cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 9 Documents clear
Efektivitas Model Pembelajaran CORE dengan Menggunakan Strategi Berpasangan Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Sekabupaten Konawe Selatan Bahiruddin Ruhi, La Ode; Cahyono, Edi; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.842 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.7581

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran CORE dengan menggunakan strategi berpasangan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 16 Konawe Selatan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbentuk tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CORE dengan menggunakan strategi berpasangan secara signifikan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Model Pembelajaran CORE, Strategi Berpasangan.Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the CORE learning model by using pairing strategies to improve students' mathematical problem solving abilities. The population in this study were all students of class X of SMAN 16 South Konawe. Sampling in this study using purposive sampling technique. The data collection technique is done by giving the students a mathematical problem solving ability test in the form of a description test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics by testing hypotheses using paired sample t-test. The results of the study showed that the CORE learning model using pairing strategies was significantly effective in improving students' mathematical problem solving abilities.Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, CORE Learning Model, Pairy Strategy
Pengaruh Pendekatan Saintifik dan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Motivasi Belajar pada Siswa SMP Badaruddin, Badaruddin; Anggo, Mustamin; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.23 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8127

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan saintifik; (2) mengetahui deskripsi kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan RME; dan (3) mengetahui Perbedaan pengaruh pendekatan saintifik dan pendekatan RME terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Kartika XX-6 Kendari yang terdiri dari 5 kelas paralel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan saintifik diperoleh nilai rata-rata sebesar 57,24, median sebesar 60, dan modus sebesar 40. Standar deviasi sebesar 16,179, sedangkan varians sebesar 261,761. Nilai terendah sebesar 25 sedangkan nilai tertinggi sebesar 80; 2) kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan RME diperoleh nilai rata-rata sebesar 58,06, median sebesar 60, dan modus sebesar 40. Standar deviasi sebesar 14,005, sedangkan varians sebesar 196,129. Nilai terendah sebesar 40 sedangkan nilai tertinggi sebesar 80; dan 3) rerata kemampuan koneksi matematis siswa setelah diajar dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan pendekatan saintifik tidak memiliki perbedaan yang signifikan baik yang memiliki motivasi belajar tinggi, sedang, maupun rendah.Kata Kunci: Kemampuan Koneksi Matematis, Pendekatan Saintifik, Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Abstract: The aim of this research are to: (1) know the description of the mathematical connection ability of students taught with the scientific approach; (2) know the description of the mathematical connection ability of students taught with the RME approach; and (3) know the difference of influence of the scientific approach and the RME approach on the improvement of mathematical connection ability of students who have high, medium, and low learning motivation. The population in this study were all students of class VII in SMP Kartika XX-6 Kendari consisting of 5 parallel classes. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. Determination of the experimental class of the control class was carried out by random sampling. The results obtained in this study are: 1) mathematical connection ability of students taught with the scientific approach obtained average value is 57.24, median is 60, and mode is 40. The standard deviation is 16,179, while the variance is 261,761. The minimum value is 25 while the maximum value is 80; 2) mathematical connection ability of students taught by the RME approach obtained average value is 58.06, median is 60, and mode is 40. The standard deviation is 14.005, while the variance is 196.129. The minimum value is 40 while the maximum value is 80; and 3) the average mathematical connection ability of students after being taught using the Realistic Mathematics Education (RME) approach and the scientific approach has not a significant difference in those who have high, medium, or low learning motivation. Keywords:   Mathematical Connection Ability, Realistic Mathematics Education (Rme) Approach, Scientific Approach
Klasifikasi Soal Matematika Berdasarkan Taksonomi Anderson Di SMP Kota Kendari Islah, Islah; Zamsir, Zamsir; Mukhsar, Mukhsar; Rahman, Abd.
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.581 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8586

Abstract

Abstrak: Taksonomi Bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi kemampuan mulai dari tingkat rendah hingga tingkat yang tinggi. Fokus dari taksnomi Bloom adalah kurikulum dan penilaian. Seperti yang dinyatakan oleh Bloom (1956) taksonomi ini didesain untuk menjadi klasifikasi dari perilaku pesertadidik yang mewakili hasil akhir dari proses pendidikan. Taksonomi Bloom Revisi dikenal juga dengan nama taksonomi Anderson. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tes UAS SMP Negeri kelas VII semester ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 ditinjau dari ranah kognitif taksonomi Anderson masing-masing sekolah dan untuk mengetahui perbedaan persentase tingkat kognitif antar naskah tes tersebut. Untuk mencapai tujuan, ada tiga tahapan utama yang dilaksanakan yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengklasifikasian soal oleh para panelis berdasarkan ranah kognitif taksonomi Anderson dan tahap analisis hasil pengklasifikasian soal. Dari 18 naskah tes UAS SMP negeri kelas VII semester ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 Kota Kendari diperoleh bahwa seluruh naskah memuat soal dengan tingkat kognitif C2 dan C3. Namun, hanya sebagian kecil yang memuat soal dengan tingkat kognitif C1, C4, dan C5, serta seluruh naskah tes tidak memuat soal dengan tingkat kognitif C6. Selain itu, berdasarkan hasil klasifikasi soal diketahui bahwa terdapat perbedaan persentase setiap tingkat kognitif antar naskah tes tersebut. Namun, semua naskah tes didominasi oleh soal dengan tingkat kognitif C2, kemudian disusul oleh tingkat kognitif C3 dan C1.Kata kunci: Taksonomi Anderson, Klasifikasi Soal, Kognitif. Abstract: Bloom's Taxonomy is a hierarchical structure that identifies skills from low to high levels. The focus of Bloom's taxonomy is curriculum and assessment. As Bloom (1956) said, this taxonomy is designed to be a classification of learners' behaviors that represent the end result of the educational process. Bloom's Taxonomy revision is also known as Anderson's taxonomy. The purpose of this research is to describe the UAS test script of junior high school seventh grade odd semester Academic Year 2017/2018 viewed from the cognitive domain of Anderson taxonomy of each school and to find out the difference percentage of cognitive level between the test script. To achieve the goal, there are three main phases that are implemented i.e the data collection phase, classification phase by panelists based on cognitive domains of Anderson's taxonomy and analysis phase which is classification results. From the 18 UAS test script of junior high school of the seventh grade odd semester academic year 2017/2018 in Kendari City,  it is found that the whole test script are contain the questions with cognitive level of C2 and C3. However, only a small amount of test script are contain the questions with the cognitive level of C1, C4, and C5, as well as the entire test script does not contain the question with cognitive level of C6. In addition, based on the questions classification results, it is known that there is a difference percentage of cognitive level between those test script. However, all test script are dominated by questions with cognitive level of C2, followed by cognitive levels of C3 and C1. Keywords: Anderson’s Taxonomy, questions classification, cognitive.
Eksplorasi Konsep Etnomatematika Geometri dalam Permainan Tradisional Anak Masyarakat Poogalampa Buton Selatan Nurbianti K, Nining; Fahinu, Fahinu; Kadir, Kadir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.152 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8788

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etnomatematika geometri yang terkandung pada permainan tradisional anak masyarakat Poogalampa Buton Selatan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam permainan tradisional anak masyarakat Poogalampa Buton Selatan terdapat beberapa bentuk geometri yang memuat konsep-konsep: (a) Bola; (b) Trapesium; (c) Persegi panjang; (d) Segitiga. Permainan tradisional anak yang dimaksud adalah kasede-sede, ase, pekatende, kabawa-bawa, dan baguli. Konsep geometri yang digunakan dalam permainan tradisional anak masyarakat Poogalampa Buton Selatan tersebut mempunyai kesamaan dengan konsep matematika formal di Sekolah Dasar.Kata kunci: Etnomatematika, Permainan Tradisional Anak Abstract: This study aims to analyze the concept of geometrical ethnomatematics contained in the traditional games of the children of the South Poogalampa community of Buton. The data collection technique of this study was a semi-structured interview. Checking the validity of the data is done by triangulating the source. The results of the study showed that in the traditional games of children of the South Poogalampa community of Buton, there are several geometric shapes containing concepts: (a) Ball; (b) Trapezoid; (c) Rectangle; (d) Triangles. The concept of geometry used in traditional games of the children of South Poogalampa community of Buton has similarities with the concept of formal mathematics in elementary schools. Keywords: Ethnomatematics, Traditional Games of Children
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa ditinjau dari Self-efficacy Siswa SMA Nasir, M; Busnawir, Busnawir; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.497 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.7577

