80% with orgonolaptic test of color, aroma, stickness and comfort of its use.
PENGARUH PENAMBAHAN BEBERAPA JENIS DAN DOSIS ARANG PADA TINJA AYAM PETELUR TERHADAP JUMLAH LARVA LALAT Ayu Ramadlan; Mela Firdaust; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.471 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.4609

Abstract

Abstrak Lalat merupakan serangga yang mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan berperan sebagai vektor penyakit. Serangga ini menggunakan limbah organik sebagai salah satu sumber makanan bagi larvanya. Area peternakan merupakan salah satu tempat usaha yang menghasilkan limbah organik yang memiliki potensi sebagai media hidup bagi larva lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis dan dosis arang terhadap jumlah larva lalat.Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni/true dengan desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Penggunaan metode RAL Faktorial mempunyai 2 faktor yaitu faktor pertama (F1) adalah jenis arang dengan 3 jenis yaitu arang kayu, arang sekam padi dan arang tempurung kelapa. Faktor kedua (F2) adalah dosis arang dengan 4 level yaitu 2,5% (5 gram ), 5% (10 gram ), 7,5% (15 gram ) dan 10% (20 gram ). Data dianalisis dengan perhitungan Analisis Varians (Two Way ANOVA) dengan Uji lanjut LSD (Least Significant Difference).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis arang pada tinja ayam petelur memiliki nilai significan atau nilai p= 0,000 α (0,05) artinya ada pengaruh penambahan jenis arang dengan jumlah larva lalat. Jenis arang yang berpengaruh terhadap jumlah larva lalat pada tinja ayam petelur yaitu arang sekam padi paling besar jika dibanding arang kayu maupun tempurung kelapa. Dosis arang yang ditambahkan pada tinja ayam petelur memiliki nilai significan atau nilai p = 0,000 α (0,05) artinya ada pengaruh penambahan dosis arang dengan jumlah larva lalat. Dosis arang yang jumlah larva lalat paling rendah terdapat pada dosis 10 % baik pada arang kayu dan sekam padi dengan hasil tidak temukan larva lalat.  Hasil kombinasi antara jenis dan dosis arang tidak ada pengaruh karena nilai p=0,116 α (0,05).Kesimpulan penelitian adalah penambahan beberapa jenis dan dosis arang berpengaruh terhadap jumlah larva lalat. Jenis yang berpengaruh paling besar adalah sekam padi dan dosisnya adalah 10% dengan hasil tidak ditemukan larva lalat. Disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian dengan dosis, jenis maupun waktu pemaparan yang lebih variatif dan dapat menggunakan arang tempurung kelapa dengan dosis yang lebih tinggi untuk memperoleh hasil perhitungan jumlah larva lalat hingga 0. Abstract House fly is an important insect that can move from other place and transmit various infection disease. This insect usually utilized organic wastes as nutrition source for their larvae. One of the main sources of organic wastes is livestock manure prodeced by animal farming located has potensial as life media for flies larvae.This research was conducted to evaluate the effect of several types and doses charcoal in to chikens manure on growth of fly larvae. The type of this research is true eksperimen with design Factorial Complete Randomized Design (CRD). This research used Faktorial CRD was used two factors, the first factor (F1) was types of charcoal with three types that is wood, risk husk and coconut. The second factor (F2) was doses of charcoal with four levels that is 2,5% (5 gram ), 5% (10 gram), 7,5% (15 gram) and 10% (20 gram). Then result of them analyzed by Two Way ANOVA and continued with LSD (Least Significant Difference).The result of the research showed thataddeted of several types of charcoal into chikens manure has significant value or p value =0,000 α (0,05) its mean has effect of addeted several types charcoal in to chikens manure on growth of fly larvae. Types charcoal has effect on growth of fly larvae in chikens manure was rice husk charcoal biggest them wood charcoal or coconut shell charcoal. Doses charcoal has addeted into chikens manure has significant value or p value =0,000 α (0,05) its mean has effect of addeted several doses charcoal in to chikens manure on growth of fly larvae.The doses of charcoal with the lowest number of fly larvae is at a 10% dose in both wood charcoal and rice husk with the results of not finding fly larvae. The results of the combination between the type and dose of charcoal had no effect because the value of p = 0.116 α (0.05).The conclusion of the research isthe addition several types and doses charcoal in to chikens manure has effect with on growth of fly larvae. Types of charcoal has the biggest effect is rice husk and the doses is 10% it is recommended others researchers conduct research using dose, type, or time exposure more varied and using coconut shell charcoal with higher doses for result zero fly larvae. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue