cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
HUBUNGAN SANITASI KANDANG SAPI DENGAN KEPADATAN LALAT DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS alfian gifari ardi; Budi Triyantoro; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.652 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.5210

Abstract

Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan dinamis antara manusia dan lingkungan, serta melindungi kesehatan manusia melalui pencegahan penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan. Salah satu vektor penyakit yang sering menimbulkan masalah dalam lingkungan, yaitu lalat. Lalat  sangat menyukai tempat yang kotor, salah satunya adalah kandang ternak. Kandang sapi juga pada umumnya kotor dan berbau, sehingga lalat banyak dijumpai di kandang ter-sebut, seperti lalat rumah (Musca domestica). Tujuan Penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan sanitasi kandang dengan kepadatan lalat di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional yang bersifat dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian ini dilakukan pada peternakan sapi yang ada di Kecamatan Sokaraja, untuk menilai sanitasi kandang sapi dan menganalisis kepadatan lalat di kandang sapi. Hasil observasi menunjukkan 10 kandang sapi, terdapat 7 kandang sapi yang memenuhi syarat dan 3 kandang yang tidak memenuhi syarat, sedangkan kepadatan lalat menunjukkan bahwa dari 10 kandang sapi terdapat 10 kandang sapi dengan kepadatan lalat sedang. Hasil analisis menggunakan uji  Korelasi Sperman rank  Korelasi Koefisien sebesar 0,076 0,05 artinya HA ditolak dan H0 diterima, yang berarti tidak ada hubungan sanitasi kandang dengan kepadatan lalat di kandang sapi, dari 10 kandang sapi terdapat 3 kandang tidak memenuhi syarat sanitasi. Kepadatan lalat di kandang sapi dikategorikan sedang sampai dengan tinggi. Perlu adanya, upaya meningkatkan sanitasi kandang sapi dalam hal pemberian desinfeksi, penggunaan APD, pencegahan kepadatan lalat, pembersihan kandang, pengelolaan limbah.
THE EFFECTIVENESS OF UVAERATOR IN REDUCING AIR GERMS AND DUST LEVELS Tri Cahyono; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.874 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i4.6585

Abstract

Background, school education facilities, including higher education as a place and public facilities for formal education facilities in this country, should be a comfortable place to study. Besides functioning as a place of learning, schools can also be a threat of disease transmission . measurement number of bacteria in the air-conditioned classrooms Wulan R22 (2016) 12.167 CFU / m3 , Nur Latifah (2018) an average of 217.92 colony / hr / ft2 , hadita (2018) 331.6 colonies / hr / ft2 . Research question is how is the effectiveness of UVAerator in reducing the number of air germs and dust levels in the lecture hall R22 building Campus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang ? Research objectives is to find the effectiveness of UVAerator in reducing the number of air germs and dust levels in the lecture hall. Research method included a quasi-experimental design with a non-equivalent control group pre test - post test. Data collection by measuring, observational, interview. The variables were temperature, humidity, lighting, air germ count, dust content. Analysis using pairet-t test comparisons and unpaired t test data. Result, the average number of bacteria with no air space UVAerator in the morning is ( 668,00 g / m3 ) and in the afternoon is ( 680.10 g / m3 ) the difference was not significant (p = 0.873), whereas the existing space UVAerator in the morning ( 876.50 g / m3 ) and in the afternoon ( 655.50 g / m3 ) shows significant difference (p = 0.001). The number of room air germs that do not exist and have UVAerator is significantly different (p = 0.002), the number of room air germs that are not there and without any UVAerator is not significant (p = 0.763), while the change in the number of room air germs that does not exist and exist UVAerator has a significant difference (p = 0.015). On average PM10 space dust that has no UVAerator in the morning ( 12.38 ug / m3 ) and in the afternoon ( 17.38 ug / m3 ) shows significant difference (p = 0.008), whereas the existing space UVAerator in the morning ( 11.63 g / m3 ) and day ( 14.50 µg / m3 ) shows that the difference is not significant (p = 0.127). PM10 dust in the room that does not exist and there is no UVAerator ported, the difference is not significant (p = 0.821), the PM10 dust in the room noon and there is UVAerator, the difference shows that it is not significant (p = 0.432), while the change in room PM10 without dust and there is a difference in UVAerator significant (p = 0.004). In conclusion, the effectiveness of reducing the number of air germs without UVAerator on average (4.56%), with UVAerator (-24.52%), the difference was not significant (p = 0.057). The effectiveness of reducing PM10 without UVAerator, mean (60.50%), with UVAerator (38.30%), the difference was not significant (p = 0.369). Suggestion, , It is necessary to control the sound intensity caused by UVAerator by adding aeration bubble breakers. The pump suction power is enlarged to accelerate the circulation of room air.
EFISIENSI MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM MENURUNKAN KADAR CHROMIUM HEKSAVALEN (Cr6+) PADA LIMBAH CAIR SABLON DI KAOS NGAPAK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020 Destisira Setya Pawestri; Zaeni Budiono; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.983 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.6038

Abstract

Kadar chromium heksavalen (Cr6+) pada limbah cair sablon di Kaos Ngapak sebesar 1,905 mg/l melebihi baku mutu pada Permen LH Nomor 3 Tahun 2010. Metode Multi Soil Layering (MSL) dapat menurunkan kadar chromium heksavalen (Cr6+) dengan proses adsorpsi dan filtrasi. Penelitian ini menggunakan variasi media MSL A yaitu pasir kuarsa, zeolit, tanah andosol dan media MSL B yaitu batu apung, pecahan genting, tanah andosol. Pemeriksaan kadar chromium heksavalen (Cr6+) dilakukan sebelum pengolahan dan setelah pengolahan waktu kontak 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Hasil pemeriksaan kadar chromium heksavalen (Cr6+) sebelum pengolahan sebesar 1,07 – 1,95 mg/l dan setelah pengolahan pada perlakuan MSL A sebesar 0,44 – 1,33 mg/l dan pada perlakuan MSL B sebesar 0,46 – 1,58 mg/l. Nilai efisiensi MSL A sebesar 27,35 – 45,96% dan MSL B sebesar 38,93 – 50,44% dalam menurunkan kadar chromium heksavalen (Cr6+) pada limbah cair sablon di Kaos Ngapak. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar chromium heksavalen (Cr6+) sebelum dan setelah perlakuan pada MSL A waktu kontak 40 menit dengan nilai sig = 0,012, MSL B waktu kontak 40 menit dan 60 menit dengan nilai sig = 0,001 dan 0,009. Penggunaan variasi media dan waktu kontak pada pengolahan MSL tidak efisien dalam menurunkan chromium heksavalen (Cr6+) dengan nilai sig = 0,486 dan 0,486. Disarankan untuk menambahkan material organik dalam campuran tanah sebagai lapisan anaerob untuk meningkatkan proses adsorpsi dan filtrasi. 
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA BALITA : SEBUAH REVIEW Yura Witsqa Firmansyah
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.38 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6605

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Diare dapat terjadi pada semua kelompok umur, terutama balita yang menjadi kelompok rentan dengan prevalensi sebesar 23,4%. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian diare seperti tingkat pengetahuan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi faktor-faktor yang terbukti sebagai risiko kejadian diare pada balita berdasarkan kajian review. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan scoping review dengan penelusuran jurnal penelitian melalui database sinta. Adapun kriteria jurnal penelitian yang digunakan adalah terindeks pada sinta 2, 3, dan 4, memiliki sitasi lebih dari 200, waktu publikasi 10 tahun terakhir, dan memiliki variabel yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian diare pada balita. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa variabel yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian diare berbasis review adalah tingkat pengetahuan ibu, riwayat pemberian ASI, kondisi sarana air bersih, sumber air minum, kebiasaan mencuci tangan setelah BAB pada ibu balita, mencuci tangan sebelum memberikan makan balita, mencuci tangan sebelum masak, dan peralatan makan balita, serta kondisi jamban. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang terbukti berisiko terhadap kejadian diare seperti faktor pengetahuan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat, serta faktor lingkungan.
The use of Waste Sieving Tools to Support the Waste Composting Process In the Campus 7 of Health Polytechnic of Ministry of Health Semarang Suparmin Suparmin; Sugeng Abdullah; Wahyu Putriyantari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.506 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i4.6575