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan saintifik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa ditinjau dari Self-efficacy siswa SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Ilmu Alam SMA Negeri 09 Bombana yang terdiri dari 2 kelas paralel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling total. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematik (pretest dan posttest) berbentuk tes uraian, angket Self-efficacy siswa dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis Uji-t beda dua rataan dari data kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning maupun siswa yang diajar dengan model Discovery Learning; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar model Problem Based Learning tidak lebih tinggi dibanding dengan siswa yang diajar dengan model Discovery Learning; (3) tidak terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning dengan siswa yang diajar dengan model Discovery Learning ditinjau dari Self-efficacy siswaKata kunci: Problem Based Learning, Model Discovery Leaerning, Self-efficacy Siswa. Abstract: This research aims to study and analize the Effect of Problem Based Learning Learning Model with Scientific Approach on the Ability to Solve Student’ Matematical Problems in Terms of Self-efficacy of High School Students. The population in this study were all students of class XI Ilmu Alam SMA Negeri 09 Bombana consisting of 2 parallel classes. Sampling in this study uses total sampling. Data collection techniques were carried out by giving a test of mathematical problem solving abilities (pretest and posttest) in the form of description test, student Self-efficacy questionnaires and observation sheets. Data were analyzed  using descriptive and inferential statistic by testing hyphothesis that used T-test. The results showed that: (1) there was an increase in students mathematical problem solving abilities tought by Problem Based Learning models as well as students tought with Discovery Learning models; (2) the improvement of matematical problem solving skills of students tounght by Problem Based Learning models is not higer than that of student tought with Discovery Learning models; (3) there are not differences in the average increase in students’ mathematical problem solving abilities tought with Problem Based Learning models with students tought with Discovery Learning models in terms of student Self-efficacy. Keywords: Problem Based Learning, Discovery Learning Model  and Student Self-efficacy.
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pangkat Tak Sebenarnya Singga, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.047 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.9544

Abstract

Abstrak: Tujuan utama dalam peneliti ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pangkat tak sebenarnya dengan menerapkan  model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IX.6  SMPN 9 Kendari. Penenlitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus pembelajaran dengan tahapan setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) refleksi. Sumber data adalah siswa dan guru. Jenis data berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dari segi proses maupun dari segi hasil belajar, sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pangkat tak sebenarnya di Kelas IX.6 SMP Negeri 9 Kendari.Kata Kunci: Model Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar Matematika Abstract: The main objective in this research is to improve the learning outcomes of mathematics on non-actual rank material by applying the Jigsaw type cooperative learning model in class IX.6 of SMPN 9 Kendari. This research is a classroom action research conducted in three learning cycles with each cycle consisting of: (1) planning, (2) implementing the action, (3) observing and evaluating, and (4) reflecting. Data sources are students and teachers. Types of data in the form of quantitative data and qualitative data obtained using observation sheets and learning outcomes tests. The results showed an increase in the quality of learning in terms of the process and learning outcomes, so it was concluded that the application of the Jigsaw cooperative learning model can improve student learning outcomes in mathematics on non-actual rank material in Class IX.6 SMP Negeri9 Kendari. Keywords: Jigsaw Learning Model, Mathematics Learning Outcomes
Eksplorasi nilai matematika Kotika Dalam Masyarakat Buton Irzain, La Ode; Kadir, Kadir; Fahinu, Fahinu
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.489 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.8016