Abstract

Introduction: Campus 7 Health Polytechnic of the Ministry of Health Semarang, is an educational institution that is integrated with a canteen, housing for lecturers and has an open area of 2.3 ha where organic waste is generated on average 4 m3 / week and an average of 0.85 inorganic waste m3 / week predominantly plastic. Campus 7 as an educational institution in which there is a Department of Environmental Health and has qualified human resources (HR) in the field of waste processing has pioneered a composter pilot unit with the run way method which is arranged in 10 basins. Based on the description above, the formulation of the problem in this study is to determine the effectiveness of the compost sieve engineering tool in supporting the waste processing process. Methods: Pre-experiment with Post Test Only Design research design. With the design of tools for comparing the results before and after using the tools used. This research was conducted at a waste processing place (composter) at Campus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang. The population in this study is all of the waste generation from campus 7 residents . The sample of this research is the waste contained in the final tub (10th) of compost processing, with a volume of 0.5-1 m3 / week. The data analysis used in this research is table analysis and the average value calculated from the results of sieving the waste. Result and discussion: Research and Development is a research method that uses to obtain or develop products and test the effectiveness of these products. The volume of waste from the end of final processing (tub 10) is around 531.2 liters (238.5 kg). The amount of plastic waste that was sorted manually was 176 lt (43.5 kg), so the amount of waste that needed to be sieved was around 355.2 liters (195 kg). Comparison of the results of manual sifting of waste takes about 75 minutes with 3 workers, it is obtained that the waste is separated into 3 parts as follows : Plastic waste by the size 5cm (24.5 kg), large compost waste by the size 5cm s. D 1 cm by 94.4 lt (53kg) and small compost by the size   1cm by 188.8 lt (117.5 kg). Sifting capability is approximately 4,74 lt/ minute (2.6 kg/ minute). Machine-sifting takes about 23 minutes with 2 workers, collected waste into 4 parts as follows: plastic trash by the size 5cm as much as  73.6 lt (33.05 kg), large composite waste and plastic D 2cm as much as 61% lt (27.39 kg), huge compost waste D 1 cm as much as 35 lt (15.715 kg) and a small compost measure 1cm as much as 185.6 lt (83.33 kg). The capability of sifting about 1544 lt/ minute (8.5 kg/ minute)
Kualitas dan Kuantitas Air Bersih pada Gerbong Kereta Api Stasiun Purwokerto Ena Trisiyani Dewi; Tri Marthy Mulaysari
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.363 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.5136

Abstract

Abstrak Air bersih pada gerbong kereta api digunakan untuk kamar mandi pada setiap gerbong. Air bersih pada kereta api berperan penting bagi penumpangnya, apabila air bersih yang digunakan kualitasnya tidak sesuai dengan peraturan , maka dapat berdampak bagi pengguna air bersih tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dengan pengamatan, wawancara, dan pemeriksaan. Data ini disajikan dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan saving. Hasil penelitian pada kereta api ekonomi yaitu kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi telah memenuhi standar Permenkes 32 Tahun 2019, dengan hasil tidak berbau, tidak berasa, pemeriksaan warna 10,7 TCU, kekeruhan 5 NTU, TDS 258mg/l, suhu 29˚C, pH 8, dan total coliform 41CFU/100ml. Keadaan sarana sanitasi pada kereta api ekonomi kurang baik, dengan reservoir sudah berkarat, dan toilet yang berbau urine. Air bersih  pada kereta api eksekutif yaitu kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi telah memenuhi standar Permenkes 32 Tahun 2019 yang meliputi hasil air tidak berbau, tidak berasa, warna air 5,5 TCU, kekeruhan 5 NTU, TDS 353mg/l, suhu 24˚C, pH 8,4, dan total coliform 23CFU/100ml. Keadaan sarana sanitasi pada kereta api eksekutif kurang baik terdapat pada reservoir yang berkarat. Pada kedua kereta kondisi sarana perpipaan sudah baik. Kuantitas pada kereta api ekonomi tidak memenuhi syarat yaitu hanya dapat memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak 166 orang, yang seharusnya 212 orang, sedangkan untuk kereta api eksekutif kuantitas air telah memenuhi syarat. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas dan kuantitas air bersih sudah memenuhi syarat dengan kondisi baik. Keadaan sanitasi dari reservoir gerbong kereta tidak memenuhi syarat dan keadaan sanitasi toilet tidak memenuhi syarat untuk kereta api ekonomi. Saran peneliti pada PT. KAI yaitu melakukan pemeliharaan terhadap reservoir dengan melakukan pengurasan dan pembilasan secara rutin. Serta memelihara jaringan-jaringan perpipaan air bersih.
EFFECTIVENESS OF "SM" TOOL TO REDUCE DETERGENT LEVELS IN LAUNDRY WASTEWATER Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.518 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i4.6587

Abstract

Introduction: The use of detergent every year is increasing in line with the population growth rate in Indonesia. The impact of excessive use of detergent will result in pollution and damage to ecosystems and aquatic biota. The nature of detergents is to damage microorganisms. The dominant laundry waste comes from softeners and detergents. The research aimed to analyze the effectiveness of the "SM" tool to reduce detergent levels in laundry wastewater. Methods: This type of research was pre-experimental with a one-shot case study design. The independent variable was a tool to recycle laundry liquid waste into clean water "SM." The dependent variable was the detergent level (MBAS). The sample came from the laundry in the Kecamatan Baturraden area. Replication was carried out six times. Analyzing differences in detergent levels before and after being treated with the "SM" tool. The analysis used a paired T test. Result and discussion: The experimental results showed the “SM” tool could treat 960 liters of wastewater/day. The physical quality of the water after being treated using the “SM” tool, the water was colorless or clear, but it still smelled slightly fragrantly. The average level of detergent level checks before processing was 2.52 mg/L and after processing was 0.01 mg/L. The effective detergent parameter (MBAS) decreased by 99.51%, categorized as quite effective. The analysis using the paired T Test showed the p value of 0.239 with the lower and upper values being at one pole, meaning there was a significant difference between detergent levels before and after being processed utilizing the "SM" tool. Conclusion: Detergent levels (MBAS) after processing met the chemical quality requirements of clean water in accordance with Regulation of the Minister of Health Number 32 of 2017 concerning Environmental Health Quality Standards and Water Health Requirements for Sanitation Hygiene, Solus Per Aqua and Public Bathing Needs.
Pengaruh Ekstrak Tanaman Purwaceng (Pimpinela pruatjan, Molk) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti Pratama Sakti Bagaskara; Arif Widyanto; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.024 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v39i3.4564

Abstract

Jumlah kasus DBD di Indonesia setiap tahunnya cenderung meningkat, pengendalian kimia sebagai salah satu pengendalian yang aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan larvasida alami. Tanaman Purwaceng merupakan bagian tanaman yang mengandung senyawa metabolik sekunder seperti fenol, senyawa lipofilik, alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui perbedaan konsentrasi ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti.Jenis penelitian ini adalah true eksperimen dengan desain penelitian post test only control group design. Jumlah larva nyamuk Aedes aegypti  yang digubakan setiap perlakuan 25 ekor, masing-masing perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 4 kali.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 2 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 26,43 %, konsentrasi 4 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 82,47 %, konsentrasi 8 ml/100 ml mempunyai daya bunuh 100%. Konsenrasi yang efektif sebagai larvasida adalah konsenrasi 8 ml/100 ml. Hasil analisis One-way Anova terbukti signifikan dengan nilai p = 0,000 ᵅ (0,05), sehingga ada pengaruh perbedaan penggunaan ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis probit LC50 adalah konsentrasi 2,224 dengan interval antara 1,963 dan 2,471 dan LC90 konsentrasi 3,323 dengan interval 2,937 dan 4,062.Ada perbedaan penggunaan konsentrasi ekstrak tanaman Purwaceng terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti, dan konsentrasi yang paling efektif adalah 8 ml/100 ml dimana jumlah total larva yang mati adalah 100%. 
Pengaruh Pemakaian Campuran Lilin Parafin Dan Serbuk Daun Pepaya Terhadap Keberadaan Lalat Di TPS Pasar Manis Purwokerto Banyumas Anita Kusuma Dewi; djamaluddin ramlan; arif widyanto
Buletin Keslingmas Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.938 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i2.4652