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai matematikakotikadalam masyarakat Buton. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif.Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh adat dan tokoh masyarakat. Budaya kotika bagi masyarakat Buton sangatlah penting, karena kotikasudah menjadi acuan dalam aktivitas kehidupan bermasyarakat misalnya melaksanakan pernikahan, pindah rumah atau bangun rumah, berpergian, dan lain sebagainya. Kotika juga merupakan suatu ketentuan yang membahas tentang pengaruh baik dan pengaruh nahas dalam suatu kehidupan manusia sehari-hari berdasarkan atas peredaran bulan sebagai proses alam yang setiap saat memiliki makna mitologis yang mempengaruhi segala aktivitas manusia.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwanilai matematika kotikadalam masyarakat Buton adalahnilai praktis atau nilai guna, nilai disiplin, nilai budaya dan nilai sosial.Kata kunci: Nilai matematika, nilai Kotika,Budaya Masyarakat Buton. Abstract: His study aims to explore the mathematical value of kotika in Buton society. This research is exploratory research. The data sources in this study are traditional leaders and community leaders. Kotika culture for the people of Buton is very important, because kotika has become a reference in community life activities such as carrying out marriages, moving houses or building houses, traveling, and so on. Kotika is also a provision that discusses the good influence and ill-fated influence of everyday human life based on the circulation of the moon as a natural process which at any time has a mythological meaning that affects all human activities. The technique of collecting data uses observation, interviews, and documentation. est the validity of the data using source triangulation and analyzed through data reduction, data display and verification. The results of this study indicate that the mathematical value of kotika in Buton society is practical value or use value, discipline value, cultural value and social value. Keywords: Mathematical values, Kotika values, Buton Community Culture.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Berbasis Masalah Kontekstual Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Febriyanti, Febriyanti; Adam, Pasrun; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.10189

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berbasis masalah matematika kontekstual dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah  Quasi eksperimen dengan desain penelitian yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di MTs Negeri 2 Kendari tahun ajaran 2018/2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-3 dan VIII-4 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di kelas yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbasis masalah matematika kontekstual lebih tinggi daripada kelas yang diajar dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah, think pair share, kontekstual Abstract: This study aims at understanding Comparison Mathematics solving problems ability between students whom are taught under Think Pair Share learning approach on contextual Math-based problems and those whom are taught under conventional one. This study uses quasi experiment method with a pre-test and post-test control group design. The population in this study is all students grade VIII at the MTs Negeri 2 Kendari in academic year 2018/2019 while the students of samples consists of VIII-3 and VIII-4, which is selected by using both random and purposive sampling methods. Data is analysed using a descriptive and inferential statistic. Results of the research shows that students whom are taught under Think Pair Share learning approach have higher score than their friends whom are taught with the conventional approach. Keywords: Mathematics Problem Solving Skill, Think Pair Share, Contextual
Meningkatkan Hasil Belajar Statistika dan Peluang Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari Suhaena, Suhaena
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.16391

Abstract

Salah satu masalah yang sering dihadapi pada pembelajan, khususnya  pokok bahasan statistika dan peluang di SMP Negeri 9 Kendari adalah rendahnya tingkat partisipasi aktif dan hasil belajar peserta didik, termasuk di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran pada pkok bahasan statistika dan peluang, melalui penerapan model pembelajaran Stuidents Team Achievement Division (STAD) di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus perbaikan pembelajaran pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pada siklus I tingkat partisipasi peserta didik dalam proses pembelajarn rata-rata mencapai 70%, skor hasil belajar rata-rata sebesar 71,80, dengan ketuntasan belajar sebesar 72%. Pada pelaksanaan siklus II, tingkat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran meningkat menjadi rata-rata 87%, skor hasil belajar rata-rata sebesar 81,50, dengan ketuntasan belajar mencapi 88%. Karena tujuan penelitian sudah tercapai sesuai ketuntasan belajar, maka penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik pada pembelajaran matematika pokok bahasan statistika dan peluang di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. (2) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika pokok bahasan statistika di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9