Abstract

AbstrakLalat merupakan vektor perantara yang dapat membawa patogen pada tubuhnya.. Pengendalian terhadap lalat dapat dilakukan dengan lilin aroma daun papaya, karena kandungan daun papaya dapat  mematikan organisme pengganggu. Jenis penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan Pre test and post test control group design. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji tabel  Hasil penelitian terdapat 7 lalat di zona B pada radius nyala lilin dengan jari – jari 8cm, faktor lingkungan berpengaruh terhadap keberadaan lalat, jenis lalat yang tertangkap di zona B yaitu Musca Domestica dan Lucilia Sericata, dosis yang paling efektif dalam mengusir keberadaan lalat yaitu dosis 30 gram sehingga daun papaya memiliki pengaruh dalam mengusir keberadaan lalat Kesimpulan penelitian adalah serbuk daun papaya 30 gram yang paling efektif dalam mengusir keberadaan lalat. Bagi pihak pengelola pasar manis diharapkan melakukan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA 1 kali sehari untuk mengeleminasi tempat perindukan lalatKata Kunci          : Lalat, Lilin parafin, Musca Domestica, Lucilia sericata ABSTRACT Flies are vectors that can carry pathogens at the time . Control of flies can be done with aroma candles of papaya leaves, because the content of papaya leaves can change bullies. Pre-experiment research type with Pre-test and post-test control group design. Analysis of the data used was univariate analysis and the results of research data were analyzed using research tables. Results of the study 7 flies in zone B on the flame radius of Domestica and Lucilia Sericata, the most effective dose in carrying flies ie 30 grams of papaya leaves had an increase in expelling conclusion flies The research is 30 gram papaya leaf powder which is most effective in repelling flies. Market managers are expected to transport waste from TPS to TPA 1 time a day Keywords              : Flies, Paraffin Waxs, Musca Domestica, Lucillia Sericata
EFEKTIFITAS SERBUK DARI TUMBUHAN SEBAGAI BIOINSEKTISIDA ALAMI DALAM MENGENDALIKAN PERKEMBANGBIAKAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI Mustafa Mustafa
Buletin Keslingmas Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.908 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i2.6814

Abstract

Latar Belakang. Demam dengue merupakan penyakit akibat nyamuk yang berkembang paling pesat di dunia. Pengendalian nyamuk tidak cukup hanya dengan mengendalikan nyamuknya. Tetapi, jentik nyamuk harus menjadi perhatian juga untuk dikendalikan. Pengendalian jentik nyamuk dapat dilakukan dengan memanfaatkan tumbuhan mulai dari batang, daun, kulit dan akar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas serbuk dari beberapa tumbuhan dalam mematikan jentik Aedes aegypti dengan menggunakan dosis 1 gram/10L dan 2 gram/10L yang dimasukkan kedalam kantung filter teh. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian experimental sederhana dengan rancangan post test only group control design. Besar sampel yang digunakan adalah 700 ekor jentik Aedes aegypti instar III. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Vektor dan Binatang Pengganggu Program Studi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Ternate. Dosis yang digunakan adalah 1 gram dan 2 gram. Setiap dosis diisi dengan 10 liter air dan diisi 25 ekor jentik, jentik diamati 1 kali 24 jam dengan 3 kali percobaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata kematian larva selama 24 jam dengan menggunakan serbuk daun sirih  pada dosis 1 gram terdapat kematian jnetik yaitu 10 ekor (13,2%) dan pada dosis 2 gram yaitu 13 ekor (17,2%) kematian jentik. Pada daun cengkeh dengan dosis 1 gram kematian jentik yaitu 13 ekor (17,2%), pada dosis 2 gram yaitu 17 ekor (22,4%). Sedangkan serbuk daun pala pada dosis 1 gram rata-rata jumlah larva yang mati yaitu 9 ekor (12%) dan dosis 2 gram yaitu 10 ekor  (13,2 %) larva yang mati. Kesimpulan dari penelitian adalah  semua serbuk daun yang digunakan yaitu sirih,cengkeh dan pala pada semua dosis yang digunakan efektif sebagai larvasida dan serbuk yang paling efektif yaitu serbuk daun cengkeh. Disarankan agar masyarakat dapat memanfaatkan tanaman cengkeh sebagai larvasida untuk mematikan jentik atau mengendalikan jentik 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue